Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
latihan pertama (prolog: masa lalu kakek jelan bab 2)


__ADS_3

episode 74


keesokan harinya mireha datang ke kamar jelan untuk membangunkannya.


"jelan, ini sudah pagi lho. " kata mireha membangunkan jelan dengan sangat dekat.


"iik, mireha, jangan membuatku terkejut. " kata jelan dengan terkejut saat bangun.


"hehehe, bukankah hari ini kau akan pergi berlatih dengan kakek tua itu. " kata mireha.


"oh, benar, terimakasih sudah membangunkan ku, mireha. " kata jelan setelah itu pergi meninggalkan kamarnya.


saat jelan berlari mencari gurunya di segala ruangan, ia tidak sengaja menabrak zenah (salah satu murid gurunya) saat di persimpangan ruangan.


"maaf, aku tidak melihat mu. " kata jelan sambil mengulurkan tangannya.


"aku bisa berdiri sendiri, lain kali gunakan mata mu. " kata zenah dengan acuh setelah itu berdiri dan langsung pergi meninggalkan jelan.


"hmm, apa yang salah. " ucap jelan dengan heran yang masih melihat zenah dari kejauhan.


setelah itu jelan terus mencari kakek tua gurunya itu di setiap ruangan tapi tidak menemukannya, jelan pun pasrah, lalu kembali ke kamarnya karena kelelahan mencari gurunya hampir satu jam berkeliling ruangan, tiba-tiba saja mireha datang ke kamar jelan melewati jendela kamarnya yang terbuka.


"heh, kau masih belum menemukan kakek tua itu ya. " kata mireha sambil tersenyum.


"mireha, lewatlah dari pintu. " kata jelan dengan terkejut.


"ini sudah kebiasaan ku, apakah kau ingin tahu dimana Kakek tua itu berada saat ini. " ucap mireha sambil tersenyum.


"heeh, kau tahu dimana sensei ?. " tanya jelan.


"tentu saja. " jawab mireha.


"kenapa kau tidak memberi tahu ku dari tadi. " kata jelan dengan kesal.


"habisnya, kau tidak bertanya. " kata mireha.


"sudahlah, beritahu aku dimana sensei sekarang ?. " tanya jelan dengan agak kesal.


"jika kau ingin tahu, cium aku. " ujar mireha.


"apa. " ucap jelan dengan terkejut.


"hanya bercanda, jangan dianggap serius, lagipula mana mungkin kau akan melakukannya, baiklah, akan ku beritahu, kakek tua itu pasti ada di belakang rumah. " kata mireha.


setelah itu jelan langsung melompat dari jendela kamarnya dan bergegas pergi ke belakang rumah, mireha yang masih di kamar jelan, hanya terdiam dan merunduk dengan ekspresi serius setelah itu meninggalkan kamar jelan, saat keluar dari kamar jelan, mireha berpapasan dengan zenah yang tidak sengaja lewat.


"sedang apa kau dikamar laki-laki itu ?. " tanya zenah dengan ekspresi serius.


"aku hanya selesai membangunkannya, apa ada masalah. " jawab mireha setelah itu berjalan meninggalkan zenah.


"tunggu, tolong sampaikan permintaan maaf ku kepadanya. " pinta zenah menghentikan langkah kaki mireha.

__ADS_1


"kenapa kau tidak bilang sendiri saja. " kata mireha setelah itu terus berjalan meninggalkan zenah.


lalu di belakang rumah, jelan berhasil menemukan Kakek tua itu sedang melakukan pertapaan di sebuah pondok kecil, karena tidak ingin mengganggunya, jelan diam-diam berjalan ke pondok tersebut setelah itu duduk diam sambil menatap Kakek tua itu.


"oh, nak jelan, kukira kau akan mengejutkan ku. " kata Kakek tua itu setelah membuka matanya.


"aku bukan orang seperti itu, aku hanya tidak ingin mengganggu seseorang, apalagi sensei yang sedang bertapa sangat serius. " kata jelan dengan sopan.


