Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
respect kerja sama dengan satu tujuan


__ADS_3

Episode 198


sementara itu Zahra yang menjelaskan semuanya yang diketahuinya kepada Zela......


"kekuatan Undead. " ucap Zela yang terkejut saat mendengarnya dan membuatnya penasaran.


"sebenarnya makhluk astral yang tersebar di kota ini adalah mayat hidup yang jiwa nya sebagian hilang. " kata Konori yang meneruskan penjelasan Zahra.


"jiwa itu berasal dari orang-orang yang mati setelah perang dulu di kota ini. " kata Zahra.


"hmm, kalo tidak salah Legis sudah menceritakannya sebelum datang ke sini, apakah itu perang yang sangat besar ?. " tanya Zela yang mencoba memastikan.


"ya, itu adalah perang yang sangat mengerikan, kami kehilangan orang yang sangat penting bagi kami akibat perang itu, bagi kami yang tinggal di kota ini perang itu adalah sebuah pembantaian, lalu selang beberapa bulan mimpi buruk menjadi kenyataan setelah orang Undead itu datang membawa bencana dengan menguasai kota kami, aku benar-benar muak dengan semua ini, semua yang kulakukan bersama teman-teman ku terus saja terulang kembali seperti lingkaran yang tak berujung, kami benar-benar putus asa dengan semua ini tapi setidaknya kami sudah berusaha untuk hidup. " jawab Zahra sambil meneteskan air matanya dengan aura kegelapan yang pekat menyelimutinya saat mengungkapkan emosi nya.


"tenanglah, aku akan membantu mu terlepas dari semua itu, kau bisa mengandalkan ku. " kata Zela dengan percaya diri mencoba menenangkan Zahra dengan menyentuh pundaknya.


seketika aura kegelapan yang menyelimuti Zahra pun perlahan-lahan menghilang setelah Zela menyentuh pundaknya, Konori yang melihatnya pun hanya diam memasang ekspresi tersenyum kecil.


"untuk sekarang bisakah kalian memberitahu ku di mana pemimpin Undead itu berada ?. " tanya Zela.


"apakah kau serius mau melawan nya ?. " tanya Zahra balik.


"tentu saja, aku sudah membulatkan tekad ku. " jawab Zela.


Zahra dan Konori pun tersenyum senang saat mendengarnya lalu pada akhirnya mereka bertiga pun menuju ke kastil itu bersama-sama, sementara itu di kelompok razord......


"huh, aku sudah kalah ya. " ucap Radin yang sadarkan diri setelah pingsan beberapa saat dengan keadaan terikat oleh tumbuhan Alan.


"sekarang kau bisa menjelaskan semuanya kepada kami kan. " kata Nizar sambil menodongkan pedang petir tepat ke arah Radin.


"ya ampun, kalian benar-benar pemberani ya. " ucap Radin sambil tersenyum.


"katakan dengan jujur, apa yang sebenarnya terjadi di kota ini ?. " tanya razord dengan kondisinya yang masih belum pulih sepenuhnya.


lalu pada akhirnya Radin pun menceritakan semuanya kepada mereka bertiga itu.


"Undead ya. " ucap razord sambil berfikir dengan tenang.


"apa yang akan kau lakukan setelah mengetahui semua itu ?. " tanya Radin dengan ekspresi serius.


"hmp, kenapa aku tidak mengetahui nya, padahal aku sudah pernah menyusup kedalam kota ini sebelumnya, selain itu aku juga masih mempunyai urusan yang belum selesai dengan orang itu, beritahu aku dimana lokasi orang itu berada. " kata razord kemudian melepaskan ikatan tumbuhan itu.

__ADS_1


"kau mempercayai ku begitu saja. " ucap Radin sambil tersenyum kecil.


"ya, sudah tidak ada alasan lagi untuk kita bertarung, kau yang sudah dimanfaatkan dan aku yang akan mengakhiri semua itu. " kata Razord tanpa ragu sedikitpun.


"huh, kau memang orang yang tidak terduga ya. " kata Radin sambil tersenyum lalu memandu mereka menuju ke kastil itu.


Sementara itu Kana, gacha, Legis, Opel dan Seina yang masih dihadang oleh nijin......


"aku tidak ingin membuang waktu ku untuk pertarungan yang tidak berguna, jadi katakan, apa tujuan kalian sebenarnya ?. " tanya nijin dengan tatapan serius.


"hey nijin, apakah kau masih mengingatku ?. " tanya Seina balik dengan ekspresi yang penuh harapan perlahan-lahan berjalan ke arah nijin.


lalu setelah melihat tatapan Seina itu nijin pun turun dari atas tiang dan mendekati Seina, saat keduanya sudah berdekatan suasana pun menjadi menegangkan dengan tatapan kedua nya yang sangat serius.


"siapa kau. " ucap nijin dengan ekspresi serius.


"huh, kau juga sudah melupakannya. " ucap Seina yang terkejut saat mendengarnya dengan raut wajah sedih.


