Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Kekuatan tersembunyi


__ADS_3

Episode 180


di alam bawah sadar Ardian saat pingsan........


"Ardian, kau tidak ingin berakhir di sini kan ?. " tanya seseorang dibalik kegelapan berbicara dengan Ardian yang merasa tak berdaya.


"siapa. " ucap Ardian langsung menoleh ke arah bayangan itu.


"bangkitlah dengan kekuatan mu sendiri, Ardian. " kata seseorang dibalik kegelapan itu.


di waktu yang sama Ardian pun langsung tersadarkan diri setelah beberapa saat pingsan, lalu Ardian pun menoleh disekitarnya terlihat makhluk astral yang mengepungnya dari segala tempat di atas kapal.


"(benar, aku harus bangkit dengan kekuatan ku sendiri, walaupun tanpa bantuan dari naga api, aku akan berusaha untuk tidak berakhir disini). " kata Ardian didalam hatinya sambil perlahan-lahan berdiri dengan keadaan nya yang masih sempoyongan.


lalu di saat yang sama Ardian bangkit tiba-tiba saja dada nya mengeluarkan sebuah cahaya yang berasal dari enamble api.


"huh, Ardian. " ucap Legis yang sempat melihat Ardian diantara kepungan makhluk astral itu.


sementara itu Opel yang melindungi gacha dari kepungan makhluk astral juga melihat sebuah cahaya yang keluar dari dada Ardian.


"apa yang akan dia lakukan sekarang. " ucap Opel yang melihat Ardian dengan ekspresi khawatir.


beberapa saat kemudian makhluk astral itu pun melompat bersama-sama menyerang Ardian dengan mengepung nya, lalu saat hendak mendekati Ardian tiba-tiba saja sebuah hempasan api berwarna biru keluar dari tubuh Ardian dan mengenai seluruh makhluk astral yang berada didekatnya.


"huh, apa yang terjadi tadi. " ucap Ardian yang tanpa sadar memegang sebuah api berwarna biru di kedua tangannya.


"api biru, bagaimana bisa. " kata Alan didalam hatinya yang terkejut saat melihat Ardian.


seketika makhluk astral yang melihat api biru di kedua tangan Ardian langsung mundur dan menjauh dari kapal dengan melompat ke bawah laut ataupun terbang, setelah itu keadaan pun kembali normal bersamaan dengan awan guntur merah yang langsung berubah menjadi warna hitam seperti semula.


"sudah selesai ya. " ucap Ardian bersamaan dengan hilangnya api biru di kedua tangannya lalu jatuh terduduk lemas tak berdaya didepan Nizar yang pingsan.


"sepertinya api biru Ardian membuat para makhluk astral itu ketakutan. " kata Zela didalam hatinya yang sempat melihatnya.


lalu setelah pertarungan itu, Ardian dan teman-temannya pun beristirahat sejenak menyembuhkan luka mereka, sementara itu Ardian yang sempat pingsan lagi langsung dibawa ke dalam ruangan kamar yang berada didalam kapal, lalu beberapa saat kemudian Ardian sadarkan diri........

__ADS_1


"huh, dimana aku. " ucap Ardian saat baru sadarkan diri didalam kamar kapal.


"Ardian, kau sudah sadar ya. " ucap Alan yang dari tadi menjaganya di ruangan itu.


"Alan. " ucap Ardian setelah mengambil kacamatanya yang ditaruh di atas meja.


"Ardian, bisakah kau menjelaskan api biru itu sebenarnya apa ?. " tanya Alan yang penasaran.


"aku juga tidak tahu, tiba-tiba saja api itu muncul begitu saja saat merasakan reaksi dari enamble api, saat reaksi itu aku tidak merasakan panas di dada ku tapi sebaliknya aku merasakan aura yang tenang menyelimuti dada ku. " jawab Ardian yang menjelaskannya dengan singkat.


"jadi begitu ya, Ardian, mungkin saja api mu tadi bisa menyelamatkan kita semua. " kata Alan sambil memegang pundak Ardian.


"apa maksudmu ?. " tanya Ardian.


"saat kau pingsan, Zela berkata kalau dia melihat makhluk astral itu ketakutan waktu melihat api biru mu itu. " jawab Alan.


