Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
mata-mata


__ADS_3

Episode 149


setelah latihan dengan raja api selesai, Ardian pun pulang ke rumah dan duduk di samping defa yang sedang menonton TV itu sambil memikirkan perkataan raja api sebelum latihan berakhir.


sebelumnya.....


"Ardian, sebelum latihan ini berakhir, ada sesuatu yang ingin kukatakan. " kata raja api yang hendak mengakhiri latihan pertama Ardian.


"apa itu ?. " tanya Ardian penasaran.


"pedang itu, jaga baik-baik dan jangan sampai orang lain memegang nya. " jawab raja api dengan ekspresi serius.


"baik, (raja api terlihat menakutkan saat serius). " ucap Ardian yang panik didalam hatinya.


 ------------------------------------------


"huh, sejak awal kenapa aku bisa memegang pedang itu ya. " kata Ardian didalam hatinya sambil menghembuskan nafas nya.


"kakak, kau dengar tidak. " kata defa yang memanggil Ardian berkali-kali dengan ekspresi cemberut.


"maaf, kakak melamun tadi. " kata Ardian yang sedikit terkejut saat defa memanggil nya dengan keras.


setelah itu Ardian pun ke kamarnya, lalu tiba-tiba saja saat Ardian hendak berbaring sesuatu dari dadanya memancarkan sebuah cahaya bersinar merah terang.


"huh, apa ini. " ucap Ardian yang terkejut saat melihatnya.


setelah beberapa menit kemudian cahaya itu pun meredup dengan perlahan-lahan.


"sebenarnya apa yang terjadi tadi. " kata Ardian yang kebingungan sendiri.


kemudian di pagi hari, Ardian keluar dari kamarnya dan pergi mencari udara segar.


"huh, sebenarnya tadi malam kenapa ya, aku tidak merasakan sakit sedikit pun saat cahaya itu keluar. " kata Ardian didalam hatinya sambil berjalan menuju bukit kota zenai yang tidak jauh dari rumahnya.


setelah sampai di atas bukit, Ardian memandangi kota zenai untuk menyegarkan pikirannya.


"huh, Ardian, kau disini ya. " kata gacha yang melihatnya saat berdiri di tiang dengan satu kaki.


"gacha, apa yang sedang kau lakukan ?. " tanya Ardian yang terkejut saat melihat ke atas tiang.


"berlatih keseimbangan, aku selalu melakukan ini setiap hari. " jawab gacha dengan tenang.

__ADS_1


"itu berbahaya, turunlah, kau bisa jatuh. " kata Ardian yang menasehatinya.


lalu beberapa saat kemudian, tiba-tiba saja ada burung hitam yang menyambar gacha sehingga ia kehilangan keseimbangannya dan hendak jatuh, tapi beruntung Ardian berhasil memegang tangan nya saat hendak jatuh ke bawah bukit, lalu gacha pun mengeluarkan penjerat bayangan nya ke tiang untuk menarik dirinya ke atas.


"sudah kubilang kan itu berbahaya. " kata Ardian yang khawatir.


"terimakasih sudah menolongku. " ucap gacha dengan ekspresi tenang.


"ya, untung saja kau tidak jatuh ke bawah bukit. " kata Ardian.


"ini aneh, biasanya tidak ada burung seperti itu disini. " kata gacha melihat burung hitam itu dengan ekspresi serius.


"*b*enarkah. " kata Ardian kemudian melihat burung hitam itu juga.


tidak lama kemudian, seketika gacha langsung melemparkan bola bayangan ke arah burung hitam itu, lalu burung itu pun tiba-tiba saja menghilang menjadi sebuah gas hitam.


"huh, sebenarnya burung apa itu. " ucap Ardian yang terkejut saat melihat nya.


"sepertinya itu bukanlah burung. " kata gacha dengan ekspresi serius.


"kau benar, itu hanyalah sebuah alat untuk mengintai kalian. " kata nyoren yang tiba-tiba muncul di belakang mereka sambil tersenyum kecil.


"nyoren. " ucap Ardian dengan ekspresi serius.


"apa yang kau lakukan disini ?. " tanya Ardian.


