Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Rahasia sebenarnya kejadian 7 tahun yang lalu


__ADS_3

Episode 135


"ayo kita mulai saja pertarungannya. " ucap kakek jelan kemudian dengan cepat berlari ke arah Ardian.


"cepat sekali. " kata Ardian didalam hatinya sambil menangkis serangan kakek jelan dengan pedang api nya.


"ternyata kau masih pemula dalam menggunakan pedang ya. " kata kakek jelan yang mengetahuinya dari pergerakan Ardian saat menangkis serangannya.


"sepertinya begitu. " ucap Ardian dengan sekuat tenaga mendorong pedangnya saat masih dalam keadaan menangkis.


"kalau begitu, aku akan mengajarimu sedikit teknik cara menggunakan pedang, perhatikan ini. " kata kakek jelan memulai serangan nya lagi setelah melompat mundur kebelakang.


pertarungan pun terus berlanjut, Ardian terus menerus menangkis serangan Kakek jelan sambil memperhatikan langkah serangannya itu.


"ada apa, apakah kau tidak akan menyerang, sampai kapan kau akan terus menangkis ?. " tanya kakek jelan.


"sampai aku paham cara menyerang kakek. " jawab Ardian dengan ekspresi serius.


"baiklah terserah kau saja, sekarang aku akan lebih menekan kekuatan ku, jadi berhati-hatilah. " kata kakek jelan sambil melakukan gerakan pada pedangnya lalu muncul sebuah pusaran angin di sekeliling mata pedangnya.


"seriusan, kakek menyerang ku dengan itu. " ucap Ardian didalam hatinya denganl terkejut melihat pedang Kakek jelan.


"coba saja tangkis ini. " ucap kakek jelan kemudian berlari ke arah Ardian dan mengayunkan pedangnya.


saat Ardian menangkis serangan Kakek jelan, tiba-tiba saja ia terhempas kebelakang karena angin di sekeliling mata pedang itu.


"usaha yang bagus, kau tidak akan bisa menangkis pedang yang mempunyai sifat angin seperti ini, kuharap kau belajar dari ini, Ardian. " kata Kakek jelan dengan tenang.


"aku sudah mengingat gerakan kakek. " kata Ardian sambil berdiri dan tersenyum kecil.


"lalu, apa yang akan kau lakukan ?. " tanya kakek jelan.

__ADS_1


"menyerang balik. " ucap Ardian kemudian berlari ke arah Kakek jelan sambil mengayunkan pedangnya.


kakek jelan pun menangkis serangan Ardian itu, tapi ia tidak terhempas kebelakang karena posisi Ardian sedang jongkok sehingga angin tidak bisa menerpanya kebelakang tapi itu membuat beban bagi Ardian karena angin nya menerpanya ke bawah.


"sepertinya kau cepat berfikir ya. " ucap Kakek jelan kemudian menambahkan tekanan angin nya kebawah.


"tubuhku semakin berat, aku harus melakukan sesuatu, benar, untuk mengeluarkan api dari pedang ini aku harus fokus. " kata Ardian didalam hatinya yang masih menangkis tekanan angin itu kemudian memejamkan matanya dan berkonsentrasi.


lalu beberapa saat kemudian, Ardian melihat kobaran api saat memejamkan matanya dan Ardian berusaha meraih api itu, lalu seketika Ardian membuka kedua matanya dan tiba-tiba saja pedang api nya menyala sehingga keduanya terhempas ke arah yang berlawanan.


"sepertinya kau sudah berhasil membangkitkan kekuatan dari pedang itu, menarik sekali. " kata Kakek jelan dengan bangga.


"ini baru saja dimulai, kakek. " ucap Ardian sambil mengarahkan pedang api nya ke arah Kakek jelan.


kemudian mereka mereka berdua pun memulai beradu pedang api dan angin.


"sepertinya ini waktu yang tepat untuk memberitahu mu sesuatu yang penting, Ardian. " kata Kakek jelan saat beradu pedang.


"mungkin kau sudah pernah mendengarnya dari seseorang di kota lesar, api, air, petir, angin, tanah, cahaya, dan kegelapan, itulah ketujuh naga yang terpecah. " kata Kakek jelan.


"huh, jadi maksud kakek, sebelumnya naga itu hanya ada satu, begitu ? " tanya Ardian.


"sudah kuduga kau pasti akan cepat mengerti. " kata kakek jelan sambil tersenyum kecil.


"sebenarnya aku hanya menebaknya sih. " kata Ardian didalam hatinya.


"aku akan memberi tahu mu kebenaran tentang kejadian 7 tahun yang lalu, saat itu sebenarnya yang membuat naga mengamuk adalah karena campur tangan iblis yang membalaskan dendam nya kepada kota lesar. " kata kakek jelan.


"iblis. " ucap Ardian dengan terkejut saat mendengar perkataan kakek jelan.


