
Episode 243
didalam alam bawah sadar............
"huh, kurasa aku pernah melihat tempat ini. " kata Ardian yang agak samar-samar melihat sekelilingnya gelap.
"ada apa Ardian, kelihatannya ada yang tidak beres di dalam kepala mu. " kata naga api yang berada tepat didepannya.
"oh, naga api, aku mengingatnya, kurasa aku kembali ke sini lagi ya, tapi entah kenapa setiap kali aku kesini, ingatanku seperti menjauh, rasanya seperti mencoba mengingat kembali dari ratusan tahun. " kata Ardian yang terasa sedikit pusing setelah mengingatnya.
"kalau begitu aku yang berada disini akan membantumu mengingatnya kembali. " kata naga api sambil tersenyum kecil.
"terimakasih naga api. " ucap Ardian yang senang mendengarnya.
"sepertinya diluar kau sedang mengalami masalah ya. " kata naga api yang melihat semuanya dari dalam tubuh Ardian.
"ya, aku harus segera kembali dan melawan gurita itu. " kata Ardian dengan ekspresi serius sambil mengepalkan tangannya.
"jangan terburu-buru, kau perlu strategi untuk melawannya, selain itu aku yakin kedua teman mu yang berada didalam perut gurita itu pasti sedang memikirkan sesuatu untuk bisa keluar. " kata naga api.
"naga api, pinjamkan kekuatan mu. " pinta Ardian dengan tatapan serius.
"baiklah, dengan tubuh mu saat ini kau hanya bisa menggunakan kekuatan ku selama 30 menit, apakah kau sanggup ?. " tanya naga api setelah melihat mata Ardian.
"ya, akan kulakukan cara apapun untuk bisa menyelamatkan Zela dan Zahra. " jawab Ardian.
"hmp, kau semakin menarik ya, semoga berhasil. " kata naga api sambil tersenyum kecil.
setelah itu Ardian pun kembali dari alam bawah sadarnya dan melihat ketiga penjaga terkuat kota zenai sudah berdiri tepat di depannya.
"Ardian, jangan melamun di tengah pertarungan. " kata Stalker yang memanggilnya berulang kali.
"huh, kak Stalker. " kata Ardian setelah kembali dari alam bawah sadarnya.
"kita akan menyerang kelemahannya, bersiaplah. " kata Stalker yang hendak menyerangnya.
"tunggu, bisakah kalian beritahu aku lagi kelemahannya. " pinta Ardian dengan ekspresi serius.
setelah itu perlahan-lahan di sekeliling tubuh Ardian dikelilingi oleh api yang menyelimuti seluruh tubuhnya, batu Enemble api mengeluarkan cahaya di dadanya, pedang api yang di bawanya juga ikut berkobar menyatu dengan kekuatan api naga itu.
"Ardian, apa yang sebenarnya terjadi dengan mu ?. " tanya stalker yang terkejut melihat Ardian.
__ADS_1
"aku merasakan tekanan kekuatan yang besar dan asing dari tubuh Ardian. " kata Saula yang bisa merasakannya.
"mungkinkah itu, kekuatan api naga. " kata Stalker yang menyadarinya.
"ya, ada beberapa hal yang ku bicarakan dengan naga api tadi, yang lebih penting bisakah kalian memberitahu ku kelemahan gurita itu. " kata Ardian.
"kelemahannya ada pada kepalanya, jika kita bisa menghancurkan inti kepalanya, gurita itu akan langsung tumbang, kedengarannya sangat sederhana tapi untuk mendekati gurita itu diperlukan kelincahan dan daya tahan yang kuat. " kata Stalker yang menyampaikannya sesingkat mungkin.
"begitu ya, kak Stalker, kak Saula, kak bendow, aku mempunyai sebuah permintaan. " kata Ardian yang sedikit melangkah ke depan.
"apa itu ?. " tanya Stalker.
"bolehkah aku menumbangkan gurita itu untuk menguji kekuatan ku ini. " pinta Ardian dengan ekspresi serius.
"apakah kau akan berniat melawannya sendirian, jangan konyol. " kata Stalker yang terkejut mendengarnya.
