Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Kedatangan Sang pemimpin lautan


__ADS_3

Episode 245


setelah berhasil menyemburkan nafas api naga, kawasan asap beracun yang menghalangi jalan pun akhirnya menguap ke atas dan tersebar samar-samar.


"aku berhasil ya. " kata Ardian yang sempat terbengong dengan hasil usahanya itu.


"jangan lengah Ardian, asap racunnya itu tidak menghilang, justru malah menyebar, tapi efeknya sudah tidak begitu kuat, jika kau tidak terlalu lama menghirup udara disitu kau masih bisa bertahan untuk sementara waktu. " kata naga api yang menasehatinya.


"baiklah, aku harus cepat menemukan mereka berdua. " kata Ardian yang langsung bergegas berlari mencari Zela dan Zahra.


sementara itu Zela dan Zahra yang merasakan sesuatu di jalur lain..........


"huh, barusan aku merasakan hawa panas yang tidak asing, apa jangan-jangan........ " kata Zela melihat ke jalur lain.


"Zela, fokuslah ke tujuan utama, bukankah aliran tenaga itu sudah hampir dekat. " kata Zahra yang menasehatinya dengan ekspresi tenang.


"oh, kau benar juga, tapi aku ingin memastikan....... " kata Zela yang masih ragu dan langsung dipotong oleh Zahra.


"Zela, biar aku saja yang memastikannya, kau bisa melanjutkannya kan. " kata Zahra yang langsung membuat keputusan dengan ekspresi serius.


"tapi..... " Zela yang menjadi khawatir mendengarnya.


"tenang saja, aku pasti akan menyusul mu dan kita akan keluar dari sini bersama-sama, percayalah kepadaku, lagipula aku merasa tidak enak jika terus bergantung kepada mu, kali ini aku akan membuat diri ku berguna. " kata Zahra dengan ekspresi serius.


"baiklah kalau begitu, berhati-hatilah. " kata Zela setelah mempertimbangkannya sejenak.


"ya, kau juga. " kata Zahra yang langsung pergi ke arah jalur lain itu.


sementara itu diluar, ketiga penjaga terkuat kota zenai, Helen dan zuros yang masih berjuang keras melawan gurita tentaclouse itu.


"zuros, bagaimana dengan yang di sana ?. " tanya Stalker setelah menahan salah satu tentakelnya.


"aku sudah menyegel ketiga tentakelnya. " jawab zuros yang menggunakan ketiga tombak cahaya nya untuk menahan ketiga tentakel itu.


"Helen, bagaimana dengan mu ?. " tanya Stalker yang melihat ke arah Helen.


"aku baik-baik saja. " jawab Helen yang terlihat kewalahan menahan kedua tentakel.


beberapa saat kemudian salah satu tentakel itu pun lepas dari pengikat roh milik Helen dan hendak berbalik menyerangnya, melihat itu Stalker pun langsung menggunakan teknik nya untuk mencegah itu.


"teknik rahasia, petir hijau penjerat !!. " kata Stalker yang langsung menjerat ketiga tentakel itu dengan petir hijau nya lalu mendarat dan berdiri tepat didepan Helen.

__ADS_1


"huh, Stalker. " Helen yang terkejut melihat Stalker menyelamatkannya.


"tenang saja, aku akan menahannya untuk sementara waktu, (sisanya aku serahkan kepada mu, Ardian). " kata Stalker yang berusaha sekuat tenaga menahan ketiga tentakel itu.


"kita tidak bisa melakukan apapun untuk membantu mereka ya. " kata veysa yang khawatir melihatnya dari dalam kapal.


"apa boleh buat kan, kita hanya akan menghalangi mereka jika ikut bertarung. " kata jaylain.


"Ardian, Zela dan Zahra, cepatlah kembali. " kata Legis didalam hatinya sambil menggenggam tangannya dengan erat.


tanpa di sadari, sebuah kapal lain yang terlihat besar muncul dari depan kapal mereka.


"huh, kapal apa itu. " kata Saula yang terheran-heran melihatnya sambil menahan salah satu tentakel gurita tentaclouse itu.


"sepertinya kapal itu mendekati kita. " kata bendow yang juga menahan salah satu tentakel nya.


"huh, itu. " Helen yang terlihat senang melihat kapal besar itu.


"akhirnya tiba juga ya. " gumam zuros yang juga lega melihatnya.