"iblis itu sangat kuat dan dia mengalahkan ku dalam pertarungannya, berbeda dengan iblis yang kau lawan saat ini, iblis itu membawa jubah hitam dan cangkul sebagai senjatanya, dia menarik naga yang ada didalam tubuh ku menggunakan cangkulnya dan dengan mudah dia mengeluarkannya, saat itu aku sudah tidak berdaya sama sekali, iblis itu mengikatku dengan kuat di antara pepohonan, lalu naga yang dikeluarkan dari tubuh ku dengan mudah mempengaruhi pikirannya, menaruh kebencian dan menghapus ingatannya, setelah itu iblis itu membuat naga membelah diri menjadi 7 bagian lalu menyerang kota lesar. " kata kakek jelan yang memberitahu kebenaran tentang kejadian 7 tahun yang lalu di saat itu.

__ADS_1


"lalu kenapa kakek bisa meninggal ?. " tanya Ardian dengan kaku.


"setelah iblis itu pergi meninggalkan ku dalam keadaan terikat, teman-teman ku datang menolong ku, dan kami berusaha menghentikan ketujuh naga itu, tapi, beberapa temanku menjadi korban karena penyerangan itu dan beberapa warga kehilangan orang orang yang berharga, lalu aku tidak mempunyai pilihan lain selain menggunakan guci peninggalan guru ku dulu, guru ku pernah bilang saat memberikannya kepada ku jika guci itu bisa menyegel naga, tapi karena naga itu terlalu banyak aku kehabisan tenaga saat akan menyegel naga yang terakhir, jadi karena itu.... " kata kakek jelan dengan ragu-ragu.


"jadi karena itu kakek mengorbankan diri supaya bisa menyegel naga yang terakhir itu. " kata Ardian yang mencoba menebaknya.


"aku menggunakan kekuatan terakhir yang disebut kekuatan pengorbanan, kekuatan itu mampu membuat seseorang mempunyai tenaga yang tidak terbatas dan bebas untuk bertarung, tapi kekuatan itu mempunyai harga yang sangat mahal, harga itu adalah nyawa dari seseorang yang menggunakan nya sendiri, aku mempelajarinya dari buku kuno milik guruku di perpustakaan di rumahnya, tapi aku tidak ingin kau mempelajari kekuatan itu, walaupun sepertinya kau akan melawan sebuah takdir yang besar bersama saudara-saudara mu, teman-teman mu dan seseorang yang berharga untuk mu. " kata kakek jelan yang perlahan-lahan mulai menghilang.


"apa maksud kakek ?. " tanya Ardian berusaha meraih kakek jelan yang hendak menghilang.


"suatu saat kau pasti akan paham, ingat itu baik-baik di kepala mu cucuku, kau lah yang mampu merubah kota lesar ini dan juga mungkin dunia ini. " kata terakhir kakek jelan sebelum menghilang sepenuhnya.


lalu seketika itu semuanya menjadi pudar dan gelap seperti sebelumnya.


"lagi-lagi aku berada disini, aku harus keluar dari sini dan menyelamatkan Nina. " teriak Ardian yang baru saja ingat semuanya dan menundukkan kepalanya ke bawah lalu meneteskan air matanya karena tidak tahu dimana dirinya berada.


"kakak, jangan menangis. " ucap seorang gadis yang terdengar seperti suara Nina.


setelah mendengar suara itu, Ardian langsung mengangkat kepalanya dan melihat Nina ada didepannya sambil tersenyum ke arahnya.


"Nina, bagaiman kau bisa berada disini ?. " tanya Ardian yang terkejut saat melihat Nina tiba-tiba saja muncul didepannya.


lalu Nina pun mengulurkan tangannya dan membantu Ardian untuk berdiri kemudian menggandeng tangannya lalu menunjukkan jalan untuk keluar dari tempat kehampaan itu.


"aku bisa melihatnya, sebuah cahaya, Nina membawaku keluar dari sini, aku benar-benar berterimakasih kepada mu, Nina, aku beruntung bisa bertemu dengan mu. " kata Ardian didalam hatinya dengan Nina yang menggandeng tangannya dan menunjukkan jalan keluar dari tempat kehampaan itu.


lalu setelah Ardian keluar dari tempat kehampaan itu dan menuju ke sebuah cahaya yang terang tiba-tiba saja Ardian sadarkan diri dan langsung duduk sambil berteriak seperti habis bermimpi buruk.


"kakak, syukurlah kakak baik-baik saja. " ucap Nina yang menyembuhkannya dengan lemas.


"huh, Nina. " ucap Ardian dengan terkejut saat melihat Nina yang menyembuhkannya dengan keadaannya yang lemas dan berdarah di dahi nya.

__ADS_1


BERSAMBUNG..........


__ADS_2