
episode 69
setelah begitu lama mencari paman dan adiknya hingga menjelang sore, Ardian berteduh di bawah pohon, lalu tiba-tiba pamannya datang dengan ekspresi serius.
"apa yang kau lakukan disini ?. " tanya pamannya.
"kakak kemana saja, kami mencari mu dari tadi. " ucap Nizar dengan ekspresi kesal.
"aku hanya mendengar suara kegaduhan tadi, lalu aku mengikuti suara itu berasal, hingga pada akhirnya aku tersesat, hehehe. " jawab Ardian dengan panik setelah itu tertawa kecil.
"dasar bodoh, jangan ulangi lagi. " kata pamannya setelah memukul kepala Ardian.
"aduh, baiklah. " ucap Ardian setelah kepalanya dipikul.
setelah itu mereka bertiga pun melanjutkan perjalanan menuju ke rumah neneknya, lalu setelah tiba di sana, Ardian dan Nizar langsung terkejut.
"kita sampai. " ucap pamannya sambil melihat rumah neneknya yang sangat luas halamannya dan juga memiliki gerbang yang besar.
"heeeeeh, ini rumah nenek !!. " teriak Ardian yang terkejut saat melihatnya.
"mirip seperti istana. " kata Nizar.
"semua orang di desa ini juga sering menganggapnya begitu. " kata pamannya.
lalu pamannya pun membunyikan bel, beberapa saat kemudian, seseorang keluar dari rumah lalu membuka gerbangnya.
"aku sudah menunggu kalian datang, oh, ini Ardian dan Nizar kan, kalian sudah bertambah besar. " kata seseorang yang membuka gerbangnya melihat ke arah Ardian dan Nizar.
"sudah pasti, memangnya orang mana yang tidak bisa bertumbuh besar. " kata pamannya dengan ekspresi dingin.
"hahaha, kau tidak berubah sama sekali ya. yazerd " kata orang itu sambil tertawa terbahak-bahak.
"cih, aku tidak peduli dengan itu. " ucap pamannya dengan agak kesal setelah itu terdiam.
"kalian berdua, panggil saja aku paman tento. " kata orang itu memperkenalkan dirinya kepada Ardian dan Nizar.
"aku Ardian dan ini adik ku Nizar. " ucap Ardian memperkenalkan dirinya dan juga adiknya.
"aku sudah tahu, kalau begitu ayo masuk, nenek kalian sudah lama menunggu lho. " kata paman tento setelah itu mengantarkan mereka masuk.
"kalian sudah datang ya, aku sudah menunggu kalian. " kata neneknya sambil memeluk Ardian.
"hentikan itu, Nizar jadi iri lho. " kata bibinya.
"tidak kok, lagipula aku tidak suka dipeluk. " kata Nizar sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"kenalkan ini istri paman, kalian bisa memanggilnya bibi nusul, Tante.... " kata paman tento memperkenalkan istrinya.
"panggil saja bibi. " ucap istrinya memotong pembicaraannya.
"oh, aku akan memanggilnya bibi saja." kata Nizar.
"nah begitu. " ucap bibinya dengan senang.
"kalian pasti lelah kan, istirahat lah dulu. " ujar neneknya.
"sebenarnya aku tidak terlalu lelah sih. " kata Ardian.
"kakak, kenapa kita tidak jalan-jalan sebentar. " ujar Nizar.
tiba-tiba ada dua anak datang.
"oh, kalian berdua sudah kembali, perkenalkan, ini kakak kalian, panggil saja kak Ardian dan kak Nizar. " kata paman tento memperkenalkannya.
"Ardian, Nizar, dia adalah adik kalian, defa, lalu itu, Sheila, sepupu kalian. " kata neneknya memperkenalkannya.
"Sheila adalah putri kami. " ucap paman tento setelah itu melihat bibinya
"(mereka sudah menjadi keluarga, ya). " ucap Nizar didalam hatinya sambil melihat keluarga paman tento yang ceria.
"tunggu, nenek bisa jelaskan adik ku itu ?. " tanya Ardian sambil melihat defa yang bersembunyi di belakang paman tento.
