
Episode 125
setelah saling memandang dalam waktu yang cukup lama, suasana disekitar menjadi panas dan karena ketakutan Nina pun bersembunyi di belakang Ardian.
"siapa kalian ?. " tanya Ardian dengan ekspresi serius.
"namaku fetmis, kami dikirim untuk menangkap gadis yang bersembunyi di belakangmu itu. " kata fetmis memperkenalkan dirinya sambil tersenyum kecil.
"kenapa kalian mengincarnya, aku sudah berjanji, apapun yang terjadi aku tidak akan menyerahkan Nina walaupun nyawa taruhannya. " kata Ardian dengan ekspresi serius.
"oh, bagus sekali kata-kata mu itu, tapi kami juga tidak sedang bermain-main. " kata salah satu dari ketiga orang mencurigakan itu kemudian mengeluarkan bor angin di tangan kanannya.
"kau memang tidak sabaran ya, nurui. " ucap salah satu dari ketiga orang mencurigakan yang ikut mengeluarkan cangkul yang terbuat dari pasir yang dikeluarkan dari kedua tangannya.
"ya ampun, kalian berdua memang tidak sabaran, sepertinya aku tidak akan menghentikan kalian, lebih baik aku menonton saja. " kata fetmis dengan ekspresi tenang.
"kita tidak punya pilihan lain selain harus bertarung. " kata Ardian mempersiapkan dirinya.
"ini merepotkan, padahal saat ini aku sedang tidak ingin bertarung. " kata mbak ciria sambil mengeluarkan pedang ksatria nya.
"aku akan menghajar mereka. " ucap Nizar dengan bersemangat sambil mengepalkan kedua tangannya.
"ayo kita habisi mereka semua. " kata nurui sambil berlari kencang ke arah Ardian.
"cepat sekali. " ucap Ardian sambil menangkis serangan nurui yang cepat seperti angin itu.
"kau tidak akan bisa menahannya terlalu lama, bodoh. " ucap nurui sambil tersenyum kecil.
kemudian nurui pun dengan cepat memukul Ardian dengan cepat dan berkali-kali, lalu yang terakhir nurui menghempaskan Ardian dengan pukulannya cukup jauh sampai terbentur tembok di belakangnya.
"kakak !!. " teriak Nina yang sangat khawatir melihat kondisi Ardian yang babak belur.
"hmp, ini terlalu mudah untuk ku. " kata nurui sambil tersenyum sombong.
"aku bosan hanya menonton disini, aku akan membereskan para semut itu. " kata fetmis melihat mereka semua dengan jari nya.
"siapa yang kau panggil semut. " kata gerad dengan ekspresi marah.
kemudian tiba-tiba saja fetmis menghilang dan muncul di hadapan mereka semua, pertarungan pun terjadi hingga pada akhirnya fetmis dapat mengalahkan mereka semua dengan kekuatan spirit kegelapan nya.
__ADS_1
"kekuatan apa itu, aku tidak bisa menyerangnya. " kata gerad yang sudah terjatuh lemas kehabisan tenaga.
"itu bukan kekuatan biasa, aku bisa merasakan kebencian dari dalam kekuatan itu. " kata grane yang juga lumpuh tak berdaya.
"sepertinya cukup sampai disini saja, kita bawa dan ikat mereka semua di mobil, jangan sampai ada yang kabur. " kata fetmis memberi perintah.
pada akhirnya mereka semua pun dibawa kedalam mobil serta diikat.
"apa kau tidak apa-apa kakak, bagaimana dengan luka mu ?. " tanya Nina.
"tidak apa-apa kok. " jawab Ardian yang masih lemas.
"cih, pada akhirnya kita semua ditangkap dan tidak tahu akan dibawa kemana. " kata grane mengeluhkan kondisinya.
"ini semua salahku, kalau kalian tidak terlibat dengan ku, kalian pasti tidak akan mengalaminya. " kata Nina menyalahkan dirinya lagi.
"sudah beberapa kali aku bilang, ini bukan salah mu, lagipula aku sudah berjanji kepada nenek, apapun yang terjadi aku akan melindungi mu, ingatlah itu, Nina, jika kau tidak merasa bersalah terus sepulang nanti aku akan memukul mu. " kata Ardian.
