Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Hari pertama disekolah ninja (prolog: masa lalu kakek jelan bab 9)


__ADS_3

episode 81


keesokan harinya......


"jelan, bangunlah, ini sudah pagi. " kata mireha membangunkan jelan dari jendela kamarnya.


"hey, bisakah kau membangunkan ku lewat pintu kamar. " kata jelan saat bangun.


"hehehe, ini sudah kebiasaan ku kan. " kata mireha sambil tersenyum.


"tunggu, jam berapa sekarang ?. " tanya jelan.


"jam 6 setengah. " jawab mireha.


"gawat, ini hari pertama sekolah, kenapa kau tidak membangunkan ku lebih awal dan juga kenapa kau bisa setenang itu ?. " tanya jelan dengan panik.


"kau tidur nyenyak sekali, aku tidak tega membangunkan mu dan juga sebenarnya aku menunggu mu bangun. " jawab mireha.


"alasan macam apa itu, pokoknya aku akan bersiap-siap, kau juga tolong bangunkan zenah. " kata jelan.


"dia baru saja berangkat saat aku akan membangunkan mu. " kata mireha.


"dia meninggalkan kan kita. " ucap jelan dengan pelan.


"begitulah, aku juga tidak peduli. " kata mireha.


"mireha, bisakah kau keluar, aku ingin bersiap-siap. " kata jelan.


"baiklah. " ucap mireha setelah itu keluar dari kamar jelan.


lalu mereka berdua pun berangkat ke sekolah bersama, sesampainya di sana mereka berhasil masuk sebelum jam 7 tepat.


"untung saja masih sempat. " kata jelan dengan nafas kelelahan setelah berlari.


"ya. " ucap mireha sambil melihat jam yang ada di atas bangunan sekolah.


"kenapa kau tidak sedikitpun kelelahan setelah berlari tadi ?. " tanya jelan melihat mireha yang tidak kelelahan sedikitpun.


"aku sudah terbiasa berlari. " jawab mireha.


"hebat sekali gadis ini. " ucap jelan didalam hatinya.


"hey, kalian bersekolah di sini juga ya. " ucap nizuan yang tiba-tiba saja datang dengan dyrados menghampiri mereka berdua.


"oh, kalian, nizuan dan dyrados, kalian juga bersekolah di sini ya. " kata jelan.


"ya begitulah, sebenarnya sensei kami lah yang mendaftarkan kami untuk bersekolah di sini. " kata dyrados.


"begitu ya, kami juga didaftarkan oleh sensei kami, benarkan mireha. " kata jelan.


"hmp, begitulah kakek tua kami. " ucap mireha.


"kakek tua. " ucap nizuan.


"hey kalian, apa yang sedang kalian lakukan, ayo cepat masuk ke kelas. " kata seseorang yang menyuruh mereka berempat untuk masuk ke dalam kelas.


mereka berempat pun akhirnya masuk ke dalam kelas yang sama.


"Anda sensei disini ya ?. " tanya jelan saat akan menuju ke kelas.


"ya, panggil saja aku guzon sensei. " kata guzon sensei memperkenalkan dirinya dengan ramah.


"guzon sensei, ada berapa banyak kelas di sekolah ninja ini ?. " tanya nizuan.


"sayangnya hanya ada satu kelas, itu karena murid di sekolah ninja ini hanya sedikit. " jawab guzon sensei.


"begitu ya. " ucap nizuan.


sesampainya di depan kelas mereka berempat terkejut melihat muridnya hanya sedikit dan jelan juga melihat zenah yang sudah ada didalam, setelah mengantar mereka guzon sensei pun pergi ke kantor.

__ADS_1


"sensei benar, murid disini sedikit sekali. " kata nizuan membisiki jelan.


"ya. " ucap jelan dengan pelan.


setelah itu mereka berempat pun masuk ke kedalam kelas dan duduk di kursi yang masih kosong.


"kalian berdua lama sekali, sebenarnya apa yang kalian lakukan sebelum berangkat. " tanya zenah dengan pelan kepada jelan yang duduk di belakangnya.


"tidak ada kok, hanya saja mireha telat untuk membangun ku, itu saja. " jawab jelan.


"begitu ya, dasar tukang tidur. " kata zenah setelah itu memalingkan wajahnya kedepan.


"semuanya harap tenang, perkenalkan, aku adalah sensei yang akan mengajar di kelas kalian, panggil saja aku lezor sensei, silahkan yang ingin bertanya. " kata lezor sensei memperkenalkan dirinya.


"sensei. " ucap seorang gadis yang ingin bertanya sambil mengangkat tangannya.


"ya, apa yang ingin kau tanyakan. " ucap lezor sensei.


"apa type kekuatan elemen milik sensei ?. " tanya gadis itu.


"tunggu, kenapa kau langsung bertanya seperti itu ?. " tanya zenah kepada gadis itu dengan pelan.


"hehehe, aku hanya ingin tahu. " jawab gadis itu sambil tertawa kecil.


"zenah, kau kenal dia ?. " tanya jelan dengan pelan.


"tentu saja, dia adalah adikku, namanya Nitin. " jawab zenah.


"oh, aku tidak tahu ternyata kau mempunyai adik, kenapa kau tidak memberi tahu ku sebelumnya ?. " tanya jelan.


"untuk apa aku memberi tahu mu, lagipula kau tidak bertanya. " jawab zenah dengan acuh.


