
Episode 148
di sebuah gua tempat persembunyian markas iblis api, nyoren yang baru saja masuk memberitahukan informasi yang dimiliki nya kepada iblis raja.
"oh, nyoren, kau sudah kembali ya. " ucap iblis api yang menyambutnya sambil melihat penelitiannya itu.
"apa itu ?. " tanya nyoren yang penasaran saat melihat penelitiannya itu.
"ini adalah penelitian ku yang berharga, didalamnya ada sebuah batu yang hampir mirip dengan enamble, aku akan menggunakannya saat perang nanti, seiring lama batu ini dibiarkan disini maka semakin besar kekuatan yang ada didalam batu ini keluar. " jawab iblis api yang menjelaskannya.
"maaf, tapi aku tidak tertarik dengan itu, selama aku sudah memiliki kedua belas bintang jatuh ini, aku akan meratakan kota lesar dengan tangan ku sendiri. " kata nyoren sambil melihat tangan kanannya yang terdapat tanda bintang yang sudah sempurna.
"hmp, terserah kau saja, jadi apakah kau mendapatkan informasi yang berguna ?. " tanya iblis api sambil tersenyum kecil.
"ya, sepertinya mereka akan melakukan perjalanan ke kota sonase untuk mencari pengalaman sekaligus berlatih di sana, mereka akan di pandu langsung oleh raja petir. " jawab nyoren dengan tenang.
"informasi yang bagus nyoren, aku juga berniat akan ke sana untuk mengambil pedang petir itu, karena sekarang pedang itu ada di sebuah museum yang tidak terlalu ketat penjaga nya, bersiaplah semuanya, kita akan membuat kekacauan besar di kota sonase. " kata iblis api dengan bersemangat.
"cih, merepotkan. " ucap jaylain didalam hatinya dengan tenang yang dari tadi hanya berdiri bersender di dinding.
lalu saat di sore hari Ardian yang berjalan hendak pergi ke hutan yang dekat dengan kerajaan untuk dilatih oleh raja api langsung.......
"Minggu depan ke kota sonase ya, mungkin tidak ada salahnya pergi ke sana. " kata Ardian didalam hatinya sambil terus berjalan ke arah hutan yang ada di dekat kerajaan
__ADS_1
lalu sesampainya di hutan yang dimaksud oleh raja api kemarin.......
"dimana ya raja api, apakah dia masih sibuk. " kata Ardian didalam hatinya sambil mencari raja api di sekitar hutan itu.
"yo, Ardian. " ucap raja api yang memanggilnya yang tidak jauh dari situ.
"raja api, anda sudah lama menunggu ya ?. " tanya Ardian saat menghampirinya dan sampai didepan nya.
"tidak, aku juga baru sampai, aku melihat mu dari atas balkon kerajaan karena itu aku langsung menghampiri mu. " jawab raja api.
"pertama, latihan apa yang akan aku lakukan di hari ini, raja api ?. " tanya Ardian dengan bersemangat.
"semangat yang bagus Ardian, latihan pertama ini, coba serang lah aku. " jawab raja api dengan tenang.
"huh, anda bercanda kan ?. " tanya Ardian yang terkejut saat mendengarkan jawaban raja api itu.
"raja api sangat menakutkan saat dalam mode serius nya, apakah aku bisa melawannya. " kata Ardian didalam hatinya sambil memperhatikan raja api.
"jangan bengong saja, coba hindari ini Ardian, sambaran api Phoenix !!. " ucap raja api mengayunkan pedangnya dari kejauhan hingga membentuk burung Phoenix yang mengarah ke arah Ardian.
"jangan hanya diam disitu, Ardian, apakah kau lupa jika didalam tubuh mu ini ada seekor naga api yang memiliki kekuatan besar, aku akan menyalurkan kekuatan ku padamu, gunakanlah untuk melawan raja api. " kata naga api yang ada didalam tubuh Ardian berbicara lewat alam bawah sadar nya.
