Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Roh spirit kegelapan


__ADS_3

Episode 128


"kompas ini menunjukkan ke arah gua yang ada di depan sana. " kata Ardian berlari sambil melihat Kompas nya.


"apakah kau mempercayai kompas itu ?. " tanya naga didalam diri Ardian.


"mau bagaimana lagi, tidak ada pilihan lain untuk menyelamatkan Nina selain mempercayainya. " jawab Ardian di dalam hatinya.


lalu saat akan sampai ke gua, tiba-tiba saja fetmis bersama kedua temannya itu pun datang mencegah Ardian masuk ke gua itu.


"berhenti disitu. " ucap fetmis dengan tenang.


"kalian, jangan halangi aku. " kata Ardian dengan ekspresi serius.


"kau merepotkan orang saja, gara-gara kau aku tidak bisa bersantai setelah menangkap kalian s**emua. " kata fetmis.


"aku tidak punya waktu untuk meladeni mu, aku harus menyelamatkan Nina. " kata Ardian dengan tegas.


"kalau begitu bagaimana jika kita tentukan dengan bertarung. " kata fetmis sambil mengeluarkan pedangnya.


"cih. " ucap Ardian dengan kesal.


"apakah kau butuh kekuatan ku lagi untuk bertarung dengannya ?. " tanya naga yang ada di dalam tubuh Ardian.


"tidak, aku tidak bisa terus bergantung kepada kekuatan mu, simpan saja kekuatan mu untuk melawan muzen nanti, biar aku yang akan mengalahkan orang ini dengan kekuatan ku sendiri. " jawab Ardian didalam hatinya.


"baiklah, kalau begitu aku akan tidur untuk mengembalikan energi ku terlebih dahulu. " kata naga kemudian mendengkur untuk tidur.


"ya, aku mengerti. " ucap Ardian didalam hatinya sambil tersenyum.


"huh, bagaimana caranya kau akan melawan kami bertiga, kau sendirian kan. " kata fetmis sambil tersenyum sombong.


"sepertinya kau melupakan sesuatu yang berharga bagi Ardian. " kata mbak ciria yang datang bersama dengan yang lainnya.


"semuanya. " ucap Ardian yang terkejut saat melihat kebelakang ada semua temannya yang datang dan hendak membantunya.


"Yoho, Ardian, kami tidak ingin menonton saja kau tahu, kami juga ingin menikmati pertarungan juga dengan mu. " kata gerad sambil mengeluarkan api di kedua genggaman tangannya.


"aku juga sedang ingin bertarung sekarang. " ucap mizhura dengan ekspresi tenang.


"aku juga akan bertarung, aku sangat ingin menebas mulut orang-orang itu. " kata grane sambil mengeluarkan pedang es nya dengan tenang.


"aku juga akan membantu. " ucap Lina.


"jika mbak ciria bertarung, aku juga akan bertarung. " ucap Nira.


"yaa, begitulah sekarang, bagaimana dengan mu, Ardian ?. " tanya Mbak ciria sambil mengeluarkan pedang ksatria nya yang besar itu.

__ADS_1


"baiklah, kita akan mengalahkan mereka bertiga bersama-sama, lalu dimana nurados ?. " tanya Ardian.


"dia sedang menolong orang tuanya Nina yang masih di ikat itu, dan juga dia bilang ingin menyelidiki tempat itu lagi lalu dia akan menyusul. " jawab grane.


"begitu ya. " ucap Ardian dengan senang dan lega saat mendengar nya.


"hmp, sepertinya ini akan menjadi hal yang sangat merepotkan, aku akan memanggil makhluk spirit dengan kekuatan kegelapan ku untuk membandingi jumplah mereka. " kata fetmis dengan ekspresi serius.


"bukankah itu akan membutuhkan tenaga yang lumayan besar, kau tidak bisa memanggilnya dalam jangka waktu yang lama lho. " kata Taka.


"aku tahu itu, tapi aku sudah menyimpan banyak tenaga, seharusnya ini sudah cukup untuk mengalahkan mereka semua. " kata fetmis yang terlalu percaya diri.


"baiklah kalau begitu terserah kau saja. " ucap Nurui.


lalu fetmis pun menggunakan gerakan untuk menbuka kekuatan spirit kegelapan nya itu dan tiba-tiba saja langit menjadi gelap disekitar mereka semua.


"apa, apa yang dilakukannya. " ucap gerad terkejut saat melihat ke atas awan yang tiba-tiba saja menjadi gelap.


"trik apa yang dia lakukan kali ini. " ucap mbak ciria didalam hatinya sambil mengamati gerakan fetmis dengan serius.


"wahai kegelapan yang menelan kehidupan, bukalah pintu spirit aku memanggil mu, para roh spirit kegelapan, dark panther, dark ninja dan dark taurus. munculah !!. " teriak fetmis kemudian dari tubuhnya memancarkan aura kegelapan sampai ke langit yang gelap itu.


lalu dari awan gelap itu tiba-tiba saja turun para roh spirit kegelapan, ninja kegelapan, panther kegelapan dan Taurus kegelapan.


