
Episode 127
"pedang, sejak kapan Ardian memilikinya. " ucap gerad yang terkejut saat melihatnya.
"apakah kau mengetahuinya, mbak ciria ?. " tanya grane kepada mbak ciria.
"tidak, sejujurnya aku baru pertama kali melihatnya, bagaimana dengan mu Nizar, apa kau pernah melihat pedang nya kakak mu itu ?. " tanya Mbak ciria kepada Nizar.
"ya, aku pernah melihatnya, itu adalah pedang yang selalu dibawa oleh raja api, tapi yang membuatku terkejut adalah bagaimana bisa pedang api ada di tangan kakak, padahal kudengar kakak sudah mengembalikan pedang itu kepada raja api setelah kakak menggunakannya untuk bertarung dengan kak saula. " kata Nizar yang mencoba mengingatnya.
"atau jangan-jangan Ardian diam-diam mencuri pedang itu. " ucap grane yang asal bicara.
"itu tidak mungkin, kakak ku tidak mungkin melakukan hal seperti itu, apalagi dia sangat menghormati Raja api. " kata Nizar langsung menjawab.
"kita samping kan dulu hal itu, untuk sekarang kita perlu memikirkan cara untuk bisa melepaskan tali ini. " kata mbak ciria.
sementara itu Ardian dan nurados sudah memulai beradu pedang........
"sepertinya kau masih pemula menggunakan pedang ya. " ucap nurados dengan sombong.
"cih, (naga tolong bantu aku, berikan sedikit kekuatan mu kepada ku lagi). " ucap Ardian didalam hatinya sambil berkonsentrasi.
"(kau terlalu naif, baiklah, mau bagaimana lagi). " ucap naga dari dalam.
lalu tiba-tiba saja saat masih beradu pedang tiba-tiba saja Ardian mengeluarkan aura kekuatan naga untuk kedua kalinya, dengan sontak nurados pun langsung melompat dan menjaga jarak dengan Ardian.
"cih, kekuatan itu lagi. " ucap nurados yang kesal.
"(aku tidak boleh menyia-nyiakan kekuatan ini, aku tidak bisa menahannya terlalu lama, kekuatan naga ini akan menghilang lagi jika sudah terlalu lama, aku harus cepat mengalahkannya sebelum kekuatan naga ini menghilang lagi dari tubuh ku). " kata Ardian didalam hatinya sambil berkonsentrasi dan berfikir.
"kekuatan naga itu keluar lagi. " ucap mizhura.
"bagaimana Ardian bisa melakukannya. " ucap mbak ciria didalam hatinya.
kemudian setelah berkonsentrasi, Ardian pun menarik nafas kemudian menghembuskan nya, lalu membuka kedua matanya dengan cepat bergerak ke arah nurados sambil mengayunkan pedangnya yang mengeluarkan api beberapa kali.
"sial, tiba-tiba serangannya itu sulit untuk ku tangkis, sebenarnya kekuatan apa yang dia miliki itu. " kata nurados yang kesulitan menangkis serangan Ardian.
__ADS_1
lalu nurados menjaga jarak lagi kemudian mengeluarkan kekuatan es nya dari jauh.
"peluru es !! " ucap nurados menggunakan kekuatan es nya kemudian dari tangannya mengeluarkan peluru es lalu mengarahkan nya ke arah Ardian.
"kecepatan api naga !!. " ucap Ardian yang juga mengeluarkan kekuatannya kemudian dengan cepat melaju ke arah nurados sambil menebas dan menangkis peluru es nya itu.
"tidak mungkin, dia bisa menghindari dan menangkis nya, kalah begitu bagaimana dengan ini, duri akar es !!. " kata nurados yang kemudian mengeluarkan kekuatan es nya yang berbeda.
"hempasan pedang berapi, terbakar lah !!. " teriak Ardian sambil menghempaskan pedangnya lalu dari mata pedangnya keluar api yang membakar duri akar es milik nurados itu.
"dia tidak bisa di hentikan, perisai balok es !!. " ucap nurados yang mulai ketakutan saat melihat Ardian yang sudah dekat kemudian ia membuat pertahanan balok es dengan tangannya yang menyilang.
"aku bisa melakukannya, pembelah api !!. " teriak Ardian sambil melompat kemudian mengayunkan pedangnya dengan teknik membelah ke arah perisai balok es yang dibuat oleh nurados itu.
dengan satu tebasan, Ardian pun mampu membelah perisai balok es itu kemudian hancur berkeping-keping dan api yang keluar dari pedang Ardian juga menyebar kemana-mana sehingga momen itu digunakan mbak ciria dan yang lainnya melepaskan ikatannya dengan api yang menyebar kemana-mana itu, nurados yang terhempas setelah menerima serangan pembelah Ardian pun terjatuh dan tidak kuat lagi untuk berdiri karena kehabisan tenaga, lalu pedang es yang dibawa oleh nurados juga ikut terhempas kemudian jatuh menancap di depan grane yang baru selesai melepaskan ikatan tali di tangannya seketika itu grane pun menarik pedang itu lalu membawanya, tepat di saat itu kekuatan naga yang ada didalam tubuh Ardian juga ikut menghilang, dengan perlahan-lahan Ardian pun menghampiri nurados yang tergeletak tak berdaya.