"bercanda. " ucap nijin sambil tersenyum.


setelah mendengar lelucon nijin itu, Seina pun langsung terlihat kesal dan cemberut.


"hahahaha, mana mungkin aku melupakanmu, kita sudah berjanji kan waktu itu, aku tidak akan mengingkari janji ku. " kata nijin setelah tertawa.


"selain itu sudah lama kita tidak bertemu ya, kau sudah banyak berubah. " kata nijin yang melihatnya.


"apa maksudmu, hanya tidak bertemu selama 1 tahun kau bilang lama. " kata Seina.


"kenapa dia bilang semudah itu, menurutku 1 tahun itu waktu yang sangat lama. " kata Legis dengan pelan mengikuti pembicaraan mereka di belakang.


"kelihatannya dia hanya malu mengungkapkan nya. " ucap Legis dengan pelan yang juga mengikuti pembicaraan mereka di belakang.


"kau pasti sudah berjuang keras ya. " ucap nijin sambil tersenyum menyentuh pundak Seina.


seketika Seina pun langsung memeluk nijin dengan erat sambil menangis didepannya itu.


"aku sangat ketakutan, aku benar-benar ketakutan, semuanya sangat menakutkan, kau pasti tidak bisa membayangkan nya lagi seberapa menakutkan nya itu, aku benar-benar sangat menderita selama satu tahun ini tanpa kakak dan kalian semua, selama ini aku terus sendirian bersembunyi dan terus bersembunyi tanpa melakukan apapun, aku tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan nijin. " kata Seina yang mengungkapkan semuanya sambil menangis memeluk nijin dengan erat.


suasana nya pun seketika menjadi mengharukan saat pertemuan kembali mereka itu,


"aku sangat mengerti perasaan mu itu, sudah tidak ada lagi yang perlu kau lakukan, kau bisa menangis kapan saja, mulai dari sini aku yang akan menopang penderitaan mu selama satu tahun ini, serahkan saja kepada ku. " kata nijin meyakinkan Seina dengan sangat percaya diri.

__ADS_1


"nijin, maaf dan terimakasih. " ucap Seina.


lalu beberapa saat setelah pertemuan mengharukan itu.......


"namaku nijin, kalian belum menjawab pertanyaan ku sebelumnya kan, jadi kalau boleh tahu apa tujuan kalian datang ke kota ini ?. " tanya nijin yang sudah tidak menatap mereka dengan tatapan serius.


"tujuan utama kami adalah menyelamatkan ketiga penjaga terkuat kota zenai yang ditangkap oleh pemimpin makhluk astral, apakah kalian mengetahui sesuatu, kalau bisa kami ingin berbagi informasi. " jawab Legis.


"makhluk astral, maksud kalian Undead. " ucap nijin.


"Undead. " ucap mereka semua dengan terkejut.


"kalian tidak tahu ya. " ucap nijin kemudian menjelaskan kepada mereka semua.


"jadi begitu. " ucap Legis setelah mendengar penjelasan dari nijin.


"kita sudah mengetahui posisi pemimpin makhluk astral maksud ku Undead itu berada, ayo kita hancurkan. " kata Opel yang langsung bersemangat.


"tunggu, sebelum itu kami ingin menanyakan kepada kalian, dimana teman-teman kami berada ?. " tanya nijin.


"di distrik no 5, salah satu teman kami tadi sepertinya melawan seseorang yang bernama jaken. " jawab Legis.


"lalu Konori berada di distrik no 8, salah satu teman mereka tadi mengalihkan perhatiannya untuk membiarkan kami kabur. " kata Seina.


"jadi begitu ya, dia pasti orang yang sangat berani ya, baiklah kita akan langsung pergi ke kastil itu. " kata nijin yang langsung membuat keputusan tanpa ragu.


"huh, kukira kau akan pergi ke salah satu tempat mereka. " kata Kana yang terkejut saat mendengarnya.


"jika ada yang menahan beberapa teman kami itu akan menjadi lebih mudah, ingatan mereka masih di manipulasi oleh Undead sialan itu, selain itu yang bisa menyadarkan mereka hanyalah ratu kegelapan kami. " kata nijin.


"ratu kegelapan. " ucap mereka semua yang langsung terkejut.


"yang kau maksud itu adalah kakakku kan. " kata Seina dengan ekspresi tenang.


"hahahaha, sudahlah kita langsung saja ke kastil itu, sekali lagi, mohon bantuannya, pinjamkan lah kekuatan kalian, kami ingin mengakhiri semua ini secepatnya. " kata nijin dengan ekspresi serius sambil menundukkan kepalanya.


"huh, serahkan saja kepada kami, melakukannya bersama itu lebih baik daripada melakukannya sendirian. " kata Legis dengan penuh semangat dan percaya diri.


"ayo semuanya, kita berangkat. " ucap Opel dengan bersemangat.


"ya. " ucap mereka semua yang juga ikut bersemangat.

__ADS_1


pada akhirnya mereka semua pun menuju ke arah kastil itu dengan dipandu oleh nijin yang mengetahui tempat kastil nya berada.


BERSAMBUNG................


__ADS_2