Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
hari yang damai untuk sementara - gadis yang diincar bagian 5


__ADS_3

Episode 124


di balik pintu, sepasang suami istri yang sedang diikat itu mendengar pembicaraan orang misterius berjubah hitam, seketika langsung bahagia karena mendengar anak mereka berhasil selamat.


"syukurlah anak kita berhasil selamat. " kata sang suami dengan senang dan bersyukur.


"ya, mereka bilang ada keluarga yang melindunginya, aku benar-benar tidak tahu bagaimana harus berterimakasih kepada mereka. " kata sang istri yang ikut bersyukur.


"bersenang lah kalian untuk sementara ini, tidak lama lagi anak kalian lah yang akan mencari kalian dengan sendirinya. " kata orang misterius berjubah hitam yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan dan mendengar pembicaraan mereka berdua.


"apa maksudmu ?. " tanya sang suami dengan ekspresi serius.


"aku akan membuat sebuah permainan kecil yang bisa dimainkan oleh gadis itu, kalau aku memberitahu lokasi tempat kalian di tahan, dia pasti akan menuju kesini dengan sendirinya, lalu setelah itu aku akan membuat penawaran yang tidak bisa dia tolak, hahahaha. " kata orang misterius itu tertawa dengan jahat.


"bunuh saja aku, tapi tolong lepaskan anak ku, dia itu masih dini. " kata sang istri meneteskan air matanya.


"hmp, memangnya aku peduli, aku tidak sebodoh itu sampai mau melepaskannya walaupun di cuma gadis kecil, itu karena dia membawa kalung cahaya itu. " kata orang misterius berjubah hitam itu.


"jadi kau sudah tahu ya. " ucap sang suami.


"hmp, jangan kira aku bodoh, tentu saja aku tahu, kalung yang kalian kenakan itu hanya untuk mengecoh ku, aku tidak akan tertipu untuk kedua kalinya. " kata orang misterius berjubah hitam itu.


"untung saja dia terkecoh untuk pertama kalinya, jadi anak ku bisa kabur waktu itu, semoga dia baik-baik saja dengan kalung itu. " kata sang suami didalam hatinya.


sementara itu di rumah mbak ciria, Nina memperkenalkan dirinya.


"perkenalkan namaku Nina. " ucap Nina memperkenalkan dirinya sambil tersenyum.


"wah dia cantik. " ucap gerad membisiki grane.


"yah, itu lumayan lah. " ucap grane yang juga menilai penampilannya.


"aku mendengar bisikan orang bejat disini. " kata mizhura dibelakang mereka menatap dengan ekspresi menakutkan.


"tidak, tidak, hanya bercanda kok. " ucap gerad.


"benarkah, kalau tidak salah tadi kau bilang dia cantik. " kata grane memancing emosi.


"hey grane, berisik amat, kenapa kau tidak diam saja. " kata gerad yang agak panik.


"aku akan membakar mu. " ucap mizhura sambil mengeluarkan bola api dari tangan kanannya.

__ADS_1


"maaf, aku benar-benar minta maaf. " ucap gerad memohon.


"pft. " ucap grane menahan tertawanya saat melihat gerad memohon.


"sudahlah, lalu apa hobi mu, Nina ?. " tanya Mbak ciria.


"eh, hobi ku, aku suka menulis sebuah novel. " ucap Nina dengan ragu dan menahan rasa malunya.


"hahaha, maaf aku tertawa. " ucap mbak ciria sambil tertawa terbahak-bahak.


"tidak apa-apa kok, memang sudah biasa orang tertawa saat mendengarnya. " kata Nina menyembunyikan perasaannya.


"tidak, tidak, aku tertawa karena mengingat ada orang yang juga suka menulis novel tapi Novel nya membuat ku tertawa tanpa henti. " kata mbak ciria.


"kalau mau mengkritik sekarang juga tidak apa-apa, aku memang masih kurang ahli menulis sebuah novel. " kata Ardian menyembunyikan rasa malunya.


"eehh, kakak juga, suka menulis novel, kenapa kau tidak menceritakan nya kepada ku ?. " tanya Nina langsung melihat ke arah Ardian.


"yah, novel ku masih buruk, jadi aku tidak ingin membicarakannya, kau lihat sendiri kan mbak ciria sampai tertawa seperti itu saat mendengarnya saja. " kata Ardian sambil melihat Mbak ciria yang masih tertawa terbahak-bahak.


