
Episode 254
di tengah malam yang sunyi, di sebuah bangunan kosong, terlihat fuka dan Yana yang berdebat karena mempunyai pendapat berbeda mengenai misi mereka itu..........
"bukankah kita sepakat untuk menyetujui misi dari raja tanah, kenapa kau menjadi sangat ragu-ragu seperti itu ?. " tanya fuka dengan tatapan tajam.
"aku tahu itu, tapi walaupun begitu tetap saja aku merasa ada yang salah, apakah kau lupa tujuan kita waktu itu untuk menjadi ninja pembunuh ?. " Yana yang bertanya balik.
"cih, kau terlalu naif ya, akan kukatakan sekarang, kita tidak tidak akan bisa meraih tujuan itu sampai kapan pun, terimalah kenyataan. " jawab Yana dengan lantang.
mendengar itu seketika Yana pun langsung terdiam dan menunduk kebawah sambil menggenggam tangannya.
"aku mau mencari udara segar. " kata Yana sebelum keluar untuk menenangkan dirinya.
"(Yana, kau masih belum mengerti arti sebenarnya menjadi seorang ninja pembunuh, hati dan tekad mu masih lemah, seorang pembunuh tidak memerlukan ekspresi saat membunuh). " kata fuka didalam hatinya dengan ekspresi serius.
lalu di keesokan harinya, terlihat beberapa pasukan kota zenai sedang bersiap-siap untuk berperang menghadapi penyerangan dari raja tanah.
"huh, situasinya semakin menegangkan saja. " kata Opel yang berada di sebuah kedai makan bersama beberapa temannya sambil menonton berita mengenai perang itu di TV.
"kau benar, teman-teman berjuanglah agar kita semua bisa kembali dengan selamat. " kata Legis dengan ekspresi serius.
"ya. " ucap mereka semua yang disitu.
sementara itu Ardian yang hendak menuju ke tempat Professor nemasis kebetulan bertemu dengan sonik di perjalanan.............
"(sepertinya laporan kak Venar semalam sudah di terima oleh raja api, kedua ninja pembunuh itu pasti akan langsung keluar jika melihat ku sendirian, mereka benar-benar mengincarku. " kata Ardian dengan ekspresi yang termenung dan sedikit ketakutan sambil melihat beberapa penjaga yang berpatroli di sekeliling kota.
"Yo, kebetulan sekali ya. " kata sonik yang tiba-tiba menyentuh pundak Ardian dari belakang.
"huh, sonik, jangan mengagetkan ku seperti itu. " kata Ardian yang langsung terkejut karena mengira kedua ninja pembunuh sebelumnya menemukannya.
"maaf, maaf, Ardian, kau terlihat pucat, apakah kau baik-baik saja ?. " tanya sonik yang melihat wajahnya.
__ADS_1
"ya, aku baik-baik saja, ngomong-ngomong kau datang sebagai bantuan ya ?. " Ardian yang bertanya balik.
"begitulah, oh, ya, raja petir mengirimkan surat untuk mu. " kata sonik memberikan sepucuk surat itu kepada Ardian.
"untukku. " Ardian yang penasaran untuk melihatnya.
"kelihatannya raja petir banyak berharap kepada mu, setelah ini masih banyak yang harus kulakukan untuk persiapan perang, sampai jumpa lagi, Ardian. " kata sonik sebelum pergi menuju benteng utama kota zenai.
"ya, sampai jumpa. " kata Ardian sambil melambaikan tangannya.
kemudian Ardian pun menaruh surat dari raja petir itu itu di tas kecil nya terlebih dahulu, lalu melanjutkan perjalanan nya menuju ke laboratorium, sesampainya di sana, terlihat Professor nemasis yang sedang menguji alat terbaru nya.
"Professor, maaf mengganggu. " kata Ardian saat menghampiri Professor nemasis.
"oh, Ardian, kau datang tepat waktu, lihatlah ini. " kata Professor nemasis menunjukkan penemuan terbarunya kepada Ardian.
"alat apa ini ?. " tanya Ardian yang penasaran dengan kegunaan alat terbaru itu yang mirip teropong.
"singkatnya ini adalah alat untuk melihat objek apapun, ini terlihat seperti teropong kan. " kata Professor nemasis yang menjelaskannya dengan singkat.
"ini memang teropong, tapi juga bukan teropong. " kata Professor nemasis.
