
Episode 258
di kerajaan kota zenai............
"bagaimana keadaan pasukan depan ?. " tanya raja api kepada ninja pemantau
"semua pasukan telah siap, mohon untuk memberikan perintah selanjutnya. " jawab ninja pemantau.
"baiklah, selanjutnya segera kumpulkan para ninja elite. " kata raja api memberikan perintah.
"baik. " ucap ninja pemantau yang segera bergegas melaksanakan perintahnya.
terlihat seluruh kota di penuhi oleh para penjaga yang hendak menuju ke gerbang, penduduk kota zenai juga di ungsikan menuju ke bukit yang dekat dengan hutan saka di bawah komando Legis dan yang lainnya.
di tempat penginapan, Zahra dan teman-temannya dari kota kegelapan yang melihat keadaan kota dari lantai dua.........
"wah, ada apa ini sebenarnya. " Seina yang bertanya-tanya saat melihatnya.
"Zahra, kau tahu ini ada apa kan ?. " tanya Nijin.
"perang. " jawab Zahra dengan ekspresi tenang.
"perang. " Konori yang langsung terkejut mendengarnya.
"apakah kota ini akan baik-baik saja. " Radin yang menjadi gelisah.
"tenang saja, orang-orang di kota ini tidak selemah itu, mereka pasti bisa mengatasinya, aku percaya itu. " kata Zahra.
"Zahra benar, kita harus percaya kepada mereka. " kata Radin yang tiba-tiba langsung bersemangat kembali.
"tapi berharap saja itu masih belum cukup, apa tidak ada yang bisa kita lakukan. " kata Nijin dengan ekspresi serius.
"ada. " kata Zahra.
"huh. " mereka berempat yang terkejut mendengarnya.
"apakah kalian mau melakukannya ?. " tanya Zahra kepada teman-temannya itu.
"hmp, apa yang kau bicarakan, sejak meninggalkan kota kegelapan dan sampai disini kau yang menjadi pemimpin kita disini kan, tentu saja semuanya akan mengikuti mu. " kata Jaken yang tadinya hanya berdiri di depan pintu.
"Jaken. " Zahra yang terkejut mendengarnya.
__ADS_1
"seperti yang Jaken katakan, kami semua akan mengikuti mu bahkan jika sampai ke ujung dunia. " kata Nijin sambil tersenyum.
"teman-teman, terimakasih. " ucap Zahra yang senang mendengarnya.
disaat Zahra menjelaskan rencananya kepada teman-temannya itu, di depan gerbang benteng kota zenai, para ninja elite telah berkumpul.
"semuanya persiapkanlah diri kalian, kita akan berperang dengan kota pasir untuk melindungi kota zenai, apapun yang terjadi kita harus berjuang sampai titik terakhir, berjuanglah untuk tetap hidup !!. " kata Stalker yang memegang alih komando.
"yaaaaa. " seluruh pasukan yang bersorak dengan bersemangat.
"disaat seperti ini dimana dan sedang apa kau, garen sensei. " gumam Stalker yang merasa berat dengan posisinya itu.
"hmp, Stalker di sana pasti sangat berat ya, harus memimpin pasukan depan. " kata Saula.
sementara itu Venar yang mengambil komando pasukan ninja elite mendatangi Stalker setelah menyiapkan barisan pasukannya.
"Stalker, bagaimana kabarmu, tidak ku sangka kau yang akan bertugas mengambil komando pasukan depan. " kata Venar saat menghampirinya.
"Venar, kau juga ya, perlu kau tahu, aku tidak melakukan ini karena menginginkannya. " kata Stalker sambil menghela nafas.
"hahahaha, Garen sensei pasti akan senang melihat mu memimpin pasukan. " kata Venar yang kemudian kembali setelah tertawa terbahak-bahak melihat Stalker.
"seperti biasa dia benar-benar menyebalkan. " kata Stalker yang sedikit kesal ditertawakan oleh Venar.
"seluruh pasukan, kita akan bergerak menyerang kota zenai, persiapkanlah diri kalian, yang tidak ingin bertarung tinggalkanlah barisan. " kata komandan pasukan depan kota pasir dengan tegas.
mendengar itu seluruh pasukan hanya diam hening dan tidak ada seorang pun yang meninggalkan barisan.
"huh, tentu saja tidak ada yang berani meninggalkan barisan, jika meninggalkan barisan akan langsung dibunuh, itu adalah peraturan kota pasir, terdengar seperti sebuah pemaksaan saja. " gumam seorang pemuda yang juga merupakan salah satu dari pasukan itu.
