
Episode 206
setelah Ardian mengakhiri pertarungan terakhirnya dengan pukulan api biru.........
"aku sudah berakhir ya. " ucap Alkane sambil tersenyum kecil dan terhempas kebelakang setelah menerima pukulan tepat di wajah nya yang mengenakan topeng hitam.
Alkane pun seketika terhempas dan jatuh dari atas bangunan itu, lalu Ardian pun juga turun ke bawah melihat keadaan Alkane yang sudah tak berdaya.
"sudah kuduga, topeng itu adalah kunci untuk mengalahkannya. " kata Ardian melihat topeng Alkane yang sudah hilang menjadi asap.
"kurasa juga begitu, hebat sekali kau bisa menyadari nya. " kata Otobot.
"aku, apa yang terjadi. " ucap Alkane yang masih sadarkan diri tapi tidak mengingat apa yang dia lakukan.
"sepertinya dia tidak mengingat apa yang sudah dia lakukan. " kata Ardian.
"ya, kurasa topeng itulah yang sejak awal mengendalikan dirinya. " kata Otobot.
"(tapi darimana topeng itu). " ucap Ardian didalam hatinya yang penasaran dengan asal usul topeng itu.
lalu beberapa saat kemudian, razord dan beberapa teman Ardian pun menghampirinya.
"Ardian. " panggil Legis yang berlari bersama beberapa teman lainnya menghampiri Ardian.
"syukurlah kau baik-baik saja. " kata razord yang sempat menghampirinya.
"kalian, syukurlah kalian juga baik-baik saja. " kata Ardian yang merasa agak lega saat melihat mereka semua.
di waktu yang sama, Zela, Zahra serta beberapa warga pun juga menghampirinya dari arah berlawanan.
"sepertinya lagi-lagi kau berhasil ya. " ucap Zela sambil tersenyum kecil mendatanginya.
"kurasa aku bisa menyebutnya keberuntungan bisa mengalahkan nya. " kata Ardian.
"razord, kau razord kan. " kata Stalker yang terkejut saat melihatnya.
"ya, aku razord, maaf aku tidak kunjung kembali ke kota zenai. " ucap razord yang menyesali dirinya itu.
__ADS_1
"kami mengerti perasaan mu, selamat datang kembali, razord. " kata Stalker sambil menepuk pundak razord.
"ya, aku kembali. " ucap razord meneteskan air matanya karena terharu.
"huh, kakak. " ucap Seina yang langsung berlari memeluk Zahra dengan erat setelah sekian lama bisa bertemu kembali.
"syukurlah kau baik-baik saja. " ucap Zahra sambil mengelus-elus rambutnya dan mencoba menenangkan nya.
"ya, akhirnya aku bisa bertemu kakak lagi. " kata Seina sangat menangis karena terharu.
"entah kenapa seketika semuanya menjadi damai. " ucap Opel yang juga ikut senang.
"inilah yang disebut happy end. " ucap Legis yang juga terharu.
"aku, apa yang sebenarnya terjadi. " ucap Alkane yang sadarkan diri dengan kepalanya masih terasa pusing.
"Nak Alkane, ini bukanlah salahmu, aku tahu kau mengorbankan diri mu untuk kami, jadi jangan cemas, semua sudah berakhir. " kata neneknya Zahra sambil tersenyum.
"nenek, maaf. " ucap Alkane meneteskan air matanya karena terharu mendengar perkataan neneknya Zahra itu.
"sekali lagi kami mengucapkan banyak terimakasih karena sudah membebaskan desa, kota serta warga-warga yang ditahan didalamnya, kami benar-benar berterimakasih kepada kalian, bagi kami kebebasan seperti inilah yang sudah kami tunggu-tunggu selama 3 tahun lamanya. " kata neneknya Zahra sambil menundukkan kepalanya kebawah.
"angkatlah kepala anda, kami kebetulan melakukan misi penyelamatan ini, jadi tidak ada masalahnya jika bisa menolong seseorang. " kata Ardian.