"sebenarnya aku hendak memata-matai raja api di kerajaan nya, tapi sepertinya gadis itu sudah mengacaukan rencana ku. " jawab nyoren kemudian menoleh ke arah gacha.


"kau licik juga ya. " ucap gacha dengan ekspresi tenang.


"huh, kau seperti jaylain saja. " kata nyoren sambil tersenyum kecil.


"jangan samakan aku dengan nya. " kata gacha.


"nyoren, hentikanlah perang konyol itu, sejujurnya aku tidak ingin berperang dengan kota mu. " kata Ardian dengan tegas.


"hmp, itu perkataan yang konyol sekali, walaupun kau tidak ingin berperang, kami tetap akan meratakan kota zenai tanpa ada yang tersisa. " kata nyoren setelah itu tertawa dengan jahat.


"cih, dia sangat keras kepala. " ucap Ardian yang geram dengan perkataan nya itu.


"*s*udah kuduga dia terus memata-matai kita semua selama ini. " kata gacha dengan ekspresi tenang.

__ADS_1


"nyoren, dengar ini. " ucap Ardian dengan lantang.


"apa, kau ingin mengakui kekalahan mu ?. " tanya nyoren sambil tersenyum kecil.


"tidak, bukan itu, untuk melindungi kota ini dan melindungi teman-teman ku, aku akan berperang. " kata Ardian dengan ekspresi serius.


"begitu ya, kuharap kau tidak mati duluan sebelum bertemu dengan ku di Medan perang, sampai jumpa pecundang. " kata nyoren kemudian menghilang menjadi cahaya.


"dia menghilang. " ucap Ardian yang melihatnya.


"tadi itu kata kata yang bagus, Ardian. " kata gacha sambil tersenyum kecil.


"Entahlah, kata-kata itu keluar sendiri dari mulut ku. " kata Ardian.


"kuharap kata-kata mu tadi itu benar. " kata gacha sambil memandangi awan seperti mengharapkan sesuatu.


"gacha, tolong jawab pertanyaan ku dengan jujur. " kata Ardian dengan ekspresi serius.


"huh. " ucap gacha yang terkejut saat mendengar perkataan Ardian kemudian menoleh ke arah nya.


"apakah jaylain itu adalah orang yang penting untuk mu ?. " tanya Ardian dengan ekspresi serius.


"apa yang kau bicarakan. " ucap gacha yang terkejut saat mendengar pertanyaan Ardian itu.


"jawablah. " ucap Ardian yang berusaha mendesak gacha.


"sejujurnya begitu, sebenarnya aku sudah berteman dengan nya sejak kecil saat di tempat penampungan pengendali monster, tapi karena ada banyak hal yang terjadi di sana akhirnya kami pun berpisah, lalu sering berjalan waktu kami bertemu lagi saat hari pertama di sekolah Ninja, tapi dia sudah berbeda dengan dirinya nya dulu. " kata gacha menjelaskan nya dengan singkat.


"menurutku walaupun dia sudah berubah, dia tidak akan mungkin melupakan masa lalu nya, dari cerita mu kemarin saat di hutan, aku jadi mengerti kalau jaylain itu masih peduli dengan mu, balas budi yang dia katakan itu hanyalah sebuah alasan untuk menutupi nya, dia tidak bisa jujur dengan perasaan nya sendiri, karena itulah, kau sebagai teman masa kecil nya harus membuka hatinya sekali lagi. " kata Ardian.


"sudah kuduga kau pasti berfikir seperti itu, terimakasih sudah mau mendengarkan cerita ku dan memberiku saran. " kata gacha.


"aku sudah senang jika bisa membantu teman ku. " kata Ardian.


"begitu ya, tapi berhati-hatilah dengan cara berfikir mu itu, dunia ini tidaklah sebaik yang kau kira, aku khawatir jika kau akan menyesal dengan cara berfikir mu itu. " kata gacha.


"huh, apa maksudmu ?. " tanya Ardian yang tidak paham apa yang dikatakan oleh gacha itu.


"suatu saat nanti, kau pasti akan mengerti dengan sendirinya, kau hanya perlu berhati-hati dengan cara berfikir mu itu. " jawab gacha.


"yaa, baiklah. " ucap Ardian yang masih penasaran dengan perkataan gacha itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG............


__ADS_2