Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Pertemuan yang di takdir kan antara cucu dan Kakek


__ADS_3

Episode 134


dampak dari ledakan sebelumnya mulut gua jadi tertutup oleh bebatuan besar dan teman-teman Ardian tidak bisa memasuki gua itu, mereka hanya bisa percaya kepada Ardian satu-satunya yang bisa mengalahkan iblis muzen itu di dalam gua.


"aku, apakah aku sudah mati. " ucap Ardian yang sudah tidak berdaya dan tidak tahu dia ada dimana.


di sekeliling Ardian hanya diselimuti oleh tempat hitam dan gelap, dirinya tidak tahu berada dimana dan sedang apa, lalu beberapa saat kemudian Ardian melihat sebuah cahaya didepannya.


"cahaya, cahaya apa itu. " ucap Ardian yang penuh dengan pertanyaan sambil perlahan-lahan mendekati cahaya itu.


saat Ardian mendekati cahaya itu, cahaya nya semakin besar dan terang menyilaukan, lalu setelah Ardian masuk kedalam cahaya yang sangat terang itu, tiba-tiba saja ia berada di sebuah tempat seperti arena pertarungan dan didepannya ada seseorang yang masih muda dan berjubah merah dengan lambang naga dibelakangnya.


"huh, dimana ini, tempat apa ini. " ucap Ardian yang penuh dengan pertanyaan dan terkejut saat melihat disekitarnya.


"ini adalah tempat arena pertarungan yang berada di alam bawah sadar mu, Ardian. " kata seseorang yang berdiri di depannya itu.


"siapa kau dan bagaimana kau bisa tahu namaku, apakah kita per**nah bertemu sebelumnya ?. " tanya Ardian melihat ke arah seseorang yang berdiri di depannya itu.


"kalau kita pernah bertemu sebelumnya, nenek mu zenah pasti tidak akan mengalami trauma akibat penyerangan naga 7 tahun yang lalu itu. " kata seseorang yang berdiri di depan Ardian itu.


"huh, jadi maksud mu, apa jangan-jangan kau adalah...... " kata Ardian yang terkejut saat menyadarinya lewat perkataan yang tadi itu.


"akhirnya kau menyadarinya juga ya, benar, aku adalah jelan. " kata seseorang yang berdiri di depannya itu memperkenalkan dirinya.


"huh, bagaimana bisa ?. " tanya Ardian yang tidak percaya saat melihatnya.


"aku masuk lewat alam bawah sadar mu, itu berkat tekad mu yang sangat kuat untuk melindungi sesuatu yang berharga, sepertinya kau sudah mewarisinya ya. " kata kakek jelan yang terlihat senang.

__ADS_1


"apakah kau benar-benar kakek jelan ?. " tanya Ardian yang masih ragu dan tidak percaya melihatnya.


"hmm, memangnya siapa lagi yang memakai jubah merah dengan lambang naga ini. " jawab kakek jelan sambil menunjukkan jubahnya itu.


"tapi kenapa kakek terlihat lebih muda, kukira kakek jelan sedikit lebih tua sebelum meninggal. " kata Ardian keheranan.


"di alam bawah sadar, penampilan bisa saja berubah, kau benar, aku sudah agak tua sebelum meninggal. " kata Kakek jelan.


"agak ya. " ucap Ardian.


"sebelum itu ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepada mu, dengarkan ini baik-baik Ardian, aku tidak mempunyai banyak waktu disini. " kata Kakek jelan yang langsung memasang wajah serius.


"huh, hal penting. " ucap Ardian.


"ya, aku akan menyampaikan hal penting, tapi kita berbicara sambil bertarung. " kata Kakek jelan sambil mengeluarkan pedangnya.


"jadi karena itu aku berada di tempat arena pertarungan ini. " kata Ardian didalam hatinya dengan ekspresi kaku.


"jika ini yang di inginan kakek, aku tidak ragu sama sekali. " kata Ardian sambil mencoba mengeluarkan pedangnya tapi tidak bisa.


karena selama ini Ardian mengeluarkan pedangnya tanpa sadar dan dengan bantuan dari kekuatan naga yang memicu nya, ia tidak bisa mengeluarkan pedangnya dengan kesadarannya itu.


