
episode 13
di markas organisasi deka nyoren mengadakan rapat untuk mencari anggota baru.
"kita harus mencari anggota baru di organisasi ini, kalau tidak kita bisa kalah dari Ardian, " kata nyoren.
"hmm, bagaimana kalau kita tawari zela, dia adalah orang yang pendiam di kelas, mungkin saja dia punya tujuan seperti kita. " kata zeker.
"hmm, mungkin saja dia mau, zeker, laka kalian berdua pergi tawari zela masuk ke organisasi kita. " kata nyoren.
"baik. " jawab zeker dan laka.
mereka berdua pun akhirnya pergi, di samping jembatan zela yang sedang melihat sungai tiba-tiba saja didatangi oleh zeker dan laka.
"siapa kalian. " kata zela dengan terkejut.
"bukankah kita satu kelas ?, jangan pura pura tidak tahu. " kata laka.
"sebenarnya apa tujuan kalian. " kata zela.
"kami kesini untuk menawarkan mu sebagai anggota baru organisasi kami. " kata zeker.
"hmm, aku tidak tertarik dengan itu. " kata zela dengan santai.
"grr, kalau begitu kami akan menggunakan kekerasan. " kata laka sambil melemparkan pisau strum kearah zela.
zela yang terkena pisau strum langsung jatuh tidak bisa bergerak,
"hentikan. " kata Ardian yang melihat zela.
"kau, Ardian, jangan ikut campur. " kata zeker.
"tidak bisa begitu, apa yang kalian inginkan dari zela. " kata Ardian.
"itu bukan urusanmu !!. " kata laka sambil melemparkan pisau strum kearah Ardian.
Ardian berhasil menghindari pisau strum tersebut, akhirnya mereka bertiga pun bertarung, karena kalah jumlah, Ardian terpojok, tidak lama kemudian opel, legis, Nizar, micau dan veysa datang, laka dan zeker terpaksa harus kembali ke markas menggunakan bom asap untuk kabur.
__ADS_1
"zela, apakah kau baik-baik saja. " kata Ardian.
"Hem, aku tidak perlu bantuanmu " kata zela.
"apa maksudmu, kita teman kan ?. " kata Ardian meyakinkan zela.
"selama ini aku hidup sendirian, jadi jangan ganggu aku. " kata zela.
setelah zela pergi Ardian dan lainnya pergi ke pinggir sungai membicarakan masalah zela.
"zela memang begitu orangnya, " kata legis.
"dia sama sekali belum punya satu pun teman, dan dia juga tidak mau memiliki teman. " kata Opel.
"hmm, nanti sore aku akan pergi ke rumahnya, lalu aku akan coba menyadarkan nya. " kata Ardian dengan percaya diri.
*kau ini, selalu saja nekad, kalau begitu kami semua akan ikut. " kata legis.
di sore hari, mereka pergi ke rumah zela, dirumah tersebut sangat sepi, tiba-tiba saja sesuatu muncul dari semak semak, ternyata itu adalah harimau bayang yang dibuat zela untuk menjaga rumah, harimau tersebut tidak membiarkan mereka semua kabur.
"erg, apa rencana kita sekarang ?. " kata Opel.
"baiklah, serahkan saja harimau bayang ini pada kami, pergi lah. " kata legis.
seketika itu teman-teman Ardian langsung menghadang harimau bayang itu ke rumah zela, Ardian langsung berlari menuju pintu rumah zela, ternyata pintu tersebut terkunci, karena Ardian tidak ingin perjuangan teman-temannya sia dia ia terpaksa menghancurkan kaca jendela zela dengan melompat berguling untuk masuk paksa ke rumahnya itu membuat bahu Ardian kesakitan, saat sampai di dalam ruangan zela, Ardian kaget melihat rumah zela yang berantakan sekali, tiba-tiba saja zela datang dari tangga lantai 2 nya.
