Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Arti pertemanan (prolog: masa lalu gacha bagian 1)


__ADS_3

episode 57


di bukit hutan seka......


"sepertinya ini akan dimulai. " kata Rowi berbicara sendiri sambil melihat kerajaan kota zenai dari bukit dan tersenyum kecil.


"sudah kuduga itu adalah kau, badai hitam. " kata gacha dengan tenang dibelakang Rowi.


"oh, gadis kegelapan, aku terkejut kau bisa menemukan ku. " kata Rowi sambil melirik gacha dibelakangnya.


"apa semua ini adalah rencana nyoren ?. " tanya gacha.


"ya, sepertinya begitu, aku tidak tahu lagi harus memihak siapa, tapi, ini mungkin sudah terlambat. " jawab Rowi dengan tenang.


"apa maksudnya ?. " tanya gacha dengan lantang.


"nyoren akan memulainya, permainan catur bersama dengan iblis api. " jawab Rowi.


"kau masih di pihak nya kan. " ucap gacha dengan serius.


"hahaha, apa aku membuatmu curiga ?. " tanya Rowi setelah tertawa.


"tidak perlu berbohong lagi, sejak awal kau memang menginginkannya bukan. " jawab gacha dengan serius.


"ini adalah pilihan ku, jika aku pada akhirnya salah, aku tidak punya niatan untuk kembali benar, aku sudah mengatakannya kepadamu kan, hidupku hanya sekali, seperti hal nya awan yang menghilang dari langit. " kata Rowi setelah menatap mata gacha dengan serius.


"aku tidak bisa menghalangi mu, tapi, jika suatu hari kau ingin berubah, maka hati mu dulu yang harus diubah. " kata gacha.


"kau mengatakannya lagi untuk kedua kalinya. " kata Rowi sambil mengingat saat gacha mengatakan kata yang sama.


"apakah kau membicarakan 2 tahun yang lalu ?. " tanya gacha dengan pelan.


"aku tidak bisa melupakannya, oleh karena itu, aku akan terus melangkah maju di jalan ku sendiri, ku harap aku bisa melihat mu berubah, sampai jumpa. " kata Rowi setelah itu langsung pergi terjun dari bukit lalu menghilang.


"dua tahun sudah berlalu, dia juga sudah banyak berubah semenjak kami berpisah. " kata gacha sambil mengingat waktu dua tahun yang lalunya.


--------------------------------------------


2 tahun yang lalu........


"kakak, jangan tinggalkan aku !!. " teriak gicha sambil berusaha mencegah gacha pergi tapi di tahan oleh ayahnya garen.


"tenang lah dulu gicha, aku mengerti perasaan mu, kakakmu hanya pergi selama 1 tahun di tempat itu kok, jadi setelah itu dia bisa kembali, kakakmu masih harus melakukan banyak latihan khusus, kau mengerti kan. " kata garen meyakinkan gicha.


"aku mengerti. " ucap gicha sambil mengusap air matanya.


"gacha, aku menunggu mu, kembali, kita akan selalu bersama sebagai saudara, jangan melupakan kami, kau mengerti. " ucap Opel dengan tegar dan berusaha menutupi air matanya.


gacha hanya mengangguk lalu mendekati Opel dan mengusap air matanya di pipi yang hampir menetes.


"kembalilah segera. " ucap Opel langsung memeluk gacha dengan erat.


"sekarang sudah waktunya, ayo kita pergi, gacha. " kata garen sambil menggandeng tangan gacha.


gacha hanya diam sambil melambaikan tangan kirinya kepada Opel dan gicha, setelah itu garen menggunakan elemen bayangannya untuk membuat kendaraan dari bayangan sehingga mereka berdua hanya duduk dan menunggu sampai di kota Sonase, saat di jalan.......


"bagaimana ayah bisa menggunakan elemen bayangan ?, bukannya elemen ayah dulu adalah petir. " tanya gacha.


"sepertinya sudah waktunya untuk mu tahu tentang ini, sebenarnya ayah mendapatkan elemen bayangan dari kristal hitam yang diberikan oleh ibumu, ibumu bilang jika kristal itu adalah kristal elemen kegelapan yang sangat besar kekuatannya, dengan kata lain, kristal itulah yang menyegel elemen kegelapan yang besar itu supaya penggunanya tidak jatuh kedalam kebencian, ibumu mempercayakan kristal ini kepadaku untuk menyimpannya, lalu jika waktunya telah tiba, maka ayah harus menghancurkannya, itulah pesan terakhir dari ibumu. " kata garen.


