Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Pasukan perang


__ADS_3

Episode 217


Setibanya Ardian di rumah, ia terkejut melihat suasana mencekam di ruang tamu.......


"paman, apakah ini mengenai perang besok ?. " tanya Ardian.


"kau pikir apa selain pembicaraan genting malam ini. " jawab paman Yazerd dengan ekspresi serius dan menakutkan dari sudut pandang Ardian.


"paman, aku...... " kata Nizar yang seperti hendak mengatakan sesuatu tapi langsung dipotong oleh pamannya.


"bertarunglah. " ucap paman Yazerd dengan ekspresi gelisah.


"huh. " Ardian yang terkejut melihat ekspresi Paman Yazerd itu.


"bertarunglah di jalan yang benar. " ucap paman Yazerd meneruskannya.


"tentu saja, aku akan bertarung dengan segenap jiwa. " kata Nizar yang tidak ingin mengecewakan kakeknya.


"kalian harus kembali hidup-hidup dalam keadaan apapun. " kata paman Yazerd yang masih terlihat gelisah.


"paman !!. " kata Ardian dengan lantang berdiri memasang ekspresi serius.


melihat Ardian yang tegar, pamannya pun langsung terkejut.


"paman, besok aku akan bertarung dengan serius, aku mungkin belum mahir menggunakan kekuatan naga ku tapi aku akan mengeluarkan seluruh kemampuan ku untuk melindungi kota ini apapun yang terjadi. " kata Ardian dengan ekspresi serius.


melihat tekad kakaknya yang membara itu, Nizar pun tidak mau kalah.


"aku juga akan melindungi kota ini, bagiku kota ini adalah satu-satunya tempat yang paling menyenangkan, aku punya banyak teman dan orang-orang penting disini, karena itulah, aku akan menjadi lebih kuat. " kata Nizar dengan ekspresi serius.


mendengar Ardian dan Nizar, seketika kegelisahan paman Yazerd langsung hilang.


"kalian sudah bertambah kuat ya. " gumam paman Yazerd sambil tersenyum kecil.


setelah itu mereka pun melanjutkan pembicaraan mengenai perang itu.


"Ardian, Nizar, besok kalian akan ikut dalam pasukan ke lima, jadi sebelum berperang, kalian harus siap, kalian mengerti. " kata paman Yazerd kemudian menjelaskan strategi nya.


"(maaf paman, aku tidak bisa mengikuti startegi ini, tapi setidaknya aku harus tahu strategi yang digunakan oleh pasukan lima). " kata Ardian didalam hatinya mengingat ia sudah membahas strategi lain bersama Zela dan Zahra sebagai pasukan kedua dari pimpinan garen.


lalu setelah selesai membahas strategi paman Yazerd, Ardian pun kembali ke kamarnya, tapi saat hendak tidur tiba-tiba saja Nizar datang ke kamarnya hendak mengatakan sesuatu.

__ADS_1


"kakak, bisa berbicara sebentar. " pinta Nizar.


"Nizar, ada apa ?. " tanya Ardian yang keheranan.


"kakak, apakah besok kau akan mengikuti strategi nya paman Yazerd ?. " tanya Nizar dengan ekspresi serius.


"huh, kenapa tiba-tiba kau bertanya itu ?. " kata Ardian mencoba mengelak dengan bertanya balik.


"karena kakak, kau selalu melakukan hal yang membuat dirimu sendiri dalam bahaya seperti waktu itu di kota kegelapan. " jawab Nizar.


"tenang saja, aku pasti baik-baik saja kok. " kata Ardian sambil tersenyum.


"terserah kakak saja. " kata Nizar yang kemudian hendak kembali ke kamarnya.


"tunggu sebentar. " ucap Ardian yang juga hendak mengatakan sesuatu.


"ada apa ?. " tanya Nizar yang menghentikan langkah kakinya saat hendak keluar.


"bisakah kau mendengarkan permintaan ku. " kata Ardian.


"permintaan. " ucap Nizar yang melirik ke belakang mencoba mendengarkan permintaan kakaknya itu terlebih dahulu.


"aku tidak tahu apa yang akan kakak lakukan, tapi aku akan mempertimbangkan permintaan kakak itu, lagipula aku tidak ingin kehilangan seseorang yang berharga di perang besok. " kata Nizar dengan ekspresi tenang kemudian keluar dari kamar Ardian setelah mendengar permintaan kakaknya itu.


