
Episode 164
di alam bawah sadar Nizar.......
"aku tidak boleh terus berdiam diri di sini, aku harus melakukan sesuatu agar bisa bertemu dengan naga petir. " kata Nizar yang sudah membulatkan tekadnya.
kemudian Nizar pun berjalan tanpa mengetahui arahnya, lalu tidak lama kemudian, Nizar melihat sebuah aliran listrik seperti benang yang terlihat samar-samar.
"apa ini, benang. " ucap Nizar yang melihatnya kemudian menyentuhnya.
saat menyentuhnya, benang aliran listrik itu tiba-tiba saja menyetrum.
"ini bukanlah kekuatan petir ku, apa jangan-jangan benang listrik ini ada hubungannya dengan naga petir, aku harus segera menelitinya sendiri. " kata Nizar yang mulai menyelidiki asal usul benang listrik itu.
lalu sementara itu di luar, Ardian yang masih bertarung dengan Nizar yang sudah dikendalikan oleh naga petir.
"ayo kita mulai, Otobot. " kata Ardian setelah berdiri dengan bersemangat kembali.
"Mode penglihatan tingkat tinggi diaktifkan. " ucap Otobot yang memulai pengaktifan mode penglihatan tingkat ultra.
lalu tiba-tiba saja kacamata yang dipakai Ardian berubah, mulai dari memunculkan sistem dan penglihatan ultra.
"wah, ini pertama kalinya aku menggunakan sistem penglihatan ini. " kata Ardian yang terkagum saat menggunakannya untuk pertama kali.
"jangan senang dulu, lihat baik-baik dia hendak menyerang mu. " kata Otobot sambil mengatur sistem di penglihatan Ardian.
"ya, aku bisa melihatnya. " ucap Ardian sambil tersenyum kecil saat melihat Nizar yang hendak menyerang dari penglihatan ultra nya.
lalu benar saja Nizar langsung berlari ke arah Ardian dengan sangat kencang seperti kilat, namun setelah Ardian menggunakan mode penglihatan ultra nya, Ardian dengan mudah menghindari nya lalu membalasnya dengan pukulan saat Nizar meleset menyerang tepat di depannya, kemudian Nizar pun terhempas tapi tidak begitu jauh setelah menerima pukulan dari Ardian.
"Ardian, waktumu dalam mode penglihatan ultra hanya 20 menit dari sekarang, kau harus cepat mengalahkannya sebelum sistem nya menghilang, jangan sampai kau berakhir menyedihkan. " kata Otobot memberikan peringatan untuk terkahir kalinya.
"baiklah, 20 menit itu tidak banyak, tapi aku akan berusaha sampai titik darah penghabisan untuk melindungi kota zenai. " kata Ardian yang langsung memasang ekspresi serius.
__ADS_1
sementara itu raja api sudah hampir selesai mengevakuasi seluruh penduduk kota zenai......
"Ardian, kumohon bertahanlah. " kata raja api didalam hatinya dengan ekspresi gelisah.
"ayah, sebenarnya ada apa tiba-tiba semua penduduk kota zenai harus di evakuasi ?. " tanya Legis yang merasa penasaran.
"itu....... " jawab raja api yang terlihat ragu-ragu dengan ekspresi gelisah.
"raja api, kami juga tidak ingin berdiam diri saja, apakah ada hal yang bisa kami bantu. " kata Opel yang bersama dengan teman-teman lainnya.
"kalian. " ucap raja api yang terkejut melihat mereka semua yang ingin turut membantu dengan ekspresi serius dan bersungguh-sungguh.
kemudian raja api pun menceritakan semuanya kepada mereka setelah mengevakuasi penduduk yang masih berada di kota zenai, sementara itu Ardian yang sudah bisa bertarung seimbang dengan Nizar masih mencoba beradu fisik.
"cih, aku sudah menghabiskan waktu 5 menit untuk bertarung fisik, aku harus segera mengakhiri nya. " kata Ardian yang kemudian menjaga jarak dengan Nizar saat memikirkan waktunya.
kemudian Ardian dengan tenang mengeluarkan pedang api nya itu segera, di waktu yang sama Nizar pun menyerang dengan tangan kosong, beruntung Ardian bisa menangkisnya tepat didepannya, kemudian Ardian pun maju tanpa ragu mengayunkan pedangnya ke arah Nizar, tapi Nizar bisa menghindarinya dengan mudah dengan kecepatan yang tidak normalnya itu.
sementara itu Nizar yang kesadaran nya berada di alam bawah sadar........
