Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
ikatan pertemanan yang menyatukan mereka (prolog: masa lalu kakek jelan bab 10)


__ADS_3

episode 82


sesampainya di rumah, mereka bertiga disambut oleh kakek tua itu yang sedang duduk didepan rumah.


"bagaimana, apakah kalian senang disana ?. " tanya Kakek tua itu yang menunggu mereka didepan rumah sambil duduk duduk meminum kopinya.


"sensei, tentu saja, kami sangat menikmatinya. " jawab jelan.


"apakah benar itu, kalian berdua ?. " tanya Kakek tua itu sambil melihat zenah dan mireha dengan tersenyum kecil.


"mungkin. " jawab zenah dengan kaku.


"hmm, yaa, begitulah. " jawab mireha sambil memalingkan wajahnya.


"hmp, kalian sudah tumbuh besar ya, mungkin sudah saatnya aku mempercayakan semuanya kepada kalian, waktu ku sudah tidak banyak lagi. " kata kakek tua itu sambil memejamkan matanya.


"apa maksud sensei ?. " tanya jelan.


"kau akan tahu jika waktunya sudah tiba dan kalian adalah generasi selanjutnya untuk memimpin kota ini, jadi, teruslah melangkah maju. " jawab Kakek tua itu dengan ekspresi tenang.


"apakah Kakek akan meninggalkan kami ?. " tanya mireha dengan ekspresi serius.


"oy, mireha.... " ucap jelan dengan terkejut saat mendengar pertanyaan mireha.


"itu sudah kehendak kan, aku hanya bisa berharap kepada kalian terutama kau jelan, naga yang ada didalam dirimu, aku tidak tahu cara lain untuk mu bisa mengendalikannya, satu-satunya cara adalah dengan berbicara kepada naga itu sendiri melewati alam bawah sadar mu, itu tergantung kau sendiri. " kata kakek tua itu kemudian pergi meninggalkan mereka bertiga lalu keluar dari rumah.


"sensei benar, aku akan berbicara dengan naga itu sendiri. " kata jelan.


"tunggu, apakah kau ingin bunuh diri, kau tidak akan tahu kan apa yang akan terjadi dengan tubuhmu nanti jika gagal untuk melakukannya. " kata zenah dengan khawatir.


"tapi, apa yang harus aku lakukan sekarang, aku sangat takut jika naga yang ada didalam diri ku keluar dan mengamuk menghancurkan seluruh kota, kurasa aku akan pergi dari sini. " kata jelan dengan ekspresi pucat sambil melihat tangannya yang gemetaran kemudian lari keluar dari rumah.

__ADS_1


"jelan, tunggu... " ucap zenah yang saat akan menghentikannya.


"dia sudah pergi. " kata mireha yang memejamkan matanya.


"mireha, apakah kau tidak khawatir dengannya, kita tidak bisa membiarkannya pergi begitu saja kan. " kata zenah dengan lantang.


"tentu saja aku khawatir, kenapa kau tidak mengejarnya jika kau sudah menyadari apa yang kau lakukan selama ini kepadanya. " kata mireha dengan lantang membalas perkataan zenah.


setelah mendengar perkataan mireha, zenah kemudian tersadar dia sudah terlalu banyak menyakiti perasaan jelan saat pertama kali bertemu sampai sekarang dia masih menyakiti perasaannya, lantas, zenah langsung pergi keluar dari rumah untuk mencari jalan pergi, lalu mireha yang melihatnya hanya memejamkan matanya dengan ekspresi serius,


lalu saat di tengah-tengah kota, zenah kebingungan kemana lagi dia mencari jelan, lalu kemudian dia menyadari sesuatu, zenah pun langsung berlari menuju ke arah hutan dan pergi ke tempat dimana dia bertemu dengan jelan saat pertama kalinya, sesampainya di sana benar saja, jelan ada tempat tersebut sambil duduk di bawah pohon membaca buku novelnya dengan ekspresi sedih.


"sudah kuduga kau ada di tempat ini. " ucap zenah saat menghampiri jelan dari belakang.


"benar, ini adalah tempat pertama kita bertemu kan. saat itulah aku memulai petualangan ku di kota ini dan sekarang sepertinya sudah berakhir disini. " kata jelan sambil mencoba tersenyum melihat sekitar tempat itu lalu menutup buku novelnya.


