
Episode 152
pada akhirnya rombongan anak-anak dari kota zenai pun menginap di sebuah hotel di kota lesar.
"aku baru tahu ada kartu VIP seperti ini. " kata Niver sensei yang melihat kartu VIP hotel itu.
"sepertinya kota sonase sudah berkembang pesat ya. " kata Kirana sensei.
"kau benar, kota sonase memang kota yang hebat. " kata Niver sensei yang kagum.
suasana di ruangan kamar anak perempuan........
"wah, hotel nya benar-benar besar, jarang sekali aku melihat hotel yang seperti ini. " kata veysa kagum saat melihat sekeliling ruangan hotel yang megah itu.
"yaa, sepertinya di kota zenai belum ada hotel yang seindah ini. " kata gacha yang juga mengagumi nya.
"huh, hari ini rasanya sangat melelahkan, aku mau mandi dulu setelah itu berbaring di tempat tidur hotel yang nyaman. " kata Lisa.
"aku juga. " ucap Mican yang juga ikut mandi.
"gicha, dari tadi aku tidak melihat gacha, dia tidak bersama mu ya ?. " tanya Mauli.
"aku juga tidak tahu dimana dia, sebelum pergi dia bilang kepada ku kalau ada hal penting yang harus dia lakukan, dia menyuruh ku untuk duluan saja. " jawab gicha.
"tapi tas nya sudah di sini lho. " ucap Zifi yang masih penasaran dengan pergi nya gacha.
suasana di ruangan kamar anak laki-laki......
"aku tidak menyangka raja petir bisa sebaik itu. " kata Opel yang duduk dengan santai nya.
"itu wajar kan, beliau adalah sahabat nya raja api. " kata Alan.
"kau benar. " ucap Nizar.
"selain itu Nizar, dimana kakak mu ?. " tanya Opel.
"aku juga tidak tahu, dia tiba-tiba saja pergi setelah menaruh tas nya disini. " jawab Nizar melihat tas nya Ardian yang sudah ada disitu.
"huh, kira-kira dia kemana ya. " kata Legis yang penasaran.
"aku harap dia tidak akan meninggalkan makan malam. " kata Rega.
__ADS_1
"kalau itu sudah pasti dia akan kembali. " kata Zela dengan ekspresi tenang.
"jaylain dan Rowi juga belum kesini, apakah mereka sedang mengobrol di suatu tempat ya. " kata Legis.
"kuharap mereka tidak membuat masalah. " kata Alan.
lalu di ruangan atap hotel, Ardian, jaylain, Rowi dan gacha berkumpul.......
"jaylain, kenapa mendadak sekali ?. " tanya Ardian dengan ekspresi serius.
"tolong dengarkan ini baik-baik, ada hal penting yang harus ku sampaikan kepada kalian. " pinta jaylain dengan ekspresi serius.
"tapi kenapa ?. " tanya Rowi.
"karena kalian lah orang yang bisa ku percayai saat ini. " jawab jaylain.
"tenang saja, jaylain, aku akan mendengarkan setiap perkataan mu itu, jadi katakan lah. " kata Ardian.
"terimakasih, Ardian. " ucap jaylain yang senang saat mendengarnya.
"tunggu sebentar. " kata gacha.
"sebelum itu aku ingin bilang sesuatu, bisakah kau memperbaiki tulisan mu ini, aku hampir tidak paham dengan apa yang kau tulis ini. " jawab gacha yang menunjukkan kertas tulisan ajakan nya itu.
seketika jaylain pun terdiam dan menundukkan kepalanya ke bawah terlihat seperti mematung saat gacha memberikan komentar mengenai tulisan ajakan nya itu.
"gacha, kenapa kau mempermasalahkan hal sepele itu ?. " tanya Ardian yang agak terkejut mendengar komentar dari gacha itu.
Rowi pun menahan rasa tertawa nya dengan memalingkan wajahnya agar tidak ada yang melihat.
"ya, hanya saja aku heran, dia memang tidak berubah. " jawab gacha.
"sudahlah, cukup sampai di situ, bisakah kita serius !!. " teriak jaylain yang melampiaskan amarah nya hingga membekukan beberapa benda di sekitar nya.