"kenapa harus dihancurkan ?. " tanya gacha dengan heran.


"ayah sendiri juga tidak tahu. " jawab garen sambil menundukkan kepala dan memejamkan matanya.


sesampainya ditempat penampungan pengendali monster.........


"masih ada ya. " ucap pemilik tempat penampungan pengendali monster sambil melihat garen dan gacha di depan gerbang.


"maaf agak terlambat, aku ingin kalian menjaga dan membimbing anakku agar bisa mengendalikan monster yang ada di dalam dirinya, ku mohon. " kata garen sambil menundukkan kepalanya ke arah pemilik tempat penampungan pengendali monster.


"kami usahakan. " ucap pemilik tempat penampungan pengendali monster tersebut.


"terimakasih, gacha, jadilah anak yang baik dan jangan sampai salah arah disana ya, ayah yakin, kau pasti bisa mengendalikan monster seperti ibumu. " kata garen berjongkok sambil menatap gacha dan memegang pundaknya.


"ayah tampan. " ucap gacha dengan ekspresi tenang sambil mengusap air mata garen di pipinya.


setelah itu gacha pun pergi bersama dengan pemilik tempat penampungan pengendali monster tersebut untuk menunjukkan kamarnya.


"kau sangat mirip dengan ibumu yang pendiam, gacha. " kata garen sambil melihat gacha dari kejauhan lalu perlahan lahan pergi meninggalkan tempat itu.


setelah beberapa hari di tempat penampungan pengendali monster.......


gacha duduk sendirian sedang menikmati permennya di kursi dekat dengan taman dibawah pohon yang lumayan besar, lalu tiba-tiba saja ada seorang gadis yang mendatanginya.

__ADS_1


"hey kau, cobalah untuk bergaul. " kata seorang gadis yang melihat gacha sendirian lalu mendekatinya dan ikut duduk.


"kenapa ?. " tanya gacha sambil menikmati permennya.


"sudah tiga hari kita semua disini dan kau selalu sendirian, kenapa kau tidak berinteraksi dengan orang-orang disekitar mu, apakah kau seorang gadis pemalu ?. " tanya gadis itu dengan heran.


"hmm. " ucap gacha sambil menatap gadis itu.


"tidak tidak, aku tidak bermaksud untuk mengejekku kok, kalau kau mau, aku bisa menjadi teman pertama mu. " ujar gadis itu sambil tersenyum lebar.


"nama mu ?. " tanya gacha dengan ekspresi tenang.


"oh benar, nama ku serin, lalu namamu ?. " ujar gadis itu yang menyebut namanya serin.


"gacha. " ucap gacha.


"gacha, aku akan mengingatnya, lalu monster apa yang kau milik ?. " tanya serin.


"monster bayangan. " jawab gacha.


"sepertinya menarik, bagaimana wujudnya ?. " tanya serin.


"bertanduk, selebihnya aku tidak tahu. " jawab gacha.


"tidak heran jika disebut monster bayangan, monster ku sepertinya kebalikan darimu. " kata serin.


"maksudmu ?, monster mu ?. " tanya gacha.


"hmm, monster ku adalah peri cahaya. " jawab serin.


"eh, bukankah peri dan monster itu berbeda ?. " tanya gacha dengan heran.


"benar, tapi saat ini, dia masih sangat sensitif, aku tidak tahu seberapa lamanya dia akan terus seperti ini, oleh karena itu, ibu ku mengirimku pergi ke tempat ini agar aku bisa mengendalikan peri cahaya yang ada didalam diri ku. " jawab serin.


"begitu ya. " ucap gacha dengan ekspresi tenang.


"kenapa kau selalu memasang wajah seperti itu, tidak heran jika orang melihat mu aneh, baiklah, sepertinya aku harus pergi berlatih lagi, kalau ada waktu, aku akan memperkenalkan mu kepada yang lain, oke. " kata serin mengedipkan matanya lalu pergi meninggalkan gacha.


"jika ibuku masih hidup, apakah dia akan berpikir seperti itu juga. " ucap gacha sambil mengingat perkataan serin.


2 hari kemudian.........


di ruang makan, semua anak-anak pengendali monster sedang beristirahat setelah menjalani latihan berat untuk pertama kalinya.


"hey, kenapa kau tidak terlihat kelelahan setelah menjalani latihan yang berat. " tanya seseorang anak laki-laki yang menghampiri meja makan gacha.


