
episode 93
di lain tempat, Sima, Lina, dan guzon sensei sedang berhadapan dengan refan.
"cih,. merepotkan. " ucap refan sambil mengeluarkan aura kegelapan yang sangat pekat dari tubuhnya.
"bocah itu mempunyai kekuatan kegelapan yang sangat pekat, kita harus berhati-hati dan jangan sampai gegabah. " kata Sima sensei.
"huh, kak zex, syukurlah kau bangun. " ucap mirain saat berusaha menyembuhkan zex dan melihat dia sudah siuman.
lalu zex melihat para sensei yang sudah datang itu.
"zex, kau hebat, kau sudah bertahan sampai kami datang, beristirahatlah, biarkan kami yang akan menyelesaikannya. " kata Sima sensei sambil menoleh ke arah zex di belakangnya.
"akan ku bunuh kalian semua !!. " teriak refan sambil maju ke arah para sensei sambil menodongkan pisaunya.
"penghalang angin !!. " ucap Sima sensei sambil mengeluarkan kekuatan anginnya untuk membuat penghalang.
"penghalang, dasar lemah, penembus kegelapan !! " ucap refan sambil mempercepat dirinya menggunakan kekuatan kegelapannya yang mengelilingi tubuhnya.
"heh, nekat sekali, perangkap tanah !!. " ucap guzon sensei dengan tersenyum kecil sambil mengangkat tangannya sehingga tanah yang ada disekitar refan bergejolak dan mengurung dirinya.
"hmp, perangkap konyol, ledakan kegelapan !!. " teriak refan dengan tersenyum kecil sambil mengeluarkan kekuatan kegelapannya untuk meledakkan perangkap itu dengan aura kegelapannya yang pekat.
"dia bisa lolos dari perangkap, bagaimana ini ?. " tanya Lina sensei yang sudah panik.
"tenanglah Lina, lindungi anak-anak itu. " jawab Sima sensei.
"hahahaha, kalian tidak akan bisa menghentikan ku, aku akan melenyapkan kalian semua, tenggelam lah didalam kegelapan yang tidak berujung, bola meteor mimpi buruk !!. " teriak refan dengan tertawa terbahak-bahak sambil mengeluarkan bola hitam raksasa yang terus membesar dan hendak melemparkannya ke arah para sensei.
"dia pengguna elemen kegelapan type kekacauan, pantas saja dia tidak bisa di hentikan dengan elemen apapun. " kata Sima sensei dengan ekspresi serius.
"bagaimana kita bisa mengalahkannya jika kekuatan elemen tidak bisa menghentikannya ?. " tanya guzon sensei.
"hanya pengguna kekuatan cahaya yang bisa menghentikannya. " jawab Sima sensei.
__ADS_1
"tapi disini tidak ada pengguna elemen cahaya. " ucap Lina dengan ekspresi khawatir.
lalu tiba-tiba saja zex dengan cepat menghilang dari pangkuan mirena setelah memejamkan matanya beberapa saat kemudian berlari ke arah refan dengan menahan lukanya yang belum sembuh total.
"bodoh, apa yang kau lakukan, itu berbahaya, kembalilah. " kata Sima sensei yang memperingati zex yang sudah berlari ke arah refan dengan cepat.
"kak zex, kembalilah, aku tidak ingin melihat mu terluka lebih parah lagi !!. " teriak mirain dengan khawatir sambil meneteskan air matanya.
"heh, kau ingin mati ya, besar juga nyali mu itu. " ucap refan sambil tersenyum kecil.
lalu saat hampir sampai ke arah refan, zex sempat mengingat perkataan jelan sebelum pergi : (zex, kembalilah dengan selamat).
"lenyaplah !!. " teriak refan sambil melemparkan bola hitam yang sudah besar itu ke arah zex.
saat bola hitam itu mengarah ke arah zex, ia melakukan teknik kuda-kuda menggunakan pedang dan seketika tubuhnya mengeluarkan aura hijau sambil memejamkan matanya, lalu saat bola hitam yang besar itu sudah tepat didepan zex, ia langsung membuka matanya yang berubah menjadi warna hijau lalu mengayunkan pedangnya dengan kencang dan penuh tekanan yang kuat.
