
Episode 242
keesokan harinya, anak-anak ninja kota zenai pun mempersiapkan dirinya untuk bertemu dengan raja lautan, setelah itu mereka semua pun berkumpul di depan hotel............
"kelihatannya hari ini cukup cerah. " kata Opel yang bersemangat sekali.
"kemarin hujannya sangat lebat, kukira hari ini agak mendung. " kata veysa.
"semuanya, apakah kalian sudah siap untuk bertemu dengan raja Lautan ?. " tanya Stalker setelah mengumpulkan mereka semua.
"ya. " jawab mereka semua dengan tegas.
"baiklah kalau begitu, ayo kita berangkat. " kata Stalker yang sudah menyiapkan kereta kuda nya.
kemudian mereka semua pun menaiki kereta kuda itu dan menuju ke pantai yang dekat dengan pertarungan melawan sure si penyu raksasa sebelumnya, lalu sesampainya di sana mereka pun turun dari kereta kuda itu..........
"kenapa kita kesini, bukankah kita akan menuju ke kerajaan kota Ombak ?, kak Stalker. " tanya Pingo.
"lihat itu. " kata Stalker menunjuk ke arah sebuah pulau yang ada diseberang jauh pantai.
"bukankah itu hanya sebuah pulau. " kata Nizar yang melihatnya.
"tidak, lihatlah baik-baik, itu...... " kata Zela yang bisa samar-samar melihat bangunan besar di pulau itu.
"kerajaan. " kata Ardian yang terkejut saat melihat analisis penglihatan dari otobot untuk melihat bangunan besar di pulau itu.
mendengar itu mereka semua pun terkejut.
"hebat sekali kau bisa melihatnya sejauh itu. " kata Peter.
"tidak, sebenarnya otobot yang membantuku melihatnya. " kata Ardian sambil tersenyum kecil.
"kak Stalker, apakah itu benar-benar kerajaan kota Ombak ?. " tanya Opel.
"ya, di sanalah kerajaan kota Ombak berada. " jawab Stalker sambil tersenyum kecil.
"lalu bagaimana kita akan ke sana ?. " tanya gicha.
"kita kesana akan menaiki sebuah kapal. " jawab Stalker.
"kapal. " kata Ardian yang penasaran.
lalu tidak lama kemudian, sebuah suara bel kapal berbunyi dan parkir di pelabuhan dekat pantai itu.
__ADS_1
"sepertinya sudah sampai ya. " kata Helen yang melihat kapal itu memberi sinyal pertanda.
kemudian mereka semua pun berangkat menaiki kapal itu dan menuju ke sebuah pulau yang merupakan pusat kerajaan kota Ombak.
"ini pertama kalinya aku menaiki sebuah kapal yang besar. " kata Nijin yang menikmati perjalanannya.
"aku juga. " kata Seina.
"heeh, tidak diduga ya, kukira di kota kegelapan kalian sudah pernah menaikinya. " kata Zela.
"hanya karena dekat dengan lautan bukan berarti di sana ada pelabuhan. " kata Zahra.
"lautan di kota kegelapan itu bukanlah lautan biasa, kau tahu kan kabut yang menutup seluruh pemandangan lautan di sana. " kata Konori dengan ekspresi serius.
"ya. " ucap Zela yang mengingatnya.
"para penduduk kota kegelapan di sana menyakini jika lautan itu bisa menyesatkan siapapun yang masuk kedalamnya dan lebih mengerikan lagi, ada monster monster aneh yang bersemayam di lautan itu, meneror kapal apapun yang lewat, sejujurnya aku sedikit lega karena kita menggunakan kekuatan teleportasi dark eclypse milik kak Zahra saat meninggalkan kota kegelapan, kalau tidak kita pasti akan melawan monster itu. " kata Seina yang merinding saat menceritakannya.
"huh, monster-monster aneh, apakah itu seperti ayam berbadan besar dan burung bermuka aneh ?. " tanya Zela yang mengingatnya saat mempertahankan kapal berusaha untuk sampai ke kota kegelapan dengan melewati gelombang serangan.
"hiih, dari mana kau bisa tahu wujudnya ?. " tanya Seina yang ketakutan saat mendengarnya.
"oh, kalau itu, sebelum sampai di kota kegelapan, kami berhadapan dengan monster-monster itu, waktu itu benar-benar menegangkan dan mengerikan, kapal kami hampir tenggelam karena monster-monster itu yang menyerang secara bergelombang sampai pada akhirnya kami berhasil sampai di kota kegelapan. " jawab Zela yang sekilas menceritakannya.