"apakah aku harus memperkenalkan namaku terlebih dahulu. " ujar anak laki-laki itu dengan tenang.


"maaf membuat mu menunggu, oh ternyata ada gacha. " kata serin yang tiba-tiba saja datang.


"kau mengenalinya ?. " tanya anak laki-laki itu sambil menatap serin.


"yaa, aku lupa memperkenalkannya kepada mu, dia adalah gacha. " jawab serin memperkenalkan gacha kepada anak laki-laki itu.


"lalu siapa dia ?. " tanya gacha dengan tenang.


"perkenalkan, namanya adalah jaylain, dia yang telah menolongku di hari pertama saat aku hampir terjatuh dari pohon saat menolong kucing. " jawab serin memperkenalkan jaylain kepada gacha.


"tidak perlu dibahas, itu bukanlah hal yang penting. " kata jaylain dengan tenang sambil memejamkan matanya.


"gacha, kami berdua akan menemanimu makan. " ucap serin.


"tidak masalah. " kata gacha sambil menikmati makanannya.


"heh, ternyata kepribadian kalian berdua sama. " kata serin sambil melihat mereka berdua.


"tidak juga. " ucap jaylain dengan tenang sambil menikmati makanannya.


"sebenarnya aku pernah bertemu anak laki-laki lain di pojokan ruangan, sepertinya dia juga mempunyai kepribadian yang sama dengan kalian berdua, rasanya aneh. " kata serin sambil menikmati makanannya.


"jangan makan sambil berbicara. " kata gacha.


"maaf, maaf, aku hanya ingin sedikit berbagi cerita kepada kalian, habisnya kalian berdua terlihat canggung. " kata serin.


"lalu siapa anak laki-laki yang kau sebutkan itu ?. " tanya jaylain mengalihkan pembicaraannya.


"oh, ya, aku tidak mengetahui namanya, tapi yang pasti dia mempunyai elemen petir kegelapan. " kata serin sambil mengingat ingat anak laki-laki tersebut.


"menarik. " ucap gacha dengan tenang.


"petir kegelapan, tidak salah lagi, dia adalah Rowi, sang pemilik monster badai. " kata jaylain sambil berfikir dengan tenang.


"darimana kau mengetahuinya ?. " tanya serin dengan heran.

__ADS_1


"aku pernah berbicara dengannya, tapi hanya sepatah kata. " jawab jaylain.


"mengetahui kepribadian kalian begitu, aku tidak heran. " kata serin.


"dia tidak pernah mendekati ataupun didekati oleh seseorang, dia sangat tertutup, walaupun bisa dibilang kepribadian kami sama, tapi dia mempunyai pemikiran tersendiri. " kata jaylain.


"masuk akal. " ucap gacha.


"memang benar sih, tapi aku ingin dia menjadi teman kita. " ujar serin.


"kenapa kau menyukai orang yang seperti itu untuk dijadikan teman, ada banyak orang yang mempunyai sifat terbuka kan, lagipula itu sepertinya mustahil. " ucap jaylain.


"aku ingin lebih banyak tahu tentang kepribadian seperti kalian, melihat kalian, aku teringat dengan kakakku yang juga mempunyai kepribadian seperti itu, aku akan terus mencobanya dan membujuknya untuk berteman. " kata serin dengan percaya diri.


"terserah kau saja, aku ingin kembali, sampai jumpa. " kata jaylain setelah makan langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


"kita masih berteman kan ?. " tanya serin dengan berteriak ke arah jaylain.


jaylain yang mendengarnya hanya mengangkat tangan kanannya lalu berjalan keluar dari tempat makan.


"serin, aku ingin tahu alasan mu, untuk apa berteman. " tanya gacha dengan ekspresi tenang.


"aku hanya ingin perdamaian di dunia ini, alasan ku untuk berteman dengan orang seperti kalian adalah, ingin mengetahui lebih banyak tentang kepribadian kalian, jika aku bisa mengetahuinya, aku bisa berbicara dengan kakakku. " jawab serin.


"jadi begitu, setelah ini kau pasti akan mencoba mendekati Rowi untuk mengajaknya berteman seperti yang kau lakukan kepadaku waktu itu kan ?. " tanya gacha.


"ya, begitulah. " jawab serin sambil tersenyum.


"biarkan aku saja yang melakukannya, kau ingin mengetahui bagaimana orang seperti ku melakukannya kan, kau bisa melihatnya dari kejauhan nanti. " ujar gacha.


