
Episode 218
Di markas rahasia pasukan lima, terlihat Veysa, gicha, gacha, Opel dan lainnya sedang bersiap-siap, tidak lama kemudian Nizar datang bersama dengan pamannya.
"huh, Nizar, dimana kakak mu ?. " tanya Veysa yang heran.
"aku tidak tahu, dia langsung menghilang pagi ini. " jawab Nizar dengan ekspresi tenang.
"hmp, mungkin saja dia sudah kabur duluan. " kata salah satu orang yang ikut dalam perang dengan tampang sombong.
"siapa kau ? " tanya Nizar dengan ekspresi serius.
"aku isel, sang pengguna pedang kekuatan besi, salam kenal wahai pasukan-pasukan kerdil. " jawab isel memperkenalkan dirinya dengan ekspresi sombong.
"tarik kembali perkataan mu sebelumnya. " kata Veysa dengan ekspresi kesal.
"oh, maksudmu teman kalian yang kabur duluan sebelum perang itu. " kata isel yang sengaja memprovokasinya.
mendengar itu Nizar langsung mengarahkan tangannya ke isel dengan cepat mengeluarkan bola petir, tapi isel dengan mudahnya mengindari bola petir itu dengan mata tertutup.
"berisik, kau tidak mengetahui apapun tentang kakak ku, jangan asal bicara, kakak ku bukanlah seorang pengecut yang melarikan diri dalam keadaan genting seperti ini. " kata Nizar dengan ekspresi serius.
"hmp, konyol sekali. " gumam isel sambil tersenyum kecil lalu pergi meninggalkan mereka dengan angkuh.
paman Yazerd yang sempat melihat kejadian itu beberapa saat hanya diam lalu memejamkan matanya sambil berjalan masuk kedalam markas.
"aku yakin Ardian pasti melakukan sesuatu di perang ini, karena dia pernah bilang kalau impiannya adalah untuk mendamaikan dunia, dia pasti tidak akan tinggal diam di saat genting " kata Veysa didalam hatinya.
kemudian mereka semua pun masuk kedalam markas untuk membahas startegi nya setelah mereka selesai menenangkan diri, di lain tempat, di markas rahasia pasukan dua.........
"komandan, aku keberatan, kenapa ada anak-anak yang ikut berperang di pasukan dua, ini berbahaya. " kata seseorang yang membawa pedang kekuatan kegelapan di pinggangnya.
"Venar benar, anak-anak tidak seharusnya berada disini. " kata seseorang dengan pedang kekuatan es di pinggangnya.
__ADS_1
"berikan alasan mu komandan. " kata seseorang dengan pedang kekuatan air di pinggangnya.
"hmp, sepertinya kalian terlalu meremehkan mereka ya. " kata garen yang hanya tersenyum kecil.
mereka bertiga yang menentangnya pun langsung terkejut dengan ekspresi paman garen itu.
"memangnya apa bagusnya anak-anak itu. " gumam Venar yang terlihat khawatir dengan keputusan garen itu.
"mereka adalah anak-anak berbakat yang ku pilih secara langsung menyertai perang ini, aku akan langsung mengatakannya saja, anak-anak ini mempunyai misi tersendiri dan peranannya di perang ini. " kata garen.
"misi tersendiri. " ucap Venar yang agak terkejut mendengarnya.
"benar, gadis yang berambut pirang itu sebenarnya adalah putri cahaya dari kota bintang. " kata garen yang mengatakannya tanpa ragu sedikitpun.
mendengar itu ketiganya pun langsung terkejut.
"apakah kita akan menjadikannya sebagai tawanan ?, kenapa harus melibatkan anak-anak juga. " kata Venar yang di kepalanya penuh dengan pertanyaan.
"sebelum itu kalian tenanglah, aku tidak berniat menjadikannya sebagai tawanan, tapi kita bisa menjadikannya sebagai negosiasi menghentikan perang ini langsung tanpa adanya tumpah darah, lalu menurut informasi dari putri cahaya ini, kakaknya lah yang menyebabkan perang ini terjadi, kakaknya menjadi pewaris tahta kerajaan bintang setelah ayahnya beberapa bulan yang lalu meninggal, mungkin saja ini ada hubungannya dengan perang 8 tahun yang lalu, padahal semuanya baru saja damai, dengan kata lain kakaknya telah dihasut oleh seseorang dibalik layar, mungkin itu logika yang tepat, karena tidak mungkin anak semuda itu tahu mengenai perang itu. " kata garen dengan ekspresi serius dan berfikir dengan keras menggunakan logika yang mungkin terjadi.
