
Episode 146
setelah pergi menemui gacha dan berbagi informasi, Ardian pun kembali ke rumah saat menjelang sore, kemudian ia mandi.
"perang tinggal 4 bulan lagi, iblis api dan nyoren semakin agresif saja, apa yang harus aku lakukan. " kata Ardian didalam hatinya yang kebingungan sendiri sambil berendam di bak mandi.
"sepertinya kau sedang banyak masalah ya. " ucap naga api yang berada didalam tubuh Ardian.
"naga, akhirnya kau sudah selesai tidur panjang. " kata Ardian yang berbicara lewat alam bawah sadarnya.
"ya begitulah, sebenarnya aku sudah terbangun sejak pagi, ngomong-ngomong aku sempat menguping pembicaraan mu dengan gadis di hutan tadi dan sekarang aku sudah mengerti masalah mu. " kata naga api sambil memejamkan matanya dengan ekspresi tenang.
"lalu kenapa baru sekarang kau berbicara ?. " tanya Ardian.
"aku sedang malas berbicara tadi. " jawab naga api dengan ekspresi tenang.
"sudah kuduga. " ucap Ardian.
"hmp, sepertinya kekuatan bintang itu benar-benar berbahaya ya. " kata naga api sambil tersenyum kecil.
"huh, apakah kau tahu sesuatu dengan kekuatan itu ?. " tanya Ardian yang penasaran saat melihat ekspresi naga api itu.
"aku tidak ingat, tapi aku sepertinya pernah merasakan nya. " jawab naga api itu perlahan membuka matanya.
"begitu ya, kukira kau lebih tahu tentang kekuatan itu. " kata Ardian sambil menghela nafas nya.
"jangan kecewa dulu, kau belum tahu kekuatan ku yang sesungguhnya kan. " kata naga api itu yang masih tersenyum kecil.
"huh, kau bisa mengimbangi kekuatan bintang itu ?. " tanya Ardian yang terkejut saat mendengar perkataan naga api.
"tidak hanya mengimbangi, kekuatan ku lebih besar daripada kekuatan bintang itu. " jawab naga api.
"huh, benarkah ?. " tanya Ardian yang bersemangat saat mendengarnya.
"tapi itu tergantung dirimu, apakah kau kuat untuk menampung kekuatan ku atau tidak, aku juga tidak bisa selalu keluar dari tubuh mu seperti waktu itu, bisa dibilang itu sebuah keberuntungan jika bisa keluar dari tubuh mu dengan mudah. " kata naga api dengan ekspresi serius.
"bukankah segel didalam tubuh ku sudah hancur, kenapa kau tidak bisa keluar kapan saja yang kau mau ?. " tanya Ardian.
__ADS_1
"walaupun sudah hancur, aku masih perlu mengumpulkan tenaga untuk bisa keluar paksa dari tubuh mu, kau pikir semudah itu bisa keluar. " jawab naga api.
"jadi karena sebelum segel didalam tubuh ku hancur kau selalu berdiam diri mengumpulkan tenaga. " kata Ardian yang menyimpulkan nya.
"bagiku menghancurkan segel itu mudah, yang sulit hanyalah keluar dari tubuh mu itu. " kata naga api.
"apa maksud mu mudah menghancurkan segel nya ?. " tanya Ardian.
"jika perasaan mu memburuk atau kau sedang berada didalam puncak kebencian dan tertekan, segel itu akan terus retak lalu hancur berkeping-keping dengan sendirinya. " jawab naga api.
"jadi maksud mu aku mudah terbawa suasana, begitu ?. " tanya Ardian dengan ekspresi kaku.
"itulah dirimu sekarang, ngomong-ngomong mau sampai kapan kau akan terus berendam. " kata naga api yang mengingatkan nya.
"oh, benar, aku lupa jika sekarang aku sedang mandi. " kata Ardian yang baru saja mengingat nya.
"kalau begitu cepatlah pergi. " ucap naga api dengan ekspresi tenang.
"tidak perlu mengusir begitu aku akan segera pergi, terimakasih sudah mengingatkan ku, naga api. " ucap Ardian sambil melambaikan tangan nya dan tersenyum sebelum pergi dari alam bawah sadar nya.
