
episode 113
di malam hari mizhura tidak bisa tidur, ia masih memikirkan perkataan gerad waktu itu, lalu mizhura pun keluar dari kamar dan pergi keluar rumah duduk di teras mencari udara segar di tengah malam.......
"kau tidak bisa tidur ya. " ucap paman azerd yang melihat mizhura duduk di depan teras.
"paman. " ucap mizhura dengan terkejut.
"gerad pasti sudah banyak merepotkan mu ya. " kata paman azerd kemudian duduk di dekat mizhura.
"tidak, sebenarnya aku yang terlalu banyak merepotkan nya. " kata mizhura dengan murung.
"hahahaha, sepertinya kau sudah banyak berubah, ya, wajar saja begitu. " kata paman azerd sambil tertawa.
"paman, bolehkah aku bertanya sesuatu ?. " tanya mizhura sambil menatap paman azerd.
"selama kau masih menjadi anak baik kau bisa bertanya apa saja kepada ku. " kata paman azerd setelah melihat mata mizhura.
"apa yang dilakukan gerad saat pergi satu tahun itu ?. " tanya mizhura.
"dia tidak mengatakannya kepadamu ?. " tanya paman azerd.
"yang dia katakan hanyalah, dia akan pergi ke rumah kakek dan neneknya. " jawab mizhura.
"dia tidak mengatakan semuanya ya, dia pasti tidak ingin kau khawatir. " kata paman azerd.
"sebenarnya apa yang dilakukan nya ?. " tanya mizhura.
"dia memang pergi ke rumah kakek dan neneknya, tapi itu adalah keinginannya sendiri, tujuan dia ke sana adalah mencari buku tentang seorang calestical yang kakeknya miliki, gerad sangat bersungguh-sungguh membaca buku itu, saat kakeknya bertanya, gerad kenapa kau bersungguh-sungguh mempelajari buku itu, lalu gerad menjawab, aku mempunyai teman seorang calestical rubah yang imut dan baik, tapi aku sangat takut jika dia sampai berubah karena sebuah kebencian, karena itu sebagai temannya sekaligus sahabatnya aku akan mempelajari semua tentang calestical rubah, agar dia tidak jatuh kedalam kebencian, begitulah katanya. " kata paman azerd.
"sudah kubilang untuk merahasiakannya kan, ayah. " kata gerad yang tiba-tiba saja muncul di belakang mereka dengan ekspresi serius.
"maaf, habisnya aku tidak tega melihatnya terus menderita karena kebingungan yang telah kau buat, sudah saatnya kau mengatakan yang sebenarnya gerad. " kata paman azerd kemudian masuk kedalam rumah.
"kau sudah mendengar semuanya ya. " ucap gerad dengan ekspresi serius.
"kenapa, kenapa kau tidak mengatakan semuanya kepada ku sebelumnya ?. " tanya mizhura sambil menundukkan kepalanya ke bawah dan menahan kesedihannya.
"ayahku sudah bilang kan, aku tidak ingin membuat mu khawatir karena ibumu... " jawab gerad kemudian duduk di dekat mizhura.
"ibu ku, kenapa dengan ibu ku ?. " tanya mizhura sambil menatap gerad.
"dia yang bilang kepada ku, tentang kebencian seorang calestical dan dia bilang aku tidak tahu apa-apa tentang mu, karena itulah aku mencari buku seorang calestical di rumah kakek dan nenekku. " jawab gerad dengan resah.
__ADS_1
"jadi semua ini adalah ulah ibuku, (sudah kuduga dia berniat menjauhkan ku dari gerad). " kata mizhura dengan ekspresi serius.
"tolong jangan terlalu menyalahkan ibumu, aku yakin dia pasti sangat menghawatirkan mu karena dulu aku bermain dengan mu. " kata gerad.
"aku tahu itu, aku akan menanyakan semua kebenarannya besok. " kata mizhura dengan ekspresi serius.
"kalau begitu aku akan masuk dulu, cepatlah tidur. " kata gerad kemudian masuk ke dalam rumah.
"kenapa ibu melakukan itu kepada ku, apa dia tidak suka dengan gerad. " kata mizhura didalam hatinya sambil melihat ke atas awan.
lalu keesokan harinya......