"benar-benar, jarang sekali aku melihat seseorang yang sangat baik seperti kalian, kami harap suatu saat nanti kami bisa membalas kebaikan kalian. " kata neneknya Zahra.
"kalau soal membalas kebaikan itu adalah hal yang mudah, impianku adalah mendamaikan dan menyatukan seluruh dunia ini, tidak ada lagi yang namanya perang maupun perpecahan, itulah dunia yang kuinginkan, karena itu kalian bisa membantu untuk menjadi salah satu dari impian ku. " kata Ardian.
"impian mu itu sepertinya sungguh sangat besar ya, mungkin itu terlalu besar untuk kami, sebagian besar orang pasti akan mengatakan jika itu mustahil, tapi melihat dirimu yang saat ini, waktu mu benar-benar masih sangat banyak untuk meraih impian itu, tercapai atau tidak itu tergantung usaha mu, tapi walaupun begitu kami akan berusaha menjadi salah satu dari impian mu itu. " kata neneknya Zahra sambil tersenyum.
"kurasa itu sudah cukup, terimakasih. " ucap Ardian.
"seharusnya kami yang mengucapkan terimakasih. " kata neneknya Zahra.
"lalu sekarang bagaimana, bukankah kita harus kembali sebelum portalnya tertutup. " kata Alan yang merasa khawatir tidak bisa kembali.
"kau benar, tapi kita tidak mungkin cukup waktu jika menaiki kapal, tinggal beberapa jam lagi portal nya akan tertutup. " kata Legis.
__ADS_1
"bagaimana ini. " ucap Nizar yang agak panik.
"kurasa aku bisa membantu kalian. " kata Zahra yang mempunyai sebuah solusi.
I-------------------------------------------I
Sementara itu, di kerajaan kota zenai, jubah hitam yang sudah sampai di dalam kerajaan melihat mesin perpindahan tempat.........
"huh, mesin yang merepotkan, akan ku hancurkan sekarang juga. " kata jubah hitam yang masuk lewat pintu depan kerajaan dengan tenang.
di waktu yang sama raja api pun datang dan mencegah jubah hitam itu menghancurkan mesin nya.
"t**idak akan kubiarkan kau menyentuh mesin itu sedikitpun. " kata raja api yang menghadangnya serta melawannya dengan beradu pedang.
"(ku mohon, cepatlah kalian kembali semuanya). " ucap Professor nemasis didalam hatinya sambil berharap mereka kembali secepatnya.
"katakanlah, apa tujuan mu melakukan semua ini ?. " tanya raja api dengan lantang saat beradu pedang.
"tentu saja untuk menghancurkan kota ini. " jawab jubah hitam sambil tersenyum kecil.
"cih, tidak logis sama sekali, apa alasan mu hendak menghancurkan kota ini, apakah kau mempunyai dendam dengan kota ini, kalaupun ada katakanlah, tidak perlu membunuh orang-orang yang berharga di kota ini lagi, apakah kau masih belum puas mengenai kejadian waktu itu, kaulah dalangnya kan. " kata raja api dengan ekspresi serius.
"ya, aku lah dalangnya, akulah yang memulai peperangan itu dan akulah yang membuang pemimpin keempat kota ini. " kata jubah hitam yang mengakuinya.
"kau benar-benar orang yang busuk, aku tidak akan pernah memaafkan mu. " kata raja api dengan ekspresi kesal dan marah setelah mendengar pengakuan jubah hitam itu.
"aku tidak membutuhkan permintaan maaf mu, demi menghancurkan kota ini. " kata jubah hitam yang meneruskan pertarungan adu pedang.
I----------------------------------------I
Sementara itu, Zahra yang mengutarakan solusi nya......
"kau punya solusi nya. " ucap Zela dengan ekspresi tenang.
"ya, solusinya adalah aku akan menggunakan kekuatan dark eclypse tingkat ekstrim untuk memindahkan kalian ke tempat kalian kembali. " kata Zahra dengan ekspresi serius dan terlihat sudah membulatkan tekadnya.
BERSAMBUNG.............
__ADS_1