Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Teka-teki dibalik perubahan sempurna putri angin


__ADS_3

Episode 195


setelah pertarungan Razord dan Radin usai, sementara itu, Zela yang masih berhadapan dengan Konori.


"dasar tidak berguna. " kata Konori yang merasakan kekuatan Radin melemah.


"heh, dari ekspresi mu itu aku bisa menebak kalau salah satu teman ku berhasil mengalahkan salah satu rekan mu, benar begitu kan. " kata Zela sambil tersenyum kecil.


"cih, kau menyebalkan sekali membaca ekspresi orang, aku tidak akan membiarkan mu kabur dari sini. " kata Konori yang terlihat sangat marah.


"tenang saja, aku tidak akan kabur darimu. " kata Zela yang terlihat tenang.


"kau terlihat percaya diri sekali, apakah kau sanggup melawan nya ?. " tanya Zahra gadis yang bersamanya.


"hmm, kurasa aku tidak mungkin bisa mengalahkannya jika sendirian, karena itu tolong bantu aku. " jawab Zela sambil melihat Zahra dengan tersenyum kecil.


"huh. " ucap Zahra yang terkejut saat mendengar perkataan Zela itu.


"dia taman mu kan, sekalian aku hanya akan membantu mu menyadarkan teman mu itu. " kata Zela.


"kenapa kau mau melakukannya sejauh itu, kau tidak ada hubungannya dengan ini kan. " kata Zahra yang penasaran.


"mungkin kau benar aku tidak ada hubungannya dengan ini, aku juga bisa saja langsung pergi dari sini tadi tapi aku tidak mau melakukannya. " kata Zela sambil menutup mata nya.


"kenapa ?. " tanya Zahra.


"karena, aku selalu terlibat masalah disekitar ku, sebelumya aku hanya seorang pendiam yang selalu bersembunyi dibalik kegelapan, aku pernah membenci kekuatan ku sendiri, tapi suatu saat seseorang mengeluarkan ku dari kegelapan itu dan menunjukkan ku betapa indahnya serta luas nya dunia, dia pernah berkata jika kekuatan mu itu lah yang menunjukkan keberadaan mu, alasan hidup, berjuang dan terus berjuang. " jawab Zela yang sedikit mengulas masa lalu nya.


"(dia sama seperti diriku waktu itu). " kata Zahra didalam hatinya sambil memegang dadanya saat teringat masa lalu nya sekilas.

__ADS_1


"sedikit lagi sempurna, kalian akan ku hancurkan, bersiaplah !!. " kata Konori dengan lantang setelah menyempurnakan perubahan nya itu.


"akhirnya hampir selesai. " ucap Zela.


"tunggu, kau sengaja mengulur waktu untuk membiarkannya berubah sempurna, sebenarnya apa yang sedang kau rencanakan ?. " tanya Zahra.


"tidak ada, aku hanya menunggu penghalang angin nya menghilang, itu saja. " jawab Zela.


"apa maksudmu ?. " tanya Zahra.


setelah mendengar pertanyaan Zahra, Zela pun mengeluarkan sebuah pisau runcing dari tas kecil nya lalu melemparkannya ke arah Konori, alhasil saat pisau runcing itu tepat berada di depan Konori yang masih dalam tahap perubahannya, tiba-tiba saja sebuah penghalang angin pun langsung membuat pisau runcing itu terlempar ke belakang, Konori pun terkejut lalu tersenyum kecil saat Zela mengetahui penghalang nya itu.


"kau cerdas sekali ya, ternyata tidak ada yang sesuai dengan dugaan ku jika melawan detektif seperti mu. " kata Konori sambil tersenyum kecil.


"kau bisa melihat penghalang nya ?. " tanya Zahra yang sempat terkejut saat melihat nya.


"tidak, aku tidak bisa melihatnya, tapi aku tahu bagaimana dia membuat penghalang itu. " jawab Zela sambil tersenyum kecil.


