
Episode 147
"apakah raja api sudah mengetahuinya ya. " ucap Ardian didalam hatinya yang merasa panik.
"Ardian, bagaimana dengan naga yang ada didalam tubuh mu itu ?. " tanya raja Api dengan ekspresi serius.
"sekarang aku sudah bisa mengendalikan naga yang ada didalam tubuh ku ini, ada banyak hal yang terjadi di sana, aku juga mengetahui penyebab kenapa para naga membenci manusia, itu karena ulah dari iblis. " jawab Ardian yang menjelaskan nya dengan singkat.
"iblis. " ucap raja api sambil berfikir dengan ekspresi serius.
"aku sudah membongkar kejadian 5 tahun yang lalu di kota lesar, semua itu disebabkan oleh iblis yang mempengaruhi para naga agar menghancurkan kota. " kata Ardian.
"aku akan percaya kepada mu jika yang melakukan semua itu adalah iblis. " kata raja api sambil memejamkan mata nya.
"huh. " ucap Ardian yang terkejut mendengar perkataan raja api yang langsung percaya dengan cerita nya itu.
"hanya iblis yang mempunyai kekuatan seperti itu, aku sangat tahu betul kekuatan nya itu karena dulu aku pernah ikut perang saat hokarage ke empat masih hidup, di peperangan itu hokarage ke empat juga bilang jika perang itu adalah ulah dari iblis yang mengadu domba negara negara besar serta beberapa wilayah di negara stolama ini. " kata raja api dengan ekspresi serius.
"raja api, kau pernah bercerita tentang hokarage ke empat saat di danau kan, sebenarnya aku masih penasaran dengan hokarage ke empat itu. " kata Ardian.
"dia itu benar-benar orang yang hebat, tekadnya yang mewarisi hokarage ke dua itu membuat seluruh daerah di kota zenai dan sekitarnya bersatu untuk melawan penjajah di negara negara sekitar, sangat kebetulan kalau dia juga seorang pengendali naga seperti mu. " kata raja Api sambil tersenyum saat bercerita tentang hokarage ke empat.
"huh. " ucap Ardian yang terkejut saat mendengar perkataan raja api yang terakhir itu.
"naga yang dia kendalikan itu adalah naga langit, itulah yang dia katakan, kekuatan naga itu sangat besar, jika sudah dalam keadaan terdesak biasanya hokarage keempat akan mengeluarkan naga yang ada di dalam tubuhnya itu untuk bertarung bersama. " kata raja api.
"huh, bagaimana bisa hokarage ke empat bisa mengeluarkan naga yang ada didalam tubuhnya semudah itu, jika beliau masih ada mungkin aku akan meminta nya untuk melatih ku. " kata Ardian didalam hatinya.
"satu hal lagi yang ingin aku bicarakan, Ardian, besok sore datanglah ke hutan saka, aku akan mengawasi latihan mu. " kata raja api dengan ekspresi serius sebelum dia memutuskan untuk pergi kembali ke kerajaan.
"baik, (raja api akan mengawasi latihan ku langsung, apakah aku sedang bermimpi). " kata Ardian didalam hatinya dengan bersemangat.
kemudian setelah itu pembicaraan mereka pun selesai, Ardian pun kembali ke rumah dan pergi ke kamarnya lalu berbaring dengan kelelahan.
"aku masih penasaran, siapa sebenarnya hokarage ke empat itu. " kata Ardian didalam hatinya sambil berbaring di kasur.
lalu keesokan harinya.......
"Nizar, bangunlah, hari ini kita akan pergi ke sekolah Ninja. " kata Ardian saat membangunkan Nizar.
"aku tahu. biarkan aku tidur sebentar. " ucap Nizar yang masih berbaring di kasur nya.
"dasar, terserah kau saja. " ucap Ardian kemudian menutup pintu kamar Nizar.
__ADS_1
setelah itu Ardian pun mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah Ninja.
"paman, apakah defa masih tidur ?. " tanya Ardian saat makan.
"ya, biarkan saja dia tidur, aku akan mendaftarkan nya nanti. " jawab paman Yazerd dengan tenang.
"kalo begitu aku berangkat dulu paman. " kata Ardian.
"kakak, tunggu. " ucap Nizar yang menyusul kakaknya yang sudah di depan rumah.
"hati-hati. " ucap paman Yazerd dengan pelan.
lalu sesampainya di sekolahan...........
"walaupun hanya 1 bulan pergi, aku sangat rindu dengan sekolah Ninja ini, aku tidak sabar melihat wajah mereka semua di kelas. " kata Ardian Ardian dengan bersemangat sambil memandangi gedung sekolah Ninja itu.
