
episode 71
sesampainya di depan aula pelatihan, mereka melihat seorang pelayan sedang membersihkan tempat tersebut.
"nona ciria, saya sudah membersihkan tempat aula pelatihannya, silahkan duduk dulu, saya akan memanggil tuan muda. " kata pelayan yang membersihkan tempat aula pelatihannya.
"terima kasih atas kerja kerasnya. " ucap ciria sebelum pelayan tersebut pergi.
"mbak ciria, itu pelayan.... " kata Ardian yang melihat pelayan tersebut.
"ya, itu pelayan kakak ku, dia selalu berkerja keras. " kata ciria.
lalu pelayan yang satunya tidak sengaja lewat mendengar perkataan ciria dari kejauhan, langsung memasang ekspresi cemberut dan kesal lalu pergi, beberapa saat kemudian, kedua kakak ceria datang.
"akhirnya datang juga, kakak. " kata ciria dengan kesal karena menunggu lama.
"maaf membuat kalian menunggu, tunggu, kalian berdua.... " kata salah satu kakak ciria sambil melihat Ardian dan Nizar.
"perkenalkan, ini kakakku dyn, yang kurus, dan ini kakakku gelan, yang gemuk. " kata ciria memperkenalkan kedua kakaknya dengan kasar.
"coba perkenalkan dengan benar, ciria !!. " teriak kak dyn setelah itu memukul kepalanya.
"maaf. " ucap ciria dengan pelan setelah itu terdiam.
"kalian berdua cucunya nenek zenah kan. " ucap kak gelan.
"ya, namaku Ardian dan ini adikku Nizar. " kata Ardian memperkenalkan dirinya dan juga adiknya.
"jadi, apa tujuan kalian berdua datang kesini, maksudku ke aula pelatihan ini ?. " tanya kak dyn dengan serius.
"aku ingin menjadi lebih kuat agar bisa melindungi teman-teman ku, tidak, bukan temanku saja, tapi seluruh anggota keluarga ku juga, karena itu, aku akan mengikuti latihan ini semampu ku. " kata Ardian dengan serius.
"aku juga sama, aku tidak ingin kalah dengan kakakku. " kata Nizar yang juga serius.
"hmm, baiklah kalau begitu, ingat baik-baik, latihan yang ku berikan ini sangat berat lho. " kata kak dyn.
"aku tidak peduli, jika itu membuatku lebih kuat, aku akan melakukannya. " kata Ardian dengan percaya diri.
"semangat yang bagus, ayo semuanya, kita kedalam untuk latihan teori terlebih dahulu. " kata kak gelan setelah itu masuk ke dalam aula pelatihan tersebut.
__ADS_1
"menyebalkan, aku sangat benci dengan latihan teori. " kata mizhura dengan cemberut.
"sudahlah, ayo masuk. " ucap gerad sambil menarik tangan mizhura lalu masuk kedalam aula pelatihan.
"pelatihan teori. " ucap Ardian yang masih diluar.
"ada apa Ardian, apakah kau juga tidak suka pelatihan teori juga ?. " tanya ciria yang juga masih diluar.
"tidak, bukan begitu, hanya saja aku.... " jawab Ardian.
"kalian berdua cepatlah !!. " teriak kak dyn memotong pembicaraan Ardian dan ciria.
"ya, kami masuk, ayo Ardian. " kata ciria mengajak Ardian masuk kedalam aula pelatihan.
saat didalam, Ardian melihat sekeliling ruangan tempat aula pelatihan yang dipenuhi dengan barang barang kuno.
"tempatnya.... " ucap Ardian yang terkejut saat melihat sekeliling ruangan tempat aula pelatihan.
"sangat membosankan, benar kan. " ucap mizhura.
"cukup mizhura. " kata gerad.
"ya, tempatnya seperti museum, tapi tidak terlalu buruk juga. " kata Ardian yang memperlihatkan sekitarnya.
"baik. " ucap Ardian langsung duduk.
sebelum memulai latihan teorinya, kak dyn dan kak gelan memberikan penjelasan tentang cara kerja kekuatan elemen yang ada didalam tubuh.
"baiklah semuanya perhatikan papan tulis, teori kali ini adalah penjelasan tentang cara kerja kekuatan elemen di dalam tubuh kita. " kata kak gelan sambil menjelaskan dan menulis di papan tulis.
"(ini seperti di sekolah ninja, tapi sepertinya niver sensei tidak pernah menjelaskan teori ini). " kata Ardian didalam hatinya sambil memperhatikan papan tulis.