"huh, pasti dia. " ucap Ardian dengan ekspresi kesal saat jubah hitam muncul di benaknya.
"apakah kau mengetahui sesuatu Ardian ?. " tanya garen dengan tersenyum kecil.
"kemungkinan, pelaku, dalang di balik perang ini adalah jubah hitam. " jawab Ardian dengan ekspresi serius.
"jubah hitam. " ucap Venar yang terkejut saat mendengarnya.
"kenapa kau berfikir jubah hitam adalah pelaku nya ?. " tanya seseorang yang membawa pedang kekuatan air di pinggangnya dengan ekspresi serius.
"itu karena kejadian yang terjadi belakangan ini, jubah hitam tiba-tiba saja datang meneror kota zenai, membuang ketiga penjaga terkuat kota zenai di waktu yang dekat dengan hari perang lalu berusaha keras menerobos masuk kedalam kerajaan hanya untuk mencoba menghancurkan mesin perpindahan tempat agar kami tidak bisa kembali membawa pulang ketiga penjaga terkuat kota zenai, dari semua itu aku yakin bukan sebuah kebetulan, aku rasa semua itu sudah direncanakan. " kata Ardian yang sudah menyimpulkan berdasarkan fakta yang terjadi.
"hmm, kurasa argumen mu itu masuk akal, semua itu bukanlah sebuah kebetulan. " kata Venar setelah berfikir ulang.
__ADS_1
mendengar itu garen hanya tersenyum seperti sengaja mengakrabkan mereka.
lalu beberapa saat kemudian, seorang penjaga datang melaporkan sesuatu..........
"komandan, pasukan satu memerlukan bantuan, mereka sudah mencapai batasnya. " kata salah satu penjaga dari pasukan satu yang melapor.
"hmm, tidak ku sangka mereka bisa bertahan 20 menit lebih lama dari perhitungan ku. " kata garen sambil tersenyum kecil melihat jam waktu pribadinya yang selalu dibawanya itu.
"paman, kami sudah siap untuk berperang. " kata Ardian dengan ekspresi serius setelah mereka semua selesai memakai baju zirah ringan.
"baguslah kalau begitu, semuanya kita akan berangkat, siapkan seluruh pasukan. " kata garen yang menyuruh Venar dan kedua temannya menyiapkan pasukan.
"apapun yang terjadi, kali ini aku akan membuatnya sadar, tunggu saja, nyoren. " kata Ardian dengan ekspresi serius.
sementara itu di perbatasan kota zenai dengan kota bintang, pasukan satu masih terus bertahan dengan beradu pedang.
"cih, apakah mereka berencana untuk mengulur waktu, membosankan. " kata nyoren yang kesal karena pasukan nya terus-menerus menyerang tetapi masih tidak bisa menembus pertahanan kota zenai.
"hmp, tidak ada pilihan lain, kalau begitu aku akan turun tangan menghadapi ketiga penjaga yang di anggap terkuat di kota zenai itu secara langsung. " kata iblis api yang turun dari tempat memantaunya karena sudah bosan.
"kenapa tidak dari tadi. " gumam nyoren yang sudah agak kesal dengan suasananya.
lalu saat iblis api berdiri didepan ketiga penjaga terkuat kota zenai..........
"tidak ku sangka kita akan bertemu secepat ini, iblis api. " kata Stalker yang melihatnya dengan ekspresi serius.
"kebetulan sekali aku ingin melawan orang yang kuat. " kata Saula sambil tersenyum kecil.
"ayo, kita kalahkan bersama. " kata bendow yang bersemangat.
"hmp, kurasa aku akan sedikit serius melawan kalian, apapun yang terjadi, aku pasti akan membalaskan dendam ku kepada kota ini, akan ku hancurkan semuanya. " kata iblis api sambil tersenyum kecil mengeluarkan gumpalan api yang menyelimuti seluruh badannya.
Selanjutnya pertarungan antara ketiga penjaga terkuat kota zenai dengan iblis api..........
__ADS_1
BERSAMBUNG.............