
episode 91
"heh, kau ingin melawan ku ya. " ucap refan sambil tersenyum kecil.
"jika ada orang yang menghentikan jalan untuk mencari sensei kami, kami akan melawannya. " kata jelan dengan ekspresi serius.
"dasar keras kepala, aku juga tidak akan segan-segan untuk membunuh kalian semua. " kata refan dengan bersungguh-sungguh sambil menunjukkan pisaunya ke arah mereka.
"kak zex, ada apa ?. " tanya mirain yang melihat zex yang terlihat seperti berfikir dengan serius.
tiba-tiba saja zex mendatangi jelan dan menyentuh pundaknya, lalu melakukan gerakan bahasa isyarat dengan tangannya.
"aku tidak mengerti apa yang dia ingin katakan. " kata jelan didalam hatinya dengan kebingungan saat zex ingin menyampaikan sesuatu dengan gerakan isyarat tangannya.
"aku tahu kau pasti tidak mengerti, zex ingin bilang kepada mu jika biar kami bertiga saja yang akan melawannya, eh, tunggu..., apa !!. " kata Kirana yang mengetahuinya lalu kemudian terkejut sendiri.
"jangan gegabah, dia adalah salah satu dari anak-anak pembunuh, dia tidak akan segan-segan untuk membunuh. " kata jelan memperingati zex.
"yang dikatakan jelan itu ben**ar, kita tidak mungkin bisa mengalahkannya, jika salah satu dari kita terbunuh maka kita semua juga akan berakhir. " kata Kirana dengan panik.
tapi zex dengan bersungguh-sungguh menunjukkan jempolnya ke arah mereka.
"kak zex. " ucap mirain yang terkejut saat melihatnya bersungguh-sungguh.
"zex, kenapa kau melakukan ini ?. " tanya jelan dengan heran.
lalu zex memberikan pertanda kepada jelan dengan melemparkan batu ke arah batu yang besar dengan tepat sasaran lalu menunjukkan jarinya ke arah matahari.
"begitu ya, zex ingin kami menemui sensei kami dengan cepat sebelum hari mulai gelap, tapi apakah aku bisa mempercayainya. " kata jelan didalam hatinya sambil berfikir.
lalu saat melihat zenah yang sibuk mengalihkan perhatian dengan bertahan melawan refan, jelan pun langsung membuat keputusan.
"apakah kami bisa mempercayai kalian, aku tidak ingin jika kalian sampai terbunuh gara-gara keegoisan ku. " kata jelan dengan raut wajah gelisah.
zex pun menyentuh pundak jelan untuk kedua kalinya dan menunjukkan ibu jarinya ke dadanya dengan ekspresi serius.
__ADS_1
"zex, berjanjilah kepada ku kalau kalian akan pulang dengan selamat dan juga jangan sampai terbunuh. " kata jelan sambil memegang tangan kanannya zex.
zex hanya mengangguk dengan ekspresi serius, lalu mengeluarkan kedua pedangnya dan berlari dengan cepat ke arah refan kemudian menebasnya sehingga refan yang tidak menyadari kehadiran zex langsung terpental menabrak pohon yang ada dibelakangnya dengan keras sampai-sampai membuat refan muntah darah.
"hebat, walaupun penampilannya begitu, dia sangat kuat. " kata zenah didalam hatinya yang melihatnya tepat didepan matanya.
"kekuatan apa itu, padahal dia menebasku menggunakan pedang tapi pedangnya tidak membuat ku berdarah tapi rasanya seperti aku terlempar dengan sangat cepat, siapa dia sebenarnya. " kata refan sambil mencoba berdiri dan memperhatikan zex dengan ekspresi kesal.
"dia sangat kuat. " ucap jelan didalam hatinya yang terkejut saat melihatnya.
lalu zex menggunakan gerakan tangan isyaratnya untuk memberikan jelan petunjuk supaya pergi dan mencari sensei mereka secepatnya, lalu jelan yang mengetahui maksud zex langsung bergegas pergi bersama zenah dan mireha untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju ke puncak bukit mencari sensei mereka.
"zex, berhati-hatilah. " ucap jelan kepada zex sebelum pergi meninggalkan tim 4 melawan refan.
