
Episode 144
setelah mereka berempat sampai di bukit kota zenai..........
"wah, ternyata kota nya lebih besar dari kota lesar. " kata defa yang terkagum saat melihatnya dari atas bukit.
"paman, selanjutnya kita akan kemana dulu ?. " tanya Ardian.
"pertama-tama kita harus melaporkan kepulangan kita kepada raja api. " jawab lama Yazerd sambil melihat kearah kerajaan dari atas bukit.
setelah beberapa saat akhirnya mereka berempat pun menuruni bukit itu, lalu berjalan pergi ke arah kerajaan kota zenai untuk melapor kepada raja api terlebih dahulu, sesampainya di depan gerbang kerajaan mereka bertemu dengan stalker, saula dan bendow yang sedang bertugas menjaga gerbang.
"huh, kalian sudah kembali ya. " kata stalker yang melihat mereka berempat.
"kak stalker, darimana kakak tahu kalau kami sedang pergi keluar dari kota zenai ?. " tanya Ardian yang terkejut sebelumnya.
"leg**is yang bercerita, raja api sudah menunggu kalian, masuklah. " jawab stalker kemudian membuka gerbangnya.
"terimakasih. " ucap paman Yazerd dengan tenang.
kemudian mereka berempat pun masuk kedalam kerajaan sambil dikawal oleh bendow dan saula yang memandu jalan, lalu saat sampai di depan pintu ruangan raja api, paman Yazerd membuka pintu itu perlahan-lahan, seketika raja api terkejut sekaligus merasa senang melihat mereka kembali.
"raja api, kami sudah selesai dengan perjalanan kami. " kata paman Yazerd yang bersikap sopan.
"ya, aku sudah menunggu kalian kembali, lalu siapa anak itu ?. " tanya raja api yang melihat ke arah defa.
"dia ini adalah adik dari Ardian dan Nizar yang selama ini tinggal di kota lesar, kami membawa nya kesini agar dia bisa mengikuti pembelajaran di sekolah Ninja, kota zenai ini. " jawab paman Yazerd.
"baguslah kalau begitu, Ardian, nanti sore datanglah ke kerajaan, aku ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan mu. " kata raja api.
"baik, (gawat, apakah raja api tahu kalau aku selama ini bertarung di kota lesar menggunakan pedang api itu, aku punya firasat buruk). " kata Ardian didalam hatinya dengan ekspresi tegang.
"ada apa dengan mu ?. " tanya paman Yazerd yang melihat Ardian tegang.
"tidak, tidak ada apa-apa, aku baik-baik saja kok. " kata Ardian yang berusaha menutupi ketegangannya itu.
"huh, kalau begitu, kami izin mundur dulu, permisi. " kata paman Yazerd kemudian keluar dari ruangan singgasana raja api bersama Ardian, Nizar dan defa.
lalu saat perjalanan pulang......
"Ardian, kau tidak perlu menyembunyikannya, aku sudah mendengar nya dari nurados kalau kau bertarung menggunakan pedang api. " kata paman Yazerd yang mengetahuinya.
"ternyata paman sudah mengetahuinya ya. " kata Ardian yang sudah tidak bisa mengelak nya.
"katakan, bagaimana cara mu bisa memanggil pedang itu ?. " tanya paman Yazerd.
__ADS_1
"aku hanya perlu berkonsentrasi dengan tenang untuk bisa memanggil pedang itu, sebenarnya kakek yang memberiku saran itu sebelumnya. " jawab Ardian.
"lalu apa yang akan kau lakukan dengan pedang itu selanjutnya ?. " tanya paman Yazerd dengan ekspresi serius.
"sejujurnya aku tidak tahu harus ku apakan, apakah aku akan menggunakannya untuk bertarung atau kubiarkan saja. " jawab Ardian yang masih ragu-ragu.
"kalau begitu cepatlah putuskan. " kata paman Yazerd dengan tenang.
"Ardian, Nizar, kalian sudah kembali ya. " kata veysa yang melambaikan tangannya dan dibelakangnya ada teman-temannya yang sedang mengobrol.
"semuanya, paman duluan saja. " kata Ardian kemudian menghampiri teman-temannya itu.
"kakak aku juga ikut. " ucap Nizar dan defa yang juga ikut.