"sebelumnya aku bisa memunculkan pedang itu, tapi kenapa sekarang aku tidak bisa memunculkan nya, kalau diingat ingat aku belum pernah sama sekali memunculkan pedang itu dengan kesadaran ku sendiri. " kata Ardian yang kebingungan karena tidak bisa memunculkan pedangnya dengan kesadarannya sendiri.


"kau hendak memunculkan sebuah senjata kan, kau hanya perlu tenang dan berkonsentrasi saat memunculkannya, (tunggu, apa dia itu mempunyai kemampuan untuk memunculkan senjata). " kata kakek jelan yang memberikan Ardian sebuah tips.


"benar, nenek zenah juga mengatakannya seperti itu dan saat malam penyergapan, waktu itu aku bisa memunculkan pedang nya dengan berkonsentrasi penuh seperti apa yang dikatakan oleh nenek saat aku hendak bersemedi, ternyata dengan berkonsentrasi aku biaa memunculkan pedang itu, tapi saat itu perasaan ku sedang dipicu karena ingin melindungi Nina, apakah aku bisa melakukannya, tidak ada salahnya jika mencoba. " kata Ardian didalam hatinya sambil memejamkan matanya dan mencoba untuk berkonsentrasi.

__ADS_1


"dia benar-benar mencobanya, ya sudahlah. " ucap kakek jelan didalam hatinya sambil tersenyum dan menunggunya.


tidak lama kemudian, aura merah keluar dari tubuh Ardian dan seketika ia membuka kedua matanya lalu mencoba mengeluarkan pedangnya dengan perlahan-lahan, tiba-tiba saja gumpalan api keluar dari tangan kanan Ardian, lalu Ardian menarik sesuatu yang ada didalam gumpalan api itu dan keluarlah pedang api nya.


"dia masih memerlukan waktu 1 menit untuk mengeluarkan pemanggilan senjatanya, yang membuat ku kagum adalah aku masih tidak percaya dengan senjata yang dimunculkan nya, kalau tidak salah itu adalah pedang api legendaris. dimana dia mendapatkannya. " kata Kakek jelan didalam hatinya sambil melihat ke arah Ardian yang berhasil memunculkan pedangnya.


"ouh, akhirnya aku bisa memunculkannya dengan kesadaran ku sendiri, jadi seperti ini pedangnya, tunggu, aku kan sudah pernah melihatnya. " kata Ardian yang kegirangan setelah berhasil memunculkan pedangnya itu.


kakek jelan yang mendengar perkataan Ardian yang kegirangan itu membuatnya ingin tertawa.


"tunggu sebentar, dimana kau mendapatkan pedang itu ?. " tanya Kakek jelan setelah menahan tertawanya.


"aku juga bingung, pedang ini adalah milik raja api, sebelumnya aku pernah menarik pedang duplikatnya yang menancap, tapi semenjak saat itu aku merasa seperti ada beban didalam tubuh ku, biasanya rasanya sangat berat saat aku kelelahan. " kata Ardian sambil melihat ke arah pedang api yang dibawanya itu.


"ya kalau itu sudah jelas. " ucap Kakek jelan.


"huh, apa maksud Kakek ?. " tanya Ardian.


"jika seseorang mempunyai kemampuan memunculkan senjata, orang itu akan merasa seperti menggendong sesuatu, bebannya sesuai dengan senjata yang di simpan nya di alam spirit nya. " kata kakek jelan.


"alam spirit. " ucap Ardian yang semakin penasaran.


"sama halnya dengan alam bawah sadar, seseorang yang mempunyai kemampuan seperti itu juga mempunyai alam spirit tapi alam itu tidak bisa dimasuki oleh kesadarannya, alam itu hanya digunakan untuk menyimpan sesuatu seperti pedang mu itu atau senjata-senjata yang lain, logika nya seperti kau menggendong pedang yang tidak bisa dilihat tapi butuh proses untuk bisa memunculkannya. " kata kakek jelan.


"jadi begitu, aku paham sekarang. " ucap Ardian yang sudah mengerti.


"jadi bagaimana sekarang, kau siap untuk menguji pedang mu itu dan aku akan memberitahukan sesuatu yang penting tadi kepada mu. " kata Kakek jelan sambil mengarahkan pedang nya ke arah Ardian.

__ADS_1


"aku selalu siap, Kakek. " ucap Ardian dengan penuh percaya diri sambil mengangkat pedangnya menggunakan kedua tangannya.


BERSAMBUNG..........


__ADS_2