"teknik ninja, aura peningkatan kekuatan, pedang pembelah bumi. " ucap zex sambil mengayunkan pedangnya dan seketika berhasil membelah bola hitam yang besar itu menjadi dua lalu dilanjutkan dengan tebasan cepat ke arah refan sehingga membuat refan terkapar jatuh karena terkena tebasan kuat dari zex.
"tidak mungkin, dia membelahnya. " ucap refan yang sudah terjatuh saat itu.
lalu setelah beberapa saat, aura hijau yang mengalir ditubuh zex tiba-tiba saja menghilang dan tiba-tiba saja membuatnya muntah darah dan terkapar jatuh ke tanah tetapi masih sadar hanya saja tubuhnya tidak bisa bergerak karena sudah kehabisan tenaga, karena khawatir, mirain pun berlari ke arah zex dan menghampirinya.
"hebat, aku tidak tahu ada murid yang sehebat itu. " ucap Lina sensei yang juga terkejut.
"sebenarnya kekuatan apa yang anak itu miliki, dia terlihat tidak menggunakan kekuatan elemen tadi, aura hijau yang sangat kuat. " kata Sima sensei didalam hatinya sambil berfikir dengan ekspresi serius.
"kak zex, jangan memaksakan diri mu, kau sudah terluka cukup parah saat pertarungan pertama tadi. " kata mirain dengan ekspresi khawatir dan meneteskan air matanya sambil mencoba menyembuhkan zex dengan kekuatan penyembuhannya.
"maaf. " ucap zex setelah melepaskan penutup mukanya yang bersimpah darah itu lalu membuangnya.
"huh, kak zex. " ucap mirain dengan terkejut dan heran.
"aku sudah tidak membutuhkannya lagi, sebaiknya kau sembuhkan kirena dulu. " kata zex sambil batuk-batuk.
"itu tidak perlu, Lina sensei sudah merawat luka ku tadi. " ucap kirena yang tiba-tiba saja datang menghampiri mereka berdua dari belakang.
__ADS_1
"kirena, dahimu. " ucap mirain yang terkejut saat melihat dahi kirena yang dibalut perban.
"aku hanya terbentur tadi, jangan khawatir. " ucap kirena.
"aku harus segera pergi dari sini. " ucap refan dengan perlahan-lahan merangkak hendak kabur.
"kau ingin kemana. " ucap lezor sensei yang baru saja datang lalu mencegah refan kabur dengan mengikatnya di antara pepohonan.
"lezor, bagaimana kau bisa tahu jika kami disini ?. " tanya Sima sensei dengan terkejut saat melihat lezor sensei yang tiba-tiba saja datang.
"aku hanya sengaja lewat tadi dan melihat kalian seperti sedang terburu-buru. " jawab lezor sensei.
"begitu ya. " ucap Sima sensei.
"apakah kalian bisa menjelaskan kepada ku apa yang sebenarnya terjadi ?. " tanya lezor sensei.
setelah itu Sima sensei menceritakan semuanya kepada lezor sensei.
"begitu ya, jadi ini semua ulah dari anak-anak pembunuh itu. " kata lezor sensei setelah mendengar cerita dari Sima sensei.
"kalian bertiga, apakah kalian tahu kemana jelan pergi saat ini ?. " tanya Sima sensei saat menghampiri mereka zex dan teman-temannya.
"jelan bilang dia akan pergi ke puncak bukit. " jawab kirena.
"puncak bukit ya, aku mempunyai firasat buruk, apakah jelan dan teman-temannya baik-baik saja. " kata Sima sensei didalam hatinya dengan ekspresi gelisah.
"kalian semua pergilah ke puncak bukit, bantu jelan dan yang lainnya. " kata deros sensei yang tiba-tiba saja datang bersama anaki.
"ayo kita pergi menyusul jelan dan yang lainnya. " kata zex dengan terburu-buru dan mencoba untuk berdiri.
"pelan-pelan saja zex, kau masih terluka parah. " kata kirena dengan khawatir.
"kita tidak punya waktu lagi, kita harus menyusul mereka. " kata zex sambil berjalan ke arah puncak bukit itu dengan pedangnya yang digunakan sebagai tongkat untuk berdiri.
"aku akan menggendong zex, kalian semua bisa berjalan sendiri kan. " kata guzon sensei sambil menggendong zex.
__ADS_1
setelah itu mereka semua pun bergegas pergi ke arah puncak bukit itu kecuali deros sensei dan anaki yang menjaga refan supaya tidak kabur.
BERSAMBUNG............