Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
makhluk astral yang berbadan besar (Serangan gelombang 1)


__ADS_3

Episode 179


lalu beberapa saat kemudian, kapal pun berlayar menuju ke pulau ujung kota kegelapan itu, sementara itu yang mengendalikan kapal nya adalah razord, Ardian dan keenam temannya hanya diminta untuk memantau situasi yang akan terjadi nanti.


"kalian, kita harus melindungi kapal ini dari makhluk astral yang akan datang, pantau terus situasi di sekitar kapal, kita tidak tahu dimana makhluk astral itu akan muncul dengan tiba-tiba. " kata razord.


"kak razord, apakah makhluk astral itu langsung tiba-tiba muncul ?. " tanya Legis.


"ya, setelah aku meninggalkan pulau itu, makhluk astral yang di perintahkan oleh pemimpinnya terus menyerang kapal ini berkali-kali, beruntung aku masih bisa melarikan diri dengan kecepatan penuh kapal, makhluk astral itu bisa muncul kapan saja dari bawah laut ataupun udara, jadi tugas kalian adalah bertahan untuk melindungi kapal ini, kalian mengerti. " kata razord sambil mengemudikan kapal nya.


"kami mengerti, serahkan saja kepada kami, kak razord. " kata Ardian dengan bersemangat.


"ayo kita lakukan. " ucap Legis yang juga ikut bersemangat.


"ya. " ucap mereka semua.


lalu saat sudah berada cukup jauh dengan bukit itu, tiba-tiba saja gemuruh petir hitam menyertai mereka.


"aku merasakan nya, semuanya berpencarlah untuk melindungi kapal. " kata kak razord.


seketika itu Ardian dan keenam temannya pun langsung berpencar untuk melindungi kapal dari serangan makhluk astral yang bisa muncul kapan saja itu, lalu beberapa saat kemudian, benar saja makhluk astral itu muncul dari bawah laut membawa senjata trisula melompat ke kapal mereka, Legis yang pertama melihatnya pun langsung menembakkan laser cahaya nya ke arah makhluk astral itu sehingga menghilang menjadi abu hitam, di waktu yang sama awan Guntur hitam yang menyertai mereka tiba-tiba saja berubah menjadi warna merah mengerikan di sertai badai angin kencang dan ombak yang bergejolak.


"cih, inilah yang membuat ku hampir mati waktu itu. " kata razord didalam hatinya dengan ekspresi serius sambil mencoba keras mengendalikan kapalnya dengan seluruh tenaga nya.

__ADS_1


sementara itu makhluk astral yang muncul tiba-tiba di atas kapal mereka terus saja bertambah banyak, bukan hanya dari bawah laut tapi juga dari atas langit seperti burung yang berupa aneh dan mengerikan yang belum pernah mereka lihat.


"semuanya tetap waspada, makhluk astral ini semakin banyak. " kata Alan sambil menyerang beberapa makhluk astral sekaligus dengan kekuatan Alam nya menggunakan sebuah daun yang tajam untuk dilemparkan.


"ini merepotkan sekali, jumlah mereka terlalu banyak. " kata Opel yang bersender dengan Legis dengan kondisi mereka yang terkepung.


"ini gawat, kita kalah jumlah, kalau terus begini kita bisa menjadi makanan mereka. " kata Legis dengan ekspresi kesal yang kondisinya sama dengan Opel.


lalu Ardian dengan menggunakan pedang api nya langsung menerobos di antara sekian banyak makhluk astral dan membersihkan nya dengan ayunan pedang nya itu sehingga Legis dan Opel bisa keluar dari kepungan nya itu.


"kalian baik-baik saja ?. " tanya Ardian yang terlihat sangat kelelahan dengan menyeret pedang api nya itu.


"ya, kami tertolong. " jawab Opel.


"selain itu kau terlihat sangat kelelahan, menggunakan pedang api itu pasti menguras banyak sekali tenaga, sebaiknya kau beristirahat sebentar Ardian, biar kami yang urus sisanya. " kata Legis yang melihat Ardian dengan ekspresi khawatir.


"Ardian. " ucap Legis yang tidak bisa menghentikan tekadnya itu.


di tengah pembicaraan mereka, dari belakang Ardian tiba-tiba saja ada makhluk astral yang berbadan besar hendak memukul Ardian dengan tongkat yang besar.


"Ardian, awas di belakang mu !!. " teriak Legis yang melihat nya.


