
Episode 252
2 hari sebelum raja tanah menyerang..........
"ayah, apakah kita bisa menghadapi raja tanah dengan kondisi saat ini ?. " tanya Legis yang khawatir.
"entahlah, tapi bagaimana pun keadaannya kita harus tetap menghadapinya, Legis, pimpin lah teman-teman mu untuk siap berperang. " kata raja api yang tampak resah.
"kita tidak mempunyai pilihan lain ya. " gumam Legis sambil menghela nafas dan memejamkan matanya.
di lain tempat kota zenai, kedua ninja wanita pembunuh yang masih mencari target nya.........
"kemana selanjutnya kita mencari ?. " tanya Yana yang mempunyai peta kota zenai.
"hmm, mungkin kita harus mencari nya lebih teliti disini. " kata fuka yang menunjuk ke arah lokasi peta itu.
tanpa mereka berdua sadari, Ardian yang lewat di belakangnya dengan ekspresi serius sedang menuju ke laboratorium.
"huh, rasanya aku tadi melihatnya. " kata fuka yang menengok ke sekelilingnya saat sekilas melihat wajah Ardian.
"fuka, ada apa ?. " tanya Yana yang terheran-heran melihat reaksi fuka.
"tidak, tidak ada apa-apa, (mungkin saja aku salah lihat). " kata fuka.
"huh........ " Yana yang merasa kehadiran lain di sekitarnya.
"fuka, orang itu bukankah salah satu penjaga pos di perbatasan. " kata fuka yang melihatnya seperti sedang mencari seseorang.
"lebih baik kita segera pergi dari sini sebelum dia menemukan kita. " ujar Yana.
"ya, kau benar. " fuka yang langsung bergegas pergi dari tempat itu dengan Yana.
sementara itu Ardian yang datang ke laboratorium kota..........
"Ardian, lama tidak bertemu, bagaimana kabar mu ?. " tanya Professor nemasis yang menyapanya saat melihat.
"sejujurnya tidak terlalu baik. " jawab Ardian yang tidak pasti.
"apakah ada sesuatu yang terjadi ?. " tanya Professor nemasis yang siap mendengarkan masalahnya.
"banyak hal yang terjadi, aku kesini untuk meminta sesuatu dari Professor. " pinta Ardian dengan ekspresi serius.
"kalau begitu ikuti aku. " kata Professor nemasis yang memandu Ardian untuk masuk ke ruangan pribadi nya.
setelah sampai di ruangan pribadi, Ardian pun duduk dan membicarakan permintaannya itu.
"apa yang ingin kau minta dariku ? " tanya Professor nemasis.
"ini mengenai otobot, apa...... " kata Ardian yang tiba-tiba saja langsung dipotong oleh Professor nemasis.
__ADS_1
"pembaruan kan. " kata Professor nemasis sambil tersenyum kecil.
"ya. " ucap Ardian yang terkejut mendengarnya bisa menebak apa yang ingin dikatakannya.
"sebenarnya aku sudah mengembangkan pembaruan terbaru, otobot versi tiga. " kata Professor nemasis.
"hebat sekali, kapan Professor mengembangkan nya ?. " tanya Ardian yang kagum dan terheran-heran.
"tepat setelah perang dengan kota bintang, aku berhasil menyelesaikannya, maaf ya, aku tidak mempunyai waktu untuk memberitahu mu secara langsung. " jawab Professor nemasis.
"tidak apa-apa, aku tahu Professor sibuk, lain kali biar aku saja kapan-kapan datang ke sini. " kata Ardian.
"tolong ya, karena bagiku kau adalah sampel penelitian yang berharga. " kata Professor nemasis sambil tertawa.
"kau membuatku takut Professor. " kata Ardian.
"Ardian, perlu kau tahu, saat ini hanya kau yang bisa menggunakan otobot dengan sempurna, aku tidak tahu apa dampaknya jika seseorang selain kau memakainya, aku pernah melakukan uji coba langsung dengan kacamata otobot itu, tapi otobot itu menolak ku dengan alasan tidak cocok dengan pemakainya. " kata Professor nemasis yang pernah memakai nya sendiri.
"itu benar, anda memang yang membuat sistem ku, tapi anda juga membuat sistem penangkal lain agar seseorang yang lebih cocok memakainya. " kata kacamata otobot yang dipakai Ardian.
"jika sudah tahu itu kenapa Professor mencoba nya sendiri ?. " tanya Ardian.
"hanya mengetes keamanannya saja. " jawab Professor nemasis.
"begitu ya. " ucap Ardian.
"pinjam otobot itu kepada ku sebentar. " Professor nemasis yang hendak memperbaruinya.
"Ardian, untuk sementara pakailah kacamata minus ini, pembaruan otobot akan selesai besok, jadi untuk hari ini kau bisa pulang. " kata Professor nemasis.
"baiklah, terimakasih banyak Professor. " ucap Ardian kemudian langsung pergi.
