
Episode 200
"baru pertama kali nya, seseorang mengatakan sesuatu yang membuat ku percaya mudah seperti ini, aku..... " kata Zahra didalam hatinya sambil mencoba menenangkan dirinya itu.
"kita tidak akan mempunyai banyak waktu jika menghadapi orang itu bersama-sama. " kata Konori.
"kau benar juga, aku akan mengulur waktu sampai kalian bisa ke kastil itu. " kata razord.
"kak Razord apakah kau serius ?. " tanya Alan.
"kita harus menghemat waktu sebaik mungkin, kalian ingatkan kita hanya bisa disini sampai 1 Minggu, tanpa kalian sadari kita sudah berada disini selama 5 hari. " jawab razord.
"huh, darimana kau mengetahui nya kak razord ?. " tanya Nizar yang terkejut saat mendengarnya.
"aku sudah pernah datang kesini, tentu saja hal seperti itu sudah aku tandai. " jawab razord.
"aku benar-benar tidak menyadarinya. " kata Alan.
"kak Razord, aku yang akan menyusup kedalam kastil itu. " kata Zela yang sudah membuat keputusan dengan ekspresi tenang.
"Zela. " ucap razord yang terkejut saat mendengarnya.
lalu saat Zela hendak maju melangkah ke arah gerbang itu tiba-tiba saja Zahra menarik baju nya dari belakang.
"Zahra. " ucap Zela melihat ke arah Zahra yang menatapnya dengan ekspresi serius.
"ada sesuatu yang ingin kulakukan di tempat itu, biarkan aku ikut bersama mu. " kata Zahra yang menatap Zela dengan ekspresi serius.
"baiklah. " ucap Zela.
"berhati-hatilah, Zahra. " ucap Konori.
"ya, terimakasih semuanya. " ucap Zahra.
"seharusnya kami yang mengucapkannya. " kata Radin.
"kalian pikir bisa lolos semudah itu dariku. " kata Alkane yang sudah menunggunya sambil tersenyum kecil menghunuskan pedangnya.
"Zela, pegang tangan ku. " kata Zahra sambil mengeluarkan aura kegelapan dari dalam tubuhnya.
"huh. " ucap Zela yang kemudian menuruti permintaannya itu.
lalu sebuah lingkaran hitam pun muncul di bawah kaki mereka, kemudian bersinar dan membuat keduanya menghilang berpindah tempat.
"cih, gadis itu benar-benar sudah membuatku sangat muak dengan kekuatan nya itu, kau mengganggu sekali. " kata Alkane yang terlambat mencegah mereka berdua berpindah tempat karena razord menghadangnya.
__ADS_1
"apa itu tadi. " ucap Alan yang penasaran dengan kekuatan Zahra berpindah tempat itu.
"itulah dark eclypse yang bisa membuat pengguna nya serta orang yang dipegangnya berpindah tempat. " kata Konori yang menjelaskan nya secara singkat.
I-------------------------------------------I
dark eclypse itupun akhirnya memindahkan keduanya di tempat gudang kosong yang sebelumnya di tempati oleh Ardian dan jaken saat mencari data.
"huh, dimana ini. " ucap Zela saat melihat disekitarnya terjatuh di atas Zahra.
"bisakah kau berdiri. " kata Zahra yang berada di bawah Zela.
"Zahra, maaf. " ucap Zela yang terkejut dan panik saat melihat Zahra dibawah nya kemudian langsung berdiri dengan gemetaran.
"tidak apa-apa, aku memang masih belum bisa sepenuhnya menguasai dark eclypse. " kata Zahra.
"dark eclypse. " ucap Zela.
"sejenis teleportasi dari elemen kegelapan. " kata Zahra yang menjelaskan nya secara singkat.
"aku baru tahu jika kekuatan kegelapan bisa melakukan hal seperti itu. " kata Zela.
"sepertinya disini banyak Undead yang menjaga sekitar tempat ini. " kata Zahra yang merasakan keberadaan nya.
"cih, kenapa disaat seperti ini. " kata Zela didalam hatinya saat bersembunyi di bawah tempat tidur.
"bagaimana ini, sepertinya Undead itu merasakan hawa keberadaan kita. " kata Zahra.
"aku punya rencana. " ucap Zela.
lalu saat salah satu Undead itu hampir mendekati mereka berdua, dengan cepat Zahra pun membuat Undead itu terjatuh dengan menyerang kaki nya dari bawah kemudian dilanjutkan dengan Zela yang memukul tepat ke arah kepala Undead itu dengan tangan kiri terkutuk nya sehingga Undead itupun langsung menghilang menjadi abu hitam.