"sebelum dia memulai tahap perubahan, Konori mengeluarkan sebuah badai topan untuk menghalangi penglihatan kita agar tidak melihat penghalang yang dipasang nya, saat itu lah dia tampak tenang saat memulai tahap perubahannya, karena dia yakin kalau salah satu dari kita akan menyerang nya saat dia tidak bisa melawan dengan keadaannya itu, saat melihat ekspresi nya itu aku merasa jika ada sesuatu yang mencurigakan disekitarnya, lalu kau tadi melihatnya kan waktu aku membuktikan nya dengan melemparkan pisau jarum ke arahnya, semua sudah terjawab dia memasang penghalang yang berbahaya disekitarnya. lalu alasan kenapa aku menyarankan agar kita tidak lari sebenarnya adalah karena dia itu pengguna elemen angin, aku merasa tidak ada gunanya kita kabur sejauh mungkin, dia pasti bisa menemukan kita dengan mudah menggunakan radar angin nya, pengguna elemen angin itu mempunyai kelebihan dalam melacak seseorang melalui nafas dan hawa keberadaan nya di dalam lingkungan yang luas seperti kota mati ini yang udara nya belum tercemar karena daerah nya tertutup, jadi intinya tidak ada gunanya kabur, itu hanya akan membuang-buang tenaga sebelum pada akhirnya bertarung juga, itulah teori ku, benar begitu kan. " kata Zela menyampaikan teori nya yang sangat panjang sambil melihat ke arah Konori dengan tersenyum kecil.


"cih, pada akhirnya kau mengetahui semua nya yang sudah ku rencanakan, berhentilah bermain sebagai detektif. " kata Konori yang kesal dan marah saat semua rencana nya sudah terbongkar.


"bagaimana kau bisa tahu semuanya ?. " yabga Zahra yang terkejut saat Zela mengetahui semuanya.


"aku tidak yakin tapi mungkin aku cuma beruntung menggunakan teori ku kali ini. " kata Zela yang berusaha menutupi nya.


lalu tidak lama kemudian Konori pun menyelesaikan perubahan nya, dengan wujud nya yang berubah seperti seorang putri angin.


"kau mungkin mengetahui semua rencana ku, tapi dalam pertarungan ini, aku akan serius menghadapi mu. " kata Konori sambil mengeluarkan dua kipas kecil nya dari balik bajunya.

__ADS_1


"sejujurnya aku tidak mahir dalam bertarung, tapi aku tidak akan lari darimu apapun yang terjadi. " kata Zela yang mengatur posisi bertarung nya dengan tangan kosong.


"aku tidak akan membiarkan mu bertarung sendirian. " kata Zahra sambil mengeluarkan sebuah sabit dari belakang badan nya.


"terimakasih, aku terbantu. " kata Zela yang merasa kekuatan bertarungnya sangat lemah.


"kukira kau Amatiran tapi kau juga mempunyai kelemahan yang mencolok ya. " kata Zahra.


"berisik. " ucap Zela dengan pelan yang terlihat membusuk dibelakang.


"hmp, dua lawan satu ya, tidak masalah, aku akan menunjukkan kepada kalian seberapa hebat nya kekuatan putri angin ini. " kata Konori sambil melihat mereka berdua dengan menutupi nya menggunakan kipas.


lalu Zahra pun langsung maju ke arah Konori dengan mengangkat sabit nya hendak menebas nya saat berada tepat didepannya, lalu tiba-tiba saja pergerakan Zahra pun terhenti saat dia melihat wajah Konori itu yang memicu masa lalu nya, Zela yang melihatnya pun langsung memasang ekspresi serius, lalu saat lengah Konori pun tanpa ragu menghempaskan Zahra kebelakang dengan mengayunkan kipas nya yang menjadi sebuah angin tajam, saat terhempas ke belakang dengan cepat Zela pun langsung berdiri ke arahnya lalu menangkap agar tidak terus terhempas ke belakang.


"hey, apakah kau baik-baik saja ?. " tanya Zela yang melihat kondisi Zahra itu.


"ya, aku baik-baik saja. " jawab Zahra yang terlihat kesakitan dan memegang pinggang nya.


saat Zela memegang pinggang Zahra waktu menangkap nya, ia terkejut melihat tangan nya ada sebuah darah yang berasal dari pinggang Zahra itu.


"hoy, hoy, itu tadi bukanlah serangan biasa. " kata Zela yang terkejut saat melihat darah di tangan nya saat memegang pinggang Zahra.


"aku tidak boleh gagal lagi kali ini. " kata Zahra yang keras kepala hendak melawan nya.


saat melihat kondisi Zahra, Zela pun langsung memegang tangannya mengentikan langkah kakinya itu.


"lepas kan. " ucap Zahra yang terlihat sangat frustasi


"tidak akan. " ucap Zela yang seketika memasang ekspresi serius.

__ADS_1


setelah mendengar ucapan Zela, Zahra pun meneteskan air matanya yang dari tadi di tahan.


BERSAMBUNG...........


__ADS_2