"seharusnya aku yang berterimakasih, kau sudah banyak membantu penelitian ku, Ardian. " gumam Professor nemasis kemudian melanjutkan pekerjaannya.
di sore hari, setelah Ardian menghabiskan waktu di laboratorium untuk mencoba beberapa penelitian Professor nemasis, ia kebetulan bertemu dengan Venar kenalannya saat berada di pasukan garen sebelumnya di jalan saat hendak pulang.
"huh, kak Venar...... " Ardian yang berhenti sejenak saat melihat Venar seperti sedang mencari seseorang.
"oh, kau kalau tidak salah Ardian ya, kebetulan sekali, sejak kejadian itu aku minta maaf ya karena terlalu meremehkan mu, sekarang aku menyadari jika kau itu kuat, mungkin saja lebih kuat dariku. " kata Venar yang teringat dirinya saat berada di pasukan garen.
"itu tidak benar, aku ini masih belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kak Venar yang selalu menjaga keamanan kota zenai.
"hahahaha, kau ini sangat menarik ya, sebagai wujud terimakasih ku kepada mu yang waktu itu, aku akan mentraktir kan mu makanan. " kata Venar.
"tidak perlu repot-repot, aku........ " kata Ardian yang langsung dipotong oleh Venar.
"sudahlah ikut saja. " kata Venar yang tidak lama langsung menggotong Ardian dan menuju ke tempat makan terdekat.
sesampainya di salah satu tempat makan yang direkomendasi oleh Venar, terlihat kedua ninja wanita pembunuh kebetulan juga ada di situ sedang mengisi perut mereka.
__ADS_1
"permisi, kami ingin memesan makanan istimewa seperti biasa, berikan juga kepada anak muda ini menu yang sama. " kata Venar yang terlihat sudah pernah makan di tempat itu.
"baiklah. " kata pemilik tempat makan itu yang menerima pesanan mereka.
"kak Venar, sudah kubilang tidak perlu repot-repot untuk........ " kata Ardian yang langsung dipotong oleh Venar untuk kedua kalinya.
"sudahlah, sudahlah, tidak perlu sungkan-sungkan, pesan saja yang kau inginkan. " kata Venar dengan bersemangat.
"(tolong dengarkan aku). " kata Ardian didalam hatinya yang terpaksa memesan makanan yang sudah ditawarkan oleh Venar.
disisi lain tempat duduk makan itu, fuka yang menyadari dan melihat targetnya sedang makan di satu tempat makan yang sama.
"akhirnya ketemu. " kata fuka yang sudah menyiapkan belati di bawah kakinya dengan ekspresi ingin membunuh.
"tenanglah, fuka, untuk sementara kita pantau target nya, kita tidak boleh gegabah, lihatlah siapa yang bersama nya itu. " kata Yana yang mencoba menenangkannya.
"cih, padahal aku ingin menyelesaikan misi ini secepat mungkin. " kata fuka dengan ekspresi kesal sambil menahan nafsu membunuhnya itu.
"(begitu ya, jadi mereka berdua itu mengincar Ardian). " kata Venar didalam hatinya yang juga menyadari keberadaan kedua wanita itu ha b terus memantau ke arahnya.
lalu setelah Ardian dan Venar keluar dari tempat makan dengan perut kenyang...........
"(kenyang sekali). " kata Ardian didalam hatinya sambil menyentuh perutnya.
"Ardian, bisa temani aku sebentar. " kata Venar dengan ekspresi serius setelah keluar dari tempat makan itu.
"boleh saja. " kata Ardian yang terheran-heran melihat ekspresi Venar yang tiba-tiba saja berubah.
lalu Venar pun jalan-jalan di perumahan yang sepi dan masih memasang ekspresi serius.
"huh, kita mau kemana ?. " tanya Ardian yang melihat sekelilingnya sepi.
"Ardian, maaf membuatmu menjadi umpan. " kata Venar yang tiba-tiba saja menghentikan langkah kakinya.
melihat itu Ardian pun semakin penasaran dan merasakan seperti ada bahaya lain yang mendekatinya.
"keluar !!, aku tahu kalian berdua mengincar anak ini. " kata Venar dengan lantang.
setelah mendengar itu kedua ninja wanita pembunuh itupun keluar dari persembunyiannya dan menunjukkan diri mereka.
"bagaimana dia bisa menyadarinya. " kata Yana dengan pelan.
"kau sengaja memancing kami kesini ya. " kata fuka dengan hawa membunuh yang kuat.
"hmp, sudah kuduga kalian berdua itu terlalu mencurigakan untuk masuk ke daerah kota zenai semudah itu. " kata Venar sambil tersenyum kecil berbalik melihat mereka berdua.
"(huh, apa yang sebenarnya terjadi). " kata Ardian didalam hatinya yang kepalanya Lang Lang penuh dengan pertanyaan.
di sisi lain tempat itu, Zela dan jaylain yang tidak jauh dari situ, terlihat seperti sedang hendak membicarakan sesuatu secara pribadi.
__ADS_1
"apa yang ingin kau bicarakan dengan ku, jaylain ?. " tanya Zela dengan ekspresi serius.
BERSAMBUNG...............