Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
daun yang terjatuh - jejak kakek jelan bagian 10


__ADS_3

episode 118


"permisi. " ucap mbak ciria sambil mengetuk pintu rumah nenek Nitin.


"sepi sekali, apakah nenek Nitin sedang pergi ya. " ucap Ardian yang melihat dari keadaan rumahnya.


"oh, ciria. " ucap seseorang kakek yang keluar dari kamar mandi dan melihat ciria.


"kakek dyrados. " ucap mbak ciria dengan terkejut saat melihat kakek dyrados yang keluar dari kamar mandi.


"kau membawa teman-teman mu ya, ada keperluan apa kau datang kesini ?. " tanya Kakek dyrados dengan tenang.


"kami ingin menemui nenek Nitin, apakah beliau ada rumah ?. " tanya Ardian.


"dia pergi keluar sebentar ke pasar. " jawab kakek dyrados.


"begitu ya. " ucap Ardian.


"tunggu, kau cucunya zenah kan ?. " tanya kakek dyrados yang baru saja menyadarinya.


"ya, benar. " jawab Ardian dengan kaku.


"ayo masuklah dulu. " ujar kakek dyrados kemudian membuka pintu untuk mereka dan menyuruh mereka semua masuk kedalam sambil menunggu nenek Nitin.


lalu mereka semua pun duduk di kursi ruang tamu dan berbincang-bincang sambil menunggu nenek Nitin.


"jadi untuk apa kalian ingin menemui nenek Nitin ?. " tanya kakek dyrados.


"ini saudaraku Ardian, dia ingin meminta saran untuk menjadi pengendali naga yang sempurna. " jawab mbak ciria.


"pengendali naga ya, hidup mu pasti sangat berat, " kata kakek dyrados melihat ke arah Ardian.


"kakek, apakah kakek tahu sesuatu tentang tragedi naga 8 tahun yang lalu ?. " tanya Ardian.


"tentu saja, tragedi itu benar-benar mengerikan, itu masih masih menjadi mimpi buruk bagi sebagian orang yang terikat dengan tragedi itu. " kata kakek dyrados sambil memejamkan matanya.


"mimpi buruk. " ucap Ardian.


"ya, kehilangan seseorang yang berharga, keluarga, sanak saudara, itu sangat menyakitkan, beberapa teman ku yang mengalaminya, seperti hilangnya nizuan dan kakek mu jelan setelah tragedi naga itu berakhir. " kata kakek dyrados dengan ekspresi sedih.


"itu memang menyakitkan, tapi kita yang masih hidup harus memperjuangkan perjuangan yang mereka lakukan, karena itu suatu saat nanti aku akan mengalahkan naga yang ada didalam tubuh ku ini dan menjadi seorang pengendali naga yang sempurna untuk melindungi semua orang. " kata Ardian dengan sungguh-sungguh.


"kau benar. " ucap Kakek dyrados sambil tersenyum kecil.


lalu beberapa saat kemudian, akhirnya nenek Nitin pun datang bersama dengan cucunya yang juga ikut ke pasar membantunya berbelanja.


"oh, ada anak-anak manis ya. " kata nenek Nitin saat datang melihat mereka semua.


"siapa ?. " tanya cucunya nenek Nitin yang bersembunyi dibelakangnya.

__ADS_1


"perkenalkan, ini cucuku, sita. " ucap nenek Nitin memperkenalkan cucunya itu.


"namaku, Ardian, dan ini adik ku, Nizar. " kata Ardian memperkenalkan dirinya dan juga adiknya.


"kalian cucunya zenah kan, ternyata kalian sudah bertambah besar. " kata nenek Nitin.


"nenek zenah. " ucap sita melihat ke arah mereka berdua.


"ya, begitulah. " ucap Ardian dengan malu-malu.


"apa yang membuat kalian semua datang jauh-jauh ke sini ?. " tanya nenek Nitin sambil duduk di kursi dekat dyrados.


"kami hanya mengantarkan Ardian supaya dia bisa berbicara dengan nenek. " jawab gerad.


"begitu ya, jadi apa yang ingin kau bicarakan dengan nenek, ayo katakanlah. " kata Ardian melihat ke arah Ardian.


"tragedi naga. " ucap dyrados dengan tiba-tiba.


"huh. " ucap nenek Nitin dengan terkejut saat mendengar perkataan dyrados.


"mereka ingin meminta saran dari mu. " kata dyrados dengan ekspresi tenang.


"apakah itu benar, nak Ardian ?. " tanya nenek Nitin langsung memasang ekspresi serius.


"yaa. " jawab Ardian sambil menundukkan kepalanya ke bawah.


"kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu saat kau ingin mengatakannya, kau pasti sudah tahu kan jika kami masih trauma dengan kejadian itu. " kata nenek Nitin.


"kau serius sekali ya. " ucap nenek Nitin saat memperhatikan tatapan Ardian.


"aku juga ingin membantu kakak. " kata sita dengan tiba-tiba.


"sita. " ucap nenek Nitin terkejut saat mendengar ucapan sita yang mendadak.


"aku tidak ingin berdiam saja terus di rumah, aku ingin membantu sepupu ku sesekali, itu tidak masalah kan nek. " pinta sita dengan ekspresi serius.


"ya, terserah kau saja, lagipula kau sudah lulus di ujian membantu nenek. " kata nenek Nitin.


"huh, nenek. " ucap sita dengan senang saat mendengar perkataan nenek Nitin.


"jadilah anak baik. " ucap nenek Nitin sambil mengelus-elus rambut sita.


"Ardian, kau benar-benar ingin menjadi seorang pengendali naga yang sempurna ya. " kata nenek Nitin mengulasnya kembali.


"ya, aku tidak ingin melihat kota lesar yang masih trauma dengan kejadian itu, melihatnya saja membuat hati ku sedih dan geram. " kata Ardian sambil mengepalkan tangannya.


"kak Ardian. " ucap Nizar.


"aku mengerti perasaan mu, ayo ikut dengan ku sebentar, aku ingin menunjukkan sesuatu kepada mu. " kata nenek Nitin yang hendak mengajak Ardian ke suatu tempat.

__ADS_1


"baik. " ucap Ardian kemudian mengikuti nenek Nitin.


lalu nenek Nitin mengajak Ardian ke belakang rumahnya, sesampainya di sana.....


"belakang rumah nenek... " ucap Ardian saat melihat disekitar tempat belakang rumah nenek Nitin.


"agak luas bukan. " ucap nenek Nitin.


"kenapa nenek membawaku ke tempat ini ?. " tanya Ardian.


"hanya untuk memastikan. " jawab nenek Nitin yang hanya melirik Ardian di belakangnya.


"huh, memastikan apa nek ?. " tanya Ardian dengan heran.


"sebelumnya kau pergi ke kediamannya nenek mireha kan ?. " tanya nenek Nitin.


"bagaimana nenek bisa tahu. " ucap Ardian dengan terkejut.


"aku merasakan bekas api rubah di tubuh mu, apa kau usai bertarung dengan nya ?. " tanya nenek Nitin.


"yaa, begitulah. " jawab Ardian dengan kaku.


"dia orang nya memang begitu, jadi wajar saja. " kata nenek Nitin sambil tersenyum.


"apakah nenek hanya mengajakku kesini untuk membicarakan itu ?. " tanya Ardian.


"tidak, masih ada hal lain lagi. " jawab nenek Nitin.


"hal lain. " ucap Ardian.


"kau ingin tahu tentang beberapa hal di tragedi naga itu kan. " kata nenek Nitin dengan ekspresi serius.


"ya, aku ingin mengetahuinya. " ucap Ardian dengan bersemangat.


"hmm, padahal kau sudah mendengar banyak hal tentang tragedi naga itu dari nenek mireha sebelumnya kan, lalu untuk apa kau bertanya lagi mengenai tragedi naga itu kepada ku ?. " tanya nenek Nitin.


"aku ingin membuat kesimpulan, kesamaan mengenai tragedi naga itu agar aku bisa mengetahui informasi yang jelas. " jawab Ardian dengan ekspresi serius.


"aku mengerti maksud mu, tapi setelah kau melakukan semua itu, apa yang akan kau lakukan selanjutnya ?. " tanya nenek Nitin sambil menjatuhkan sebuah daun dari pohon.


"aku hanya perlu menjadi seorang pengendali naga yang sempurna kan. " jawab Ardian tanpa ragu saat daun itu tepat jatuh ketanah.


"huh. " ucap nenek Nitin dengan terkejut saat mendengar jawaban Ardian dan melihat daun itu yang sudah terjatuh.


"karena itu, aku akan mengumpulkan semua informasi terlebih dahulu dan berlatih dengan keras agar bisa menjadi seorang pengendali naga yang sempurna. " kata Ardian dengan bersemangat.


"(pemikirannya ternyata sama dengan kak jelan dulu, aku bisa merasakannya). " kata nenek Nitin didalam hatinya sambil tersenyum melihat ke atas awan di antara hembusan angin.


pada akhirnya Ardian dan nenek Nitin pun kembali masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


BERSAMBUNG............


__ADS_2