"dia anak yang aneh. " ucap naga api didalam hatinya sambil tersenyum kecil.
"dingin, aku tidak pernah mandi selama ini sebelumnya. " kata Ardian didalam hatinya sambil berjalan ke arah kamar nya.
"kakak, kau lama sekali di kamar mandi, apa yang kau lakukan ?. " tanya Nizar yang penasaran sambil menonton TV bersama defa.
"meditasi. " jawab Ardian dengan pelan kemudian masuk ke dalam kamar nya.
"kakak kenapa ya. " ucap Nizar yang penasaran.
lalu di malam hari Ardian pun berbaring di tempat tidur dan tiba-tiba saja dia teringat dengan perkataan raja api yang ingin membicarakan sesuatu dengan nya di kedai makan.
"gawat, aku lupa kalau raja api ingin membicarakan sesuatu dengan ku, aku harus segera bergegas. " kata Ardian yang panik kemudian bergegas keluar dari kamar.
"Ardian, kau mau kemana ?. " tanya paman Yazerd yang melihatnya.
"aku tidak punya waktu untuk menjelaskannya, raja api ingin membicarakan sesuatu dengan ku di kedai makan. " jawab Ardian langsung pergi keluar dari rumah dan bergegas ke tempat kedai makan yang dimaksud raja api sebelum nya.
__ADS_1
lalu saat hampir sampai di kedai makan, di waktu yang sama Ardian berpaspasan dengan raja api yang juga baru sampai.
"Yo, Ardian. " ucap raja api yang menyapa nya dengan tenang.
"raja api. " ucap Ardian yang terlihat panik karena mengira raja api sudah menunggu nya lama.
"kenapa panik begitu, ayo kita bicara didalam. " ujar raja api kemudian mengajak Ardian masuk kedalam kedai makan itu.
saat didalam dan duduk dengan tenang, Ardian masih terlihat panik.
"raja api, maaf membuat mu mengunggu lama. " ucap Ardian dengan ekspresi panik.
"hahahaha, tenang saja, aku sebenarnya juga baru sampai disini. " kata raja api kemudian meminum kopinya setelah tertawa sejenak.
"huh, benarkah, kukira anda sudah sampai di sini dari tadi. " kata Ardian yang terkejut dan lega saat mendengar perkataan raja api.
"yaa, karena mendadak ada beberapa dokumen yang harus ku selesaikan. " kata raja api.
"kedengarannya merepotkan. " ucap Ardian dengan pelan.
"apa ?. " tanya raja api yang mendengarnya.
"tidak, tidak, aku tidak bermaksud menghina anda. " kata Ardian yang berusaha menutupi nya dengan panik.
"tidak perlu terlalu formal begitu, kau benar, itu sangat merepotkan, aku juga berharap bisa terbebas dari pekerjaan ku walaupun hanya sehari. " kata raja api.
"menjadi pemimpin itu sangat sibuk ya. " ucap Ardian.
"ya begitulah, kalau saja tidak ada peperangan di dunia ini, tugas ku pasti tidak akan menumpuk seperti saat ini, setiap hari aku selalu saja mendapatkan laporan dokumen mengenai peperangan, itu membuat ku sangat bosan. " kata raja api.
"apakah anda pernah berfikir untuk bisa mengakhiri peperangan ? " tanya Ardian dengan ragu-ragu.
"sebelumnya aku sudah berusaha untuk mengajak damai seperti mengadakan pertemuan dengan negara negara besar tetangga, tapi mereka tidak peduli dengan perdamaian, didalam benak mereka hanya ada peperangan, tidak lain mereka semua adalah sekumpulan orang yang egois mementingkan diri sendiri dan tidak peduli dengan rakyat nya yang selalu menjadi korban pertama peperangan. " jawab raja api dengan ekspresi serius.
"begitu ya, itu pasti sangat sulit, ngomong-ngomong hal penting apa yang ingin anda bicarakan dengan ku ?. " tanya Ardian yang baru saja mengingat nya.
seketika raja api langsung menatap Ardian dengan ekspresi serius, Ardian yang melihatnya pun langsung panik didalam hatinya dan mencoba untuk menenangkan dirinya itu.
__ADS_1
(apa yang akan terjadi selanjutnya.......)
BERSAMBUNG..........