"huh, aku sudah kalah ya. " ucap nurados sambil tertawa kecil dan pasrah.
"beritahu aku, kemana muzen membawa Nina pergi ?. " tanya Ardian dengan ekspresi serius.
"apakah ini ancaman ?. " tanya balik nurados.
"ini ambilah. " ucap nurados sambil memberikan sesuatu kepada Ardian.
"apa ini, kompas ?. " tanya Ardian sambil melihat benda yang diberikannya itu seperti kompas.
"ya, tapi ini bukan kompas biasa, kompas ini adalah kompas khusus yang bisa melacak keberadaan muzen, ini akan sangat berguna untuk mu. " kata nurados.
"benarkah, terimakasih. " ucap Ardian dengan senang saat menerimanya.
"justru akulah yang harusnya berterimakasih. " ucap nurados sambil tersenyum kecil.
"huh, apa maksud mu ?. " tanya Ardian.
"lupakan saja, sekarang pergilah dan kalahkan iblis itu. " kata nurados mengalihkan pembicaraannya.
"baiklah, aku aku akan pergi. " ucap Ardian kemudian berlari mencari muzen dengan kompas itu.
__ADS_1
"apa yang sebenarnya kakak rencanakan ?. " tanya grane yang dari tadi mengamati pembicaraan nurados dan Ardian.
"hmp, hanya berurusan dengan iblis itu sampai dia mengetahui kedok ku atau waktunya terlah tiba. " kata nurados sambil tersenyum kecil.
"seperti biasa kau selalu melakukan hal yang gila dan bodoh tapi tidak ada yang bisa melarangnya bahkan ayah sekalipun. " kata grane dengan ekspresi tenang.
"sudah menjadi hobi ku memburu iblis yang ada di kota ini, tapi iblis kali ini benar-benar merepotkan, aku bahkan tidak bisa mengalahkannya, aku berharap anak itu bisa mengalahkan nya untuk ku karena dia bisa mengalahkan ku tadi. " kata nurados.
"jadi pertarungan tadi itu hanya untuk mengetes Ardian, begitu ?. " tanya grane.
"tepat sekali, apalagi kekuatannya sangat besar itu yang tiba-tiba muncul begitu saja, aku yakin dia bisa mengalahkan iblis kegelapan dengan kekuatannya itu. " kata nurados.
"sebenarnya itu adalah kekuatan naga. " ucap grane dengan ragu.
"naga. " ucap nurados.
"dia adalah seorang pengendali naga dan juga dai adalah cucu dari nenek zenah. " kata grane.
"apa, pengendali naga, cucu dari nenek zenah, apa kau serius ?. " tanya nurados yang sangat terkejut saat mendengarnya.
"ya. " jawab grane dengan ekspresi tenang.
"aku sudah mengerti sekarang, aku sudah mengerti, ternyata aku selama ini belum bisa mengalahkannya, baik guru ku kakek jelan maupun cucunya, aku tidak akan bisa mengalahkan tekad nya itu sampai kapanpun. " kata nurados dengan ekspresi senang.
"sekarang apakah kau akan memutuskan untuk berhenti memburu iblis dan pulang ke rumah ?. " tanya grane dengan ekspresi tenang.
"tidak, sampai kapanpun itu adalah hobi ku dan juga tekad ku sendiri, aku tidak akan berhenti memburu iblis tapi mungkin aku bisa pulang malam ini. " kata nurados sambil tersenyum.
"dasar kakak ini tidak pernah berubah. " ucap grane melihatnya kemudian memejamkan matanya dengan ekspresi tenang.
"oh ya, pedang itu untuk mu saja, anggap saja itu sebagai hadiah dari ku. " kata nurados kemudian mencoba berdiri.
"tapi bukankah pedang ini kau menggunakannya untuk bertarung dan memburu iblis ?. " tanya grane.
"aku bisa melakukannya dengan tangan kosong, jangan meremehkan penyamaran ku, kau ingat. " kata nurados
"ya, ya. " ucap grane sambil tersenyum kecil.
__ADS_1
mbak ciria dan lainnya yang memperhatikan percakapan mereka berdua menjadi terbaru dan lega.
BERSAMBUNG..........