"hahahaha, ini kedua kalinya aku mendengar perkataan dari seseorang yang sangat sopan seperti mu. " kata Kakek tua itu setelah tertawa.


"hehehe, sensei bisakah kita memulainya sekarang ?. " tanya jelan menahan rasa malunya karena dipuji.


"jangan terlalu terburu buru, karena ini baru latihan yang pertama, aku akan mengajarkan mu cara menggunakan kekuatan elemen dengan benar. " kata kakek tua itu.


"tapi aku kan sudah bisa menggunakan kekuatan elemen, apa bedanya ?. " tanya jelan dengan heran.


"kau memang sudah bisa menggunakan kekuatan elemen, tapi, jika kau ingin meningkatkan kemampuan mu, kau harus tahu jika kekuatan elemen itu pertama kali berasal dari hati dan dikendalikan menggunakan pikiran. " jawab kakek tua itu sambil menjelaskan.


"oh, aku tidak tahu jika ada teori seperti itu. " ucap jelan dengan kagum.


"ini bukan saatnya untuk kagum, kau anak yang jenius pasti bisa lebih cepat mengerti dari pada kedua murid ku itu kan. " kata kakek tua itu yang tidak menyadari jika dibelakang jelan ada mireha yang membawa teh.


"kakek tua, apa maksudmu ?. " tanya mireha sambil menunjukkan senyuman mengerikannya.


"oh, mireha, kau tidak menguping pembicaraan kami kan. " kata Kakek tua itu sambil tersenyum.


setelah itu mireha menaruh teh didepan mereka, lalu mendekati Kakek tua itu sambil membisikinya.


"apa yang kau bisikan kepada sensei ?. " tanya jelan dengan pelan kepada mireha.


"tidak ada. " jawab mireha sambil tersenyum.


"mireha, hari ini aku akan melatih nak jelan, jika kau tidak keberatan, tolong jangan mengganggunya. " ujar Kakek tua itu sambil mencoba tersenyum saat berbicara.


"baiklah, aku tidak keberatan sama sekali jika kakek masih ingat. " kata mireha setelah itu berdiri.


"tenang saja. " ucap Kakek tua itu.


"kalau begitu, sampai nanti jelan, jika kau sudah selesai latihan, pergilah ke dapur, aku sudah menyiapkan makanan yang sangat enak. " ujar mireha kepada jelan setelah itu pergi.


"aku tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan, tapi sepertinya dia gadis yang baik. " kata jelan yang masih melihat mireha dari kejauhan.


"untuk gadis rubah dia cukup baik. " kata kakek tua itu.


"kalau begitu ayo sekarang mulai saja latihannya, sensei. " ujar jelan dengan bersemangat.


"latihan pertama kau harus bisa mengalahkan kloningan mu terlebih dahulu. " kata kakek tua itu sambil mengeluarkan kekuatannya untuk membuat kloningan bentuk seperti jelan.


"sensei bisa membuat kloning, hebat sekali, aku tidak pernah tahu ada kekuatan seperti ini sebelumnya. " kata jelan yang kagum.


"lalu kekuatan apa saja yang kau ketahui ?. " tanya Kakek tua itu.

__ADS_1


"kekuatan elemen seperti tanah, angin, api, air, es, petir dan alam. " jawab jelan.


"hahaha, apakah hanya kekuatan itu saja yang kau ketahui (pasti ayahnya hanya mengajarkannya macam macam kekuatan dasar). " kata kakek tua itu didalam hatinya sambil tertawa terbahak-bahak.


"heh, apakah ada kekuatan yang lain ?. " tanya jelan.


"yang kau sebutkan itu adalah kekuatan elemen dasar, dengarkan baik-baik, elemen dasar seperti yang kau sebutkan tadi, api, air, petir, angin, tanah, es, alam, lalu yang belum kau sebutkan adalah, elemen cahaya dan kegelapan. " kata kakek tua itu menjelaskan.