"apa maksudnya ?. " tanya Ardian.
"sebenarnya alat ini adalah subjek tes untuk menyesuaikan lensa penglihatan terbaru, aku sudah memasang lensa terbaru ini kepada otobot, coba pakailah. " kata Professor nemasis kemudian memberikan otobot nya setelah sehari di perbarui.
saat Ardian memakai kacamata otobot nya kembali, terdapat hitungan untuk mengukur penglihatan Ardian, tampilan sistem nya saat di pakai juga sudah berbeda jauh dari sebelumnya.
"huh, apa ini, keren sekali, penglihatannya sangat berbeda jauh dari sebelumnya. " kata Ardian yang terkagum-kagum saat memakannya kembali.
"aku memperbarui sistem nya kali ini dan menambahkan beberapa fungsi, salah satunya adalah untuk memperhitungkan tekanan bahaya di sekitar, lalu memperhitungkan gerakan orang yang berada di jarak dekat, dengan ini kau bisa lebih percaya diri saat bertarung di jarak dekat kan. " kata Professor nemasis yang tidak banyak menjelaskannya.
"(entah kenapa setelah melihat ini rasa takut ku sebelumnya menghilang, dengan ini aku bisa lebih waspada jika bertemu dengan kedua ninja pembunuh itu lagi). " kata Ardian didalam hatinya yang merasa sedikit lega.
__ADS_1
"(zeyra, dengan ini aku sudah menyelesaikan misi ku untuk sementara waktu). " kata Professor nemasis didalam hatinya yang teringat dengan misi nya dari raja api.
"Professor nemasis berapa harga yang harus ku bayar ?. " tanya Ardian yang terlihat serius.
"sudah pernah kukatakan sebelumnya kan kalau aku memberikannya kepada mu itu secara gratis, lagipula aku sudah senang kau menjadi subjek penelitian ku untuk memakai otobot, jadi aku tidak terlalu memerlukan uang ataupun barang-barang lain, jika membutuhkan sesuatu buatlah sesuatu dengan tangan mu sendiri, itulah prinsip ku dan tujuan ku hanya untuk membuat orang lain senang dengan penemuan ku. " jawab Professor nemasis sambil tersenyum.
"tapi walaupun begitu aku merasa tidak enak jika tidak memberikan sesuatu kepada Professor yang selalu membantuku. " kata Ardian yang terlihat murung.
"kalau begitu sebagai gantinya sering-seringlah datang ke laboratorium ku. " kata Professor nemasis yang memberikan solusi.
"baiklah, aku akan sering datang ke sini, terimakasih banyak Professor. " kata Ardian yang senang mendengarnya.
"apakah kau tahu penemuan ku yang pertama kali ku buat saat datang ke kota zenai, sebenarnya aku sangat senang karena saat ini penemuan ku sudah banyak digunakan oleh masyarakat. " kata Professor nemasis.
"apakah itu televisi. " kata Ardian yang mengingatnya.
"benar, membuat sesuatu yang bisa membuat orang lain bahagia itu sangat menyenangkan. " kata Professor nemasis.
"(Professor benar-benar orang yang ku kagumi sampai kapanpun). " kata Ardian didalam hatinya sambil tersenyum mendengarnya.
lalu setelah menyelesaikan beberapa tes percobaan otobot, Ardian yang terlihat percaya diri pun keluar dari laboratorium dengan tenang.
"hati-hati di jalan, Ardian. " kata Professor nemasis sebelum melihat Ardian pergi.
lalu di sore hari yang sepi, Ardian yang sengaja lewat jalan yang sepi dengan ekspresi tenang pun terus melanjutkan perjalanannya sampai ia merasakan sesuatu lalu menghentikan langkah kakinya.
"sudah kuduga kalian pasti akan mengikutiku. " kata Ardian yang tanpa melihat ke belakang sudah tahu ada kedua ninja pembunuh di belakangnya.
"huh, bagaimana bisa...... " Yana yang terkejut mendengarnya.
"cih, kalau sudah begini, kita langsung bunuh saja anak itu. " kata fuka yang sudah siap untuk menyerang dengan teknik pedang pembunuhnya.
"coba saja kalau bisa, para pembunuh. " kata Ardian yang memprovokasi mereka lalu berbalik badan dan mengeluarkan pedang api nya dengan tatapan mata serius.
__ADS_1
BERSAMBUNG...............