"defa, mereka adalah kakakmu yang kau cari selama ini, temui lah mereka. " kata paman tento.
lalu Ardian pun mendekati defa adiknya yang bersembunyi di belakang paman tento, lalu menyentuh rambutnya dan menenangkannya.
"apakah kau sungguh kakakku ?. " tanya defa adiknya dengan gugup.
"tentu saja. " jawab Ardian sambil tersenyum lebar.
setelah itu mereka semua pun mengadakan makan bersama, saat akan memulai makan bersama, tiba-tiba saja ada seseorang yang datang, lalu betapa terkejutnya Ardian dan Nizar ketika melihat siapa yang datang, ternyata yang datang adalah Alan.
"Alan, bagaimana bisa, kau..... " kata Ardian dengan terkejut saat melihatnya datang.
"maaf telah menyembunyikannya selama ini Ardian, sebenarnya aku adalah sepupu mu. " kata Alan.
"(waktu itu, dia memperkenalkan diri di sekolah ninja, ia berasal dari benua karang jaru, aku tidak percaya ini, dia adalah sepupu ku, bagaimana bisa). " kata Ardian didalam hatinya dengan kebingungan.
"hahaha, kau pasti bingung kan, nanti aku akan menjelaskan semuanya kepada mu. " kata Alan setelah itu duduk.
lalu tiba-tiba saja ada seseorang lagi yang datang, tenyata yang datang adalah seorang gadis bersama temannya yang juga gadis.
__ADS_1
"maaf terlambat. " ucap gadis itu.
"oh, ciria, dan nira, kalian lama berdua lama sekali. " kata paman tento.
"eh, jadi ini Ardian dan Nizar, perkenalkan, namaku ciria, kalian bisa memanggilku mbak criria karena aku lebih tua dari kalian. " kata criria dengan bersemangat.
"Ardian, Nizar, ciria orangnya memang begitu, dia banyak bicara, jadi dimaklumi saja. " kata paman tento.
"apa maksudmu paman, aku marah lho. " kata ciria dengan kesal.
"ya, ya, maaf, aku hanya bercanda. " ucap paman tento yang menjahilinya.
"padahal sudah menikah masih bisa bercanda begitu, ya sudahlah, Ardian, Nizar, perkenalkan ini adalah sepupu kalian juga, namanya adalah nira, dia gadis yang pemalu, jadi wajar saja..... " kata ciria.
"namaku nira. " ucap nira dengan lantang setelah itu malu dan bersembunyi di belakang ciria.
"ya begitulah. " ucap ciria.
"ayo, makanan sudah siap lho. " kata bibi nusul sambil membawa beberapa makanan.
"aku ingin membantu. " kata ciria setelah itu pergi ke dapur bersama bibi nusul.
"Alan, kau mengenalnya ?. " tanya Ardian.
"tentu saja, aku memanggilnya mbak criria, dia itu orangnya banyak bicara dan sangat aktif, oleh karena itu dia mempunyai banyak teman dan juga sangat terkenal di desa ini, dia itu seperti kau di kota zenai. " jawab Alan.
"seperti aku di kota zenai. " ucap Ardian sambil berfikir.
"pokoknya begitu lah, ayo kita makan. " ujar Alan.
"ya. " ucap Ardian sambil melihat Nizar yang sudah akrab dengan defa adiknya.
lalu setelah makanan-makanan itu, hari sudah gelap.
"Ardian, Nizar, jika kalian tidak keberatan, kalian bisa mendatangi rumah ku besok, rumah ku tepat di sebelah rumah nenek mu, oke, ini masih liburan lho. " ujar ciria sebelum pulang dengan bersemangat.
"ya, kami akan datang. " ucap Ardian.
"kalau begitu sampai jumpa. " ucap ciria setelah itu pergi bersama nira untuk pulang bersama.
"aku juga harus pulang, aku akan menemui mu besok di rumah Mbak ciria. " kata Alan setelah itu pergi.
"ya, hati hati dijalan. " ucap Ardian sebelum Alan pergi.
"kalian, ini sudah larut malam, tidurlah. " kata paman yazerd dengan tatapan yang mengerikan.
__ADS_1
"baik, kami masuk. " ucap Ardian dan Nizar dengan ketakutan setelah itu masuk kedalam rumah.
BERSAMBUNG.............