
Episode 241
setelah sure si penyu raksasa itu dikalahkan, ukuran tubuhnya pun menyusut dan menjadi penyu biasa pada umumnya, stalker pun mengamankan penyu itu dan menaruhnya di sebuah kotak, saat hujan turun semuanya pun kembali ke hotel dan mandi di pemandian air panas yang sudah disediakan tempatnya.
di pemandian air panas laki-laki............
"huh, untung saja penyu raksasa itu dikalahkan, kalau tidak liburan kita akan selesai besok pagi. " kata Opel yang merasa lega.
"kita masih punya waktu 3 hari disini yah. " kata Pingo yang terlihat senang.
"rasanya ingin lebih lama disini ya. " kata Nizar.
"hey, Ardian, kemari lah bergabung bersama kami. " kata Legis yang melihatnya hanya duduk dipinggiran lalu mencoba mengajaknya bergabung dalam pembicaraan mereka.
"aku baik-baik saja. " kata Ardian yang terlihat sedikit pucat saat kembali setelah berhasil mengalahkan sure si penyu raksasa.
"ada apa dengan Ardian ya, jelas sekali dia terlihat murung sejak kembali dari pantai. " kata Opel yang heran.
Nizar yang mendengar itu pun memikirkan sesuatu dengan ekspresi serius.
Ardian yang hanya duduk membasahi kaki sambil memikirkan sesuatu............
"(kenapa sure si penyu raksasa itu terlihat tidak asing saat melihat ku, aku juga penasaran siapa yang dipanggilnya tuan, apakah ini semua ada hubungannya dengan jubah hitam). " kata Ardian didalam hatinya yang mencoba untuk mencaritahu kebenarannya.
"Ardian, kau pasti masih memikirkan soal penyu raksasa itu kan. " kata Zela yang menghampirinya.
"sepertinya penyu raksasa itu adalah ulah dari seseorang. " kata Ardian.
"aku pikir juga begitu, ada pelaku utama yang mengawasi pergerakan kita. " kata Zela.
"sepertinya kau baik-baik saja ya, Ardian. " kata Stalker yang menghampirinya saat masuk kedalam pemandian air panas.
"kak stalker, bagaimana dengan luka mu ?. " tanya Ardian yang masih mengkhawatirkannya.
__ADS_1
"kau tidak perlu khawatir ini hanyalah luka biasa, lihatlah, ini akan sembuh tidak lama. " kata Stalker memperlihatkan luka tusuk di belakang tubuhnya yang sudah dibersihkan dan di perban.
"kalau saja aku....... " kata Ardian yang menundukkan kepalanya dengan ekspresi kesal.
"Ardian, dengarkan aku, dulu sejak aku memutuskan menjadi seorang ninja aku sudah bersumpah kepada diriku sendiri akan menerima segala kemungkinan resiko dalam misi, sepuluh tahun yang lalu saat aku masih seusia dirimu dan perang masih terus terjadi, aku pernah berusaha sendirian bertahan hidup dalam misi rahasia, tentu saja misi itu mempertaruhkan nyawa, rekan-rekan ku juga banyak yang terbunuh satu persatu, saat aku hampir menyerah di tengah-tengah Medan perang bersimbah darah, tidak bisa bergerak dan putus asa disaat itulah orang-orang yang pernah ku selamatkan, orang-orang yang ku anggap teman di mana saja dan bahkan orang yang sangat dekat dengan ku menyandarkan ku kalau hidup itu seperti sebuah pilihan, jika waktu itu aku menyerah dengan hidupku, aku pasti tidak akan bertemu dengan mu dan tidak akan melihat generasi kalian, sekarang pun aku masih bersyukur karena masih bisa hidup. " kata Stalker yang bercerita panjang lebar.
Sementara itu di pemandian air panas para gadis, Helen juga menceritakan cerita yang sama seperti stalker mengenai kejadian di waktu perang itu tapi sedikit berbeda dengan versi nya.............
"di waktu itu aku sangat senang dan bersyukur saat stalker memarahiku, aku pernah berfikir kalau aku hanyalah beban disampingnya, tapi dia tidak berfikir seperti itu, dia selalu tersenyum kepada ku, karena kebaikannya itulah aku menjadi emosional dan bertanya kepadanya apakah aku hanya menjadi beban untuknya, aku juga memintanya untuk jujur, tapi dia berkata.....("jangan berfikiran seperti itu, aku tidak pernah berkata ataupun merasa kau ini beban, justru sebaliknya, aku merasa senang saat kau bersamaku...")..... itulah yang dia katakan, walaupun aku sering kali tidak mendengarkannya dan selalu berdebat karena berbeda pendapat, dia selalu berada di samping ku, kurasa itulah yang membuatku menjadi diriku yang sekarang, aku sangat berhutang budi kepadanya, walaupun aku meninggalkan kota pun dia tidak mencegah ku, dia hanya bilang tentukan lah jalan mu sendiri jika kau membutuhkan bantuan temui lah aku. " kata Helen yang juga menceritakan masa lalunya.