"huh, makhluk apa itu sebenarnya. " ucap Ardian yang terkejut saat melihatnya.


"menakutkan, aku takut mbak ciria. " ucap Nira yang ketakutan lalu bersembunyi dibelakang mbak ciria.


"tenanglah Nira. " ucap Lina mencoba menenangkannya.


"hahahaha, inilah makhluk spirit kegelapan yang ku panggil, kalian tidak akan sanggup melawannya, ketiganya ini sangat kuat dan tangguh lho. " kata fetmis sambil tertawa jahat.


"aku tidak takut, aku akan mengalahkan mereka. " kata Ardian dengan ekspresi serius.


"Ardian, biar kami yang menangani semuanya disini, aku akan kalahkan fetmis itu, jika dia kalah maka roh spirit kegelapan ini akan hilang dengan sendirinya, kau pergilah ke gua itu dan selamatkan Nina, kau tidak punya banyak waktu kan. " kata mbak ciria.


"tapi.... " ucap Ardian masih merasa ragu.


"percayalah kepada kami. " kata mbak ciria sambil memegang pundak Ardian dan menatapnya dengan ekspresi serius.


"baiklah kalau begitu, aku akan menyelamatkannya, semuanya, berhati-hatilah. " kata Ardian kemudian menggunakan kekuatan kecepatan naga nya untuk melesat dengan cepat ke gua itu.


"aku tidak akan membiarkannya masuk ke gua itu. " kata fetmis dengan ekspresi kesal saat melihat Ardian yang melesat dengan cepat ke arah gua itu.


saat hendak mengentikan Ardian, tiba-tiba saja mbak ciria datang menghadang nya dengan kekuatan barrier nya.


"hmp, aku tidak akan membiarkan mu menyentuh saudara ku yang pemberani itu. " kata mbak ciria mengarahkan pedangnya ke arah fetmis yang hendak mengejar Ardian.

__ADS_1


"cih, aku akan mengalahkan mu untuk kedua kalinya. " kata fetmis dengan ekspresi serius.


"oh, sebelumnya aku sedang malas untuk bertarung, sekarang aku tidak akan menahan diri ku lagi lho. " kata mbak ciria sambil tersenyum kecil.


"apakah kau mencoba untuk menakuti ku ?. " tanya fetmis sambil menatap Mbak ciria dengan ekspresi serius.


"untuk apa aku menakuti mu, aku hanya mengatakan yang sebenarnya. " kata mbak ciria dengan tenangnya.


"sudahlah, mari kita mulai saja pertarungannya. " kata fetmis sambil mengarahkan pedangnya ke arah mbak ciria.


"hmp, itulah yang aku tunggu. " ucap mbak ciria sambil tersenyum kecil.


lalu di tempat ketiga para roh spirit kegelapan.....


"serius, apakah kita akan melawan ketiga roh spirit kegelapan itu, mereka terlihat sangat berbahaya dan menakutkan, mbak ciria juga tidak ada disini, siapa yang akan menolong kita nanti. " kata Nira yang mengeluh karena ketakutan.


"jangan takut, kita tidak punya pilihan lain selain melawannya. " kata gerad dengan ekspresi serius.


"itu benar, kalian tidak punya pilihan lain selain melawan ketiga roh spirit kegelapan ini. " kata Taka.


"dan juga jangan lupakan kami. " kata Nurui sambil tersenyum sombong.


"aku yang akan melawan pengguna elemen pasir itu. " kata gerad.


"kalau begitu aku akan melawan pengguna elemen angin yang satunya itu. " kata grane.


kemudian mereka berdua beradu kepal sambil tersenyum sebagai rekan setim bertarung.


"aku yang akan menangani ketiga roh spirit kegelapan itu. " kata mizhura dengan ekspresi tenang sambil memejamkan kedua matanya.


"heeh, apakah kau tidak takut mizhura, mereka terlihat sangat kuat dan berbahaya lho. " kata Nira yang terkejut saat mendengarnya.


"tidak tuh, aku juga tahu jika mereka itu sangat kuat. " ucap mizhura dengan tenang.


"apakah kau serius akan melawan mereka ketiga roh spirit kegelapan itu ?. " tanya gerad yang menghawatirkan nya.


"tentu saja aku serius, memangnya aku pernah bermain-main. " kata mizhura sambil membuka kedua matanya dan menatap dengan ekspresi serius.


"baiklah kalau begitu, aku percaya kepada mu, jadi berhati-hatilah. " kata gerad sambil tersenyum.


"aku tahu itu. " ucap mizhura sambil menahan rasa malunya saat gerad menghawatirkan nya.


"kalau begitu semuanya, ayo kita berjuang. " kata gerad memimpin mereka dengan ekspresi serius.


"yaa. " ucap mereka semua dengan bersemangat.


BERSAMBUNG........

__ADS_1


__ADS_2