
Episode 240
setelah Zela menjelaskan rencananya dengan singkat........
"apa bisa kita masuk kedalam cangkangnya. " kata Stalker yang tidak yakin.
"ya, percayalah kepadaku, kak stalker. " kata Zela dengan ekspresi serius.
Sementara itu Helen yang melawan penyu raksasa dan mencoba menahannya...........
"cepatlah, aku tidak bisa bertahan lebih dari ini. " kata Helen yang sudah mulai kehabisan tenaga setelah membuat penghalang beberapa kali.
"Helen, bertahanlah !!. " teriak stalker yang langsung berlari ke arahnya.
"kak stalker tunggu !!. " kata Ardian yang mencoba menghentikannya tapi stalker tidak mendengarkan nya.
"Ardian, cepat ikuti kak stalker. " kata Zela dengan tatapan serius.
"tapi...... " Ardian yang kebingungan dengan rencananya.
"pergilah !!. " teriak Zela.
mendengar itu Ardian pun langsung bergegas lari mengejar kak stalker yang hendak menolong Helen itu.
"hahahaha, sekarang binasalah. " kata sure si penyu raksasa itu yang hendak menginjak Helen.
"huh. " Helen yang tidak berdaya terduduk melihat kaki penyu raksasa itu hendak menginjaknya.
"Helen !!. " teriak stalker yang berlari secepat kilat membawa Helen menjauh dari bawah kaki penyu raksasa itu.
"stalker, awas !!. " teriak Helen yang melihat penyu raksasa itu hendak menusuknya dari belakang menggunakan duri yang keluar dari cangkangnya.
"dasar pengganggu, matilah. " kata sure si penyu raksasa itu saat hampir menusuk stalker dari belakang.
"stalker !!. " teriak bendow.
"ini gawat. " gumam Saula dengan ekspresi kesal dan masih belum bisa berdiri.
lalu saat stalker berusaha keras membawa Helen pergi menjauh, ia pun tertusuk tepat di belakang badannya, Ardian yang melihatnya dari kejauhan pun menjadi ingat kembali mengenai kejadian perang waktu itu dan membuatnya trauma.
"stalker. " Helen yang meneteskan air matanya karena Stalker berusaha keras menolongnya sampai-sampai ia tertusuk.
"hentikan, hentikan, hentikan !!. " teriak Ardian dengan ekspresi marah sambil membuat bola api yang sama seperti saat ia menggunakan nya untuk mengalahkan nyoren di Medan perang.
"hey, lihat itu. " kata Opel yang terkejut saat melihat Ardian.
"bukankah itu teknik yang sama seperti waktu itu. " kata Legis yang mengingatnya.
"kau benar, itu teknik pamungkas milik kakak, Ultrasonik. " kata Nizar.
"pusaran kobaran api yang dahsyat, terkumpul di telapak tangan Ardian. " kata jaylain.
__ADS_1
"aku, aku tidak mau lagi kehilangan seseorang yang berharga. " kata Ardian dengan mata yang berkobar api.
Sementara itu, jubah hitam yang terus memantau pertarungan itu dari kejauhan...........
"hmp, sepertinya kau sudah lebih berkembang dari sebelumnya ya, Ardian. " kata jubah hitam sambil tersenyum kecil saat melihat Ardian dari kejauhan.
sure si penyu raksasa yang merasakan kekuatan itu yang berasal dari Ardian.............
"jadi kau yang dimaksud oleh tuanku, sungguh kekuatan yang luar biasa, aku bisa merasakannya. " kata sure si penyu raksasa itu yang langsung mengarahkan duri nya ke arah Ardian yang belum siap menyerang itu.
saat duri itu hendak mengarah ke arah Ardian, tiba-tiba saja sebuah bayangan tangan muncul tepat di depan Ardian dan menangkap tali duri itu.
"cepat serang kepalanya. " kata Zahra yang menggunakan kekuatan bayangannya untuk menghentikan serangan sure si penyu raksasa itu.
"terimakasih Zahra. " ucap Ardian yang hampir menyelesaikan bentuk api teknik pamungkas nya.
"jangan halangi aku !!. " kata sure si penyu raksasa yang mengeluarkan duri lainnya dari dalam cangkangnya dan mengarahkannya ke arah Zahra.
"tidak akan kubiarkan kau menyentuhnya. " kata Zela menghentikan tali durinya yang mengarah ke arah Zahra dengan kekuatan bayangannya.
"cih, dasar kalian pengganggu. " kata Sure si penyu raksasa itu yang langsung mengeluarkan semua duri dari dalam cangkangnya.
saat duri itu hendak menyerbu Zela dan Zahra, Legis, Opel, Nizar dan teman-teman lainnya pun bergegas membantu mereka menghalau duri-duri itu.
"Teman-teman. " kata Zela yang terkejut melihat mereka semua datang menolongnya.