"mereka akan berkembang menjadi seorang ninja yang hebat. " kata paman Yazerd didalam hatinya sambil tersenyum kecil kemudian pergi.
"Ardian, Nizar, kami sudah lama menunggu kalian kembali, sepertinya kalian sudah berubah, dari segi kekuatan. " kata Opel menyentuh pundak Ardian.
"ya begitulah. " ucap Ardian.
"lalu siapa dia ?. " tanya veysa melihat ke arah defa.
"namaku defa. " jawab defa dengan kaku.
"begitu ya, aku tidak menyangka kau punya adik lagi di sana. " kata veysa.
"ada banyak hal yang sudah terjadi. " kata Ardian.
"bagaimana kalau sekarang kita pergi ke kedai makan untuk merayakan kembalinya Ardian dan Nizar, aku yang traktir. " ujar legis yang bersemangat.
"sepertinya itu ide yang bagus. " ucap Opel.
"ya. " ucap veysa dan gicha yang bersemangat.
"maaf merepotkan mu, legis. " kata Ardian.
"tidak apa-apa, ayo kita pergi. " ucap legis dengan bersemangat.
kemudian mereka semua pun pergi ke kedai makan kota zenai yang sudah bisa mereka kunjungi sebelumnya.
"Opel, ngomong ngomong dimana paman garen, aku tidak melihatnya saat berada di kerajaan tadi. " tanya Ardian sambil menikmati makanannya.
"dia sudah pergi lagi menjalankan misi dari seminggu yang lalu. " jawab Opel.
"ayah selalu terburu-buru, dia bahkan hanya meninggalkan surat di meja untuk mengucapkan salam sebelum pergi kepada kami. " kata gicha.
__ADS_1
"dia orang yang hebat ya. " ucap veysa.
"dia memang hebat saat diluar, tapi saat didalam rumah dia sangat payah dan ceroboh. " kata gacha yang mengingat ayahnya yang selalu membuat kesalahan saat didalam rumah.
"lalu bagaimana dengan latihan mu di sana Ardian ?. " tanya Opel.
"sekarang aku sudah bisa mengendalikan naga yang ada didalam tubuh ku. " jawab Ardian yang ragu-ragu.
"benarkah, hebat sekali. " kata Opel.
"bagaimana cara mu melakukannya ?. " tanya legis yang penasaran.
"mungkin dengan perkataan, kenyataan, logika dan tekad. " jawab Ardian.
"aku sudah tahu kau pasti bisa melakukannya, kaulah tekad dari kelas kita, tidak ada yang mustahil untuk dilakukan. " kata Opel.
"Opel. " ucap Ardian yang terharu mendengar perkataan Opel.
"itu benar, selama ini kami juga berlatih dan terus berlatih agar tidak tertinggal oleh mu, benarkan, gicha. " kata veysa yang bersungguh sungguh.
"ya, kami sudah lebih berkembang dari sebelumnya. " kata gicha dengan percaya diri.
"walaupun kami semua sudah lebih berkembang tapi kami tidak akan pernah sanggup melawan tekad mu itu, Ardian. " kata legis.
"semuanya, terimakasih. " ucap Ardian yang terharu.
"bukan hanya kami disini yang berkembang, tapi juga gacha, pingo, Rega, Risa, zela, zifi, mauli, mereka semua juga sudah mengembangkan kekuatan mereka masing-masing. " kata legis.
setelah lama mengobrol di kedai makan, akhirnya mereka semua pun memutuskan untuk mengakhirinya.
"sepertinya sampai disini saja dulu, aku harus kembali berlatih di hutan sekarang. " kata veysa kemudian pergi.
"kami juga harus pergi. " kata Opel kemudian pergi bersama gicha.
"kakak, aku akan mengantar defa ke rumah duluan. " kata Nizar kemudian pergi bersama defa.
"Ardian, sekarang apa yang akan kau lakukan selanjutnya ?. " tanya legis dengan pelan.
"untuk sekarang ada seseorang yang ingin kutemui. " jawab Ardian.
"begitu ya, kalau begitu aku duluan. " ucap legis kemudian pergi.
"ya, (apakah aku harus memberitahu mereka mengenai pedang nya ya). " kata Ardian didalam hatinya dengan ekspresi serius.
BERSAMBUNG...........
__ADS_1