Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Kesepakatan di tengah medan perang


__ADS_3

Episode 220


di tengah-tengah pertarungan, iblis api yang telah mengalahkan ketiga penjaga terkuat kota zenai dan seluruh pasukan satu di perbatasan sungai...........


"hmp, lemah. " ucap iblis api yang memejamkan matanya dengan ekspresi tenang setelah selesai mengalahkan pasukan satu sendirian.


"dia sangat kuat. " ucap bendow yang terbaring di tanah dengan menahan rasa sakitnya.


"masih belum. " ucap stalker yang masih bisa berdiri menegakkan pedang nya lalu berlari ke arah iblis api.


"stalker. " ucap Saula yang beberapa kali mencoba berdiri tapi terus jatuh karena kehabisan tenaga.


"sepertinya kau mempunyai semangat juang yang tinggi ya, tapi itu percuma. " kata iblis api yang langsung memukul perut stalker saat hendak menyerang ke arahnya.


seketika pukulan berapi itu pun membuat Stalker terhempas ke atas dan jatuh terbaring di tanah dengan keras sehingga membuatnya muntah darah.


"kurasa aku akan membunuh kalian semua saja, kalian benar-benar menggangu. " kata iblis api perlahan-lahan berjalan mendekati ketiga penjaga terkuat kota zenai yang tidak berdaya itu.


saat iblis api sudah mengepalkan kedua tangannya mengeluarkan api, tiba-tiba saja di waktu yang tepat sebuah serangan membuat iblis api melompat menghindar kebelakang.


"Tebasan supersonik !!. " kata seseorang yang menghalau iblis api mendekati ketiga penjaga terkuat kota zenai.


"cih, bala bantuan ya. " gumam iblis api dengan ekspresi serius.


"akhirnya datang juga. " gumam Saula sambil tersenyum kecil sambil menahan rasa sakitnya.


"bala bantuan, pasukan tiga, kalian datang di waktu yang tepat. " kata bendow.


"maaf agak terlambat, mulai dari sini ini adalah pertarungan kami, kalian beristirahatlah. " kata Sonik yang merupakan komandan dari pasukan tiga.


"berhati-hatilah, iblis api itu benar-benar sangat kuat. " kata Stalker dengan ekspresi serius sambil menahan rasa sakitnya.


"kami mungkin tidak bisa mengalahkannya, tapi kami disini hanya berniat untuk mengulur waktu. " kata Sonik yang mengingat kesepakatan nya saat bertemu dengan Ardian di hutan sebelum sampai di Medan perang.


I--------------------------------------------I


Sesaat bertemu di hutan, Sonik dan Sonsu yang melihat Ardian tergesa-gesa menuju Medan perang............


"bukankah itu Ardian, kenapa dia berada di sini. " kata Sonik yang sekilas melihatnya lalu mengejar Ardian.

__ADS_1


saat beberapa kali memanggil Ardian dengan namanya, Ardian pun menoleh ke belakang dan terkejut melihat sonik dan Sonsu yang mengejarnya dibelakang.


"Ardian, tunggu !!. " teriak Sonik yang berusaha mengejarnya.


"Sonik, Sonsu, kenapa kalian berada disini ?. " tanya Ardian yang terkejut saat melihatnya lalu menghentikan langkah kakinya.


"seharusnya kami yang bertanya, kenapa kau tidak bersama dengan pasukan lima ?. " tanya sonik.


"aku harus bergegas ke Medan perang secepatnya. " kata Ardian dengan ekspresi serius dan terlihat tegang.


"kenapa ?. " tanya Sonik yang penasaran dengan alasan Ardian.


"aku harus menghentikan teman ku yang memulai perang ini. " jawab Ardian dengan ekspresi serius.


"bagaimana caramu menghentikan perang yang sudah berlangsung sejauh ini, jangan gegabah Ardian. " kata Sonik yang juga menatapnya dengan ekspresi serius.


"bagaimanapun caranya aku harus melakukannya, iblis api juga ikut dalam perang ini, tujuannya adalah untuk menguasai kota zenai, tapi sebelum itu dia mengincar pedang dan enamble api yang dipercayakan raja api kepada ku, karena itu sebelum bertemu dengan iblis api, aku harus menghentikan perang ini terlebih dahulu. " kata Ardian menunjukkan pedang dan enamble api yang dibawa nya dengan mengeluarkan cahaya api nya masing-masing.