"Suna, apakah kita bisa kembali dengan selamat. " seorang wanita yang seumuran dengan pemuda itu terlihat gelisah.
"tenang saja, apapun yang terjadi aku akan melindungi mu. " kata pemuda itu.
"terimakasih, apapun yang terjadi kau juga harus kembali dengan selamat. " ucap wanita itu yang sudah menjadi lebih tenang mendengarnya.
"ya, aku berjanji. " ucap pemuda itu sambil tersenyum.
tidak lama kemudian, raja tanah pun datang dengan memakai baju zirah khusus serta menaiki kuda yang juga berzirah.
"raja tanah datang. " beberapa pasukan yang gemetar saat melihat kedatangan raja tanah itu.
__ADS_1
"seluruh pasukan, jika kalian tidak ingin mati sia-sia, maka berjuanglah untuk bertahan hidup, satu hal lagi yang perlu kalian ingat, jangan sampai kabur dari peperangan, kalian paham kan !!. " kata raja tanah dengan tegas hingga membuat beberapa pasukannya merinding mendengarnya.
"hmp, kurasa ini akan menjadi sangat menarik. " kata jubah hitam yang melihatnya dari kejauhan sambil tersenyum kecil.
"seluruh pasukan, ikuti raja tanah. " kata komandan pasukan depan kota pasir mengikuti raja tanah dibelakangnya.
saat raja tanah memulai pergerakannya dan hendak menuju ke kota zenai, Stalker melihatnya saat menggunakan teropong.
"seluruh pasukan bersiaplah, pasukan kota pasir menyerang, jangan biarkan mereka masuk kedalam kota. " kata Stalker yang kemudian mengeluarkan pedang kekuatan petir hijau nya.
"hmp, bodoh sekali mereka mencoba bertahan dengan jumlah pasukan yang sedikit, mereka ingin mencari mati ya. " kata raja tanah melihat pasukan kota zenai saat dalam perjalanan menyerang.
saat pasukan kota pasir sudah berada di wilayah kota zenai, pasukan depan yang dipimpin oleh Stalker pun langsung maju terlebih dahulu selanjutnya disusul oleh para ninja elite di belakang.
Sementara di luar benteng kota zenai sedang berperang, Ardian dan teman-temannya yang menjaga kota dari dalam secara berkelompok di tempat yang terpisah............
kelompok Ardian yang menjaga di area perumahan.
"huh, apakah diluar bisa bertahan dengan pasukan seminim itu. " Ardian yang khawatir dengan kondisi diluar benteng.
"kita hanya bisa berharap. " kata Veysa.
kelompok Legis menjaga di bukit dekat hutan saka yang menjadi tempat pengungsian.
"kenapa kita tidak ikut bertarung di barisan depan. " jaylain yang sedikit kesal dengan posisinya.
"tenanglah jaylain, prioritas kita adalah menjaga para penduduk yang mengungsi disini, dengan kata lain kita menjaga nyawa para penduduk, kau mengerti kan. " kata Legis dengan ekspresi serius.
"huh, aku tahu itu. " kata jaylain sambil menghela nafas.
"mican, siapkanlah kendaraan terbang mu untuk mengantisipasi jika diperlukan. " kata Legis yang memberinya perintah.
"baiklah, segera ku siapkan. " kata mican yang langsung bergegas mengambil kendaraan terbangnya.
di kerajaan kota zenai, raja api yang berdiri di balkon dengan dijaga oleh Sonik yang merupakan bala bantuan kota Sonase.
"sonik, sekali lagi aku ingin meminta maaf kepada mu mengenai teman mu itu yang terbunuh saat perang dengan kota bintang. " kata raja api yang meminta maaf dalam keadaan itu.
"temanku, tidak, sahabatku itu, tewas sebagai seorang ninja yang hebat, setelahnya aku sudah memutuskan untuk menjadi lebih kuat demi sahabatku itu, aku tidak akan diam saja dan mengamati seperti dulu. " kata sonik dengan ekspresi serius.
"begitu ya, berjuanglah untuk hidup, aku yakin di masa depan kau bisa menjadi ninja yang hebat suatu saat nanti, pasti raja petir juga mengharapkan mu. " kata raja api dengan tenang.
__ADS_1
"terimakasih, raja api, kata-kata anda akan selalu ku ingat. " kata sonik sambil tersenyum senang setelah mendengarnya.
BERSAMBUNG.............