Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
wujud Nona rubah (prolog: masa lalu kakek jelan bab 20)


__ADS_3

episode 92


"zex, semoga dia baik-baik saja. " kata jelan didalam hatinya dengan ekspresi gelisah dan terus berlari bersama teman-temannya.


"jelan, kau melamun, apakah kau baik-baik saja ?. " tanya mireha yang melihatnya.


"aku baik-baik saja kok. " jawab jelan dengan terkejut setelah melamun.


"apakah masih jauh ?. " tanya nizuan.


"hampir sampai. " jawab zenah yang melihat didepannya sudah ada cahaya terang.


lalu saat hampir sampai di cahaya yang terang itu, mereka semua langsung menghentikan langkah kaki mereka karena melihat seseorang seperti sedang menunggunya.


"oh, kalian sudah datang ya, lama sekali. " kata seseorang yang menghalangi jalan mereka sambil tersenyum kecil.


"siapa kau ?. " tanya zenah dengan lantang.


"aku, namaku sezon, sang iblis pembunuh. " jawab zezon memperkenalkan dirinya dengan ekspresi menakutkan.


"dia salah satu dari anak-anak pembunuh. " kata nizuan.


"hmp, jadi kalian sudah tahu ya, aku tidak begitu terkejut karena sebentar lagi kalian akan ku bunuh. " kata sezon sambil tersenyum sombong.


"apakah kau tidak pernah berfikir untuk menghargai hidup seseorang ?. " tanya jelan dengan lantang dengan ekspresi kesal.


"untuk apa aku menghargai hidup seseorang jika tidak ada yang berharga di hidupku, kau tidak tahu bagaimana rasanya diasingkan, membunuh adalah salah satu pelampiasan yang bisa menghilangkan kekesalan ku ini, aku tidak peduli dengan hidup seseorang. " jawab sezon dengan ekspresi kesal sampai-sampai menggigit lidahnya sendiri.


"dia menggigit lidahnya sendiri. " ucap nizuan dengan terkejut.


"kalau begitu kami akan mengajarimu betapa berharganya hidup seseorang itu. " kata jelan dengan ekspresi serius.


"hmp, menyebalkan, akan ku bunuh kalian semua. " kata sezon sambil mengeluarkan sabitnya.


"sabit, bagaimana kita bisa melawannya ?. " tanya nizuan.

__ADS_1


"kita akan menyerangnya bersamaan, aku dan zenah yang akan menjadi perisai utama. " jawab jelan.


"apakah kau yakin, dia tidak main-main lho ?. " tanya mireha sambil melihat sezon yang membawa sabit yang cukup besar itu.


"aku sangat yakin, pokoknya kita harus mengalahkannya segera, sebaiknya kita cepat sebelum matahari terbenam. " kata jelan sambil melihat matahari yang sudah hampir sore hari.


"majulah. " ucap sezon dengan lantang.


seketika itu jelan dan zenah langsung maju ke arah sezon dengan pedangnya, saat pertarungan itu sezon hanya menangkis serangan jelan dan zenah dengan sabitnya, lalu tiba sesaat nizuan dan mireha mengarangnya dengan bergantian, tapi sezon masih bisa menghindari serangan mereka dengan cepat, lalu setelah beberapa saat Nitin menembakkan anak panahnya, dengan mudah sezon mengindari anak panah itu dengan reflek tubuhnya, serangan itu dilanjutkan oleh dyrados yang melemparkan rantai ke arahnya, karena tubuhnya sudah reflek, sezon pun terlilit tangannya oleh rantai tersebut.


"jadi dia sudah memperhitungkannya ya. " kata sezon didalam hatinya sambil tersenyum kecil.


"jelan, zenah, sekarang !!. " teriak dyrados yang masih menahan tangannya sezon.


saat jelan dan zenah sudah didepannya dan hendak menebasnya tiba-tiba saja tubuh sezon mengeluarkan aura panas sehingga membuat rantai dyrados hancur seketika, lalu sezon pun menghempaskan jelan dan zenah dengan kedua tangannya sehingga zenah jatuh ke tanah sedangkan jelan tubuh belakangnya membentur pohon dengan keras, sampai-sampai pohon tersebut roboh dan membuat jelan muntah darah.


"jelan !!. " teriak mireha sambil menghampiri jelan.


"kalian lemah, aku akan membunuh kalian. " ucap sezon sambil tersenyum kecil.


"tunggu sebentar, aku akan menyembuhkan mu. " kata mireha sambil menggunakan kekuatan penyembuhannya kepada jelan.


"aku masih bisa bertarung. " ucap jelan dengan ekspresi kesal sambil melihat ke arah sezon.


"dia bukan orang biasa, dia masih menyembunyikan kekuatannya yang besar. " kata mireha yang bisa melihat kekuatan sezon yang disembunyikan.