"kau sudah bangun ya. " kata paman azerd saat melihat grane yang sudah bangun duluan dan duduk di depan teras rumah.
"oh, paman. " ucap grane saat melihat paman azerd.
"bagaimana kabar kakek mu ?. " tanya paman azerd.
"tidak begitu baik sih. " jawab grane dengan pelan.
"begitu ya, wajar saja, dia dulu terlalu memaksakan dirinya. " kata paman azerd.
"paman, apakah paman tahu tempat dimana obat tanaman berada di kota ini ?. " tanya grane.
"hmm, satu-satunya tempat dimana tanaman obat berada di kota ini adalah di rumah neneknya mizhura. " jawab paman azerd sambil tersenyum kecil.
"sebaiknya kau bangun kan mereka jika ingin cepat. " kata paman azerd kemudian pergi.
"huh, merepotkan saja. " kata grane kemudian pergi menuju kamar.
saat akan membuka pintu kamar, tiba-tiba saja Lena keluar dari kamar sebelah yang ditempati oleh anak perempuan.
"grane. " ucap Lena dengan terkejut saat melihat grane.
"oh, Lena, bisakah kau membantuku. " pinta grane dengan ekspresi tenang.
"tumben sekali kau memerlukan bantuan. " ucap Lena.
"berisik, kau bersedia membantu ku atau tidak. " kata grane dengan agak lantang.
"tentu saja bersedia, katakan bantu apa ?. " tanya Lena sambil tersenyum.
"tolong bangunkan anak perempuan yang lain. " pinta grane kemudian masuk kedalam kamar anak laki-laki.
__ADS_1
"hanya itu ya. " kata Lena didalam hatinya kemudian masuk lagi kedalam kamar anak perempuan.
"hey, tukang tidur. " kata grane sambil melemparkan es batu ke arah gerad.
seketika itu gerad langsung terkejut.
"grane, bisakah kau membangunkan ku dengan cara yang biasa, ini menyakitkan tahu. " kata gerad sambil memegang dahinya yang benjol karena terkena es batu dari grane.
setelah mereka semua sudah bangun, mereka pun bersiap-siap lalu bergegas pergi menuju ke rumah neneknya mizhura yang berada di tengah hutan.
"semuanya, apakah kalian sudah siap ?. " tanya Ardian.
"ya. " jawab mereka.
"hati-hati dijalan, dan mizhura, sampaikan salam ku kepada nenekmu ya. " kata paman azerd sebelum mereka semua pergi.
lalu saat di perjalanan.......
"mizhura, apa tidak masalah jika kita pergi ke rumah mu ?. " tanya mbak ciria.
"aku tidak tahu. " jawab mizhura dengan tenang.
"kita ke sana untuk meminta sarannya kan, lagipula aku juga punya beberapa hal yang ingin kutanyakan kepada nenek mireha itu. " kata gerad dengan ekspresi serius.
"aku juga punya beberapa hal yang ingin ku bicarakan dengannya nanti. " kata grane dengan tenang.
saat mendengar perkataan gerad dan grane, mizhura pun memasang ekspresi khawatir.
"jangan khawatir, kita ke sana punya tujuan yang jelas kan. " kata Ardian saat melihat mizhura yang memasang ekspresi khawatir.
"kakak benar, aku juga ingin tahu seperti apa rumah nenek mizhura itu. " kata Nizar.
lalu sesampainya di depan rumah mizhura yang besar, berada di tengah hutan itu......
"wah, aku tidak tahu ada rumah sebesar ini di tengah hutan. " kata Lena.
"ini lebih besar dari dugaan ku. " kata mbak ciria.
"hmp, rasanya nostalgia sekali saat pergi ke sini. " kata gerad dengan pelan saat memandangi rumah mizhura.
"jangan hanya diam saja, ayo semuanya masuk. " kata mizhura saat membuka gerbang rumahnya.
setelah itu mereka semua pun masuk kedalam taman rumah mizhura sambil melihat sekeliling rumahnya itu.
__ADS_1
"kakak, siapa orang-orang ini ?. " tanya seseorang yang mirip dengan mizhura dengan ekspresi serius saat mizhura membuka pintu rumahnya.
BERSAMBUNG.............