"jadi kalau begitu cerita itu benar-benar nyata ya. " kata Seina yang semakin merinding setelah mendengarnya.
lalu saat sampai setengah perjalanan menuju pulau itu tiba-tiba saja kejanggalan dirasakan oleh nahkoda kapal........
"huh, sepertinya ada yang aneh di bawah. " kata nahkoda kapal yang merasakan getaran asing.
beberapa menit kemudian sebuah guncangan kuat pun menggoyangkan kapal hingga terombang ambing dan di waktu yang sama hujan turun seperti pertanda akan terjadi sesuatu.
"huh apa yang terjadi. " kata Opel setelah merasakan guncangan itu.
"ada sesuatu di bawah kita. " kata Rowi yang menyadarinya.
"huh. " mereka semua yang terkejut melihat gurita raksasa yang muncul dari permukaan laut.
"gurita. " kata Pingo yang terkejut melihatnya.
"besar sekali ya. " kata Alan yang sempat tertawa kecil.
"yaaaahhh, aku tidak suka makhluk yang licin dan berlendir. " kata Lisa yang panik sendiri.
__ADS_1
"sepertinya ada pengganggu yang datang ya. " kata Stalker yang melihatnya dari atas menara kapal.
"tentaclouse, kenapa baru muncul disaat saat seperti ini. " kata Helen yang sedikit kesal.
"apakah makhluk itu juga termasuk makhluk lepas yang ada di memo penangkapan ?. " tanya stalker.
"ya, namanya adalah tentaclouse, terakhir kali muncul setahun yang lalu, biasanya dia tidak begitu terang-terangan menampakkan diri dan juga itu adalah makhluk yang sangat ingin aku kalahkan sejak dulu. " kata Helen dengan ekspresi serius dan kesal sambil mengepalkan tangannya.
"kalau begitu, ayo kita kalahkan makhluk itu bersama-sama. " kata Stalker sambil mengeluarkan pedang kekuatannya.
"terimakasih, saat aku bertarung bersama mu entah kenapa rasanya aku seperti biasa melakukan apa saja. " kata Helen sambil tersenyum kecil dan mengeluarkan pedang roh nya.
"semuanya masuklah kedalam. " kata Saula yang mengevakuasi mereka didalam kapal.
"ini bercanda kan, Nijin, kau bilang di lautan ini aman kan. " kata Seina yang terbengong saat melihat gurita itu.
"kukira juga begitu. " kata Nijin yang juga terbengong.
"awas kalian berdua !!. " teriak Zahra yang melihat gurita itu hendak menyerang Seina dan Nijin dengan tentakel nya tapi Zahra langsung melempar teman-temannya ke belakang menggunakan kekuatan bayangannya yang membentuk tangan.
lalu gurita itu menggunakan penghisap nya dan membuat Zahra tertarik kedalam mulut gurita itu, tapi sebelum terhisap Zela memegang sekuat tenaga tangan Zahra.
"Zela lepaskan lah, kau bisa ikut terhisap. " kata Zahra saat hampir terhisap.
"tidak, apapun yang terjadi aku tidak akan melepaskan mu. " kata Zela yang semakin tertarik.
pada akhirnya mereka berdua pun terhisap kedalam mulut gurita itu, Ardian dan teman-temannya yang melihatnya pun menjadi khawatir.
"Zela !!, Zahra !!. " teriak Ardian yang memanggil nama mereka.
"kita agak terlambat ya. " kata Stalker yang hendak menyerangnya saat turun dari tower kapal.
"kemungkinan keduanya berada di dalam perut gurita itu, ini gawat, kita harus segera menyelamatkan mereka berdua sebelum racun yang ada didalam tubuh gurita itu menyebar. " kata Helen yang khawatir.
"aku akan menyelamatkan mereka berdua. " kata Ardian yang tanpa ragu mendekati stalker dan Helen sambil memegang pedang api nya.
"Ardian, apa yang kau lakukan, kembali lah kedalam, biarkan kami yang mengurusnya. " kata Stalker.
"tidak, Zela dan Zahra itu adalah temanku, walaupun kalian melarang ku, aku tetap akan berniat menyelematkan mereka entah bagaimana pun caranya. " kata Ardian dengan ekspresi serius.
"baiklah, tapi kau ingatkan apa yang kukatakan sebelumnya, apakah kau mempunyai tekad dan bersiap untuk mati ? " tanya stalker dengan ekspresi serius.
"karena aku sudah berada di sini, inilah jawabanku. " kata Ardian yang menatap dengan tatapan serius.
__ADS_1
di waktu yang sama Ardian pun terhubung dengan alam bawah sadarnya dan bertemu dengan naga api yang ada didalam tubuhnya itu.
BERSAMBUNG.............