Sementara itu di apartemen Zahra, Vana yang masih tidak bisa tidur pun seperti biasa memandangi bintang-bintang di langit dengan memohon keselamatan.


"kau masih tidak bisa tidur juga ya malam ini. " kata Zahra yang menemaninya keluar dari ruangannya.


"sejujurnya dari lubuk hatiku aku tidak menginginkan perang terjadi besok, tidak, aku bahkan tidak ingin melihat peperangan lagi didalam hidupku, tapi kurasa itu mustahil ya, di dalam hukum dunia ini, kapanpun dan di manapun perang bisa terjadi. " kata Vana yang terlihat memaksakan dirinya tersenyum menahan kesedihannya itu.


"dulu aku pernah berfikir jika aku dilahirkan hanya untuk bertarung dan terus bertarung, tidak peduli seberapa kuat musuhku, aku tidak akan melarikan diri walaupun harus mengorbankan nyawa. " kata Zahra menceritakan tentang sekilas dirinya dulu.


"kau sangat kuat ya. " ucap Vana dari sudut pandang nya.


"tapi temanku pernah berkata jika kita hidup bukan untuk satu tujuan, kita bisa melakukan hal lain selain harus bertarung, itulah yang saat ini kulakukan, aku tidaklah sekuat yang kau pikirkan, aku hanya mencoba untuk terlihat kuat, bagiku itu adalah sesuatu yang normal. " kata Zahra.


"begitu ya, mencoba terlihat kuat ya. " gumam Vana sambil tersenyum melihat bintang-bintang di malam itu.


di malam itu semua pasukan ninja kota zenai telah menyiapkan dirinya untuk ikut dalam perang itu, walaupun dipenuhi oleh rasa gelisah, mereka semua tetap tegar menghadapinya.


DAFTAR PASUKAN PERANG :

__ADS_1


Pasukan 1 : dipimpin oleh Stalker


Pasukan 2 : dipimpin oleh Garen


Pasukan 3 : dipimpin oleh Sonik


Pasukan 4 : dipimpin oleh Niver


Pasukan 5 : dipimpin oleh Yazerd


Keesokan harinya, terlihat pasukan-pasukan di seluruh kota sedang berkumpul, Ardian yang merupakan bagian dari pasukan kedua pagi-pagi sekali langsung keluar dari rumah pergi ke tempat pertemuan yang sudah mereka sepakati kemarin itu, lalu saat Nizar hendak membangunkan kakaknya, ia terkejut kakaknya sudah tidak ada di kamar.


"dasar kakak, mau sampai sejauh mana kau meninggalkan ku dan menjadi kuat sendiri. " gumam Nizar yang agak frustasi lalu menghela nafas menenangkan dirinya.


lalu sesampainya Ardian di tempat markas rahasia pasukan kedua yang menjadi pertemuan mereka itu.......


"Ardian, kau lama sekali. " kata Zela yang sudah berada didepan pintu masuk menunggunya.


"maaf, maaf. " ucap Ardian dengan nafas terhenga-henga setelah jauh berlarian.


"ini minumlah. " kata Zahra yang melemparkan kaleng minuman kepada Ardian.


"terimakasih. " ucap Ardian menangkapnya lalu meminumnya.


"sepertinya bukan kau saja yang terlambat. " kata Zela sambil tersenyum kecil melihat jaylain yang baru saja sampai dengan mengenakan jubah penutupnya.


"berisik, aku juga mempunyai urusan ku sendiri. " kata jaylain sambil membuka kerudung jubahnya.


"baiklah, ayo kita masuk. " ujar Ardian dengan bersemangat masuk kedalam markas rahasia pasukan dua itu.


sesampainya didalam terlihat garen bersama orang-orang dewasa hendak bersiap-siap, membawa senjata serta memakai perlengkapan lengkap


"akhirnya kalian datang juga ya. " kata garen yang senang melihat Ardian dan teman-temannya datang.


"garen Sensei, kami sudah siap untuk berperang. " ucap Ardian dengan bersemangat dan serius.


"baguslah kalau begitu, ku ucapkan selamat datang di markas rahasia pasukan kedua. " kata garen yang menyambutnya.


Sementara itu di perbatasan antara kota zenai dengan kota bintang terlihat pasukan kota bintang yang dipimpin oleh nyoren sudah bersiap menyerang.


BERSAMBUNG.............

__ADS_1


__ADS_2