"aku rasa juga begitu. " ucap Ardian yang juga merasakan hal yang sama saat mengingat nya.


"yang terpenting syukurlah kau baik-baik saja. " kata Alan.


"sepertinya dia masih belum sadarkan diri, tapi dilihat dari kondisi nya dia baik-baik saja, dia hanya menerima luka ringan. " jawab Alan


"syukurlah, lalu bagaimana dengan gacha ?. " tanya Ardian.


"kalau dia..... " kata Alan yang ragu-ragu untuk memberitahunya.


melihat ekspresi Alan, Ardian pun langsung terkejut dan keluar dari kamar mencari gacha, saat Alan mencoba menghentikannya Ardian tidak menghiraukan nya dan terus mencari nya, setelah mencarinya di beberapa tempat, Ardian pun menemukan gacha yang sedang dirawat oleh Opel, lalu Ardian dengan perlahan-lahan masuk kedalam ruangan mereka.


"Ardian. " ucap Opel yang melihatnya saat Ardian berada didepan pintu masuk ruangan.


gacha yang masih sadarkan diri dan terbaring di atas kasur dengan kondisinya masih lemas melihat Ardian dengan ekspresi gelisah.


"Opel, bisakah aku berbicara dengan gacha sebentar. " pinta Ardian dengan ekspresi serius.


"baiklah, aku mengerti. " ucap Opel yang langsung menuruti permintaan Ardian itu saat melihat ekspresi Ardian.

__ADS_1


lalu setelah itu Opel pun keluar dari ruangan dan membiarkan Ardian dan gacha berbicara empat mata,


"Ardian, aku masih lemah ya. " ucap gacha sambil memalingkan wajahnya.


"itu tidak benar, kau itu kuat gacha, aku tahu itu saat kau berlatih keseimbangan setiap kali aku melihat mu, jangan meremehkan kekuatan yang terpendam didalam dirimu itu, mungkin suatu saat nanti kekuatan mu itulah yang menjadi penolong mu untuk menyelamatkan jaylain. " kata Ardian yang agak lantang.


"huh, kuharap kau benar. " ucap gacha sambil tersenyum kecil memejamkan kedua matanya.


sementara itu Opel yang menguping pembicaraan mereka dari balik pintu.......


"(jadi itu alasannya kenapa gacha berlatih sekeras itu). " kata Opel didalam hatinya.


lalu beberapa saat kemudian Ardian pun keluar dari ruangan gacha dan melihat Opel yang terduduk dengan ekspresi sedih mengeluarkan air mata.


"huh, Opel, apakah kau mendengarkan pembicaraan kami tadi ?. " tanya Ardian yang terkejut saat melihat Opel yang terduduk dengan ekspresi sedih.


"ya, semuanya. " jawab Opel.


"maaf karena aku sudah merahasiakan nya, karena aku tidak ingin membuat mu dan teman-teman lainnya ikut khawatir dengan gacha. " kata Ardian.


"aku mengerti, aku sudah menduga kalau gacha mempunyai alasan tertentu untuk latihan setiap harinya itu. " kata Opel.


setelah pembicaraan itu beberapa saat kemudian mereka pun selesai beristirahat dan menemui razord yang mengemudikan kapal.


"kalian sudah babak belur ya. " ucap razord saat melihat mereka berlima yang sudah mempunyai bekas luka yang agak banyak setelah bertarung dengan makhluk astral sebelumnya.


"kak razord, apakah pulau itu masih jauh ?. " tanya Legis.


"kita sudah setengah jalan menuju pulau itu dan sayangnya kita juga harus bisa bertahan dari penyergapan yang kedua itu sampai tiba di pulau itu. " kata razord.


"itu berarti kita harus bertahan dari penyerangan makhluk astral itu seperti sebelumnya begitu ?. " tanya Alan yang terkejut saat mendengar perkataan razord itu.


"tepat sekali, jadi apakah kalian masih sanggup untuk bisa sampai di pulau itu ?. " tanya razord.


"untuk Nizar dan gacha yang sudah berjuang, kami berlima akan terus berjuang demi mereka berdua juga. " jawab Ardian dengan ekspresi serius setelah mengingat perjuangan Nizar dan gacha itu yang sekarang masih terbaring di dalam ruangan dalam kapal.

__ADS_1


BERSAMBUNG..............


__ADS_2