
Episode 191
di tempat distrik No 5, Konori yang selesai menyempurnakan evolusi nya pun membuat angin di sekitarnya semakin kencang dan menjadi seperti badai, di situ terlihat Zela seorang diri masih berdiri tepat di depan Konori berniat untuk menyadarkannya dengan bertarung secara langsung.
"mode angin penghancur !!. " ucap Konori yang selesai menyempurnakan evolusi nya.
"kau sudah selesai ya. " ucap Zela dengan ekspresi tenang.
"kenapa kau tidak menghentikan ku saat aku masih dalam tahap evolusi ?. " tanya Konori yang merasa heran.
"tidak ada alasan khusus, sejujurnya sejak awal aku tidak mempunyai niat untuk bertarung melawan mu, tapi melihat teman mu yang menderita seperti itu karena ulah mu, aku tidak bisa membiarkannya begitu saja, ironis sekali ya, padahal dia sudah menganggap mu sebagai teman dekatnya tapi kau malah melupakan nya begitu saja tanpa penyesalan sedikit pun, aku bisa memakhlumi nya karena otak mu sudah dicuci oleh pemimpin kalian yang kurang ajar itu, karena itu aku hanya akan memukul mu sekali untuk membuat mu sadar. " kata Zela.
"cih, kau masih saja berbicara omong kosong seperti itu sebelum aku menghabisi mu, aku tidak akan ragu untuk membunuh mu kalau perlu. " kata Konori dengan ekspresi kesal setelah mendengar perkataan Zela.
"aku tidak akan terbunuh semudah itu di tangan mu. " ucap Zela.
"enyahlah dari hadapan ku, serbuan angin !!. " ucap Konori sambil mengarahkan kedua tangan nya dengan memotong angin yang langsung di arahkan ke arah Zela.
Zela pun langsung mengindari serangan itu dengan melompat ke samping dan ke belakang berulang kali.
"ada apa, apakah kau sudah kelelahan menghindari serangan ku terus menerus, jika kau mengharapkan aku kelelahan menggunakan kekuatan ku terus menerus, itu tidak akan terjadi, karena aku bisa melakukannya seharian penuh seperti ini. " kata Konori yang masih menyerang dari kejauhan dengan serbuan angin nya secara beruntun itu.
"(aku juga tahu itu, keuntungan lain dari elemen angin adalah pengguna nya bisa menyerang secara bebas tanpa memikirkan batas tenaga nya, karena elemen angin itu, elemen yang pasif digunakan dengan sangat mudah oleh penggunanya, tapi elemen angin itu daya hancurnya itu bisa dikatakan dengan di ukur seberapa kuat nya pengguna nya dalam menguasai elemen angin, walaupun begitu elemen angin mempunyai banyak kelemahan, mulai dari pertahanan nya sampai dengan serangannya, jika aku bisa mendekatinya maka semua akan berakhir, satu-satunya cara adalah menggunakan kekuatan fisik, inilah alasan ku dilahirkan sebagai pria). " kata Zela didalam hatinya sambil menghindari serangan Konori itu dengan beruntun beberapa kali.
"ayolah, mau sampai kapan kau menjadi seperti domba yang di buru. " kata Konori sambil perlahan-lahan berjalan ke arah Zela dengan menyerang nya menggunakan serbuan angin nya.
"cih, aku terpojok. " ucap Zela yang terjebak di gang sempit karena mengindari serangan Konori.
I--------------------------------------------I
Sementara itu Kana, gacha dan Seina yang tanpa sadar memasuki tempat jalur distrik No 4..........
"sepertinya kita sudah keluar dari tempat distrik No 5. " kata Seina.
"ya, kita sekarang berada di tempat distrik No 4. " kata gacha sambil melihat papan petunjuk tempat nya.
__ADS_1
"tempat ini...... " ucap Seina yang mengingat sesuatu.
"apakah kau tahu sesuatu Seina ?. " tanya Kana.
"ini adalah tempat dimana aku dan teman-teman ku tertangkap. " kata Seina dengan ekspresi gelisah.
lalu tidak lama kemudian, di arah yang berlawanan mereka tidak sengaja bertemu dengan Legis dan Opel yang baru saja keluar dari distrik No 5.