"dari awal aku sudah sangat penasaran, sebenarnya apa yang ada di tangan kiri mu itu ?. " tanya Zahra yang masih terheran-heran dengan tangan kiri terkutuk Zela yang terlihat bisa melakukan apa saja di matanya itu.
"hanya kutukan, tidak lebih dan tidak kurang, mungkin itulah yang ku percayai. " jawab Zela.
"tapi kelihatannya tidak begitu. " ucap Zahra dengan pelan.
"Zahra, sejujurnya aku masih penasaran waktu itu, bagaimana kau bisa menyentuh tangan kiri ku ini ?. " tanya Zela.
"aku sendiri juga tidak tahu. " jawab Zahra.
kemudian setelah pembicaraan singkat itu, mereka berdua pun melanjutkan perjalanan mereka dengan menyusup dari tempat ke tempat untuk menuju kastil itu, lalu sementara itu Ardian dan jaken yang berada di sebuah tempat terlihat seperti penjara.....
"tempat apa ini. " ucap Ardian yang melihat di sekelilingnya.
__ADS_1
"tempat ini terlihat seperti penjara. " kata jaken.
"apakah ada seseorang di sana ?. " tanya salah satu tahanan yang di kurung di tempat itu.
"huh, siapa ?. " tanya Ardian balik.
"sepertinya itu berasal dari pintu penjara yang satu itu. " kata jaken menunjukkan suara itu berasal.
"bagaimana cara membukanya ?. " tanya Ardian yang melihat pintu penjara itu di kunci dengan sebuah gembok.
"hmm, sepertinya gembok ini kunci nya terbuat dari sebuah kekuatan spirit Undead. " kata jaken yang lagi-lagi memaksakan mengingat ingatan nya itu.
"spirit. " ucap Ardian yang terpikirkan oleh sesuatu.
"siapa kalian ?. " tanya seorang penjaga yang mengenakan baju zirah hitam itu.
"gawat, penjaga menemukan kita. " kata jaken yang mengatur posisinya hendak bertarung.
"jaken, bisakah kau mengulur waktu, aku akan memikirkan cara untuk membuka gembok ini. " pinta Ardian sambil melihat gembok itu mencoba berfikir dengan tenang.
"baiklah, sebaiknya kau cepat, kepala ku rasanya seperti hampir meledak. " kata jaken kemudian bertarung dengan penjaga yang menggunakan senjata besi rantai itu.
"ayo berfikirlah Ardian. " kata Ardian didalam hatinya sambil memejamkan matanya mencoba mengingat waktu di kapal saat terjadi gelombang penyerangan itu.
beberapa saat kemudian saat jaken mulai kewalahan menghadapi penjaga berbaju zirah itu, jaken pun mulai menjaga jarak.
"hey, ayo cepatlah. " kata jaken dengan lantang sambil menahan rasa sakitnya di kepalanya yang berdarah itu karena terkena serangan besi rantai saat menghadapi penjaga itu.
"jadi begitu ya, mungkin kekuatan baru ku sebelumnya itu bisa menghancurkan gembok ini. " kata Ardian yang mengingat kekuatan api biru nya waktu itu.
lalu Ardian pun mencoba menenangkan dirinya dan berkonsentrasi untuk mengeluarkan api biru nya itu, seketika aura biru berkobar di dalam tubuh Ardian itu walaupun terlihat masih lemah, kemudian Ardian pun memegang gembok itu sekuat tenaga.
"hancurlah !!!!. " teriak Ardian memaksakan api biru nya untuk menghancurkan gembok itu.
sementara itu jaken pun terhempas jauh kebelakang saat melawan penjaga berziarah itu.
"tenanglah Ardian. " kata Ardian sambil memejamkan mata nya memusatkan kekuatan nya ke dalam gembok.
lalu dalam 3 detik gembok itu pun seketika hancur dan hilang dan di waktu yang sama penjaga berziarah itu hendak menyerang Ardian dengan rantai besi nya itu, dengan tenang Ardian pun melemparkan sebuah bola api biru ke arah penjaga itu sehingga dengan mudah penjaga berziarah itupun langsung lenyap ketika menyentuh api biru itu.
"dia mengalahkannya semudah itu. " kata jaken yang melihatnya dari kejauhan sambil terbaring menahan rasa sakitnya.
"aku berhasil. " ucap Ardian yang langsung lemas di depan pintu penjara yang berhasil di buka nya itu.
BERSAMBUNG..........
__ADS_1