"jika kau pergi ke Medan perang bukankah itu akan lebih membahayakan lagi, membawa senjata yang diincar oleh musuh. " kata Sonsu.


"mungkin itu benar, tapi aku tidak bisa diam saja melihat semua teman-teman dan seluruh pasukan bertarung mati-matian hanya untuk perang adu domba ini. " kata Ardian.


"ya, dalang dibalik perang ini adalah jubah hitam. " kata Ardian dengan ekspresi serius.


"jubah hitam. " ucap Sonsu dan Sonik yang langsung terkejut saat mendengarnya.


"karena masih ada waktu bisakah kita membuat kesepakatan. " ujar Ardian yang sudah memikirkannya.


"Kesepakatan ya, akan kami dengarkan terlebih dahulu. " kata Sonsu dengan ekspresi serius.


"kalian bantulah pasukan satu yang bertarung di perbatasan, setidaknya ulur waktu sampai aku bisa menghentikan nyoren, aku akan ikut membantu jika urusan ku sudah selesai, mungkin saja iblis api sudah turun tangan di sana. " kata Ardian yang terlihat ragu-ragu dengan keputusannya sendiri.


"baiklah, kami akan membantumu pasukan satu di perbatasan, walaupun tidak bisa menang sebisa mungkin kami akan menahan iblis api sementara waktu di sana. " kata Sonsu yang langsung setuju dengan keputusan Ardian.


"kalian.... " ucap Ardian yang terkejut mendengar Sonsu yang tanpa ragu menyetujui kesepakatannya itu.


"Ardian, kami percaya kepada mu, kau juga harus percaya kepada kami. " kata Sonik sambil tersenyum.


"ya, kalian, kembalilah dengan selamat. " ucap Ardian setelah meneteskan air matanya karena terharu.

__ADS_1


"baiklah. " ucap Sonsu sebelum pergi menuju perbatasan dengan membawa pasukannya.


I-------------------------------------------I


di perbatasan...............


"kami akan menghadapi mu, iblis api. " kata Sonik dengan ekspresi serius mengarahkan pedang nya ke arah iblis api.


"sejujurnya aku tidak mempunyai waktu untuk bermain-main dengan kalian, tapi kurasa aku akan sedikit serius kali ini. " kata iblis api dengan aura api nya yang semakin kuat.


"Ketua, berikanlah perintah. " kata Sonik dengan ekspresi serius.


"kita hadapi berdua bersama-sama. " kata Sonsu yang memberikan perintah sebagai ketua pasukan tiga.


I------------------------------------------I


Sementara itu di hutan, nyoren yang dihadang oleh pasukan dua...........


"rasakan ini !!. " ucap nyoren dengan menembakkan cahaya bintangnya ke arah mereka.


"perisai petir kegelapan !!. " ucap paman garen yang melindungi mereka semua dengan kekuatannya.


"kita harus mencari cara untuk menghentikan nyoren. " kata jaylain sambil menahan rasa sakitnya akibat terkena serangan sebelumnya.


"cahaya, elemen cahaya itu termasuk elemen tingkat tinggi, ia tidak mempunyai kelemahan tapi bisa diseimbangkan dengan elemen kegelapan, tapi kekuatannya juga harus seimbang dengan pengguna nya. " kata Zela yang mencoba untuk berfikir.


"baiklah, aku akan mencoba untuk menghadapinya. " kata Zahra yang maju tanpa berfikir panjang dengan mengeluarkan aura kegelapan pekat dari dalam tubuhnya.


kemudian Zahra pun keluar dari perisai petir kegelapan paman garen itu dan melihat nyoren dengan tatapan hitam hampa.


"aku tidak tahu siapa kau, tapi kau tidak akan bisa menghentikan sinar cahaya bintang ku ini. " kata nyoren langsung menembakkan laser cahaya bintang ke arah Zahra.


saat cahaya bintang itu mengarah ke arah Zahra, seketika Zahra pun menangkisnya dengan mudah menggunakan kemampuan perisai bayangannya itu.


"Zahra bisa menangkisnya dengan mudah. " ucap Ardian yang terkejut saat melihatnya.


"sepertinya aku sudah mendapatkan strategi yang bagus setelah melihatnya. " kata Zela sambil tersenyum kecil.


"cih, siapa gadis ini sebenarnya. " kata nyoren melihat Zahra dengan ekspresi kesal.

__ADS_1


BERSAMBUNG.................


__ADS_2