Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
seorang teman


__ADS_3

episode 36


"hari ini adalah hari battle arena babak ketiga di sekolah ninja, aku tidak tahu siapa yang akan menjadi kawanku nanti, aku sudah siap untuk pergi. " kata Ardian sambil menutup pintu rumahnya dan berjalan menuju ke sekolah ninja.


sesampainya di sekolah ninja, Ardian melihat kegaduhan di kelasnya, karena ingin tahu Ardian pun menerobos masuk ke kelasnya melewati para siswa, sesampainya berhasil ke dalam kelas, Ardian dikagetkan dengan legis berkelahi dengan nyoren.


"aku tidak takut denganmu, dasar anak raja. " ucap nyoren sambil mencengkram leher legis dengan erat.


"sebenarnya apa mau mu ?. " tanya legis sambil berusaha melepaskan cengkraman di lehernya.


"hentikan, apa yang sebenarnya terjadi. " ucap Ardian dengan keras.


"Ardian, jangan ikut campur, aku tidak mempunyai urusan dengan mu. " kata nyoren dengan lantang.


"tentu saja aku punya urusan denganmu, jika ini menyangkut kelas kita, aku juga ingin terlibat. " kata Ardian.


"apa kau ingin aku menghajar mu, selama ini kau sudah banyak menggagalkan rencana ku untuk membalaskan dendam, jadi pergilah sana. " ucap nyoren sambil melepaskan cengkraman di leher legis lalu mendekati Ardian dan hendak memukulnya.


"aku tidak tahu apa rencana mu, tapi aku tidak akan membiarkan mu berbuat lebih jauh lagi, sadarlah nyoren, tidak ada gunanya membalas dendam, bukankah lebih menyenangkan mempunyai banyak teman daripada mengumpulkan seseorang untuk menuruti keinginan egois mu. " kata Ardian dengan percaya diri.


"bodoh, beraninya kau menasehati ku. " ucap nyoren sambil melepaskan pukulannya kepada Ardian.


Ardian yang terkena pukulan angin milik nyoren langsung terpental, sampai sampai menghancurkan kaca kelas, Ardian tersungkur kebawah dari lantai 2, untung saja Ardian masih sempat memegang salah satu besi yang ada di bawah kaca kelas.


"kak, apakah kau baik-baik saja. " teriak Nizar dengan khawatir.

__ADS_1


"ya, sepertinya begitu. " ucap Ardian dengan ragu ragu.


"kau, kenapa kau lakukan itu kepada Ardian. " ucap legis dengan kesal.


"aku hanya memberikan dia sedikit pelajaran, (tidak akan aku biarkan dia menggagalkan rencana ku kali ini). " kata nyoren sambil tersenyum.


"sepertinya kau sudah berlebihan, nyoren. " ucap jaylain di pojokan.


"apa maksudmu ?. " tanya nyoren.


"bukankah kau menyerahkan semuanya kepadaku yang terakhir, kenapa kau bertindak egois, tidak seharusnya kau melakukan itu. " kata jaylain sambil berjalan ke kaca melihat Ardian yang berusaha memegang besi agar tidak jatuh.


"cih, apa boleh buat. " ucap nyoren sambil berjalan ke tempat duduknya lalu duduk diam menatap jaylain.


"jaylain, tolong selamatkan Ardian. " ucap legis.


"jaylain, kau.... " ucap Ardian dengan terkejut.


"jangan salah paham, aku hanya terpaksa menolong mu. " kata jaylain dengan tenang.


"aku mengerti, terimakasih jaylain. " ucap Ardian sambil tersenyum dan meraih tangan jaylain.


seketika itu Ardian berhasil naik, tapi ia terkena kaca beling di tangannya sehingga membuatnya berdarah.


"Ardian, tanganmu. " ucap Opel yang melihat luka beling darah di tangan Ardian.

__ADS_1


"tenang saja, ini hanya luka kecil kok, mungkin. " kata Ardian dengan ragu ragu.


"tidak, jika dibiarkan lukamu akan bertambah parah, aku akan mengantarmu ke UKS. " kata legis.


"kami berdua akan ikut dengan mu. " kata veysa sambil mengajak gicha.


"hmm, baiklah kalau begitu. " ucap Ardian sambil berjalan keluar kelas menuju UKS.


"Ardian sangat beruntung mempunyai banyak teman disini. " kata Opel sambil tersenyum.


"aku jadi penasaran dengannya. " kata jaylain di dalam hatinya.


karena penasaran, jaylain mengikuti Ardian secara diam-diam sampai ke UKS sambil memantau dari atas ventilasi udara.


"tunggu sebentar, akan ku ambilkan obatnya. " kata gicha sambil mencari obat di lemari UKS.


"untung saja aku selalu membawa tisu di kantong ku, ini ambilah untuk membersihkan lukamu itu. " kata veysa sambil memberikan Ardian tisu.


"terimakasih. " ucap Ardian sambil membersihkan lukanya.


"ini kotak p3k nya, setidaknya obati dulu lukamu itu. " kata gicha sambil membawa kotak p3k.


-------------------------------------------


di atas ventilasi udara.....

__ADS_1


"ternyata seindah itukah pertemanan, aku tidak pernah merasakan itu sebelumnya, kalau aku tidak bisa merasakannya, maka aku akan menghancurkannya. " kata jaylain yang masih memantau mereka dengan serius.


BERSAMBUNG..............


__ADS_2