"walau begitu kita harus bisa ke tempat sensei. " kata jelan dengan lantang sambil menahan emosinya.


"huh, kalau begitu mau bagaimana lagi, biar aku yang akan melawannya. " kata mireha setelah mengembuskan nafas kemudian berdiri dan mengeluarkan kekuatan rubah nya.


"mireha. " ucap jelan dengan ekspresi khawatir saat mireha menggunakan mode rubah nya untuk kedua kalinya.


"aku tidak mempunyai pilihan lain, aku akan menggunakan kekuatan terakhir ku. " kata mireha didalam hatinya sambil mencoba menggunakan mode rubah nya yang mempunyai kekuatan besar.


"apa yang sebenarnya terjadi dengan mireha, ekor dan telinga rubah. " kata Nitin didalam hatinya dengan ekspresi terkejut saat melihat mireha yang tiba-tiba saja berubah.

__ADS_1


"apa yang terjadi dengannya ?. " tanya dyrados dengan terkejut saat melihat mireha yang merubah wujudnya.


"mode rubah, (mireha, aku sudah menerima mu sebagai temanku, jadi tenang saja, walaupun kau adalah seorang calestical, aku tidak akan membeda-bedakan mu, karena kita adalah teman). " jawab nizuan dengan ekspresi serius sambil mengingat perkataan mireha saat pertarungan melawan deros sensei waktu itu.


"ternyata ada orang yang kuat muncul juga. " ucap sezon sambil tersenyum sombong.


"mireha menjadi dewasa, apa dia memaksakan dirinya untuk menggunakan kekuatan sebesar itu. " kata zenah didalam hatinya sambil melihat ke arah mireha dengan ekspresi khawatir.


"kau cukup tenang juga. " kata sezon yang mencoba memprovokasi mireha.


"hmp, aku akan menghancurkan wajah sombong mu itu. " kata mireha dengan ekspresi tenang sambil tersenyum kecil.


"aku juga akan menghancurkan senyaman palsu mi itu. " kata sezon sambil tersenyum kecil.


lalu mireha pun memejamkan matanya, karena lama menunggu sezon dengan cepat menggunakan kekuatan apinya untuk mendorongnya ke arah mireha dan hendak menebasnya menggunakan sabitnya, saat sudah tepat didepannya, mireha membuka matanya, disitu sezon langsung terkejut karena melihat mata mireha yang berwarna kuning, seketika itu mireha langsung menghilang dan dengan cepat menendang sezon dari belakang, sezon pun terhempas sampai terguling-guling ke tanah.


"ergh, tidak salah lagi, kau adalah seorang calestical. " kata sezon yang baru saja menyadarinya dengan ekspresi serius.


"hmp, kau baru menyadarinya sekarang ya, sekarang sudah terlambat. " kata mireha sambil tersenyum kecil.


"cih, sepertinya aku harus bertahan sampai dia mencapai batasnya, aku tidak mungkin bisa mengalahkannya jika dia masih berada di mode itu. " kata sezon didalam hatinya.


lalu dengan cepat mireha maju ke arah sezon dengan cepat dan menyerangnya bertubi-tubi, walaupun sezon masih bisa menangkis beberapa serangan dengan sabitnya tapi dia tidak bisa menangkis serangan yang fatal dari mireha sehingga membuatnya babak belur dan mengeluarkan darah di sekitar wajahnya, tapi mireha tidak memberinya kesempatan untuk bangun dan terus menerus mengajarnya sampai-sampai membuat sezon berantakan dan susah untuk berdiri dengan tegak, lalu setelah beberapa saat, tiba-tiba saja langkah mireha terhenti dan seketika itu mireha juga memuntahkan darah lalu kembali ke wujudnya dengan tubuh lemas.


"aku sudah mencapai batas ku, sial, apakah hanya sebentar ini kekuatan ku bisa bertahan. " kata mireha didalam hatinya sambil terbaring lemas di tanah.


"aku sudah tahu jika kau tidak akan bertahan lama dengan wujud mu itu, aku akan membunuhmu terlebih dahulu, karena kau adalah ancaman terbesar. " kata sezon yang perlahan-lahan menuju ke arah mireha dan hendak menebasnya menggunakan sabitnya.


"aku tidak akan membiarkan mu menyentuhnya. " kata nizuan dengan ekspresi serius sambil menghadang sezon mendekati mireha.


"nizuan. " ucap mireha dengan lemas sambil melihat nizuan yang berusaha melindunginya.


"mireha, beristirahatlah, aku akan mengurus sisanya. " kata nizuan dengan ekspresi serius.


"hmp, sisanya ya. " ucap sezon dengan tersenyum kecil sambil mengeluarkan aura panas dari dalam tubuhnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...........


__ADS_2