"apakah kau mengenali kapal besar itu, Helen ?. " tanya Stalker yang masih berusaha menahan ketiga tentakel nya.


"Yoo, bagaimana kabar kalian, sepertinya kalian dalam masalah ya. " kata seseorang yang hanya berpakaian kaos dalam dan memakai kacamata hitam melambaikan tangan dari atas kapal besar itu lalu turun terjun ke kapal mereka.


"raja ombak. " ucap Stalker yang terkejut melihatnya.


"Stalker, lama tidak berjumpa ya dan para penjaga terkuat kota zenai sekalian. " kata raja ombak yang terlihat tenang-tenang.


"raja ombak, ini bukan waktunya untuk menyapa, mereka sedang berjuang keras saat ini. " kata Helen yang menasehatinya.


"aku tahu itu, tenang saja, aku tidak akan mengganggu mereka. " kata raja ombak dengan santainya sambil membuat lelucon.


"bukan seperti itu. " kata Helen yang panik sendiri mendengar lelucon dari raja Ombak itu.


"raja ombak, bisakah anda menyimpan leluconnya nanti saja, ketiga anak-anak kami saat berada didalam perut gurita tentaclouse ini. " kata Stalker yang sedikit menegurnya.


"oh, kedengarannya itu gawat ya, kurasa aku harus turun tangan. " kata raja ombak sambil tersenyum kecil.


"raja ombak. " Helen yang penasaran dengan apa yang akan dilakukan raja ombak.


"kalian tetaplah bertahan, aku akan segera kembali. " kata raja ombak dengan bergaya nya lalu berlari ke arah kepala gurita itu dan masuk kedalam mulut gurita tentaclouse dengan gaya bebas.

__ADS_1


sementara itu Ardian yang terus berlari di jalur beracun sebelumnya itu...........


"disini lembab sekali, oksigen nya juga menipis. " kata Ardian yang terlihat mulai kelelahan.


"ini gawat Ardian. " kata naga api yang terdengar panik.


"huh, ada apa ?. " tanya Ardian setelah itu terjungkuk lemas.


"kelihatannya kau sudah mencapai batas penggunaan kekuatan api naga. " jawab naga api yang sudah tidak bisa mengalirkan kekuatannya ke tubuh Ardian.


"sial, kenapa harus disaat seperti ini. " kata Ardian dengan kesal sambil menggenggam tangannya dengan erat dan mencoba sekuat tenaga untuk berdiri.


"kelihatannya kau sedang dalam masalah ya. " kata seseorang yang berdiri didepan jalannya.


"huh, Zahra. " Ardian yang terkejut melihatnya.


di waktu yang sama terlihat dari kejauhan, jalan yang dilalui Ardian sebelumnya mengeluarkan asap beracun kembali dan menuju ke arah mereka berdua.


"sepertinya asap racunnya kembali, apakah kau bisa berlari ?. " tanya Zahra yang melihat kondisi Ardian itu.


"entahlah, rasanya aku seperti sudah tidak mempunyai tenaga lagi. " kata Ardian yang terlihat lemas.


"Ardian. " Zahra yang terkejut melihat Ardian berusaha sekuat tenaga berdiri walaupun sudah tidak mempunyai tenaga lagi.


"aku pasti akan membawa kembali kalian berdua. " kata Ardian dengan ekspresi serius sambil berusaha tetap berdiri.


saat asap beracun itu hendak menerjang mereka berdua tiba-tiba saja asap beracun itu pun berhenti dan perlahan-lahan terdengar suara air ke arah mereka berdua.


"yuhuu, perut gurita ini benar-benar menyenangkan. " kata raja ombak yang berhasil sampai cepat dengan seluncuran ombak air dari kekuatannya.


"huh, siapa. " kata Ardian didalam hatinya yang terkejut dan terdiam kaku melihatnya.


"siapa kau ?. " tanya Zahra dengan ekspresi datar.


"hmp, tidak perlu tahu siapa aku, selain itu apakah hanya ada kalian berdua yang ada disini ?. " tanya raja ombak yang bertanya balik.


"tidak, masih ada teman kami yang menuju ke aliran sumber tenaga. " jawab Zahra.


"kurasa ini buruk. " kata raja ombak didalam hatinya dengan ekspresi serius.


BERSAMBUNG...............

__ADS_1


__ADS_2