"benar juga, sekarang aku adalah seorang pengendali naga yang sempurna, aku tidak boleh takut ataupun ragu saat melawan orang yang lebih kuat, aku ingin bertambah kuat dan menjadi kuat agar bisa menyatukan dunia, karena itu aku akan bertarung !!. " teriak Ardian dengan berapi-api setelah serangan Phoenix itu mengenai tubuh Ardian.
__ADS_1
"hmp, begitu ya, aku sangat suka semangat dan tekad mu itu, tapi apakah kau bisa menghindari serangan ku yang satu ini, Ardian, laser api !!. " kata raja api sambil tersenyum kecil lalu mengarahkan tangan kanannya ke arah Ardian dan dari telapak tangannya itu mengeluarkan sebuah laser api.
aku tidak akan mengindari nya, aku akan menangkisnya. " kata Ardian dengan ekspresi serius sambil melihat laser api yang menuju ke arah nya itu.
"huh, kau akan menangkisnya dengan apa, kau tidak mempunyai sebuah senjata kan. " kata raja api yang terkejut saat mendengar perkataan Ardian itu.
"tidak, anda salah, sekarang aku sudah mempunyai sebuah senjata. " kata Ardian sambil berkonsentrasi lalu mengeluarkan pedang api nya dari kobaran api yang tiba-tiba saja berkobar di tangan kanannya itu.
"bagaimana bisa dia memegang pedang api itu, padahal sekarang aku juga memegang nya, sebenarnya apa yang terjadi. " kata raja api yang terkejut saat melihat pedang yang dikeluarkan oleh Ardian kemudian ia menoleh ke arah pedang api yang ada ditangannya itu dengan terheran-heran dan tidak percaya apa yang di lihatnya.
lalu Ardian pun berhasil menangkis serangan laser api itu dengan pedang nya dan sedikit bantuan dari kekuatan naga api yang ada didalam tubuhnya itu.
"raja api, kau pasti sangat terkejut kan, aku tidak mempunyai niat untuk mencuri pedang ini, tapi pedang ini keluar dengan sendirinya saat aku sedang terpojok waktu aku ada di kota lesar, sejak saat itu aku pun belajar untuk bisa mengeluarkan pedang api ini tanpa kehilangan kesadaran ku atau pun mengeluarkan nya saat aku terpojok, akhirnya aku bisa memunculkan pedang ini dengan berkonsentrasi dan merasakan hawa panas nya didalam tubuh ku, seharunya aku tidak menyentuh pedang ini sebelumnya, ini aku kembalikan kepada mu, raja api. " kata Ardian sambil melihat pedang api yang ada di genggaman tangan nya itu dan hendak memberikan nya kembali kepada raja api.
"hmp, akhirnya aku sudah menemukan orang yang bisa menjadi pewaris pedang api ini. " kata raja api sambil tersenyum senang.
"huh, raja api. " ucap Ardian yang terkejut saat melihat ekspresi raja api.
"*Ar*dian, pedang ini bukanlah pedang biasa, pedang ini mempunyai naluri sendiri untuk mencari orang yang dipilihnya, orang yang berhati baik, selalu bersemangat, dan tidak mudah menyerah, itulah yang diinginkan oleh pedang api, waktu itu aku sangat khawatir mengenai siapa yang akan menjadi pewaris pedang ini karena umur ku sudah tidak lama lagi, aku tidak ingin pedang api ini jatuh ke tangan orang yang salah seperti iblis api. " kata raja api menjelaskan nya dengan panjang lebar.
"jadi karena itu anda waktu itu saat iblis api menyusup kedalam kerajaan..... " kata Ardian yang menyadari sesuatu di kejadian waktu itu (penyergapan)
"ya, aku tidak akan menyerahkan pedang api ini kepada orang seperti dia, walaupun nyawa ku taruhan nya, inilah yang harus aku jalani sebagai murid dari hokarage ke empat. " kata raja api dengan ekspresi serius.
__ADS_1
Ardian yang melihatnya pun merasa tenang dan terharu, lalu seketika itu pedang api nya juga ikut menghilang menjadi gumpalan kobaran api.
BERSAMBUNG..........