
episode 43
dirumah Ardian.......
"paman, aku ingin bertanya sesuatu kepadamu. " kata Ardian dengan wajah serius.
"apa yang ingin kau tanyakan. " ucap pamannya sambil duduk di sofa dengan tenang.
"apakah paman tahu tentang sang pengendali naga di kota ini ?. " tanya Ardian sambil duduk di sofa.
"jadi kau sudah tahu ya. " ucap pamannya.
"ya, raja api menceritakannya kepadaku. " kata Ardian.
"rahardiki, sudah lama dia menghilang sejak perang kegelapan di kota zenai, sebenarnya rahardiki adalah kakakku. " kata pamannya sambil mengejamkan matanya.
"apa ?, berarti dugaan ku memang benar, sang pengendali naga, hanya keluarga kita yang memiliki seorang pengendali naga kan. " kata Ardian.
"benar, monster tujuh naga, hanya keluarga kita yang memilikinya, aku sudah pernah menceritakannya kepadamu kan, nenekmu lah yang menemukan keturunan monster naga, dan pada akhirnya, nenekmu lah yang menyegel ketujuh naga itu, tetapi nenekmu bilang hanya kedua naga lah yang mempunyai kebencian yang mengerikan, yaitu naga api yang ada didalam tubuhmu, naga dan naga kegelapan yang telah hilang saat nenekmu akan menyegelnya, kebencian dari naga mu itu adalah kebencian dari manusia sedangkan kebencian dari naga kegelapan itu adalah kebencian alami. " kata pamannya yang menjelaskan dengan panjang lebar.
__ADS_1
"setelah ujian ini selesai, aku akan menemui nenekku saat liburan musim dingin nanti. " kata Ardian.
"sekarang sudah musim dingin, apakah kau lupa ?. " tanya pamannya sambil melihat hujan salju dari jendela rumah.
"oh, benar, sekarang ini sudah bulan desember ya, aku benar-benar lupa. " kata Ardian sambil tersenyum.
setelah berbicara panjang dengan pamannya, Ardian pun keluar dari rumah sambil menggunakan mantelnya dan pergi menuju hutan untuk melanjutkan latihannya.
"musim dingin ya, ini baru pertama kalinya aku menikmati musim dingin di kota ini, aku harus bisa mengalahkan jaylain besok. " kata Ardian di dalam hatinya sambil berlatih melemparkan bola api kearah batu yang agak besar.
"masih belum cukup, Ardian. " ucap jaylain yang tiba-tiba saja datang dari balik batu yang dilempari bola api Ardian.
"sejak kau memulai melemparkan bola api kearah batu ini. " kata jaylain sambil menginjak batu yang dilempari bola api Ardian.
"kenapa kau disini, apakah kau ingin mengganggu latihan ku. " tanya Ardian dengan kesal.
"tidak, aku hanya ingin bilang, tidak berguna, kau tidak akan bisa mengalahkan ku besok jika kekuatanmu hanya seperti itu. " kata jaylain dengan tenang.
"tidak, aku tidak perlu menggunakan kekuatan untuk melawan mu, aku sudah bilang kan, aku akan mengalahkan mu dengan caraku sendiri, aku akan mencairkan es didalam hati mu itu, jaylain !!. " kata Ardian.
__ADS_1
"es didalam hatiku tidak akan pernah mencair. " kata jaylain dengan tenang.
"jika aku tidak bisa mencairkan es dihatimu, aku akan merubah sudut pandang mu yang membeku. " kata Ardian.
"merubah ya, kenapa kau ingin sekali mengubah sudut pandang ku. " tanya jaylain.
"karena, kita semua adalah teman, aku tidak akan membeda-bedakan teman dari suku lain, yang kuinginkan hanyalah kedamaian, apakah itu sulit untuk dicapai. " jawab Ardian.
"tentu saja, selama dunia ini masih mempunyai sisi gelap seperti kekuatan kegelapan, dunia ini tidak akan pernah damai, apakah kau mengerti, Ardian. " kata jaylain.
"aku mempunyai teman pengguna elemen kegelapan, dia membantuku dalam menyelesaikan masalah yang tidak bisa aku katakan, dia juga mempunyai sudut pandang sepertimu, sebagai seorang penyendiri. " kata Ardian.
"apakah itu gacha, aku sudah mendengar banyak tentangnya, dia sebenarnya adalah monster. " kata jaylain.
"cukup jaylain, sudah kubilang kan, aku tidak akan membeda-bedakan teman walaupun itu monster sekalipun. " kata Ardian.
"dasar keras kepala, aku menunggumu di arena besok, Ardian, kita buktikan, siapa yang benar. " kata jaylain sambil berjalan pergi meninggalkan Ardian.
"aku akan menyadarkan mu besok, jaylain !!. " ucap Ardian didalam hatinya sambil melihat jaylain yang masih belum menghilang dari pandangannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG..........