"Ardian benar, ini bukan waktunya untuk mengeluhkan kondisi kita, sekarang ini kita harus mencari cara agar bisa melepaskan diri. " kata mbak ciria.
lalu tidak lama kemudian, akhirnya mobil pun sambil di tempat tujuan, yaitu disebuah rumah terpencil yang menjadi tempat dimana dikurungnya orang tua Nina, mereka semua pun di giring masuk kedalam rumah itu dan menghadap ke orang misterius berjubah hitam itu.
"aku sudah tahu jika kalian bertiga mampu melakukannya. " ucap orang misterius berjubah hitam itu.
"siapa sebenarnya kau ini ?. " tanya Mbak ciria.
"hahahaha, namaku, muzen, sang iblis kegelapan. " kata muzen memperkenalkan dirinya dengan menampakkan wajahnya.
"iblis. " ucap mbak ciria sambil menatap muzen dengan ekspresi serius.
"apa yang sebenarnya kau inginkan dari Nina ?. " tanya Ardian dengan ekspresi kesal.
"kalung, kalung yang dikenakannya itu. " jawab muzen sambil melihat ke arah Nina yang ketakutan.
"kalung. " ucap Ardian yang terkejut.
"tidak, aku tidak akan menyerahkan kalung ini, kalung ini adalah pemberian dari nenek ku yang berharga sebelum beliau meninggal. " kata Nina dengan lantang yang berusaha menyembunyikan ketakutannya itu.
"tolong jangan ambil kalung itu, aku akan memberikan apapun yang kau inginkan, tapi tolong lepaskan anak ku. " kata sang ayah yang memberikan sebuah penawaran kepada muzen.
__ADS_1
"ayah. " ucap Nina yang terkejut melihat ayah dan ibunya yang diikat di belakang.
"hmp, kau kira aku akan percaya kepada mu, tidak, aku akan mengambil kalung nya itu. " kata muzen yang tidak menghiraukan kemudian berjalan perlahan-lahan ke arah Nina dan hendak mengambil kalungnya itu.
"jangan, jangan. " ucap Nina yang mencoba mundur kebelakang dalam keadaan terikat sambil ketakutan.
"hahahaha, akhirnya aku akan mendapatkan kalung nya. " kata muzen yang sudah mengulurkan tangannya dan hendak mengambil kalungnya itu.
"berhenti !!. " teriak Ardian sambil menundukkan kepalanya ke bawah.
tiba-tiba saja suasana disekitar mereka menjadi panas, sebuah energi besar keluar dari tubuh Ardian.
"apa, apa yang sebenarnya kau lakukan, bocah. " teriak muzen yang melihatnya mengeluarkan energi panas.
"aku tidak bisa menahannya, tidak bisa, ini terlalu sulit, kalung itu, kalung itu adalah sebuah pemberian, aku paling benci melihat orang yang merebut hak orang lain didepan ku. " kata Ardian dengan lantang kemudian menegakkan kepalanya.
mereka semua seketika langsung terkejut saat melihat Ardian yang matanya berubah menjadi merah.
"huh, kakak. " ucap Nina yang terkejut saat melihatnya.
"Ardian, tenanglah. " ucap mbak ciria yang mencoba menenangkannya tapi itu sia-sia.
"sebenarnya ada apa dengan Ardian, dia benar-benar sudah berubah. " tanya gerad.
"dia sudah mencapai batas nya, ini gawat, kalau dia tidak bisa ditenangkan maka segel naga yang ada di tubuhnya bisa rusak. " kata mbak ciria dengan khawatir.
"berarti jika itu terjadi maka.... " ucap grane dengan ekspresi terkejut.
"ya, naga yang ada didalam tubuh Ardian perlahan akan terlepas dan keluar, dan hal terburuknya adalah jika naga itu sampai menghancurkan kota, maka sejarah akan terulang kembali. " kata mbak ciria.
"tenanglah kakak. " ucap Nizar yang mencoba menenangkannya.
"aaahhhh, aku tidak bisa, rasanya jiwa ku seperti ditarik. " kata Ardian yang mulai kesakitan.
di alam bawah sadar Ardian.......
terlihat Ardian yang jatuh dengan perlahan, melayang lemas dan tidak berdaya.
"aku...., aku...., aku sudah tidak sanggup lagi. " ucap Ardian yang terjatuh perlahan tak berdaya.
__ADS_1
"sepertinya sudah waktunya untuk ku bisa keluar ya. " kata naga yang ada didalam tubuh Ardian tersenyum kecil.
BERSAMBUNG............