"maaf maaf, jadi Nina, novel seperti apa yang kau buat ?. " tanya Mbak ciria yang masih menahan tertawanya.


"apakah kau tidak punya ide saat menulis nya ?, ini pengalaman ku sih, tapi jika kau hanya menulis nya tanpa ide apapun kau akan kebingungan dan kesulitan, itulah yang pernah ku alami dulu. " kata Ardian memberikan saran kepada Nina.


"wah, ternyata sang master novel memberikan sarannya. " ucap mbak ciria menggodanya.


"berisik, kalau ingin tertawa silahkan saja. " kata Ardian yang agak marah.


"terimakasih sarannya, kakak. " ucap Nina sambil tersenyum.


"ya, tidak masalah kalau itu membuat mu senang. " kata Ardian yang sudah agak tenang.


"les nya sudah mau dimulai, Nina apakah kau juga ingin ikut ?. " tanya Mbak ciria menawarkan kepada Nina untuk ikut.


"jika kakak ikut, aku juga akan ikut. " kata Nina melihat ke arah Ardian dengan tatapan polos.


"kenapa malah jadi aku, baiklah mau bagaimana lagi, aku akan ikut. " kata Ardian membaca situasinya dan pada akhirnya tidak bisa menolak ajakan mbak ciria.


kemudian les pun dimulai, lalu dari luar gerbang rumah mbak ciria ada tiga orang mencurigakan yang memantau pembelajaran les mereka, beberapa saat sudah berlalu, setelah les selesai mereka semua beristirahat di bawah pohon sambil memakan es krim.


"aku lelah. " ucap gerad membaringkan badannya.

__ADS_1


"setelah ini bagaimana kalau kita semua jalan-jalan berkeliling kota. " ujar mbak ciria.


saat mendengar ajakan mbak ciria, Nina tiba-tiba saja terkejut dan menunjukkan ekspresi gelisah nya, Ardian yang melihatnya pun mencoba menenangkan nya.


"tidak apa-apa, apapun yang akan terjadi nanti, aku akan melindungi mu. " kata Ardian yang reflek memegang tangan Nina.


"kakak. " ucap Nina melihat ke arah tangannya.


"oh, maaf, aku lupa jika kau seorang gadis, seharusnya aku tidak menyentuh mu, kau pasti sensitif kan. " ucap Ardian meminta maaf.


"tidak apa-apa jika itu kakak. " ucap Nina sambil tersenyum.


"(aku terkena boomerang). " ucap Ardian didalam hatinya sambil terdiam mencoba menenangkan dirinya.


"kakak, kau baik-baik saja ?. " tanya Nina.


"ya, untuk sementara jangan berbicara dengan ku. " jawab Ardian dengan dingin.


"baiklah. " ucap Nina kebingungan melihat Ardian.


"ayo kita berkeliling kota !!. " ajak mbak ciria dengan bersemangat.


"eh, sekarang ?. " tanya Ardian.


"tentu saja sekarang, kau tidak mendengarnya tadi. " kata mbak ciria.


"maaf. " ucap Ardian.


kemudian mereka semua pun sepakat untuk pergi jalan-jalan berkeliling kota di siang hari itu, lalu dari kejauhan ketiga orang mencurigakan itu pun hendak memulai siasatnya.


"target sudah terlihat, mereka akan pergi keluar. " kata salah satu dari ketiga orang mencurigakan itu.


lalu saat berjalan-jalan di kota, mereka semua pun bersenang-senang, dimulai dari menikmati kue serabi khas kota lesar sampai dengan pergi ke pasar kota yang sangat ramai dan terdapat banyak permainan, saat hari menjelang sore mereka semua pun memutuskan untuk pulang, tapi saat di tengah perjalanan pulang, mereka semua di hadang oleh ketiga orang mencurigakan tadi.


"hey kalian, berhenti disitu. " ucap salah satu dari ketiga orang mencurigakan itu.


Ardian dan yang lainnya sontak langsung berhenti lalu melihat ke arah ketiga orang itu dengan ekspresi serius.


"apa yang kau inginkan dari kami ?. " tanya Mbak ciria menatap dengan ekspresi serius.


BERSAMBUNG..........

__ADS_1


__ADS_2