"huh, terkadang seseorang bisa saja salah dengan diri mereka, begitu juga dengan ku. " kata zenah sambil duduk di dekat jelan dibawah pohon.


"sejak awal aku menyakiti perasaan mu kan, aku selalu menyembunyikan perasaan ku sendiri selama ini, aku juga merasa bersalah dengan sikap ku waktu itu, jika waktu aku bisa mengucapkan terimakasih kepadamu, kau pasti tidak akan terbebani dengan sikapku itu. " jawab zenah menyesalinya.


"ini bukanlah salahmu, aku pergi karena keinginan ku sendiri karena aku adalah seorang pengembara sejak awal kan. " kata jelan.


"apakah kau tega meninggalkan kami begitu saja, kau sudah berhasil membujuk kami dengan keegoisan mu itu untuk memperlihatkan kami sebuah kebaikan, sejujurnya kami sudah benar-benar berubah sejak kau datang ke rumah kami, aku juga bersyukur mempunyai teman yang sangat baik seperti mu, Nitin benar, aku terlalu malu untuk mengatakannya, tapi sekarang ini aku tidak akan membiarkan teman baik ku menhilang begitu saja, mireha pasti juga akan merasakan hal yang sama. " kata zenah dengan lantang sambil meneteskan air matanya.


"zenah, aku membuatmu menangis ya. " kata jelan yang akan mengusap air matanya.


"kumohon, kembalilah. " pinta zenah dengan ekspresi sedih sambil memegang tangan jelan yang ingin mengusap air matanya.


"jika kepergian ku akan membuat mu menangis dan membuat mireha khawatir, maka aku tidak pergi, tapi, aku.... " kata jelan.


"kita akan bersama-sama mencari cara untuk mengendalikan naga yang ada di dalam dirimu itu, aku akan membantumu walaupun nyawa ku taruhannya. " kata zenah memotong perkataan jelan.

__ADS_1


"benarkah, terimakasih jika kau ingin membantu ku. " ucap jelan dengan senang.


"kalau begitu ayo sekarang kita kembali, mireha pasti sudah menunggu. " kata zenah sambil berdiri.


"tunggu, sebelum kembali aku ingin menanyakan satu hal kepada mu. " pinta jelan sambil berdiri.


"apa. " ucap zenah.


"apakah kau masih membenciku ?. " tanya jelan.


"hmm, bukankah kemarin saat kau berbicara dengan mireha, kau bilang teman itu sering bertengkar tapi itu sudah wajar karena mereka berteman, begitu kan. " jawab zenah dengan ekspresi ceria sambil melihat ke atas awan yang sudah sore hari.


"oh, begitu ya, aku mengerti sekarang. " kata jelan dengan tersenyum saat melihat zenah menunjukkan ekspresi ceria untuk pertama kalinya.


lalu mereka berdua pun kembali ke rumah, sesampainya di rumah mereka disambut oleh mireha yang membuat banyak makanan di dapur.


"wah, banyak sekali makanannya, apakah kau sediri yang membuatnya ?. " tanya jelan kagum.


"tentu saja, kalau tidak siapa lagi. " jawab mireha sambil tersenyum.


"mireha, apakah aku boleh bertanya satu hal kepada mu. " pinta jelan dengan ekspresi resah.


"apa. " ucap mireha.


"menurutmu aku ini apa ?. " tanya jelan.


"kau adalah jelan, pengembara yang berhasil merubah hidup kedua gadis yang penuh dengan masalah, bersama dengan kakek tua yang mengajarkannya apa yang bisa dilakukan oleh seseorang yang berhati baik. " jawab mireha dengan ekspresi serius.


"begitu ya, aku sangat berterimakasih kalian sudah menerima ku di rumah ini. " kata jelan dengan terharu sambil memeluk mireha sebagai seorang teman.


zenah yang melihatnya hanya tersenyum kecil sambil menunjukkan jempolnya ke arah mireha yang sedang melihatnya, lalu setelah itu mereka bertiga pun makan bersama dengan riang di malam hari.

__ADS_1


BERSAMBUNG............


__ADS_2