
Episode 168
"naga api, tenanglah, (percuma, dia sudah tidak mendengarkan ku). " kata Ardian yang berusaha menenangkan nya tapi naga api tidak menghiraukannya.
lalu tiba-tiba saja kekuatan penghubung didalam tubuh Ardian perlahan-lahan mulai menghilang karena naga api sudah tidak ada didalam tubuhnya.
"gawat, kekuatan penghubung nya mulai hilang. " kata Ardian didalam hatinya yang kemudian terjatuh dari langit setelah kekuatan penghubung nya sudah sepenuhnya menghilang.
saat Ardian akan terjatuh tepat di bukit terdekat, beruntung gacha menangkap Ardian dengan tangan bayangannya sehingga Ardian tidak jadi jatuh dari ketinggian dan menghantam tanah dengan keras, kemudian setelah menangkapnya, gacha pun turun dari pohon dan mendekati Ardian.
"terimakasih gacha, aku tertolong. " ucap Ardian yang sudah merasa lega.
"tidak masalah, jadi, bagaimana sekarang ?. " tanya gacha dengan ekspresi tenang.
"ini lebih sulit dari dugaan ku. " jawab Ardian yang terlihat kebingungan sendiri.
lalu tiba-tiba saja dari belakang mereka berdua, Nizar bersama dengan yang lainnya datang dan bertemu secara kebetulan di bukit itu.
"kakak, syukurlah kau selamat. " ucap Nizar yang terkejut saat melihat Ardian kemudian berlari ke arahnya.
"Nizar dan semuanya, syukurlah kalian juga baik-baik saja. " kata Ardian yang senang saat melihat mereka baik-baik saja.
"gacha, kau juga ada disini ?. " tanya Opel yang terkejut saat melihat gacha bersama dengan Ardian.
"ya, Ardian melibatkan ku kedalam masalahnya. " kata gacha dengan ekspresi tenang.
"hey, kau bilang mau membantuku kan. " kata Ardian yang melawan perkataan gacha itu.
"ya, ya, aku hanya bercanda. " ucap gacha.
"dasar kau ini. " kata Ardian yang agak kesal saat mendengar nada bicara gacha itu.
"lalu bagaimana dengan naga petir itu ?. " tanya raja api dengan ekspresi serius.
"sekarang naga api sedang bertarung dengan nya di atas awan, ada banyak hal yang terjadi tadi, tapi sepertinya naga api tidak akan mendengarkan ku untuk sementara karena naga petir sudah memancing emosi nya. " jawab Ardian yang melihat ke atas awan.
di atas awan hitam terlihat jelas pertarungan naga api dengan naga petir itu yang mengakibatkan mendung berterusan.
"ternyata keadaan nya sudah sejauh ini. " kata raja api yang memperhatikan pertarungan naga di atas awan hitam mendung itu.
"aku akan mencoba berbicara sekali lagi dengan nya. " kata Ardian dengan ekspresi serius.
"Ardian, tapi bagaimana caramu agar sampai ke atas langit ?. " tanya Alan.
__ADS_1
"sepertinya kami bisa membantu. " kata seseorang yang terdengar tidak asing dari belakang mereka semua.
kemudian semuanya pun menoleh ke belakang dan terkejut melihat ketiga penjaga berpegang kerajaan kota zenai baru saja sampai dibelakang mereka.
"huh, akhirnya kalian datang juga. " kata raja api yang senang saat melihat ketiga penjaga kerajaan itu datang.
"kak stalker, kak saula, dan kak bendow. " kata Ardian yang terkejut saat melihat mereka bertiga.
"Yoo, kita bertemu lagi, Ardian. " kata kak stalker.
"ternyata keadaan nya sudah lebih menegangkan dari yang ku prediksi. " kata kak saula dengan tenang.
"melawan naga memang sangat merepotkan. " kata kak bendow yang sudah bersemangat.
"Ardian, kau perlu ke atas awan untuk berbicara dengan naga mu kan ?. " tanya kak stalker yang terlihat seperti sudah mempunyai solusi nya.
"ya begitulah, apa kalian mempunyai solusi nya ?. " kata Ardian yang bertanya balik.
"hmp, serahkan saja kepada kami. " kata kak stalker sambil tersenyum kecil.
sementara itu di atas Awan......
"rasakan ini !!. " teriak naga api yang beberapa kali menyemburkan nafas api ke arah naga petir.
"kenapa kau begitu marah, apakah kau sangat tersinggung dengan perkataan ku sebelumnya ?. " tanya naga petir sambil tersenyum sombong setelah mengindari nafas api dari naga api itu.
"hmp, sejak awal kenapa kau membantu manusia, bukankah kita sesama naga mempunyai kebencian yang mendalam terhadap manusia, kau pasti juga merasakan nya kan. " kata naga petir sambil menghindari serangan bola api beruntun itu.
