
episode 31
"pertarungan battle ke empat akan segera dimulai, Pingo dengan lawannya Rowi, silahkan kalian berdua maju ke depan dan menempati posisi masing-masing. " kata niver sensei dengan keras.
"ini terlalu mudah untukku. " ucap Rowi dengan tersenyum sombong.
"jangan meremehkan ku dulu. " ucap pingo.
-------------------------------------------
"apakah kalian tahu kekuatan apa yang dimilikinya. " tanya Ardian sambil menunjuk Rowi.
"oh, maksudmu Rowi, sebenarnya aku juga kurang tahu, tetapi aku pernah mendengar rumor dari murid murid yang di jahilinya, dia mempunyai kemampuan menggunakan tombak yang ada di punggung nya. " jawab legis.
"sepertinya kita semua belum tahu elemen apa yang dia gunakan. " kata Opel.
"kau benar, tetapi kali ini aku berharap bisa melihat dia mengeluarkannya elemen yang ia miliki. " kata Ardian sambil tersenyum.
------------------------------------------
"baiklah, battle ke empat dimulai !!. " ucap niver sensei dengan keras.
"bersiaplah. " ucap Rowi langsung maju sambil mengeluarkan tombaknya.
"cih, (aku belum tahu apa keahlian elemennya, apa aku harus memancing dia menggunakan elemennya. " kata Pingo di dalam hatinya.
mereka berdua pun beradu senjata, Pingo sepertinya kewalahan menghadapi tombak panjang milik Rowi karena dia hanya menggunakan belati untuk beradu senjata.
"sepertinya kau kewalahan menghadapi tombak ku dengan belati tumpul itu. " kata Rowi sambil tersenyum sombong.
"diam kau, belahan air !!. " ucap pingo sambil mengeluarkan kekuatan belati airnya.
__ADS_1
Rowi menangkis belati jiwa itu menggunakan tombak panjangnya, dia hanya terpental sedikit ke belakang.
"walaupun kau mencampurkan kekuatan air di belati mu itu percuma saja. " kata Rowi.
"cih, (bagaimana caranya agar aku bisa memancing keluar kekuatannya). " kata Pingo di dalam hatinya sambil kesal.
-------------------------------------------
"sepertinya Pingo berencana ingin membuat keluar kekuatan Rowi. " kata legis.
"kau benar, apa Pingo bisa melakukannya. " tanya Rega.
"kita lihat saja dulu. " jawab Ardian sambil memperhatikan pertarungan mereka berdua yang masih berlanjut.
-------------------------------------------
"apa yang harus ku lakukan sekarang. " tanya Pingo di dalam hatinya.
"sepertinya kau ingin aku mengeluarkan kekuatan elemen ku, benar begitu. " kata Rowi yang menyadarinya.
"jika benar begitu, aku akan mengakhirinya. " ucap Rowi dengan tersenyum sombong.
"memangnya seberapa kuat kekuatan elemen mu itu. " tanya Pingo dengan kesal.
"seberapa kuat ya, aku tidak tahu, sekarang juga aku akan menunjukkannya kepadamu. " jawab Rowi sambil menahan kekuatan di tangan kirinya.
"apa itu. " tanya Pingo sambil terkejut melihat Rowi menahan kekuatannya.
"rasakan ini, ledakan topan !!. " ucap Rowi sambil mengarahkan tangan kirinya ke arah Pingo.
seketika itu tiba-tiba saja dari bawah tanah yang di pijaki Pingo muncul sebuah angin topan setinggi tempat duduk di atas arena selama 3 detik, Pingo pun langsung pingsan tergeletak di tanah setelah menerima serangan topan itu.
__ADS_1
---------------------------------------
"pertarungan ke empat di menangkan oleh Rowi. " ucap niver sensei dengan keras.
"bukankah itu terlalu berlebihan. " ucap Kirana sensei.
"kau benar, aku akan berbicara pada Rowi nanti. " ucap niver sensei dengan khawatir.
---------------------------------------
"bukankah itu terlalu berlebihan, Rowi. " ucap jaylain yang masih di pojokan arena.
"dia sendiri yang memintanya, kau juga harus begitu nanti saat bertarung dengan Ardian, bersiaplah jaylain. " kata Rowi sambil tersenyum.
"aku tahu itu. " ucap jaylain dengan tenang.
----------------------------------------
di atas arena...
"apakah Pingo baik-baik saja. " tanya Ardian dengan khawatir.
"semoga saja begitu. " ucap legis dengan resah.
-----------------------------------------
diruang UKS...
"dimana aku... " tanya Pingo yang sudah sadar.
"jangan khawatir, kau ada di UKS sekarang. " kata guru yang menggotongnya tadi saat pingsan di tengah arena.
__ADS_1
"sebenarnya, kekuatan apa tadi. " tanya Pingo kesal sambil menggenggam tangannya erat erat.
BERSAMBUNG........