
Episode 196
"kenapa. " ucap Zahra setelah meneteskan air matanya.
"biar aku yang melawannya--. " kata Zahra dengan pelan sambil menundukkan kepalanya ke bawah.
"tidak, Konori itu adalah teman ku, karena itu, ini adalah masalah ku dengan nya, aku tidak mau melibatkan orang lain lagi. " kata Zahra yang terdengar seperti pernah bergantung kepada seseorang di masa lalu nya.
"setidaknya dengarkan aku sampai selesai, ya itu benar, ini adalah masalah mu dan aku tidak mempunyai hak untuk ikut campur ataupun membantu mu, tapi setidaknya aku mempunyai keinginan untuk menolong seseorang, aku tidak ingin kabur lagi seperti dulu, aku bilang aku akan melawan nya, tapi masalah mu itu selesai kan lah sendiri, walaupun aku tidak berhak membantu mu, aku akan tetap membantu mu, karena aku sudah lelah terlibat masalah yang sangat merepotkan, aku ingin menyelesaikan nya secepat mungkin lalu mencari teman-teman ku yang lainnya, jangan berfikir itu membebani, aku hanya mengikuti naluri ku saja.. " kata Zela yang agak lantang berusaha meyakinkan Zahra.
"bodoh, baru pertama kali nya ada orang yang berbicara tidak logis seperti itu kepada ku. " kata Zahra yang tidak bisa menentang Zela lagi dengan ekspresi nya yang ketakutan seperti kucing.
"maaf aku membuatmu menangis, aku terbawa suasana. " kata Zela sambil memejamkan matanya dan mencoba untuk tenang.
"kau harus bertanggung jawab nanti. " ucap Zahra dengan cemberut.
"baiklah, untuk sekarang kita harus menghentikan nya terlebih dahulu. " kata Zela sambil melihat ke arah Konori yang semakin menggila di atas badai angin nya itu.
"kau mau melawannya ?. " tanya Zahra yang masih merasa khawatir.
"jangan salah paham, aku hanya akan melawannya sampai kau benar-benar pulih, lagipula kau lah yang bisa menyadarkan teman mu itu kan. " jawab Zela sambil tersenyum kecil.
"aku mengerti, berhati-hatilah. " ucap Zahra.
"ya, serahkan saja kepada ku. " ucap Zela yang perlahan-lahan maju ke arah Konori.
lalu saat Konori melihat ke bawah, terlihat Zela yang perlahan-lahan mendekatinya dari bawah.
"apa yang bisa kau lakukan untuk melawan ku, bocah kegelapan ?. " tanya Konori yang meremehkannya.
__ADS_1
"bukan aku yang akan mengalahkan mu, tapi aku yang akan mengentikan mu. " jawab Zela sambil perlahan-lahan membuka sarung tangan kiri nya itu.
"huh, apa itu. " ucap Zahra yang terkejut saat melihat tangan kiri Zela.
"*t*angan iblis ya. " ucap Konori sambil tersenyum kecil.
"tidak, ini adalah tangan terkutuk. " kata Zela sambil tersenyum kecil.
"tangan terkutuk. " ucap Zahra yang semakin penasaran.
"menarik sekali, ini akan menjadi pertarungan yang sangat menarik, aku tidak akan menahan diri sekarang. " kata Konori yang kemudian memperkuat badai angin nya itu.
hembusan angin pun semakin kencang, tapi Zela tanpa ragu maju ke arah Konori yang berada di didalam pusaran badai itu.
"aku akan menghentikan mu. " kata Zela sangat berlari ke arah pusaran angin itu sambil menggunakan tangan kiri nya sebagai pelindungnya saat maju.
"cih, sebenarnya ada apa dengan tangan kiri nya itu. " kata Konori yang kesal saat melihat tangan kiri Zela itu menetralkan penghalang nya.
sementara itu Zahra yang kondisinya sudah agak membaik pun langsung mengikuti Zela dibelakang nya dengan lewat jalur yang dibuat oleh Zela itu, setelah sampai pada setengah jalur menuju pusat pusaran badai nya itu, Zela pun kehabisan stamina karena berlari dengan nafas terengah-engah, lalu tidak lama kemudian Zahra yang mengikuti nya dari belakang pun berhasil mengejar Zela tanpa merasa lelah sedikit pun.