"kenapa mbak Helen meninggalkan kota ?. " tanya gicha yang penasaran.
"aku ingin menambah wawasan ku, dunia ini sangatlah luas, tidak tahu apakah apakah ada batasannya ataukah hanya berputar-putar, alasan yang paling utama aku berada disini adalah karena Stalker yang mengusulkannya, aku ingin terus bertambah kuat agar tidak menjadi beban siapapun itu adalah tujuan ku. " jawab Helen sambil tersenyum.
di pemandian air panas laki-laki, Stalker yang melanjutkan ceritanya..........
"ternyata Mbak Helen berfikiran luas ya. " kata Zela yang kagum saat stalker bercerita tentang Helen.
"walaupun dia cepat marah dan mudah tersinggung, aku sangat menyukai kepribadiannya itu, saat aku pertama kali bertemu dengannya aku berfikir dia adalah orang yang menarik, aku juga terkadang suka menjahilinya, dia lucu juga saat marah. " kata kak Stalker yang tertawa kecil saat menceritakan pertemuannya dengan Helen pertama kali.
"pertama kali aku bertemu dengannya di gerbang kota zenai, dia membuatku kesal dengan tingkahnya, dia juga seringkali membuat ku marah, aku juga terkadang kasar menanggapinya, walaupun begitu aku merasa heran kenapa dia tidak membenciku, saat melihatnya aku terkadang juga merasa senang, entah kenapa aku menjadi sudah terbiasa dengan kelakuannya. " kata Helen sambil tersenyum kecil saat mengingatnya.
"mbak Helen, apakah kau menyukai kak Stalker ?. " tanya veysa yang langsung tiba-tiba.
"aa..,aapa, apa yang kau katakan, itu tidak.... " kata Helen yang langsung tergagap dengan wajah memerah mendengar pertanyaan itu.
"oh tidak ya. " kata veysa.
"aku tidak membencinya sih. " kata Helen yang wajahnya masih memerah.
"kalau begitu suka ?. " tanya veysa dengan ekspresi datar.
"kalau aku bilang kau tidak akan memberitahu stalker kan. " jawab Helen dengan tegas.
__ADS_1
"tenang saja, aku pandai menyimpan rahasia. " kata veysa.
"mbak Helen benar-benar tidak bisa jujur dengan perasaannya sendiri ya. " kata Mauli.
"hehehe, kelihatannya sulit juga. " kata zifi.
"tidak jujur dengan perasaan sendiri, begitu ya. " kata Zahra didalam hatinya saat mendengar mauli dan melihat Helen.
setelah mereka selesai berendam di pemandian air panas, mereka pun diizinkan berada di satu ruangan sebelum pukul 8 malam.
"hey semuanya, apa yang akan kita lakukan besok ?. " tanya Opel yang semangat sekali membahas kegiatan liburannya.
"tentu saja ke pantai, benarkan semuanya. " kata Pingo yang mengeluarkan aura gelap saat melihat ke arah para gadis.
"mencurigakan. " gumam para gadis yang menatapnya dengan tatapan sinis.
"bukankah besok kita akan pergi ke kerajaan kota Ombak. " kata Legis.
"huh, benarkah. " kata Opel yang sedikit terkejut.
"ya, kebetulan sekali raja Lautan sudah kembali, kita akan menemuinya besok. " kata Legis.
"cihh. " Pingo yang memojok kecewa.
"raja lautan ya, kira-kira seperti apa ya orangnya. " kata Ardian.
"yah, kita lihat saja besok. " kata Legis sambil tersenyum.
selang waktu lama mereka pun mengakhiri pembicaraan dan kembali keruangan mereka masing-masing.
sementara itu di kerajaan kota Ombak yang berada di sebuah pulau agak kejauhan..........
"ini laporan mengenai penyu raksasa yang telah dikalahkan. " kata Helen yang membuat laporan langsung.
__ADS_1
"anak-anak itu kelihatannya menarik, aku tidak sabar untuk bertemu dengan mereka besok. " kata raja Lautan yang duduk di singgasananya sambil membaca laporan itu dengan tersenyum kecil.
BERSAMBUNG..............