"maaf. " ucap gacha dengan nada yang datar.
"huh, yang ingin aku katakan adalah berhati-hati lah. " kata jaylain yang mencoba menenangkan dirinya.
"apa maksudmu ?. " tanya Ardian yang semakin penasaran dengan perkataan jaylain itu.
"kemungkinan, besok iblis api akan menyusup ke dalam museum yang didalam nya ada pedang petir, walaupun sudah ada penjagaan di sana, iblis api bisa menerobos dengan mudah melewati nya ataupun membantai nya, jadi aku memberitahu kalian berempat adalah untuk selalu waspada dengan pergerakan iblis api itu, kalian lah yang bisa ku adalkan. " jawab jaylain dengan ekspresi serius.
__ADS_1
"jadi untuk sementara kau akan menjaga jarak dengan kami, begitu. " kata gacha.
"ya, apapun yang terjadi, iblis api tidak boleh mencurigai ku sampai di Medan perang nanti, saat ini iblis api menyuruh ku untuk mengumpulkan beberapa informasi di kota zenai, jadi aku tidak boleh ketahuan berada di sini, aku harap kalian bisa mengerti. " kata jaylain.
semuanya pun terdiam sejenak dan memikirkan ulang mengenai informasi dari jaylain itu, lalu saat hampir menjelang malam hari, mereka berempat pun kembali untuk makan malam, saat kembali ternyata mereka semua sudah berkumpul di tempat makan didalam hotel yang sangat luas itu.
"wah, sudah kuduga kalian berempat ketemuan di suatu tempat. " kata Alan.
"maaf, ada sesuatu yang ingin kami bicarakan tadi. " kata Ardian.
"kau tidak memberitahu kami. " kata veysa dengan ekspresi cemberut.
"ya, tadi itu sebaiknya aku tidak perlu memberitahu kalian. karena...... " kata Ardian yang berusaha menutupi nya.
"kami berdua mengentikan pertengkaran Rowi dan jaylain tadi. " kata gacha dengan ekspresi datar.
"huh, kalian berdua bertengkar ?. " tanya Alan yang terkejut saat mendengar perkataan gacha itu.
"berisik lah, sudah dibilang kan tidak perlu dibahas. " kata jaylain dengan ekspresi tenang.
"ya, itu sangat menggangu. " kata Rowi yang berpura-pura bersikap dingin.
"hey gacha, kenapa kau mengatakan nya seperti itu ?. " tanya Ardian dengan pelan.
"aku terpaksa mengatakan nya, yang terpenting mereka semua akhirnya mempercayai nya. " jawab gacha dengan ekspresi tenang.
"ya, mungkin kau benar. " kata Ardian yang melihat semua teman-teman nya yang mempercayai nya.
lalu mereka semua pun makan sampai kenyang di malam itu, kemudian setelah makan mereka semua pun kembali ke dalam ruangan kamar laki-laki dan perempuan secara terpisah, sebelum tidur mereka semua bercerita sampai mereka tertidur dengan sendirinya, lalu di sebuah atap gedung yang dekat dengan hotel itu, iblis api dan nyoren yang baru saja datang ke kota sonase......
"hmp, ternyata rombongan anak-anak dari kota zenai itu ada di sana. " kata iblis api yang sempat melihat mereka ada didalam hotel itu.
"jadi bagaimana rencana kita sekarang, iblis api ?. " tanya nyoren sambil tersenyum kecil sambil memandangi ke arah hotel itu juga.
"untuk sementara kita akan menyamar menjadi orang biasa untuk berinteraksi di kota ini lalu mencari tempat untuk menginap malam ini, kita tidak perlu tergesa-gesa, kita akan melakukan operasi nya besok, jadi simpan lah tenaga mu saat ini. " jawab iblis api.
"baiklah kalau begitu. " ucap nyoren yang hanya menurut saja.
"(hmp, aku pasti akan mendapatkan pedang petir itu besok). " kata iblis api didalam hatinya sambil tersenyum kecil kemudian turun dari atap gedung itu bersama dengan nyoren.
BERSAMBUNG.........
__ADS_1