"huh. " ucap Ardian yang terkejut saat membalikkan badannya kebelakang.

__ADS_1


lalu pada saat makhluk astral yang berbadan besar itu memukul Ardian dengan sebuah tongkat yang besar, beruntung Nizar dengan kecepatan refleks nya bisa menahan serangan makhluk astral yang berbadan besar itu menggunakan pedang petir nya yang keluar tepat waktu, lalu karena sebuah tekanan Nizar pun terhempas saat menahan serangan nya, Ardian yang sempat menarik kaki Nizar pun ikut terhempas tapi beruntung mereka berdua terhempas tidak terlalu jauh dan tidak menghantam, lalu perlahan-lahan makhluk astral yang berbadan besar itu pun mendekati Ardian dan Nizar yang terjauh itu, sesaat hampir mendekati mereka berdua, gacha yang datang tepat waktu langsung menggunakan kekuatan kegelapan nya untuk menjerat makhluk astral berbadan besar itu dengan sekuat tenaga nya.


"cih, makhluk ini benar-benar berat. " ucap gacha didalam hatinya yang berusaha menahan makhluk astral yang berbadan besar itu sekuat tenaganya sampai keluar darah dari mulut nya karena menggigit lidah nya agar bisa menahannya lebih lama.


"gacha. " ucap Opel yang melihat gacha sambil melawan beberapa makhluk astral yang terus muncul dengan ekspresi khawatir.


"ini, ini masih belum cukup, ini masih belum cukup untuk menyelamatkan jaylain. " kata gacha didalam hatinya yang tiba-tiba saja teringat dengan jaylain.


beberapa saat kemudian, Ardian masih sadar kan diri melihat Nizar yang pingsan setelah melindunginya.


"Nizar. " ucap Ardian yang kemudian memejamkan matanya dengan ekspresi kesal dengan keadaan masih terpuruk di bawah.


lalu semakin lama penjerat gacha pun semakin hendak terlepas, di waktu yang sama Ardian yang melihat perjuangan gacha itu pun seketika memaksa kan dirinya untuk berdiri dengan sempoyongan sambil menahan tubuhnya dengan pedang api nya yang belum menghilang itu.


"aku, aku harus bisa bertambah kuat, demi teman-teman ku yang selalu membantuku dan demi dunia ini yang ingin ku damaikan, aku tidak akan menyerah sampai di sini. " kata Ardian didalam hatinya dengan ekspresi serius sambil mencoba mengangkat pedang api nya yang perlahan-lahan mendapatkan cahaya api dari ujung mata pedang nya.


"Ardian, dia sudah terlalu banyak menggunakan kekuatan pedang api nya untuk membersihkan sebagian besar makhluk astral ini, jika dia memaksakan dirinya, aku tidak tahu lagi apa yang akan terjadi nanti. " kata Alan didalam hatinya yang masih melawan beberapa makhluk astral yang mencoba mengepungnya itu.


"walaupun tubuh ku hancur sekalipun, aku tidak akan mundur dari pertarungan ini, aku akan menyelesaikan nya dengan satu kali tebasan. " kata Ardian yang hampir selesai mencharge pedang api nya itu.


"Ardian, sisanya ku serahkan kepada mu. " ucap gacha yang langsung pingsan karena sudah tidak kuat menahan makhluk astral yang berbadan besar itu.


saat penjerat kegelapan dari gacha itu menghilang, di waktu yang sama Ardian sudah berjalan sempoyongan tepat didepan makhluk astral yang bertubuh besar itu, lalu saat Ardian hendak di pukul menggunakan tongkat oleh makhluk astral yang berbadan besar itu, Ardian dengan seluruh tenaga nya yang terakhir langsung menusukkan pedang api nya tepat di perut makhluk astral yang berbadan besar itu sehingga menghilang dan menjadi abu hitam, setelah berhasil melakukannya dengan nyaris di pukul oleh makhluk astral yang berbadan besar itu, Ardian pun langsung terjatuh lemas tak berdaya dan seketika pedang api nya ikut menghilang, tapi semua belum selesai, Ardian pun langsung di kepung oleh sekumpulan makhluk astral itu dengan kondisinya yang tidak bisa bergerak sama sekali.

__ADS_1


"aku tidak ingin berakhir disini. " ucap Ardian yang tidak berdaya sama sekali dengan penglihatan nya samar-samar melihat sekumpulan makhluk astral itu mengepung nya itu.


BERSAMBUNG............


__ADS_2