"tunggu stalker, Ardian, seperti yang dikatakan oleh Stalker sebelumnya, apakah kau benar-benar sudah siap untuk menerima kondisi terburuknya, didalam pertarungan sebenarnya, segala sesuatu bisa terjadi, walaupun begitu apakah kau sudah mempersiapkan diri mu ?. " tanya Saula yang teringat dengan perkataan seseorang.
"memang benar aku takut dengan kematian, itu juga berlaku kepada semua orang yang hidup, tapi saat ini aku merasa kalau aku tidak boleh mundur disini, jika aku mundur sekarang aku pasti akan menyesalinya seumur hidup ku, karena itu aku akan mengalahkannya dan menyelamatkan kedua teman ku apapun yang terjadi, aku tidak akan menyerah, ini jalan yang ku pilih sendiri. " kata Ardian dengan ekspresi serius.
"baiklah kalau begitu, aku akan percaya kepada mu, tapi pastikan kau kembali. " kata Stalker dengan ekspresi serius.
"anak itu benar-benar luar biasa ya. " kata Helen.
"entah kenapa aku selalu melihat pemimpin ke empat kota zenai didalam dirinya. " kata Stalker sambil tersenyum kecil.
"jika itu pemimpin ke empat, beliau pasti juga akan membuat keputusan yang sama. " kata Saula.
"kira-kira bagaimana ya dirinya di masa depan nanti, aku ingin melihatnya. " kata bendow.
lalu dari dalam kapal, Opel dan teman-teman lainnya yang melihat Ardian..........
"huh, tunggu, bukankah itu, Ardian. " kata Opel yang terkejut saat melihat sosok Ardian itu.
"apakah kakak memakai kekuatan yang sama seperti waktu itu. " kata Nizar yang mengingatnya.
"kurasa Ardian berniat untuk melawan gurita itu sendirian. " kata jaylain dengan tenang.
"apakah kita harus keluar dan membantunya. " ujar veysa.
"hentikan, kita hanya akan membebani saja di sana, selain itu Ardian memiliki naga di dalam tubuhnya, kurasa dia akan baik-baik saja. " kata jaylain.
__ADS_1
"semoga saja begitu. " kata Legis yang masih khawatir.
"aku percaya kepadanya, dia pasti bisa mengalahkan gurita itu. " kata Alan sambil tersenyum.
"Alan. " Lisa dan Pinksy yang terkejut mendengarnya.
"saudaraku tidak akan dikalahkan dengan mudah. " kata Alan yang terlihat sangat percaya diri.
"sepertinya kau benar, Ardian itu lebih kuat dari kita, aku yakin dia bisa melawannya. " kata Legis yang langsung ikut percaya diri.
"kurasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan ya. " kata mican.
"yah, bagaimanapun juga dia adalah Ardian, dalam keadaan apapun dia tidak akan berhenti, tapi sebagai manusia dia juga mempunyai batasannya. " kata gacha didalam hatinya dengan ekspresi tenang
Ardian yang hampir sampai tepat didepan gurita itu di ujung kapal...........
"tunggulah aku, Zela, Zahra, aku pasti akan menyelamatkan kalian berdua. " kata Ardian sambil berlari ke arah gurita itu dengan kekuatan naga yang dibawanya.
Sementara itu Zela dan Zahra yang berada di dalam perut gurita tentaclouse itu..........
"perutnya benar-benar besar dan luas, akan merepotkan jika kita memasukinya satu persatu. " kata Zela.
"Zela. " Zahra yang langsung memegang tangan Zela tanpa ragu.
"huh, Zahra. " Zela yang terkejut saat Zahra tiba-tiba saja memegang tangannya.
"kelihatannya kita juga tidak mempunyai banyak waktu disini, akan lebih merepotkan jika kita terpisah. " kata Zahra yang melihat sekelilingnya sudah mulai agak beracun.
"(oh jadi itu ya). " kata Zela didalam hatinya sambil menghela nafas.
"Zela, apa yang harus kita lakukan sekarang ?. " tanya Zahra yang bergantung kepada keputusan Zela.
"apakah kau akan mendengarkan semua yang kukatakan. " kata Zela yang bertanya balik.
"ya, apapun itu, jika itu yang bisa kulakukan. " kata Zahra dengan ekspresi serius.
"baiklah kalau begitu. " kata Zela yang langsung membuka bajunya.
"eh, Zela. " Zahra yang bingung melihatnya dan hanya terdiam membeku.
BERSAMBUNG...........
__ADS_1