"benarkah, menurutku biasa biasa saja. " kata Nizar yang tidak bersemangat dan masih menguap.
lalu setelah itu mereka berdua pun mencari kelas mereka dan sekarang mereka sudah berada di semester ke 2 sebelum naik ke kelas elite, ujian mereka akan diadakan 6 bulan dari sekarang tapi perang dimulai 3 bulan dari sekarang, waktu mereka tidak lah banyak, mereka harus berlatih dan terus berlatih agar menjadi lebih kuat dari sebelumnya untuk bisa bertahan dan menang saat perang nanti, lalu saat Ardian sudah berada di depan kelas.......
"semuanya, lihatlah itu Ardian dan Nizar. " kata Pingo yang pertama melihatnya.
"ya, mereka berdua sudah kembali. " kata mican.
"halo semuanya. " ucap Ardian yang menyapa mereka semua.
"huh, aku memang baik-baik saja, memangnya kenapa ? " tanya Ardian yang bingung saat mendengar perkataan Alan.
"tidak, lupakan saja. " jawab Alan yang tidak ingin membahas mengenai perpisahannya dengan Nina sebelum nya.
"seperti bisa kau sangat terkenal ya, Ardian. " kata legis yang duduk di bangku nya dengan tenang.
"aku tidak ingin mendengar itu darimu. " ucap Ardian yang berusaha menutupi nya.
setelah itu mereka pun saling berbicara di kelas sampai Niver sensei datang kedalam kelas mereka.
"oh, kau sudah kembali ya, Ardian, Nizar. " kata Niver sensei yang sedikit terkejut saat melihat mereka berdua.
"Niver sensei !!. " ucap opel yang panik langsung kembali ke tempat duduknya.
setelah itu mereka semua langsung duduk di bangku masing-masing setelah Niver sensei masuk kedalam kelas.
"sudah kuduga kelas akan berisik saat kalian berdua datang. " kata Niver sensei menghela nafas nya.
__ADS_1
"maaf sensei. " ucap Ardian.
"sebelum pelajaran dimulai, sensei akan memberitahukan kepada kalian pengumuman penting, kalian pasti sudah mendengar kan kalau dalam 3 bulan dari sekarang kita akan bertahan dari peperangan yang dilakukan oleh kota bintang, untuk itu kalian akan meningkatkan kemampuan bertarung kalian untuk perang yang akan datang. " kata Niver sensei.
"sensei, apakah latihan kita selama ini masih belum cukup ?. " tanya Rega.
"ya, sepertinya begitu, karena itulah Minggu depan kita akan pergi berlatih di kota sonase untuk meningkatkan pengalaman kalian di sana. " kata Niver sensei dengan bersemangat.
"kota sonase. " ucap opel yang terkejut saat mendengarnya.
"sensei, bukankah kota sonase itu di pimpin oleh raja petir ?. " tanya veysa.
"ya, itu benar, raja petir sendiri yang akan memandu kita nanti. " jawab Niver sensei.
"raja petir. " ucap Nizar yang penasaran dengan pelan.
"baiklah, kita akan memutuskan siapa yang akan menjadi ketua di perjalanan nanti. " kata Niver sensei.
"sensei, aku mengusulkan Alan untuk menjadi ketua perjalanan. " kata Ardian mengangkat tangan nya.
"tunggu, Ardian. " ucap Alan yang terkejut saat mendengarnya.
"ya, aku setuju Alan menjadi ketua perjalanan kita. " kata legis.
"aku juga setuju. " ucap veysa.
"setuju. " ucap seluruh kelas yang menyetujui nya.
"kenapa kalian memutuskan seenaknya begitu. " kata Alan.
"aku mendukungmu, ketua. " ucap Ardian sambil memberikan jempolnya ke arah Alan.
"hmp, kalau begitu apa boleh buat, kalian semua harus mengikuti perintah ku, mengerti. " kata Alan yang hanya pasrah menjadi ketua.
"baik, ketua. " ucap seluruh kelas.
"hey, yang terkahir itu aku hanya bercanda lho. " kata Alan.
semuanya pun tertawa saat mendengar perkataan Alan.
"sepertinya tidak ada masalah dengan ini. " ucap Niver sensei didalam hatinya sambil tersenyum melihat murid-muridnya itu.
lalu dari atas pohon dekat dengan kelas Niver sensei, nyoren yang memata-matai mereka.....
__ADS_1
"hmp, kota sonase ya. " ucap nyoren sambil tersenyum kecil dengan ekspresi tenang sambil memata-matai mereka dari atas pohon.
BERSAMBUNG..........