Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
battle arena (1) babak ketiga, kepercayaan


__ADS_3

episode 39


"battle arena babak ketiga akan segera dimulai, semuanya harap tenang. " kata niver sensei dengan keras.


"aku sudah tidak sabar menunggunya. " ucap Rega dengan bersemangat.


"tenanglah Rega. " ucap Risa sambil menenangkan Rega.


"battle pertama, Rega dengan lawannya Rowi, kalian berdua silahkan maju ke depan dan menempati posisi masing-masing. " kata niver sensei dengan keras.


"jadi kau yang telah mengalahkan Pingo ya, Rowi. " kata Rega dengan serius.


"dia itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan diriku sekarang, aku juga ingin tahu seberapa tangguhnya kau bisa melawanku nanti. " kata Rowi sambil tersenyum sombong.


"sombong sekali kau, ayo kita bertarung. " kata Rega sambil mengarahkan pedangnya kedepan.


"battle arena pertama dimulai !!. " ucap niver sensei dengan keras.


"baiklah, rasakan ini !!. " ucap Rega sambil menebaskan pedangnya ke atas dan menuju ke arah Rowi.


seketika itu Rowi dengan mudah menangkisnya menggunakan tombak panjangnya lalu berbalik menyerang Rega, mereka berdua pun bertarung dengan senjata, sehingga pertarungan menjadi sangat sengit.


---------------------------------------------


"tombak milik Rowi itu mempunyai kekuatan yang besar, apakah Rega bisa mengalahkannya dengan sebuah pedang. " kata Pingo dengan khawatir.


"tenang saja, aku percaya kepada Rega, jika dia bisa mengalahkannya. " kata Risa sambil tersenyum melihat Rega bertarung dengan sengit.


"sebaiknya kau jangan terlalu berlebihan Risa, dia itu bisa saja memaksakan diri jika dia ingat kalau kau mempercayainya. " kata Pingo.


"begitu ya, (setelah pertarungan selesai, aku akan meminta maaf kepada Rega nanti). " kata Risa didalam hatinya.


-------------------------------------------


di area battle.....

__ADS_1


"bagaimana Rega, sepertinya kau sudah mulai kelelahan. " kata Rowi sambil tersenyum sombong.


"aku tidak akan cepat menyerah Rowi, (sepertinya aku harus menggunakan kekuatanku). " kata Rega di dalam hatinya sambil mengatur napasnya.


"menarik sekali. " ucap Rowi.


"rasakan ini, tebasan pedang angin !!. " ucap Rega sambil menggenggam pedangnya dengan kuat dan menghempaskan nya ke arah Rowi.


"lambat sekali, topan ganda !!. " ucap Rowi sambil mengarahkan tombaknya kearah tebasan angin Rega.


seketika itu topan ganda milik Rowi menembus tebasan angin milik Rega, lalu Rega pun terkena serangan Rowi dengan topan nya.


"sebenarnya apa itu, elemen angin yang sangat kuat. " ucap Rega sambil berdiri karena sebelumnya terjatuh terkena topan ganda milik Rowi.


---------------------------------------------


diatas Arena.....


"itu topan yang berbeda. " ucap pingo dengan terkejut.


---------------------------------------------


di area battle......


"payah, aku tidak akan menyerah, Risa sudah percaya kepadaku, aku harus berjuang. " kata Rega di dalam hatinya sambil berdiri.


"ooh, kau masih sanggup berdiri ya, tekad mu sangat kuat untuk mengalahkan ku, tetapi tidak seperti kekuatan mu. " kata Rowi sambil tersenyum sombong.


"diam kau, elemen angin, pembelah pedang angin !!. " ucap Rega sambil menyerang Rowi dengan cepat.


"sepertinya hanya itu saja kemampuan terakhirmu, Rega. " kata Rowi sambil menangkis serangan mendadak Rega.


"cih, (dia ini). " ucap Rega dengan kesal.


"akan ku akhiri saja, rasakan serangan terkahir ku ini. ledakan topan !!. " ucap Rowi sambil menghempaskan Rega kedalam pusaran angin topan dan setelah itu meledak.

__ADS_1


setelah ledakan topan itu, nyoren tertawa terbahak-bahak melihat Rega yang terdampar di tanah, tetapi Rega mencoba berdiri karena dia teringat tidak ingin mengecewakan Risa.


"aku, akan mengalahkan mu. " ucap Rega sambil mencoba berdiri.


"hentikan Rega, sudah cukup !!!. " teriak Risa sambil menangis.


"Risa, kenapa..... " ucap Rega setelah itu pingsan karena kehabisan tenaga.


"battle arena pertama dimenangkan oleh Rowi. " kata niver sensei dengan keras.


setelah itu petugas medis pun datang dengan menggotong Rega ke UKS, Rowi kembali ke atas arena dengan tersenyum sombong diwajahnya.


"dia itu.... " ucap Ardian yang melihat Rowi dengan geram.


saat di UKS, Rega tersadarkan diri melihat Risa yang sedang mengompres dahinya.


"aduh, dimana aku ini ?. " tanya Rega yang baru saja tersadarkan diri.


"jangan khawatir, kau ada di UKS. " jawab Risa sambil mengompres dahi Rega.


"Risa, kenapa...... " tanya Rega langsung dipotong oleh Risa.


"maafkan aku, sepertinya aku terlalu memaksakan mu, seharusnya kau tidak perlu memaksakan dirimu, Rega, aku percaya kepadamu jika kau akan berusaha, tetapi kau tidak perlu memaksakan dirimu sampai seperti ini. " kata Risa sambil menangis di hadapan Rega.


"Risa, dengarkan aku, aku akan baik-baik saja selama kau percaya kepadaku, walaupun terluka, aku tidak akan kehilangan tekad ku, " kata Rega sambil mengelus-elus kepala Risa.


"Rega, terimakasih. " ucap Risa sambil memeluk Rega.


"heh, untuk apa ?. " tanya Rega yang pipinya memerah.


"untuk semuanya, kau telah menjagaku selama ini kan. " kata Risa masih memeluk Rega sambil tersenyum.


"oh, aku tidak tahu, tetapi baunya Risa sangat harum. " ucap Rega di dalam hatinya sambil tersenyum.


BERSAMBUNG........

__ADS_1


__ADS_2