"(gawat, aku sudah mencapai batasnya, aku tidak pernah berlari sejauh ini sebelumnya, ditambah lagi angin yang berlawanan ini sangat menyusahkan, jika aku beristirahat sejenak saja aku bisa terhempas kebelakang dengan sangat cepat). " kata Zela didalam hatinya dengan nafas terengah-engah.
"apakah kau sudah tidak kuat berlari lagi, ternyata kau seorang pecundang yang bermulut besar saja ya, dasar payah. " kata Konori sambil tertawa dengan jahat nya saat melihat Zela yang sudah tidak kuat berlari itu.
"cih, sial sekali. " ucap Zela yang kesal dengan dirinya sendiri.
"kau terlihat payah sekali ya. " kata Zahra yang berhasil mengejar nya dari belakang.
"Zahra, apakah kau sudah lebih baik ?. " tanya Zela yang terkejut saat melihatnya.
__ADS_1
"ya begitulah, selain itu ada apa dengan tangan kiri mu itu, ?, manusia biasa tidak mungkin mempunyai tangan seperti itu walaupun mempunyai kekuatan elemen kegelapan sekalipun. " tanya Zahra yang masih penasaran.
"kau benar, ini bukanlah tangan biasa, sebenarnya tangan ku ini dikutuk. " kata Zela yang menjelaskan nya dengan singkat.
"dikutuk. " ucap Zahra dengan terkejut saat mendengarnya.
"aku bisa menetralkan kekuatan apapun dengan tangan kiri ku ini, tapi di pertarungan aku tidak ingin mengeluarkan tangan ku ini. " kata Zela.
"kenapa ?. " tanya Zahra.
"karena selain bisa menetralkan kekuatan, pada dasarnya tangan kiri ku ini menyerap kekuatan apapun yang ku sentuh, contohnya jika aku menyentuh seseorang dengan tangan kiri ku ini maka yang terjadi adalah orang itu tenaga nya akan langsung terserap cepat, jika sudah Melawati 10 detik menyentuhnya orang itu akan langsung mati dengan sendirinya karena kehabisan tenaga, maka dari itu aku sudah berjanji kepada diriku sendiri agar tidak selalu bergantung kepada tangan kiri ku ini dalam pertarungan. " kata Zela yang mengingat masa lalunya yang kelam akibat tangan kiri terkutuk nya itu.
"aku mengerti perasaan mu. " kata Zahra yang tanpa ragu menyentuh tangan kiri nya itu secara langsung.
"hey apa yang kau lakukan, kau bisa mati lho. " kata Zela yang panik saat Zahra menyentuh tangan kiri nya itu.
seketika aura kegelapan mereka berdua pun menjadi satu hanya dengan sentuhan itu, terlihat Zahra baik-baik saja saat menyentuh tangan kiri terkutuk Zela itu.
"kenapa kau bisa menyentuhnya ?. " tanya Zela yang penasaran.
"aku tidak tahu, aku merasa jika kekuatan kegelapan yang ada ditangan kiri mu ini sangat luar biasa banyak dan ini terasa hangat. " jawab Zahra sambil tersenyum.
"(apa ini, aku sudah tidak lelah lagi, tenaga ku benar-benar terisi kembali, selain itu tangannya sangat lembut, apakah aku benar-benar menyatu dengannya didalam aura kegelapan ini). " kata Zela yang terkejut saat merasakan kekuatan yang meluap-luap didalam dirinya.
"tetaplah seperti ini, kau tidak keberatan kan. " kata Zahra yang terus menyentuh tangan kiri terkutuk Zela agar kekuatannya itu terus terhubung dengannya.
"ya, tidak masalah, aku akan membawa mu ke tempat teman mu berada itu. " kata Zela kemudian melanjutkan membuat jalur didepannya dengan menggunakan tangan kiri terkutuk nya itu.
BERSAMBUNG................
__ADS_1