"sepertinya ini adalah pusat dari benang listrik itu, apa yang akan terjadi jika aku menghancurkan nya ya. " kata Nizar yang kemudian menyerangnya dengan bola petir nya.
di waktu yang sama saat Nizar menyerang titik pusat itu, tiba-tiba saja tubuh luar nya yang dikendalikan oleh naga petir kehilangan keseimbangan, sehingga kecepatan nya berkurang drastis.
"dia lengah, ini kesempatan ku !!. " kata Ardian didalam hatinya yang langsung menyerang nya saat terlihat lengah.
lalu saat tubuh Nizar yang dikendalikan oleh naga petir itu terkena tebasan Ardian dan terhempas ke belakang lalu membentur pohon, inti dari benang listrik yang berada di alam bawah sadar Nizar itu tiba-tiba saja sedikit retak.
"sudah mulai retak, sepertinya benar, aku harus menghancurkan nya. " kata Nizar yang menyerang inti benang listrik itu lagi dengan serangan petir beruntun nya didalam alam bawah sadar.
"cih, dasar anak ini. " ucap naga petir yang kesal saat melihat Nizar berusaha menghancurkan inti benang listrik itu.
sementara itu diluar tubuh Nizar, Ardian yang terlihat sudah kelelahan setelah hampir memakai penglihatan ultra selama 20 menit.
__ADS_1
"masih ada 4 menit, aku harus segera menyadarkannya. " kata Ardian yang langsung berlari ke arah Nizar sambil mengangkat pedang api nya ke atas.
"sepertinya aku harus segera mengakhiri nya, pelepasan segel, kekuatan maksimal !!. " kata naga petir yang langsung mengeluarkan aura petir memancar sampai ke atas awan.
Ardian yang hampir mendekati nya langsung terhempas ke belakang saat tubuh Nizar tiba-tiba mengeluarkan aura petir yang dahsyat sampai memancar ke atas awan sehingga menyebabkan mendung seketika.
raja api yang bersama dengan anak-anak lain saat melihat pancaran sinar petir yang sampai ke atas awan itu.......
"aku merasakan kekuatan yang besar, dari arah hutan, semoga kau baik-baik saja, Ardian, Nizar. " kata raja api didalam hatinya dengan ekspresi khawatir saat melihat pancaran aura petir itu.
"wah, apa itu. " ucap Pingo yang terkejut melihat pancaran petir itu.
"aku mempunyai firasat buruk soal ini. " kata zela.
"cepat, kita harus menyusul Ardian, ayo ayah. " kata Legis yang memimpin mereka semua.
"semuanya tetap selalu siap siaga, kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. " kata raja api yang menyuruh mereka semua untuk lebih berhati-hati.
"tunggulah kami, Ardian, Nizar. " kata Legis dengan ekspresi serius.
sementara itu Ardian setelah terhempas kebelakang, di waktu yang sama penglihatan ultra nya telah berakhir sehingga membuat nya merasa pusing saat melihat di sekitarnya.
"argh, rasanya pusing sekali, tapi ini adalah resiko ku sendiri menggunakan penglihatan ultra, aku harus menyelamatkan Nizar. " kata Ardian dengan penglihatan nya yang masih buram berusaha meraih Nizar yang terlihat samar-samar.
"Ardian, kau baik-baik saja, seharusnya kau jangan bergerak dulu ebelum pusing nya hilang. " kata Otobot.
"aku tidak punya waktu untuk menunggu, aku harus menyelamatkan Nizar. " kata Ardian dengan kepala nya yang masih pusing dan penglihatan nya yang kabur masih berusaha sekuat tenaga untuk berjalan kearah Nizar.
lalu setelah beberapa saat, tiba-tiba saja seekor naga yang mempunyai tekanan listrik yang tinggi keluar dengan perlahan-lahan dari perut Nizar.
"aku akan membunuh semua manusia sampah disini. " kata naga petir itu yang terlihat sangat kesal sambil berusaha keras memaksa keluar dari perut Nizar.
BERSAMBUNG............
__ADS_1