"aku tidak pernah tahu ada kekuatan seperti itu sebelumnya. " kata jelan.


"itu karena kedua kekuatan elemen tersebut sangat langka untuk zaman saat ini, sebenarnya masih ada banyak kekuatan lagi, tapi kau harus bisa memahami kekuatan elemen dasar terlebih dahulu sebelum mengetahui kekuatan yang lebih tinggi. " kata Kakek tua itu.


"begitu ya, baiklah, aku akan menguasai semua kekuatan elemen dasar terlebih dahulu untuk saat ini, aku sudah siap untuk melawan kloningan ku sendiri, sensei. " kata jelan dengan semangat membara.


setelah itu jelan pun bertarung dengan kloningannya sendiri, kakek tua itu hanya memperhatikan jelan sambil duduk dan meminum teh nya, lalu tiba-tiba saja zenah datang menghampiri Kakek tua itu.


"zenah, apa kau sudah melakukan apa yang ku perintah kan ?. " tanya Kakek tua itu.


"ya, aku sudah melakukannya. " jawab zenah setelah itu duduk.


"kalau begitu aku bisa sedikit tenang, terimakasih, zenah. " ucap Kakek tua itu.


"ya. " ucap zenah sambil melihat jelan yang sedang latihan.


"bola api gabungan angin !!. " teriak jelan sambil mengeluarkan kekuatan elemen api dan angin dengan sekaligus di kedua tangannya.


"dia itu sangat jenius untuk anak seumurannya, dia mengingatkan ku kepada ayahnya dulu, walaupun menderita karena harus menjadi seorang pengendali naga, dia tetap berfikir optimis dan terus maju, itulah yang membuatnya kuat dan berbakat alami. " kata kakek tua itu dengan terharu saat menceritakannya kepada zenah sambil memperhatikan jelan dari kejauhan yang berlatih keras.


setelah mendengar cerita dari kakek tua itu, zenah hanya terdiam lalu merunduk kebawah, lalu jelan yang berjuang untuk bisa mengalahkan kloningan itu, sudah kehabisan tenaganya dan kelelahan.


"nak jelan, sepertinya kau sudah kehabisan tenaga, istirahat lah. " kata kakek tua itu dari kejauhan.


"ternyata aku belum cukup kuat untuk mengalahkan kloningan ku sendiri. " kata jelan saat menghampiri Kakek tua itu.


"wajar saja, kloningan itu tidak mempunyai batasan energi, artinya, semakin kau menyerangnya, dia akan melawan, sudah kubilang jangan terburu buru kan, kau tidak harus bisa dalam sehari, mungkin tiga hari atau seminggu. " kata kakek tua itu.


"aku tidak akan menyerah, nanti sore aku akan melanjutkannya. " kata jelan dengan bersemangat.


"terserah kau saja, tapi sebaiknya tidak memaksakan diri mu. " kata kakek tua itu.


"tenang saja, aku adalah laki-laki yang kuat. " kata jelan dengan percaya diri.


"hahaha, kalau begitu beristirahat dulu, oh ya, mireha pasti sudah menunggu mu di dapur. " kata kakek tua itu.


"ngomong-ngomong, sepertinya tadi aku melihat zenah. " kata jelan yang baru saja sadar saat latihan.


"dia sudah kembali dari tadi, pasti dia ada di dapur. " ucap Kakek tua itu.


"kalau begitu aku akan ke sana, terimakasih sudah mau melatihku untuk hari ini, sensei. " ucap jelan setelah itu pergi meninggalkan kakek tua itu.


"nak jelan, sepertinya dialah yang bisa merubah sifat zenah dan mireha, kau sudah banyak berhutang budi kepada ku, Gezan, aku akan membalas budi mu sebisaku, mungkin sampai akhir hayat ku. " kata Kakek tua itu didalam hatinya sambil tersenyum melihat ke atas awan.

__ADS_1


BERSAMBUNG..........


__ADS_2