"bukan hanya kalian yang tidak ingin jadi penonton, kami juga tidak ingin berdiam diri tanpa melakukan apapun, kami akan melibatkan diri. " kata Legis.
"setidaknya andalkan kami juga. " kata Opel.
"Ardian, pergantian rencana. " kata Zela.
"heh, kenapa mendadak sekali. " kata Ardian yang terkejut mendengarnya.
"sudahlah dengarkan aku baik-baik, aku sudah memberitahu mu kalau kelemahannya adalah inti yang berada didalamnya cangkangnya kan.
"ya, jadi. " kata Ardian yang mendengarkan perkataan Zela baik-baik dengan ekspresi serius.
"Teknik pamungkas mu itu bisa kau gerakkan bukan ?. " tanya Zela yang mencoba untuk memastikannya.
"ya, tapi akan sulit menggerakkannya jika sudah terlalu jauh dari jangkauan. " jawab Ardian.
"kalau begitu..... " kata Zela yang menggunakan kekuatan bayangannya untuk membuat tangan dan memegang Ardian.
"huh, apa yang kau lakukan ?. " tanya Ardian.
"aku akan melemparkan mu sekuat tenaga kearah penyu raksasa itu, incar lah kepala penyu raksasa itu dari atas, penyu raksasa itu pasti akan masuk kedalam cangkangnya saat melihat teknik pamungkas mu, setelah itu kau gerakkan lah teknik pamungkas mu untuk ikut masuk kedalam lubang cangkangnya. " jawab Zela yang sudah membuat rencana dalam waktu singkat.
"sepertinya itu ide yang bagus, kau benar-benar cerdik, terimakasih Zela. " kata Ardian yang terkagum-kagum dengan pemikirannya.
"jangan berterimakasih, kita adalah teman kan, bukankah kau sendiri yang mengatakan itu. " kata Zela yang mengingatnya.
__ADS_1
"begitu ya, kau mengingatnya ya. " kata Ardian yang sedikit malu mendengarnya.
"apakah kau sudah siap Ardian ?. " tanya Zela dengan ekspresi serius.
"ya, aku sudah siap. " jawab Ardian dengan ekspresi serius.
"ingat, kesempatan mu hanya sekali, berusahalah agar tidak gagal. " kata Zela sebelum melemparkan Ardian ke arah penyu raksasa itu.
"aku mengerti Zela, akan kulakukan sebaik mungkin. " gumam Ardian saat melayang di udara.
"huh, tidak akan kubiarkan. " kata sure si penyu raksasa berusaha menyerang Ardian yang melayang di udara dengan menggunakan serbuan duri nya.
"sebelum terkena, aku akan menyerangnya lebih dulu, rasakan ini, Ultrasonic !!. " kata Ardian yang melemparkan pusaran bola api ke arah kepala penyu raksasa itu.
duri yang tadinya hendak menyerbu Ardian, seketika kembali kedalam cangkangnya, begitu juga dengan kepalanya yang juga masuk kedalam.
"(ini seperti yang sudah Zela perhitungkan, sekarang waktunya untuk menyelesaikannya). " kata Ardian didalam hatinya lalu menggerakkan pusaran bola api yang dilemparkan nya kedalam lubang masuk cangkangnya.
saat pusaran bola api itu masuk kedalam cangkangnya lewat lubang kepala, sure si penyu raksasa pun terkejut dan terheran-heran melihatnya.
"kenapa, kenapa serangannya bisa masuk kedalam. " kata sure si penyu raksasa sebelum terkena serangan pamungkas itu.
"aku berhasil. " kata Ardian yang melihat asap keluar dari cangkangnya sebelum jatuh ke tanah saat masih melayang di udara.
"berhasil !!. " kata teman-teman lainnya yang ikut senang saat penyu raksasa itu dikalahkan.
"pada akhirnya misi rahasia ini diselesaikan oleh Ardian dan teman-temannya, generasi ini memang hebat. " kata Stalker yang kagum melihat anak-anak itu.
"tidak sehebat generasi kita kan. " kata Helen.
"ya, aduh, aduh. " kata Stalker yang masih menahan luka di belakang tubuh nya.
"oh, maaf, terlalu kuat ya. " kata Helen.
"tidak apa-apa ini nanti juga sembuh. " kata Stalker.
"oh, benarkah, jangan sok kuat. " kata Helen menabuk luka nya.
"aduh, kau sengaja kan. " kata Stalker.
"maaf, maaf. " kata Helen yang tertawa kecil.
"syukurlah berakhir tanpa adanya korban. " kata sezon.
Sementara itu, jubah hitam yang melihat dari kejauhan...........
"kurasa tidak sia-sia aku melakukan pengamatan ini, jika sudah datang waktunya, kita akan bertarung, Ardian. " kata jubah hitam sebelum menghilang.
di waktu yang sama setelah mengalahkan penyu raksasa itu, hujan pun turun deras bersamaan dengan kembalinya raja Ombak ke kota nya.
BERSAMBUNG................
__ADS_1