"kenapa kau sangat berani untuk masuk ke rumah ku, Ardian !!!. " kata zela marah.
"aku hanya ingin mengajak kau berteman saja. " kata Ardian sambil mengulurkan tangannya ke arah zela.
"sebenarnya apa maksudmu. " kata zela bingung.
"aku hanya ingin, semua di sekolah ninja, berteman baik dan tidak ada pertengkaran atau pun pertempuran" kata Ardian dengan sungguh sungguh.
"Hem, kau sangat bersungguh-sungguh sungguh mengatakannya, tetapi itu mustahil untuk diwujudkan !!, " kata zela.
setelah itu zela langsung berlari ke lantai dua, Ardian pun mengejarnya dari belakang, sampai di ruangan terakhir Ardian mengejarnya sehingga zela terpojok.
__ADS_1
"cih, kau, kenapa kau terus mengikutiku. " ucap zela dengan kesal.
"aku hanya ingin kau tersadar, zela, aku tahu didalam hati mu kau sangat kesepian, tetapi kami tidak akan membiarkan seseorang dari kelas kami yang akan menyimpan rasa kesepian dihati yang terdalam. " kata Ardian.
"(melihat ke kaca, mengamati pertarungan Opel,gicha,legis dan veysa dengan harimau bayang Milik zela),aku.... " kata zela terpaku.
"kau bisa zela, ulurkan tanganmu. " kata Ardian sambil mengulurkan tangannya.
seketika itu zela hampir menyentuh tangan Ardian, lalu tiba-tiba saja zela menggelengkan kepala dan bilang "apa yang ku lakukan selama ini, lebih baik aku mati. " setelah itu zela melompat dari jendela atap rumahnya, Ardian kaget dan ikut melompat dari jendela.
"zela apa yang kau lakukan, kau bisa mati. " kata Ardian.
"inilah cara terbaik untuk menghilangkan rasa kesepianku. " kata zela dengan keras kepala.
"tidak akan kubiarkan, kau tidak perlu mati untuk menghilangkan rasa kesepianmu itu, aku juga pernah mengalami kejadian seperti dirimu itu, tetapi aku bisa terlepas dari rasa kesepian itu karena aku memiliki seorang teman, maka dari itu ikutlah denganku zela. " kata Ardian sambil menendang zela saat akan terjatuh ketanah, Ardian yang melihat zela dari kejauhan dengan penglihatan yang samar, tersenyum dan memberi jempol ke arah zela yang masih baik-baik saja, setelah itu Ardian pun pingsan dan tergeletak di tanah, saat Ardian bangun tiba-tiba saja ia ada di rumah sakit ditemani oleh teman temannya.
"bagaimana dengan zela. " kata Ardian lemas.
"kenapa kau masih menghawatirkan orang lain, padahal dirimu sekarang sedang lemas. " kata legis heran.
"itu tidak masalah jika zela sudah menjadi teman kita, ini hanya untuk pengorbanan kecil. " kata Ardian dengan tersenyum.
zela yang mengintip Ardian dari luar ruangan tiba tiba saja masuk.
"kenapa kau sangat ingin menjadi temanku, padahal aku sudah menyerang teman teman mu, kau juga melakukan pengorbanan untukku. " kata zela dengan menundukkan kepalanya.
"aku sudah bilang kan, aku akan membantumu menghilangkan rasa kesepian mu itu. " kata Ardian.
"jika seperti itu, bisakah kita berteman, " kata zela dengan kaku.
"bagaimana dengan kalian teman-teman, apakah kalian bisa memaafkan zela. " kata Ardian.
"ya, baiklah, " kata legis.
"kalian, terimakasih banyak, aku akan memulai nya dari awal. " kata zela dengan menundukkan kepalanya dan sedih.
(akhirnya aku bisa mempunyai teman yang menerima ku dengan tulus) kata terakhir zela.
__ADS_1
BERSAMBUNG...........