"huh, Ardian benar, kalian pasti berada di sekitar kota ini. " kata Legis sambil mengatur nafas nya setelah sampai di tempat distrik No 4.
"Legis, Opel, darimana kalian ?. " tanya gacha.
"kami dari tempat distrik No 5, Ardian menyuruh kami berpencar untuk menemukan yang lain nya, tapi kami memutuskan untuk mencari yang lainnya bersama-sama karena terlalu beresiko jika ada yang tersesat di kota tidak jelas ini. " jawab Opel.
"lalu dimana Ardian ?. " tanya gacha.
"dia sedang berhadapan dengan orang misterius pengguna dua pedang sendirian." jawab Opel dengan gelisah saat memikirkannya bertarung sendirian.
"huh, itu pasti jaken. " ucap Seina.
"teman mu ?. " tanya gacha.
"ayo kita ke sana untuk memastikannya. " ujar Kana dengan ekspresi serius.
"tunggu, kalian baru saja sampai disini kan, tidak baik langsung pergi begitu saja. " kata seseorang dari tadi mengamati mereka dari atap salah satu gedung yang agak tinggi.
"siapa. " ucap Legis yang langsung waspada.
"jangan terlalu terburu-buru. " ucap orang misterius itu kemudian turun dari atap gedung.
seketika itu mereka semua pun langsung berwaspada setelah orang misterius itu turun dari atap gedung.
"huh, nijin. " ucap Seina yang terkejut saat melihat orang misterius itu dengan jelas setelah turun dari atap gedung.
"sepertinya kau mengetahui ku ya, terserahlah, aku tidak peduli, namaku nijin, anggota briseker. " kata nijin memperkenalkan dirinya sambil tersenyum kecil.
__ADS_1
"kau mengenal nya ?. " tanya gacha menoleh ke arah Seina.
"ya, dia salah satu teman dekat ku dan seperti otak nya juga sudah di cuci. " jawab Seina dengan ekspresi gelisah.
"jika kalian mau pergi, kalian harus melewati ku dulu, (bercanda). " kata nijin sambil mengeluarkan sebuah sapu tangan dari saku nya kemudian memakainya.
I-----------------------------------------I
Sementara itu Zela yang berada di sudut tempat terpojok...........
"cih, aku benar-benar terjebak. " ucap Zela yang melihat Konori perlahan-lahan mendekatinya.
"sekarang saatnya mengakhiri permainan ini, penghancur angin !!. " kata Konori sambil memotong udara dengan kuat.
saat hendak mengenai Zela, tiba-tiba saja seseorang berjubah hitam menghentikan serangan itu dengan membelokkan nya menggunakan petir hitam.
"huh, siapa. " ucap Zela yang terkejut saat melihat seseorang berjubah hitam tepat didepannya.
setelah itu orang berjubah hitam itupun memindahkan Zela bersama nya untuk pergi dari tempat itu.
"cih, siapa tadi itu, mengganggu saja. " kata Konori yang semakin mengamuk karena kesal setelah melihat mereka berhasil melarikan diri dengan menghilang.
Zela bersama orang berjubah hitam misterius itu pun kemudian pindah ke tempat yang lebih aman yang tidak jauh dari situ dengan menggunakan lubang hitam untuk berpindah tempat.
"seharusnya untuk sementara dia tidak akan menemukan kita disini " kata seseorang misterius berjubah hitam itu.
"tunggu, dari suaranya kau ini perempuan, siapa kau ?. " tanya Zela yang penasaran.
kemudian orang berjubah hitam misterius itu pun membuka kerudung jubah nya beserta topeng yang dipakainya untuk menunjukkan wajahnya kepada Zela.
"namaku Zahra. " ucap gadis itu memperkenalkan dirinya dengan ekspresi tenang.
"ouh, kau mirip sekali dengan Seina. " kata Zela dengan datar.
"tentu saja, aku kakaknya. " ucap Zahra yang membalas nya dengan datar.
__ADS_1
"heh. " ucap Zela yang seketika terkejut saat mendengarnya.
BERSAMBUNG...............