"kalian pasti sudah mengetahui kekuatan elemen masing-masing kan, tapi tidak mengetahui cara kerjanya, seperti yang ku tulis di papan tulis, ini adalah rumus kekuatan elemen yang ada didalam tubuh kita. " kata kak dyn menjelaskan apa yang di tulisnya di papan tulis.
"ini adalah rumus sederhana, jika kalian bisa mengetahuinya, kalian pasti bisa membangun kekuatan kalian sendiri dan bisa menciptakan teknik serangan kalian sendiri. " kata kak gelan menjelaskan.
"(membangun kekuatan sendiri dan menciptakan teknik serangan sendiri). " ucap Ardian didalam hatinya sambil mencoba memahami rumus yang tertulis di papan tulis.
"kekuatan kalian berasal dari tubuh kalian, lalu yang mengendalikannya adalah hati dan pikiran kalian, jika kalian bisa memahaminya, aku yakin kalian pasti bisa berkembang pesat. " kata kak dyn.
__ADS_1
"baiklah sampai disini saja untuk teori hari ini, hari selanjutnya kita akan langsung praktek. " kata kak gelan.
"sekarang kalian bisa bubar. " kata kak dyn setelah itu membubarkan mereka.
setelah keluar dari tempat aula pelatihan, mereka semua pun berteduh dibawah pohon besar.
"tidak kusangka, ternyata hanya sebentar itu, sepertinya hanya 10 menit. " kata Nizar yang terheran-heran.
"ya, memang setiap hari begitu, lagipula ini hanyalah sebuah latihan. " kata ciria.
"latihan. " ucap Ardian.
"sebenarnya kami semua juga bersekolah di sekolah ninja kota lesar, dan ini liburan musim dingin kan. " kata Lina.
"benar, tapi kenapa kalian tidak menghabiskan waktu untuk berlibur dan malah pergi berlatih ?. " tanya Ardian.
"kami juga ingin bertambah kuat untuk melindungi kota ini, kami tidak ingin tragedi yang terjadi di zaman nenek kami terulang lagi. " kata gerad dengan ekspresi serius.
"tragedi apa itu ?. " tanya Nizar.
"tragedi serangan naga. " jawab ciria.
"naga, jadi... " kata Ardian dengan terkejut.
"benar, karena kesalahan pendahulu kami, para naga akhirnya menyerang kota ini, lalu yang menyelamatkan kota ini saat perang melawan naga adalah nenek zenah yang saat ini disebut dengan ratu naga. " kata gerad.
"nenek, kenapa ?. " tanya Ardian dengan terkejut setelah mendengarkan cerita gerad.
"nenek kalian lah yang menyegel para naga itu didalam tong guci, lalu, karena warga sangat khawatir jika naga itu keluar lagi, nenek zenah mempercayakan beberapa orang untuk dijadikan seorang pengendali naga dan menyegelnya di tubuh mereka, berharap agar mereka bisa mengendalikan naga, karena masih diancam oleh warga, nenek kalian tidak mempunyai cara lain selain mengasingkan para pengendali naga ke berbagai tempat, termasuk kau Ardian. " jawab ciria.
"lalu siapa saja yang saat ini dijadikan pengendali naga ?. " tanya Ardian dengan ekspresi serius.
"yang aku ketahui hanya kau, defa adikmu, Sheila anak paman tento, dan juga Alan. " jawab ciria.
"apa, Alan, juga seorang pengendali naga, mbak ciria, aku harus menemui nenekku sekarang dan menceritakan semuanya kepadaku, sampai jumpa. " kata Ardian yang terkejut setelah itu langsung pergi meninggalkan mereka dan menuju ke rumah neneknya.
Nizar yang ingin mengejar kakaknya langsung di hadang oleh ciria.
"biarkan Ardian yang mengetahui kebenarannya, tolong jangan ganggu dia, Nizar, kakakmu pasti baik-baik saja. " kata ciria menyakinkan Nizar.
__ADS_1
Nizar pun menuruti perkataan ciria, setelah itu duduk terdiam dengan ekspresi kesal, gerad dan teman-temannya yang melihatnya hanya bisa diam dan merasa gelisah, lalu Ardian yang masih diperjalanan untuk ke rumah neneknya juga merasa gelisah.
"nenek, aku ingin mendengar semua kebenarannya di kota ini. " kata Ardian didalam hatinya sambil terus berlari menuju ke rumah neneknya.