"baiklah, sensei akan menjawab pertanyaan mu itu gadis muda, type kekuatan elemen yang sensei gunakan adalah elemen petir. " kata lezor sensei dengan bersemangat.


"begitu ya. " ucap Nitin dengan kecewa sambil menundukkan kepalanya ke bawah.


"dia kenapa ?. " tanya jelan kepada zenah.


"baiklah jika tidak ada yang bertanya lagi aku akan menuliskan pembagian tim di papan tulis. " kata lezor sensei mengambil kapur dan menulis pembagian tim di papan tulis.


Pembagian tim:


Tim 1: jelan, zenah dan Nitin.


Tim 2: nizuan, mireha, dyrados.


Tim 3: Sezon, Refan, Anaki.


Tim 4: zex, mirain, greder.


setelah menulis pembagian tim di papan tulis, lezor sensei menjelaskan kepada mereka tentang kekuatan ikatan didalam tim lalu beberapa saat kemudian akhirnya jam istirahat pun tiba.


"kenapa aku harus satu tim dengan mu. " ucap zenah kepada jelan.


"apa boleh buat kan. " ucap jelan.


"Yo ho, kau satu tim dengan kami kan, ini untuk mu sebagai sesama anggota tim. " kata Nitin dengan bersemangat sambil memberikan minuman kepada zenah dan jelan.


"terimakasih. " ucap jelan sambil menerima minuman itu.


"tunggu Nitin.... " kata zenah saat menerima minuman itu.


"mbak zenah, kau jangan malu-malu. " ucap Nitin memotong perkataan zenah.


"kau adiknya kan ?. " tanya jelan kepada Nitin.


"ya, aku adiknya, maafkan kakakku, dia itu mudah marah dan tersinggung tapi dia tidak jahat kok. " jawab Nitin.


"hm, aku tahu itu. " ucap jelan.

__ADS_1


"Nitin, sudahlah. " kata zenah sambil menahan rasa malunya.


"lalu type kekuatan elemen apa yang kau miliki ?. " tanya Nitin kepada jelan.


"api dan angin. " jawab jelan.


"wow, kau pengguna elemen ganda ya, kau pasti sangat hebat, maaf jika nantinya kami berdua akan merepotkan mu didalam tim dan menjadi beban. " kata Nitin dengan terkejut.


"Nitin, tenanglah. " ucap zenah yang panik sendiri.


"tidak kok, aku belum bisa dibilang hebat jika tidak bisa melindungi kalian nanti. " kata jelan dengan percaya diri.


"begitu ya. " ucap zenah dengan pelan saat mendengar perkataan jelan.


"kalau begitu mohon kerjasamanya. " ucap Nitin.


lalu nizuan dan dyrados yang kebingungan untuk berbicara kepada mireha.......


"kau saja yang berbicara. " kata dyrados.


"tidak, kau saja. " kata nizuan.


"sampai kapan kalian berdua akan berdebat. " kata mireha yang melirik mereka berdua.


"mireha, kau tidak keberatan untuk bergabung di tim kami kan. " kata nizuan.


"tidak masalah, kita sudah berteman kan. " kata mireha sambil mengingat kemarin sore saat jelan menyuruhnya untuk berteman.


"kalau begitu mohon kerjasamanya. " ucap nizuan menghampiri mireha dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"ini merepotkan, tapi akan kulakukan. " kata mireha menjabat tangannya nizuan.


"wah tangannya lembut sekali. " ucap nizuan didalam hatinya yang tidak sadar menjabat tangan mireha dengan kencang.


"kau menyakiti tanganku, bisakah kau melepaskannya. " kata mireha dengan ekspresi serius.


"maaf, aku tidak sengaja. " ucap nizuan langsung menarik tangannya.


"lagi-lagi kau membuat ku iri. " kata dyrados dibelakang nizuan.


"berisik, urus saja urusanmu sendiri. " kata nizuan kepada dyrados dengan kesal.


"ternyata seperti ini rasanya berteman, kurasa ini lumayan menyenangkan. " kata mireha didalam hatinya sambil tersenyum kecil melirik mereka berdua yang masih bertengkar.


lalu sepulang sekolah, jelan, mireha dan zenah pulang bersama.........


"hey jelan, jangan anggap perkataan adikku tadi dengan serius. " kata zenah.


"ternyata adikmu itu orangnya sangat bersemangat sekali, berbeda sekali dengan mu. " kata jelan.


"huh, apa maksudmu. " ucap zenah dengan ekspresi menakutkan.


"tidak, tidak, aku hanya bercanda, lalu bagaimana dengan mu mireha, kau satu tim dengan nizuan dan dyrados kan. " kata jelan.


"ya begitulah, mereka berdua itu agak aneh, selalu bertengkar tidak jelas didepan ku. " kata mireha dengan ekspresi tenang.


"kau pasti akan terbiasa dengan mereka. " kata jelan.


"ku harap begitu. " ucap mireha.


"hmp, aku bersyukur kau sudah mendapatkan teman. " kata zenah dengan acuh.


"heh, sejak kapan kau sudah bisa menghargai seseorang ?. " tanya mireha kepada zenah.


"mungkin sejak kemarin. " jawab jelan sambil menggoda zenah.


"kalian berdua berisik !!. " teriak zenah dengan kesal.


setelah itu mereka bertiga pun sampai di depan rumah.

__ADS_1


BERSAMBUNG.........


__ADS_2