"cih, aku tidak akan. membiarkan mereka kabur. " kata refan yang hendak mengejar jelan dan teman-temannya tapi dihadang oleh zex.
lalu mereka berdua pun bertarung adu senjata, saat pertarungan itu refan menyadari jika zex lebih unggul dengan teknik pedang ninja nya, disitulah rencana licik refan muncul, ia melemparkan sebuah pisau cadangannya ke arah mirain dengan cepat, refan mengetahui jika mirain itu tidak bisa menghindari serangan yang cepat, lalu saat pisau itu semakin dekat dan kirena tidak bisa mencegahnya, zex pun dengan kecepatan pergerakannya, ia langsung menghadang pisau tersebut yang mengarah ke arah mirain sehingga perut zex tertusuk oleh pisau itu.
"kak zex !!. " teriak mirain yang melihatnya didepan matanya.
"dasar licik !!. " teriak kirena sambil melepaskan anak panahnya ke arah refan dan membuat ilusi pada anak panahnya.
"membosankan. " ucap refan sambil menggunakan kekuatan kegelapannya untuk membuat aura hitam disekitarnya sehingga anak panah ilusi maupun yang asli langsung lenyap saat menyentuh aura kegelapan yang mengelilinginya itu.
seketika itu refan langsung menyerang kirena dengan menghempaskan nya menggunakan tangannya yang dipenuhi dengan kegelapan, Kirana pun terhempas dan jatuh ketanah sehingga kepalanya terbentur dan berdarah.
"Kirena !!. " teriak mirain yang menidurkan zex yang sedang terluka dengan khawatir.
"sepertinya ini adalah akhir bagi kalian. " kata refan sambil mendekati mirain dan zex dengan perlahan-lahan.
seketika itu tiba-tiba saja tubuh zex mengeluarkan aura hijau dan dengan cepat langsung menghilang lalu menebas refan, tapi saat ditebas refan tidak terpental seperti saat pertama kali tadi.
"kak zex tidak bisa bertarung dengan luka seperti itu. " kata mirain didalam hatinya sambil melihat zex yang terus meneteskan darah nya dari perutnya yang terluka itu.
"apakah kau sedang bercanda, kau tidak bisa mengejutkan ku untuk kedua kalinya. " kata refan sambil menahan tebasan zex dengan tangannya dan tersenyum sombong.
__ADS_1
lalu refan pun mencekik leher zex dengan tangan kanannya.
"lepaskan, lepaskan kak zex !!. " teriak mirain dengan ekspresi khawatir dan panik.
"aku akan menghancurkan kutu ini. " kata refan yang hendak memukul zex dengan tangan kirinya yang dipenuhi dengan kegelapan.
"maaf. " ucap zex yang mengingat perjanjiannya dengan jelan tadi sebelum pergi.
"heh, apakah kau mengatakan sesuatu, sudahlah, kau akan mati disini !!. " teriak refan yang hendak memukulnya dengan tangan kirinya yang dipenuhi dengan kegelapan.
"jangan !!. " teriak mirain yang meneteskan air matanya.
"ledakan angin !!. " teriak Sima sensei yang datang tepat waktu.
seketika itu refan dan zex langsung terhempas ke arah yang berlawanan dan terjatuh ke tanah.
"maaf kami datang terlambat. " kata guzon sensei yang juga datang.
"apakah kalian baik-baik saja ?. " tanya Lena sensei yang juga datang.
"Sima sensei, guzon sensei, Lena sensei, syukurlah kalian datang. " kata mirain dengan senang sambil meneteskan air matanya.
"lalu dimana jelan dan teman-temannya ?. " tanya Sima sensei sambil menggotong zex ke arah mereka.
"kak zex menyuruhnya untuk duluan mencari, dan mengadang si anak pembunuh itu, kak zex terluka parah diperutnya karena melindungi ku tadi. " kata mirain.
"dia sepertinya terlalu memaksakan dirinya, kau bisa merawatnya ?. " tanya Sima sensei yang melihat darah zex yang diperutnya menyebar kemana-mana.
"akan kulakukan sebisa mungkin. " jawab mirain kemudian menggunakan kekuatannya untuk menyembuhkan zex yang terluka parah diperutnya.
"hmm, beristirahatlah dulu biar kami yang menangani sisanya. " kata Sima sensei sambil melihat ke arah refan dengan ekspresi serius.
"cih, menyebalkan, sekarang aku harus melawan ketiga sensei yang tidak berguna itu. " kata refan dengan ekspresi kesal sambil meningkatkan aura kekuatan kegelapannya.
BERSAMBUNG............
__ADS_1