
episode 9
Setelah kejadian di hutan saka itu, keesokan harinya di sekolah ninja ada keributan perkelahian di kelas yaitu Peter dengan Opel, tidak lama kemudian Ardian datang ke kelasnya dan terkejut, dia pun bertanya kepada legis apa yang sedang terjadi.
"Legis, sebenarnya apa yang sudah terjadi disini, kenapa kamu biarkan mereka berkelahi bukannya memisahkan mereka. " Kata Ardian.
"aku tidak berani memisahkan mereka karena, itu urusan pribadi mereka, jika aku ikut campur maka aku yang akan kena karena 30% orang di kelas kita ada yang tidak setuju dari awal aku menjadi ketua kelas, hanya karena ayahku seorang pemimpin kota. " Kata legis dengan bingung.
"Aku tidak peduli dengan urusan pribadi mereka, kalau begitu ayo ikut aku ke kantor kepala sekolah sekarang. " Kata Ardian.
"Tapi...... " Kata legis dengan khawatir.
"Tidak ada kata tapi, pokoknya ayo ikut aku. " Kata Ardian sambil menarik tangan legis.
Mereka berdua pun akhirnya pergi ke kantor kepala sekolah, disaat membuka pintu kantor, ada niver sensei dan Kirana sensei yang sedang berbincang bincang di kantor.
"Niver sensei !!, " Teriak Ardian.
"Ada apa, kenapa kalian...., " Kata niver sensei di potong Ardian.
"Tidak ada waktu untuk itu, di kelas kami Opel dan orang bernama Peter itu, mereka berdua berkelahi. " Kata Ardian sambil tersendat-sendat.
__ADS_1
"Apa !!!, Pembicaraan ini kita lanjutkan nanti saja Kirana sensei, untuk sekarang aku harus mengatasi murid murid ku dulu. " Kata niver sensei.
"Baiklah, (tetaplah bersabar niver sensei) " jawab Kirana sensei dalam hati.
Mereka berdua pun akhirnya kembali ke kelas ditemani oleh niver sensei, saat sampai di kelas mereka terkejut melihat Peter memojokkan Opel yang sepertinya kesakitan karena Peter di bantu oleh temannya yang memiliki kemampuan mengeluarkan ular, seketika itu niver sensei langsung memisah mereka.
"Sudah cukup, apa yang membuat kalian bertengkar, " kata niver sensei.
"Sebenarnya itu adalah masalah kecil yang di perbesarkan oleh dia karena tidak terima dia menyerang kak Opel. " Kata gicha sambil menunjuk Peter.
"Apa katamu !!!. " Kata Peter dengan marah.
"Peter !!, Apa itu benar ?. " Kata niver sensei.
"cukup, sekarang kembali ke tempat duduk kalian masing masing, " kata niver sensei.
"Sst, Peter, apa kamu ingin tahu siapa yang memanggil niver sensei dan mengganggu kesenanganmu ?, " Kata Rowi yang sedang membisiki Peter dari belakang.
"Katakan siapa, " kata Peter dengan marah.
"Dia, orang itu lah yang memanggil niver sensei. " Kata Rowi sambil menunjuk Ardian.
__ADS_1
"Cih, dia...... " Kata Peter melihat Ardian.
"Namanya adalah Ardian. " Kata Rowi sambil membisiki Peter dan melihat Ardian.
"Awas kau, Ardian............ " Kata Peter dengan marah dan ingin membalas dendam.
pada waktu istirahat, Peter mendatangi meja Ardian dan mengancamnya.
"kau, kau yang tadi memberitahu niver sensei kan ?. " kata Peter sambil menekam leher Ardian dengan erat.
"ya, memangnya kenapa, apa kau tidak senang karena perkelahian tadi di hentikan oleh niver sensei. " kata Ardian.
"Peter, apa-apaan kau ini, bukankah aku yang seharusnya kau incar, apa masalah mu dengan Ardian. " kata Opel sambil marah.
"diam kau !!, aku sudah selesai denganmu, sepulang dari sekolah aku akan memburu mu Ardian !!. " kata Peter dengan menggertak.
"terserah apa mau mu, aku sama sekali tidak takut denganmu. " kata Ardian sambil melepaskan tangan Peter dari lehernya.
setelah itu Ardian langsung pergi dari kelas.
"awas saja kau, Ardian." kata Peter dalam hati.
__ADS_1
"sepertinya rencanaku akan berhasil. " kata Rowi dalam hati sambil melihat Peter marah.
BERSAMBUNG.......