"eh, apa kau tidak apa-apa. " tanya serin dengan khawatir.


"serahkan saja kepadaku. " jawab gacha dengan tenang.


beberapa saat kemudian, gacha pun pergi mencari orang yang bernama Rowi itu, setelah begitu lama mencari, akhirnya gacha teringat sesuatu.....


"tunggu, dia adalah seorang penyendiri, dia pasti berada di tempat yang gelap atau sunyi yang tidak ada orang disekitarnya, kenapa aku tidak kepikiran dari tadi. " kata gacha sambil berfikir.


lalu setelah itu gacha pun mencarinya di tempat tempat yang sunyi serta lorong lorong yang gelap, saat menelusuri di sebuah lorong, gacha menemukan petunjuk, yaitu aroma sebuah angin yang bercampur dengan kegelapan, gacha pun mengikuti aroma tersebut dan sampailah dia ke lorong terpencil dari tempat penampungan pengendali monster, gacha menemukan Rowi yang sedang berdiri di tepi lorong yang gelap, lalu serin yang dari tadi mengikuti gacha pun diam-diam melihat dan mendengarkan pembicaraan mereka.


"aku menemukan mu. " ucap gacha sambil perlahan mendekati Rowi.


"aroma ini, kau pengguna elemen kegelapan kan. " kata Rowi sambil merasakan aura elemen kegelapan dari gacha.


"benar, lalu kau adalah Rowi, sang pengendali monster badai bukan. " ucap gacha setelah itu berhenti melangkah ke arah Rowi.


"apa yang kau inginkan dariku ?. " tanya Rowi yang masih menutup matanya dari tadi.


"aku hanya ingin bertanya sesuatu. " pinta gacha.


"jangan menanyakan hal bodoh didepan ku, kau mengerti. " ujar Rowi sambil membuka mata kanannya dengan perlahan lahan.


"aku hanya ingin bertanya, apa itu teman ?. " tanya gacha dengan ekspresi tenang.


(serin yang mendengarnya dari kejauhan langsung terkejut).


"heh, apa maksudmu. " ucap Rowi agak terkejut lalu menoleh ke arah gacha.


"teman, apa itu teman ?. " tanya gacha untuk kedua kalinya.


"hmm, teman ya, teman adalah orang yang datang di saat kau membutuhkan, seperti itu lah, jika kau tidak keberatan kau bisa pergi. " kata Rowi dengan tenang sambil berfikir, lalu memalingkan wajahnya.


"oh, begitu ya, (jadi itu alasannya kenapa serin ingin berteman, sepertinya menarik). " kata gacha didalam hatinya sambil berfikir.


"kenapa kau menanyakan hal seperti itu. " ucap serin didalam hatinya sambil memantau gacha dari kejauhan.


"hey, bisakah aku berteman dengan mu. " ujar gacha melihat Rowi yang memalingkan wajahnya.


"kenapa kau ingin berteman dengan orang seperti ku, aku merasa tidak pantas lagi untuk berteman dengan seseorang. " kata Rowi sambil mengingat masa lalunya saat berteman dengan seseorang lalu kemudian dia menghilangkannya.


"tidak apa-apa, aku juga tidak begitu tahu tentang berteman, bagaimana kalau kau juga mengajariku tentang pertemanan setelah kita berteman. " ujar gacha dengan ekspresi tenang.


"aku tidak yakin jika teman pertamaku adalah seorang gadis, tapi, aku...... " kata Rowi dipotong oleh gacha.


"tenang saja, aku tidak akan menanyakan hal yang macam-macam kok, hmm, sepertinya kau tidak tertarik berteman dengan ku. " ucap gacha setelah memotong perkataan Rowi.


"tidak masalah, aku akan berteman dengan mu, tapi apa kau sungguh sungguh ingin menerimaku untuk menjadi temanmu ?, " tanya Rowi dengan ekspresi tenang.


"aku menerima apa adanya, lagipula, kau cukup keren. " kata gacha setelah itu memalingkan wajahnya sambil tersenyum kecil.


"ehh, baiklah. " kata Rowi dengan agak terkejut setelah itu memalingkan wajahnya.


"kalau begitu, temui aku di tempat makan besok, sampai jumpa. " ucap gacha setelah itu menghilang meninggalkan Rowi.

__ADS_1


"gadis yang misterius. " ucap Rowi sambil tersenyum kecil


BERSAMBUNG.............


__ADS_2