"tutup mulut mu, kau tidak mengerti apapun tentang manusia !!. " kata naga api dengan lantang kemudian melanjutkan serangan nya dengan menepis menggunakan ekornya.
"untuk apa aku harus mengerti tentang manusia, semua manusia itu sama saja, mereka hanya menginginkan kekuatan untuk dirinya sendiri dan tidak peduli dengan yang lain, mereka lah yang memulai peperangan dan mereka lah yang juga mengakhirinya, sungguh bodoh sekali melibatkan monster seperti kita ikut membantunya, kita mempunyai kekuatan yang besar melebihi apapun, seharusnya kita bantai mereka semua, untuk apa menolong nya. " kata naga petir yang saat itu masih berduel dengan naga api.
"cih. " ucap naga api yang sudah tidak dapat melawan perkataan naga petir itu.
"sekarang apakah kau akan berhenti membantu manusia itu dan terbang bebas di langit, keputusan ada ditangan mu, naga api. " kata naga petir yang mencoba menghasutnya.
"aku....... " ucap naga api yang mengingat beberapa hal yang dilakukan nya selama ini bersama dengan Ardian.
lalu beberapa saat kemudian tiba-tiba saja sesuatu yang sangat cepat menghantam naga petir sehingga ia hampir kehilangan keseimbangan nya terbang di atas awan.......
"tidak akan kubiarkan kau menghasut pemikiran naga api. " kata Ardian yang ternyata menghantam nya bersama dengan Nizar berdiri di atas kepala naga petir itu.
"Ardian. " ucap naga api yang terkejut saat melihat Ardian yang bisa sampai ke atas langit tanpa terbang.
__ADS_1
I-----------------------------------------I
sebelum itu saat kak stalker mengajukan solusinya.......
"kekuatan penghantaman. " ucap Ardian yang penasaran.
"yup, dengan kekuatan itu kau bisa menghempaskan diri ke langit tanpa harus terbang. " kata kak stalker yang menjelaskan nya dengan singkat.
"apakah aku bisa menggunakan kekuatan itu ?. " tanya Ardian yang merasa ragu-ragu.
"tenang saja, kekuatan ini bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan orang biasa yang bukan ninja bisa melakukannya. " kata kak stalker.
"yang terpenting dalam kekuatan itu adalah penghubungan, kau harus terhubung dengan kekuatan orang lain, semakin banyak orang yang terhubung dengan mu, maka akan semakin besar daya hantaman mu ke udara. " kata Kak saula.
"ternyata begitu cara kerja kekuatan penghubung itu, pantas saja orang biasa bisa melakukannya, ternyata butuh orang lain yang mempunyai kekuatan untuk menyalurkan nya agar terhempas ke udara. " kata Ardian yang langsung mengerti.
"bukankah itu solusi yang terbaik disaat seperti ini, minimal dua orang untuk melakukannya. " kata kak stalker.
"aku yang akan ikut bersama kak Ardian. " kata Nizar dengan ekspresi serius.
"tenang saja, kami akan menyalurkan kekuatan kami untuk bisa menghempaskan kalian berdua ke atas langit. " kata Opel.
"aku juga akan membantu mu, sebagai balasannya kau harus bisa menghentikan naga petir itu, aku percaya kepada kalian berdua. " kata raja api.
"ya, kami akan melakukannya, terimakasih semuanya. " ucap Ardian.
kemudian setelah itu mereka semua pun membentuk sebuah lingkaran mengelilingi Ardian dan Nizar ditengah nya.
"semuanya, hubungan kan kekuatan kalian kepada Ardian dan Nizar dengan fokus. " kata kak stalker yang hendak memulai kekuatan penghantaman itu.
"ya. " ucap mereka semua dengan bersemangat kemudian berkonsentrasi menyalurkan kekuatan nya kedalam lingkaran yang tiba-tiba saja muncul di bawah kaki mereka semua.
lalu seketika lingkaran itu langsung terlihat jelas dan seperti hendak meledakkan sesuatu di bawah mereka.
"aku merasakannya, kekuatan dari teman-teman yang terhubung dengan ku, tunggulah aku, naga api. " kata Ardian didalam hatinya sebelum kekuatan nya aktif.
lalu saat kekuatan penghantaman itu aktif, seketika Ardian dan Nizar pun langsung terhempas dengan cepat ke atas langit ke arah kedua naga yang sedang bertarung itu, Ardian dan Nizar juga berpegangan tangan agar seimbang kecepatan menghantam nya, laku pada akhirnya mereka berdua menghantam kepala naga petir dengan keras.
I-----------------------------------------I
lalu saat ini.......
"cih, kalian lagi. " ucap naga petir yang kesal saat melihat mereka berdua berada di atas kepalanya.
__ADS_1
"pertarungan kita yang sebelumnya belum selesai, naga petir, ayo kita selesaikan semuanya disini. " kata Ardian. dengan bersemangat.
BERSAMBUNG..........